Tentang Perbaikan-Perbaikan Di Dalam Kelompok Berfaham Takfir

بسم الله الرحمن الرحيم
إنَّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلَّ له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلاَّ الله وحده لا شريك له وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله. فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد ، وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار .

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم , Wa ba’du :

Tulisan ini adalah penjelasan kepada saudara-saudara kami tentang gembar-gembor adanya perubahan pemahaman dalam kelompok berfaham takfir FAH ketika banyak di antara anggotanya yang telah keluar dari kelompok itu.
Memang telah menjadi kebiasaan dan kelaziman setiap kali banyak di antara anggota kelompok yang keluar, orang-orang yang masih eksist di kelompok itu akan mengadakan upaya-upaya untuk mempertahankan pengikut yang ada, sekaligus (kalau bisa) merekrut kembali anggota-anggota kelompoknya yang telah keluar namun masih dalam keadaan bingung.
Apa-apa yang digulirkan dalam upaya ini biasanya tidak akan jauh dari hal-hal berikut, di antaranya adalah :

Mengungkap keburukan-keburukan orang yang telah keluar
Tidak dipungkiri bahwa semua manusia memang ada kesalahannya.  Ini sebagaimana sabda Nabi صلي الله عليه وسلم :

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti memiliki kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat.” (HR.Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam al Misykah dan shahih Sunan Ibni Majah).

Orang-orang yang telah keluar dari FAH tidak dipungkiri bisa jadi memang pernah memperbuat kesalahan-kesalahan atau mempunyai kekurangan-kekurangan ketika berada di kelompok itu.  Ketika orang-orang itu telah keluar, maka kesalahan-kesalahan atau aib orang-orang yang telah keluar dari kelompok itu akan dibuka selebar-lebarnya tanpa ada celah sedikitpun untuk ditutupi.  Gaya seperti ini dimainkan di SEMUA kelompok berfaham takfir ekstrim seperti NII KW-9, LDII, dan juga kelompok FAH (firqoh abu hamzah).
Lebih dari itu, tidak jarang juga kesalahan-kesalahan yang ada akan “digelembungkan“ hingga melebihi yang sebenarnya.  Semua dilakukan dengan leluasa, karena memang tidak akan pernah ada pengecekan dari orang-orang yang bingung sebab mereka telah “tersekat“ dengan orang-orang yang telah keluar itu, sehingga cerita apapun yang beredar di kelompok itu pasti akan dianggap oleh orang-orang yang masih berada di kelompok itu sebagai kebenaran murni, yang tak patut diragukan sama sekali.
Muncullah cerita-cerita bahwa si Fulan punya hutang dan tidak mau bayar…
Atau si Fulan yang lain diceritakan pacaran dengan seorang ibu dan dengan anak perempuannya sekaligus…
Atau si Fulanah diceritakan mengambil uang (nyolong duit)…
Dan lain sebagainya.
Cerita-cerita ini dianggap sebagai kebenaran murni bagi orang-orang yang masih berada di dalam kelompok tersebut.

Sebagaimana beberapa orang ex NII KW-9 ada yang dituding sebagai “orang-orang yang memiliki kekecewaan“ (barisan orang-orang kecewa), begitu juga orang-orang ex FAH, sebagiannya mendapatkan tudingan yang sama pula.
Penulis sendiri telah diisukan macam-macam.   Salah satunya adalah diisukan bahwa penulis keluar dari FAH karena mempunyai kekecewaan yang berat dan lalu mempunyai kebencian yang tinggi terhadap agus supriyadi, sehingga apa yang diperbuatnya di blog ini dikatakan hanyalah didasari semata-mata karena kebencian belaka (hasud)…
Apa yang dikatakan itu (sekali lagi) adalah kebenaran murni bagi orang-orang yang masih berada di FAH.
Efek dari pengungkapan hal-hal yang buruk ini adalah munculnya kebencian yang tinggi terhadap orang-orang yang telah keluar dari FAH.   Dengan adanyakebencian-kebencian ini mereka akan mempunyai dorongan yang kuat untuk tetap bertahan di FAH dan menjauhi orang-orang yang telah keluar.
Adapun tudingan bahwa penulis hanyalah berbuat berdasarkan kebencian belaka, justeru adalah upaya untuk menimbulkan kebencian yang kuat terhadap penulis, sehingga jika kebencian yang kuat itu sudah merasuk, apapun yang dipaparkan oleh penulis tidak akan pernah teranggap apa-apa.   Semuanya telah tertutupi kebencian yang sangat.   Beginilah akal mereka ditumpulkan sehingga tidak bisa lagi berfikir logis dan objektif.

Hal lainnya yang digunakan untuk mengeruhkan objektifitas orang adalah dengan mengungkapkan bahwa dahulu penulis juga yang mengajarkan ajaran yang begini atau yang begitu kepada orang-orang, tetapi sekarang justeru penulis sendiri yang membantah tentang ajaran-ajaran yang pernah diajarkannya itu.   Dengan mengungkap ini dimaksudkan agar timbul kesan betapa dungunya penulis itu dan betapa plin-plannya ia.   Sehingga setelah yakin bahwa penulis itu adalah seorang yang dungu, plin-plan dan bertabiat tidak beres, tentu tidak ada perlunya untuk melihat apa-apa yang dipaparkannya.
Padahal sesungguhnya setiap orang yang pernah mengatakan, mengajarkan atau bahkan berjanji, ketika disadari bahwa itu semua berada di atas faham yang bathil, maka ia harus bertobat dan meninggalkan apa-apa yang telah diketahuinya dengan nyata tentang kebathilan itu.  Meskipun dahulu dia pernah komitmen dengan faham tersebut.  Ulama besar semisal Abul-Hasan Al-Asy’ari dan Imam Al Ghozali juga berbuat demikian.  Tentang ini lihat dalam : “Taubat Dari Bid’ah Dan Faham Syubhat (1)”.

Demikianlah, upaya untuk menimbulkan antipati bahkan kebencian terhadap orang-orang yang telah keluar dari FAH.
Termakan kebencian, mereka menjadi lupa bahwa banyak di antara orang-orang yang telah keluar itu bukanlah orang-orang bodoh yang dahulu sesungguhnya merekapun mengakuinya.  Mereka menjadi tidak pernah mau tahu apakah alasan orang-orang yang telah keluar itu.
Apakah benar mereka berbondong-bondong (sangat banyak) keluar karena alasan yang memang sangat bodoh..?
Berbondong-bondong semuanya sangat bodoh..?
Begitukah logika yang tidak bodoh..?
Subhanallah…
Mereka menjadi lupa pula bahwa orang-orang yang telah keluar itu adalah pentolan-pentolan yang sebelumnya telah diakui oleh agus supriyadi sendiri sebagai orang-orang yang punya “kelebihan“.   Lantas, mengapa sekarang yang ada hanyalah sekelompok orang-orang bodoh yang telah keluar dari kelompok yang tidak bodoh..?

Hanyalah Allah Yang Maha Mengerti tentang segala kebaikan, hanya kepada-Nya lah kami memohon petunjuk, dan hanya kepada-Nya lah seharusnya mereka juga memohon petunjuk.
Allahu A’lam.

Merubah kebijakan-kebijakan dalam pemahaman
Sebagaimana telah diulas dalam tulisan yang lainnya, bahwa kelompok-kelompok semisal syi’ah, LDII, atau FAH mempunyai trik berpura-pura yang identik.
Syi’ah mempunyai “taqiyah“, LDII mempunyai “bithonah“, dan FAH memakai istilah “diplomasi“.  Intinya semua itu adalah penyikapan kepura-puraan.
Sebagian orang-orang di kalangan bawah, mereka disikapi diplomatif agar tidak keluar dan agar mereka kemudian menjadi “corong“ untuk mengajak kembali orang-orang yang telah keluar (namun masih bingung) supaya kembali ke kelompok mereka. Yang mereka kembali dekati hanyalah orang-orang yang masih bingung, bukan orang-orang yang telah keluar yang telah mengerti hujjah.  Mereka tidak mau mendekati orang-orang yang telah mengerti hujjah.

Disampaikan kepada mereka secara diplomatif sedemikian rupa sehingga yang tertangkap oleh mereka adalah seolah-olah bahwa kelompok itu sekarang sudah tidak mengkafirkan orang lagi.
Padahal jika benar mereka tidak mengkafirkan orang secara sembarangan lagi, seharusnya pemimpin mereka (abu hamzah dan abu adam) adalah yang pertama kali bertobat dengan mau untuk sholat berjama’ah atau sholat jum’at di masjid kaum muslimin (yang tidak lagi dinyatakan kafir), lalu kemudian diikuti oleh orang-orang di bawahnya.   Atau merekalah yang pertama kali mengulang pernikahan mereka atas salah satu isteri mereka yang dinikahi secara bathil tanpa melibatkan pihak wali dari perempuan sama sekali.
Dan jika benar mereka tidak mengkafirkan lagi, seharusnya pemimpin merekalah yang pertama kali memulangkan isteri-isteri mereka kepada orang-tua dan kerabat mereka (karena tidak lagi dianggap kafir) untuk bersilaturrahim setelah terputus selama berpuluh tahun…
Akan tetapi sudah menjadi fakta, bahwa setiap ahli-bid’ah penganut faham takfir yang ekstrim tidak akan pernah merubah faham salahnya ini.  Jika mereka merubah faham ini mereka tidak akan mempunyai pengikut-pengikut yang sangat fanatik.   Dan jika mereka merubah faham ini merekapun akan segera berangsur-angsur bubar.  Mereka tentu tidak menginginkan hal ini.
Banyak orang-orang kalangan bawah dari mereka tidak mengerti tentang hal ini.

Selain itu disampaikan pula secara lihai sehingga yang tertangkap oleh mereka (orang-orang di kalangan bawah mereka) seolah-olah di atas agus supriyadi sebenarnya masih ada orang yang memimpin lagi.
Apakah benar agus supriyadi masih mempunyai guru Islam yang selalu membimbingnya?
Wow…Siapakah gerangan?
Apakah seorang Syaikh sekelas Abdul-Qodir Al-Jailani?
Atau bahkan seorang Syaikhul-Islam sekelas Ibnu Taimiyah?
Atau jangan-jangan malah sekelas sahabat Nabi?
Namanya pasti tidak diketahui!
Itu rahasia lho…
Tidak boleh nanya-nanya sembarangan lho… Khan tidak ada perlunya….

Ketahuilah…
Ini sebenarnya hanya lagu lama yang pernah dimainkan berkali-kali di waktu yang lalu.  Kini lagu itu dimainkan lagi.  Entah apa bumbu-bumbu pengantarnya sekarang.  Wallahu A’lam.
Tetapi yang jelas ini trik diplomasi ulangan saja.

Kepada saudara-saudara kami yang masih bingung dan terombang-ambing, silahkan jika kalian masih suka untuk membenci kami, bencilah sekuat-kuat kalian mampu membenci manusia, karena kami memang tidak mempunyai keinginan untuk mendapatkan penghargaan dari kalian…

Akan tetapi kalian tentu sepakat bahwa bersujud di waktu malam dan memohon dengan tulus kepada Allah agar ditunjuki jalan yang benar adalah bukan hal yang salah untuk dijalankan…
Jalankanlah hal itu karena tidak ada salahnya untuk dijalankan, meskipun ini saran dari orang yang sangat kalian benci…
Mari sama-sama kita mendekat kepada Allah dan biarkan Dia akan memberikan jawabanNya atas pertanyaan : “Apakah kita masih bersaudara?“
Janganlah tergesa-gesa dengan memberikan jawaban sendiri, wahai saudara kami…
Semoga Allah merahmati kalian…
Do’a kami tak pernah putus untuk kalian…

للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَْيتَنا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة ، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
َاللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ وَالأَبْصَارِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

Al-Faqir, hamba Allah

Tentang Al-Faqir

Al-Faqir, hamba Allah
Pos ini dipublikasikan di belajar islam, belajar tafsir, Islam, kelompok Islam, Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tentang Perbaikan-Perbaikan Di Dalam Kelompok Berfaham Takfir

  1. Abu Ahmad Batam berkata:

    Alhamdulillah ada 2 orang ex FAH di Batam yang sekarang sudah berangkat ke Makkah dlm proyek perluasan masjidil haram selama 2tahun. Semoga mereka diberi kekuatan iman dan jasmani utk beribadah kepada Allah di negeri Haromain tersebut..dan kepada ikhwah yg lain semoga ditambahkan kecintaan kepada Allah dan Rosul-Nya dan juga cinta kepada Baitullah dan syi’ar-syi’ar Islam..aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s