Hari-Hari Menjelang Idul-Fithri

Hari-hari menjelang Idul-Fithri

بسم الله الرحمن الرحيم

إنَّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلَّ له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلاَّ الله وحده لا شريك له وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله. فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد ، وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار .

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah
صلي الله عليه وسلم Wa Ba’du :

Allah سبحانه و تعالي berfirman :

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ…

“…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Qs.Al-Baqarah : 185)

Hari-Hari Terakhir Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang mulia.
Ketika Ramadhan akan berlalu, Idul-Fithri hanya tinggal menghitung hari.
Kaum salaf dan orang-orang yang sholih ada merasakan beratnya akan ditinggalkan oleh Ramadhan, dan merekapun memperbanyak ibadah di hari-hari akhir bulan Ramadhan. Rasulullah صلي الله عليه وسلم telah memberikan teladan tentang hal ini, A’isyah رضي الله عنها mengatakan :

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila Nabi صلي الله عليه وسلم memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR.Muttafaqun ‘alaih).

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata : “Disunnahkan untuk memperbanyak ibadah di akhir Ramadhan dan disunnahkan pula untuk menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8:71)

Tidak satupun dari kaum salaf dan orang-orang yang sholih yang mau melewatkan Ramadhan begitu saja tanpa mendapatkan kebaikan dan keutamaan malam kemuliaan, yaitu Lailatul-Qadr.
Allah سبحانه و تعالي berfirman :

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (Qs.Al-Qadar : 3).

Seorang muslim yang telah berpuasa dan sholat di malam-malam hari bulan Ramadhan hingga didapatinya kebaikan malam kemuliaan, ia akan diampuni dosa-dosanya dan diharapkan bisa kembali menjadi manusia yang bersih.   Rasulullah صلي الله عليه وسلم telah bersabda :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan sholat pada Lailatul-Qadr karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR.Bukhari no.1901)

Dan Rasulullah صلي الله عليه وسلم mengajarkan :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul-Qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR.Muttafaqun ‘alaih)

Kaum salaf dan orang-orang yang sholih juga biasa mengisi hari-hari terakhir di bulan Ramadhan dengan ber-itikaf di masjid-masjid kaum muslimin.  Telah ada syari’at tentang I’tikaf.   Allah سبحانه و تعالي berfirman :

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى الَّيْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ ءَايَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

”… Kemudian sempurnakanlah shiyam itu sampai malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.” (Qs.Al-Baqarah : 187)

I’tikaf adalah sunnah Rasulullah صلي الله عليه وسلم bagi siapa yang berkehendak melakukannya :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

“Nabi beri’tikaf di sepuluh akhir dari Ramadhan sampai wafat kemudian istri-istri beliau beri’tikaf setelahnya.” (HR.Bukhori, 1886)

Dan sebagai penutup bagi kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan adalah diwajibkannya zakat fithrah, yang dibayarkan sebelum tibanya sholat ‘ied.

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ.

“Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah sebagai pembersih orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan kejelekan serta memberi makan orang yang miskin.”  (HR.Abu Daud, Ibnu Majah, Ad Daruquthny, Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Gholil 3/333).

Ramadhan adalah bulan yang mulia, dilalui dengan di penghujungnya adalah harapan akan diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah lalu.  Kaum muslimin senantiasa diingatkan akan pentingnya hal ini.   Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :

“رغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثم انسلخ قبل أن يُغفر له, ورغم أنف رجل أدرك عنده أبواه الكبر فلم يدخلاه الجنة”

“Celakalah bagi seseorang yang Ramadhan mendatanginya kemudian pergi sebelum dia diampuni….” (HR.At-Tirmidzi, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’ no.3510).

Imam Ibnu Rajab Al-Hambali رحمه الله mengatakan : “Tatkala semakin banyak pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapati pengampunan tersebut, sungguh dia telah terhalangi dari kebaikan yang banyak.”  (Lathaif Al-Ma’arif, 371)

Semoga orang-orang yang bertaubat akan mendapatkan ampunan dari Allah سبحانه و تعالي atas dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya yang telah lalu.  Tidak akan ada kehidupan yang baru yang lebih baik untuk dijalani jika masih berlumuran dosa dan kesalahan yang belum terampuni.
Allah Maha Pengampun, semoga Ia menurunkan ampunan-Nya.

Ramadhan adalah bulan yang mulia, juga dilalui dengan di penghujungnya adalah harapan akan diterimanya amalan-amalan kebaikan selama bulan Ramadhan.  Harapan ini adalah harapan yang berat.
Orang-orang sholih terdahulu senantiasa merasa cemas jika amalan-amalannya tidak diterima.
Dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hambali, ada disebutkan :

Abdul-Aziz bin Abi Rowwad رحمه الله berkata : “Aku menemukan para salaf begitu semangat untuk melakukan amalan sholih. Apabila telah melakukannya, mereka merasa khawatir apakah amalan mereka diterima ataukah tidak.”

Ibnu Dinar رحمه الله mengatakan : “Tidak diterimanya amalan lebih aku khawatirkan daripada banyak beramal.”

Umar bin ‘Abdul-Aziz رحمه الله , beliau berkhutbah pada hari raya Idul-Fithri : “Wahai sekalian manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari.  Kalian pun telah melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya.  Kalian pun keluar dan memohon pada Allah agar amalan kalian diterima. Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri.
Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.”
Mereka malah mengatakan, “Kalian benar. Akan tetapi aku adalah seorang hamba.  Aku telah diperintahkan oleh Rabbku untuk beramal, namun aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Demikianlah, para salaf khawatir kalau-kalau amalannya tidak diterima.  Mereka adalah orang-orang yang secara zhohir tinggi ilmunya dan sangat banyak amalan-amalannya, namun bagi mereka sendiri tidaklah jelas dan tidaklah bisa memastikan bagaimanakah kedudukan amalan-amalannya itu di sisi Allah سبحانه و تعالي.

Sungguh ujub dan sombong jika ada orang yang bisa memastikan bahwa amalannya sudah jelas, sedangkan amalan orang-orang lain itu belum jelas, yaitu orang yang berkata : “Belajarlah kepada saya yang sudah jelas amalan-amalannya, jangan belajar ke orang-orang ini atau orang-orang itu karena mereka itu belum jelas amalan-amalannya… ”

Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa adalah supaya orang-orang yang beriman menjadi orang-orang yang bertakwa :

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (Qs.Al-Baqarah : 183)

Kekhawatiran para salaf kalau-kalau amalannya tidak diterima adalah sebagaimana besarnya harapan akan tercapainya derajat takwa di sisi Allah سبحانه و تعالي.
Orang-orang yang mendapatkan legitimasi sebagai orang-orang yang bertakwa di sisi Allah adalah orang-orang yang amalan-amalannya diterima oleh-Nya.

Fudholah bin ‘Ubaid رحمه الله mengatakan : “Seandainya aku mengetahui bahwa Allah menerima dariku satu amalan kebaikan sebesar biji sawi saja, maka itu lebih kusukai daripada dunia dan seisinya, karena Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.”
(Qs.Al-Maidah : 27)”

Semoga akhir Ramadhan adalah akhir yang baik yang akan banyak memberikan kebaikan-kebaikan.   Permohonan selalu tertuju kepada Allah سبحانه و تعالي , dan harapan selalu tercurah kepada-Nya.
Semoga Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terindah yang akan berlanjut keindahannya hingga Ramadhan-Ramadhan berikutnya, jika Allah mengizinkan.

للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَْيتَنا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمة ، إِنّكَ أنتَ الوَّهابُ
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
َاللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ وَالأَبْصَارِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

Al-Faqir, Hamba Allah

Tentang Al-Faqir

Al-Faqir, hamba Allah
Pos ini dipublikasikan di belajar islam, belajar tafsir, Islam, kelompok Islam, Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s