Sepintas Tentang Psikologis Orang-orang Sekte

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam sekte-sekte yang berpengikut sedikit namun ada penerapan ajaran “kepura-puraan” semisal ajaran “diplomasi” yang terus menerus, perangkap riya’ menjadi begitu kuat dalam interaksi anggota-anggotanya satu-sama lain (meskipun harus diakui bahwa mungkin tidak semuanya demikian).
Mengupayakan amalan yang meningkat atau ‘kerja-kerja Islam’ yang lebih baik tidak pernah lepas dari harapan penilaian baik dari orang lain seperti guru atau pemimpin sekte. Terjadi seperti itu adalah karena amalan baik atau peningkatan keimanan seseorang harus mendapatkan legitimasi dari guru atau pemimpin sekte terlebih dahulu.
Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :

اِنَّ اَخْوَفَ مَا اَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْاَصْغَرُ قَالُوْا وَمَا الشِّرْكُ الْاَصْغَرُ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : الرِّيَا يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اِذَا جَزَى النَّاسَ بِاَعْمَالِهِمْ اِذْهَبُوْا اِلَى الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تُرَاؤُوْنَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزَاءَ

“Sesungguhnya yang paling ditakuti dari apa yang aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya : apa syrik kecil itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Riya.
Allah azza wajalla akan berfirman pada hari qiyamat ketika Dia membalas amal-amal manusia : Pergilah kepada pihak-pihak yang kamu riya terhadapnya sewaktu didunia, lalu perhatikanlah, apakah kalian mendapatkan balasan dari sisi mereka ?” (HR.Ahmad, dari Mahmud bin Labid)

Sesungguhnya cap baik dari pemimpin tidak bisa menolongnya di akhirat, padahal ketika di dunia cap baik itu senantiasa dicari melalui penyamaran ‘berlomba dalam kebaikan’ dan dengan bersemangat dikatakan : “tunjukkan merahmu..!”

Dan keadaan dengan riya’ yang terselubung ini sebetulnya telah mengkristal secara tersembunyi tanpa banyak disadari di balik slogan “berbuatlah untuk Allah”, karena antara slogan itu dengan kondisi keseharian di lapangan tidak saling mendukung sama-sekali.
Keadaan ini memang nyata-nyata ada dan tidak terbantahkan, tapi juga tidak bisa terhindarkan atau teratasi karena hal ini nampaknya memang telah menjadi suatu konsekwensi atas keberadaan sebuah sekte bathil yang dibangun di atas dasar penyimpangan hujjah dan dalil yang berpola seperti itu.
Akibatnya adalah banyaknya tercetak pribadi-pribadi yang penuh basa-basi berkelakuan aneh, seperti orang-orang yang yakin padahal banyak menyimpan kebingungan di dalam hatinya.
Hal ini tampak ketika lisan-lisan mereka memperlihatkan keyakinan-keyakinan terhadap hujjah-hujjah yang mereka anut (konon menurut mereka adalah hujjah yang paling benar) akan tetapi di sisi lain mereka nampak begitu ketakutan untuk melihat hujjah-hujjah yang disampaikan orang lain kepada mereka.
Mereka ketakutan terhadap hujjah-hujjah dari buku-buku tafsir ulama salaf, dari buku-buku hadits para ulama ahlul-hadits dan juga sangat ketakutan dari hujjah-hujjah yg dipaparkan lewat internet.
Mereka menjadi saling mewanti-wanti agar jangan melihat buku-buku tafsir secara mendalam, jangan melihat buku-buku hadits dengan serius dan jangan sekali-kali melihat apa yang dipaparkan di internet.   Bahaya..!
Ketakutan mereka bahkan seperti takutnya keledai dari singa.
Allah سبحانه و تعالي berfirman :

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ كَأَ نَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

„Maka mengapakah mereka berpaling dari peringatan
(Allah)? seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari
dari singa.“ (Al-Muddatsir : 48-50)

Dalam tafsir Adwaa’ul bayan dijelaskan bahwa perumpamaan keledai di ayat ini lebih bersifat dan berlaku umum, perumpamaan ini berlaku kepada orang-orang yang berdakwah, yang diberikan dakwah, dan juga kepada orang alim yang lari dari peringatan…

Awas ada singa…..awaaas…..
Auuummmmmhhrrrr……

Tentang Al-Faqir

Al-Faqir, hamba Allah
Pos ini dipublikasikan di belajar islam, belajar tafsir, Islam, kelompok Islam, Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Sepintas Tentang Psikologis Orang-orang Sekte

  1. Rani berkata:

    Ha ha haa.. Syukron akhi. Artikelnya InsyaAllah bermanfaat.
    *ga kebayang gmn keledainya lari.. Lucu banget kali ya. :))

  2. Abu Ahmad berkata:

    dari Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu:”Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Semoga Allah mencerahkan(mengelokkan wajah) seseorang yang mendengar haditsku,kemudian dia menghafalnya-dalam lafadz lain:memahami dan menghafalnya-hingga kemudian dia menyampaikan(kepada orang lain).Terkadang seorang pembawa ilmu agama menyampaikan kepada orang yang lebih paham,terkadang seorang pembawa ilmu agama tidak memahaminya.”
    (HR.al-Imam Abu Dawud(no.3660),Tirmidzi,Ibnu Majah,Ahmad,dan lainnya.dari shahabat Zaid bin Tsabit,Ibnu Umar,Ibnu Mas’ud,Aisyah,Ibnu Abbas,Jabir,Abu Hurairah,dll.-Shahih).
    Hadits masyhur dan mutawatir tsb menjadi kabar gembira bagi kaum muslimin,bhw Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendoakan orang yang mendengar hadits,kemudian memahami dan menghafalnya hingga menyampaikan kpd orang lain.ahli hadits adalah termasuk yang mendapat do’a Rasul tsb.
    Jadi kenapa takut mendengar dan menyampaikan hadits(shahih).bahkan mendapat kecerahan wajah baik di dunia maupun akhirat,insya Allah.Wallahu a’lam.

  3. hahahaha berkata:

    percuma lo hapus juga,,,,blog loh yg goblok ini sudah gue bookmark,,,,,tiap hari bakal gue caci maki orang kayak lo yg sok bener!! padahal loh main ama pembantu gue pake ngutang…hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s