Firqoh abu hamzah

Kelompok abu hamzah

بسم الله الرحمن الرحيم
إنَّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلَّ له، ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلاَّ الله وحده لا شريك له وأشهد أنَّ محمداً عبده ورسوله. فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد ، وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار .

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم Wa Ba’du :

Allah سبحانه و تعالي berfirman :

وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

“Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, niscaya kalian akan bercerai-berai dari jalan-Nya” (Qs. Al-An’am : 153)

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :

من أشراط الساعة أن يُرْفَعَ العلم، ويَثْبُتَ الجهلُ.

“Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan” (HR.Bukhori-Muslim)

Ibnu Mas’ud رضي الله عنه berkata: ”Kalian akan menjumpai suatu kaum, mereka mengaku mengajak kamu kepada kitab Allah (Al-Qur’an), padahal mereka membuang Al-Qur’an ke balik punggung mereka. Maka wajiblah kalian berpegang kepada ilmu, jauhkan dirimu dari perkara bid’ah, jauhkan dirimu dari mendalami perkara (berlebihan) , dan wajiblah kamu berpegang kepada Sunnah”  (HR Ad-Darimi 1/66)

Kelompok abu hamzah adalah sebuah kelompok sempalan, dicetuskan dan dipimpin oleh seorang mantan kalangan akademis yang sering dipanggil “pak agus.” 
Namanya adalah : Muhammad Agus Supriyadi, lulusan UNSW (University of New South Wales) Australia, pernah bekerja sebagai peneliti di Departemen Pertanian.
Belakangan ia dipanggil “abu hamzah” dengan menyertakan nama anaknya, hamzah.  Tetapi orang-orang terdekatnya memanggilnya “bapak”.
Informasi tentang “pak agus” ini sangat sedikit sekali, karena semua pengikutnya sengaja dibuat tidak jelas tentang data-data pribadi jati dirinya.

Kelompok ini tidak menggunakan nama-nama tertentu, mereka hanya mengaku sebagai orang Islam.  Mereka merasa bahwa mereka adalah satu-satunya kelompok manusia di muka bumi ini yang masih berpegang dengan Al-Qur’an.   Mereka menganggap semua orang Islam di luar kelompok mereka di bumi ini bukanlah muslim, tapi orang-orang kafir, karena telah kafir terhadap ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an.
Mereka juga merasa bahwa merekalah kelompok manusia yang akan mengembalikan kejayaan Islam di muka bumi ini dengan tegaknya daulah kekholifahan di tangan mereka. Semua kelompok lain yang juga mempunyai misi penegakkan daulah Islam, bukanlah mitra bagi mereka, tetapi hanyalah orang-orang kafir yang tidak faham akan Al-Qur’an dan tidak mengerti Islam yang sebenarnya.

Dalam keseharian, kaum laki-laki mereka tampil sebagaimana layaknya orang pada umumnya, dengan kemeja atau dengan kaos bercelana celana gunung atau jeans. Mereka tidak suka kaos-kaos bergambar, kecuali jika gambar sepeda motor atau mobil-mobil petualangan seperti Jeep atau sejenisnya.
Sesekali mereka mau mengenakan baju koko, tapi lebih seringnya tidak.  Mereka tidak suka berjenggot panjang, sebagian besar malah tidak berjenggot.  Dalam berbicara mereka tidak melazimkan perkataan “ana” atau “antum” dan tidak lazim satu sama lain menyebut “ikhwan”, hanya ada istilah : “temen kita”.

Kaum perempuan mereka tampil dengan pakaian ghamis berjilbab panjang, mirip sebagian perempuan-perempuan salafy namun tanpa ada yang bercadar.   Mereka satu sama lain tidak melazimkan menyebut “akhwat”.   Sebagian malah menyebut “sister”.

Baik yang laki-laki maupun yang perempuan di antara mereka tidak suka mempunyai kartu identitas seperti KTP atau SIM.   Ketika mereka menikah tidak suka membuat surat nikah dan pernikahan mereka selalu ‘di bawah tangan’.   Membuat KTP, SIM, atau surat nikah bagi mereka adalah bentuk ketaatan kepada thoghut, yaitu pemerintah yang kafir dengan system kafirnya.
Kalaupun di antara mereka ada yang mempunyai KTP atau SIM, itu hanya keterpaksaan bagi mereka untuk antisipasi jika dipermasalahkan tentang itu, atau yang masih mempunyai KTP/SIM adalah orang-orang yang memang belum baik pemahamannya dalam kelompok itu.

Penghidupan sehari-hari orang-orang di kelompok abu hamzah umumnya adalah pedagang atau pengusaha kecil.   Banyak dari mereka memproduksi dan menjual baju muslim perempuan dan anak-anak, banyak juga yang menjual kue-kue kering untuk dititipkan ke toko-toko atau koperasi-koperasi rumah sakit dan perusahaan.  Sebagian lagi adalah petani dan peternak, dan sebagian lagi adalah pekerja serabutan.
Di dalam kelompok abu hamzah orang-orang yang masih bekerja sebagai buruh perusahaan atau sebagai guru/pengajar sekolah, atau sebagai karyawan pemerintah atau (ada juga) sebagai polisi adalah orang-orang yang belum baik pemahamannya di kalangan mereka sendiri dan sebetulnya oleh pemimpin mereka masih dianggap “belum beriman”, hanya baru mau untuk tunduk.   Mereka adalah orang-orang yang masih berkriteria “merah”, belum “hijau”.   Namun istilah ini tidak diketahui oleh mereka dan hanya diketahui oleh sang pemimpin dan orang-orang dekatnya saja.

Dalam kehidupan berkeluarga, mereka sebagian telah berpoligami dan didorong kuat kepada kaum laki-laki yang belum untuk berpoligami, karena banyaknya perempuan yang masih lajang bahkan hingga berumur di atas 40 tahunan.   Para suami yang beristeri lebih dari satu itu mencari nafkah sekedarnya untuk menafkahi isteri-isterinya sekedarnya pula.   Dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang tinggi, para isteri mencari penghasilan sendiri dan banyak ditekankan kepada mereka tentang ajaran kemandirian dalam Islam.
Anak-anak mereka umumnya banyak dan tidak disekolahkan, karena bagi mereka sekolahan banyak mengajarkan kesyirikan dan menuhankan thoghut.

Metode dakwah kelompok abu hamzah

Kelompok ini berdakwah dengan mengajak orang untuk belajar pemahaman Al-Qur’an. Gembar-gembor yang mereka kemukakan adalah belajar tafsir ayat dengan rujukan tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, atau Ath-Thobari.   Dan gembar-gembor mereka yang lain adalah bahwa mereka mengambil hadits-hadits yang shohih seperti hadits Bukhori atau Muslim. Orang-orang yang mau diajak belajar Al-Qur’an kemudian mereka ‘dakwahi’ di rumah-rumah tertentu yang ditunjuk oleh pemimpin mereka.   Biasanya yang ditunjuk untuk tempat belajar adalah rumah salah satu orang yang ikut belajar juga.

Mereka tidak mengajarkan pemahaman Al-Qur’an versi mereka di mesjid manapun, karena semua mesjid yang ada mereka anggap sebagai “mesjid dhiror” atau mesjid yang didirikan oleh orang-orang kafir munafik.   Karenanya bagi mereka “haram” berdiri (sholat atau memakmurkannya) di mesjid-mesjid seperti itu, berdasarkan Qs.At-Taubah ayat 108 : “Janganlah kamu sholat di dalam mesjid itu (mesjid dhiror) selama-lamanya”.   Dan “haram” bagi mereka sholat bermakmum kepada orang-orang kafir yang ada di mesjid-mesjid itu semuanya.
Bagi mereka, orang-orang di mesjid itu (dan juga orang-orang yang lain) adalah seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat dari binatang ternak (berdasarkan Qs.Al-A’raaf : 179).
Karena itu juga mereka tidak mau melaksanakan sholat Jum’at, karena tidak mungkin mengikuti jama’ah sholat jum’at yang khatib dan imamnya adalah binatang ternak….

Setiap kali jam sholat jum’at tiba, para laki-laki di kelompok ini akan menghilang, bersembunyi di tempat yang sepi yang luput dari perhatian tetangga atau orang-orang sekitar.

Mereka juga tidak mau berhaji ke Mekkah, karena mereka berpendapat bahwa Mekkah dikuasai oleh orang kafir-munafik.   Semua orang yang berhaji ke Mekkah saat ini bagi mereka hanyalah seperti hajinya kaum jahiliah, yaitu tepukan dan siulan saja, tidak ada makna dan manfaat apa-apa.

Inilah faham mereka yang eksklusif.
Namun mereka adalah orang-orang yang lihai dan terlatih untuk “berdiplomasi” dan menutup-nutupi faham mereka ini, sehingga orang-orang luar dan yang baru mulai mau belajar tidak pernah menaruh kecurigaan sedikitpun. Kalaupun ada yang curiga, mereka sangat pandai untuk berkelit, dan pengalaman mereka dalam hal ini sangat banyak.

Aktivitas belajar dan mengajarkan Al-Qur’an mereka sebut dengan sebutan “halaqoh”, kadang lidah Indonesia di antara mereka menjadikan menyebutnya dengan “halakat”.

Pada tahap awal mereka membacakan dan menerangkan ayat-ayat tentang hidup manusia untuk ibadah, misalnya Qs.Adz-Dzaariyat : 56, beserta “refer-refer” ayat yang lain.   Topik ini mereka bahas sekali, tapi kadang mereka ulang-ulangi, hanya saja mereka akan mengemukakan ayat-ayat yang bervariasi supaya yang belajar tidak bosan.

Kemudian mereka lanjutkan dengan membacakan surat Al-Alaq (Iqro’) ayat 1-5.   Mereka menerangkan ayat-ayat ini bisa sekali pertemuan, namun bisa juga hingga berkali-kali pertemuan. Ketika penerangan ayat-ayat ini, orang-orang awam yang ikut belajar di situ biasanya sudah mulai terkesan, dan mulai muncul penilaian baik kepada sang guru.

Setelah itu mereka lanjutkan dengan mengajarkan surat Al-Fatihah.  Pembahasan surat Al-Fatihah ini seringkali panjang.  Banyak diungkap fakta-fakta penyimpangan amalan Islam di masyarakat umum yang tidak bisa dibantah oleh orang-orang yang belajar. Penilaian baik yang sudah mulai munculpun akan semakin menguat setelah selesainya pembahasan surat Al-Fatihah.

Pada tahap selanjutnya mereka menerangkan ciri-ciri orang beriman dengan mengajarkan pemahaman surat Al-Baqoroh ayat 1-5 hingga selesai, dan dilanjutkan dengan ciri-ciri orang kafir di ayat 6 dan 7, dan lalu masuk ke pemahaman tentang orang-orang munafik di ayat 8 dan seterusnya hingga ayat 20.

Sementara itu di luar halaqoh guru yang mengajarkan mengadakan pendekatan kepada orang-orang yang ikut belajar dengan banyak mengajak ngobrol, beramah-tamah, mengajak kerjasama dagang hingga mengajak ikut RFC (Rodda Fans Club) yaitu sebuah acara jalan-jalan dengan kendaraan ke daerah-daerah tertentu.

Pengajaran pemahaman tentang orang-orang kafir dan munafik berlangsung hingga beberapa kali pertemuan bahkan hingga berbulan-bulan.  Orang-orang yang sudah mulai menilai baik gurunya dengan ajarannya itu diajak untuk memahami kemunafikan, yaitu yang ada pada pemerintahan dan masyarakat umum di sekitar.   Apabila orang yang belajar ada merespon (menerima dan ikut meyakini), maka akan dilanjutkan dengan mengajarkan faham yang lebih jauh.   Tapi jika belum, akan diulang-ulang seputar itu dengan menampilkan ayat-ayat yang bervariasi supaya tidak bosan.  Kadang topiknya kembali ke tahap awal, cuma versi dan ayat-ayat yang ditampilkan berbeda.

Orang-orang yang sudah dianggap bisa menerima pelajaran Al-Baqoroh ayat 1-5, ayat 6, 7, 8 dan seterusnya, serta menerima pemahaman bahwa orang-orang luar adalah orang-orang munafik, mulai diterangkan lebih jauh tentang hakikat kemunafikan, yaitu kekafiran. Kemunafikan yang merupakan kekafiran mulai diperluas pemahamannya melalui ayat-ayat yang lain, seperti ayat-ayat pada surat Al-An’am, At-Taubah, Al-Munaafiqun, dan lain-lain.

Orang-orang yang belajar dalam halaqoh dinyatakan telah mengerti keimanan, jika sudah mau bergabung dalam aktivitas bersama, berkumpul, sering datang ke rumah orang-orang yang lebih baik dan menerapkan ajaran yang telah difahami dalam kesehariannya.   Dan orang-orang yang belajar dalam halaqoh dinyatakan telah mengerti kekafiran dan kemunafikan jika sudah mau menjauhi kebersamaan dengan tetangga-tetangganya, keluarga atau kerabat-kerabatnya, bahkan orang-tuanya sendiri yang tidak segolongan yang telah difahami bahwa mereka adalah orang-orang kafir-munafik.

Mengertinya seseorang yang belajar dalam halaqoh tentang keimanan, kekafiran dan kemunafikan seiring dengan mengertinya ia tentang hukum perwalian, yaitu tidak “berwali” dengan orang-orang kafir.
Orang yang beriman tidak akan dipimpin oleh orang kafir dengan system dan aturan-aturan kafir, ia akan keluar dari perusahaan tempat kerjanya, tempatnya mengajar di sekolah, tempatnya bertugas di kantor pemerintah, dan dari tempatnya tinggal bersama orang-tuanya, anaknya atau isterinya atau suaminya, jika orang-tua, anak, isteri atau suaminya tersebut tidak mau diajak belajar Al-Qur’an bersamanya.
Inilah orang yang telah utuh menerima ajaran dalam kelompok abu hamzah, dan inilah yang mereka katakan orang yang “telah ditanamkan keimanan” dalam Qs.Al-Mujadilah : 22.
Ia pun siap menjadi pemimpin kelompok kecil dan siap menjadi pendakwah penting selanjutnya.

Manhaj kelompok abu hamzah

Pegangan kelompok abu hamzah adalah Al-Qur’an, yang merupakan pedoman, petunjuk, penerangan dan pelajaran dalam hidup (berdasarkan Qs.Al-Jatsiyah : 20 dan Qs.Ali Imron : 138). Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu (berdasarkan Qs.An—Nahl : 89) sehingga cukuplah Al-Qur’an sebagai pegangan.

Mereka (semuanya) memahami ayat-ayat Al-Qur’an dari ringkasan tafsir Ibnu Katsir yang sudah diterjemahkan, kadang-kadang mereka membuka tafsir Jalalain yang sudah diterjemahkan juga.   Mereka hanya baca-baca tafsir terjemahan, dan ini adalah wajar karena tidak satupun di antara mereka yang ahli dalam bahasa arab.   Bagi mereka bahasa arab itu tidak perlu untuk mengerti pemahaman Al-Qur’an, yang penting setelah tahu dipraktekkan saja ajarannya.
Untuk menutupi masalah bahasa arab ini, kepada orang-orang awam pengikutnya mereka berpura-pura faham dalam bahasa. Ketika membacakan ayat-ayat di halaqoh, mereka menerangkan “harfiah” kata per-kata dari ayat-ayat, terkadang sesekali menerangkan nahwu dan shorofnya.
Sebetulnya bagi yang mengerti bahasa, akan tampak banyak yang ‘ngawur’ dari apa yang diterangkan mereka.   Namun karena yang mendengarkan adalah orang-orang yang buta bahasa juga, maka reaksinya adalah kekaguman.
Untuk mengerti pemahaman Al-Qur’an, bagi mereka cukuplah baca-baca buku terjemahan.  Padahal para penterjemah buku-buku itu juga mereka anggap sebagai orang-orang yang kafir, orang-orang munafik.   Tampaknya bagi mereka adalah cukup baik mempelajari Islam melalui buku-buku terjemahan orang-orang yang mereka anggap kafir dan munafik.   Orang-orang yang bagi mereka kafir dan munafik itu ternyata mereka anggap cukup berilmu dalam menterjemah tafsir-tafsir.

Dalam beberapa hal pemahaman, mereka tidak mengambil dari tafsir yang manapun. Di sinilah peran pemimpin (imam) jama’ah ditegakkan.
Pemimpin adalah orang yang (konon) “paling faham” Islam.
Abu hamzah (pak agus) pernah berkata : “kita tidak dipimpin oleh imam yang sudah mati (maksudnya adalah imam-imam tafsir, seperti Jalalain, Ibnu Katsir), kita dipimpin oleh orang yang hidup (maksudnya adalah dia, abu hamzah)”.
Karena itu faham-faham yang diberlakukan di dalam jama’ah adalah yang telah ditetapkan atau disetujui olehnya.  Pemahaman para Imam tafsir dan para ulama sholih terdahulu hanya berlaku pada masanya masing-masing.   Pada masa sekarang ini (menurut kelompok ini) urusan syariat Islam berada di bawah ketentuan abu hamzah.
Maka itu pemahaman iman atau kafir atau munafik dalam kelompok abu hamzah tidak berdasarkan tafsir yang manapun, tetapi lebih kepada pemahaman abu hamzah berdasarkan zhohir-zhohir ayat.   Orang-orang awam yang mengikut, hanyalah memahami bahwa orang-orang di luar kelompoknya adalah kafir atau munafik, karena tidak belajar Qur’an kepada kelompok mereka yang mereka anggap sebagai satu-satunya kelompok yang faham Qur’an dari sekian milyar manusia penduduk bumi yang berinisial “muslim”.

Dalam menyikapi hadits, mereka mempunyai sikap “mengambil seperlunya”.  Bukan hadits yang perlu diperbanyak mempelajarinya, tetapi Al-Qur’an.  Kitab hadits yang mereka gunakan utamanya adalah terjemah Shohih-Bukhori dan shohih-Muslim yang sudah diringkas.  Jika dalam hal-hal yang telah mereka fahami berlainan dengan keterangan hadits, mereka akan menolak hadits tersebut meskipun shohih, sambil berkata : “lebih kuat mana, Qur’an atau hadits?”  Mereka menganggap bahwa hadits itu dari manusia, tidak dijamin terjaga. Hanya Al-Qur’anlah yang telah Allah jamin terjaga.

Dalam menyikapi para ulama Islam, mereka bersikap sinis, penuh kecurigaan. Tidak pernah ada dalam sejarah kelompok abu hamzah mengupas kitab karya ulama salaf.  Ibnu Katsir dan Jalalain yang mereka sering buka terjemah kitabnyapun mereka tidak percayai sepenuhnya.  Apalagi ulama-ulama lain seperti Asy-Syafi’i, Ibnu Taimiyah, Ibnul-Jauzi, Ath-Thohawiy dan lain-lain.
Sebagian orang dekat abu hamzah menganggap bahwa abu hamzah lebih ‘mumpuni’ ilmunya dibanding para ulama Islam.

Demikianlah
Tulisan ini dibuat hanya sekedar memberi ingat bagi setiap orang yang berada di kelompok abu hamzah, tapi belum menyadarinya, supaya segera menyadari, di mana sedang berada. Mudah-mudahan semuanya belum terlambat.

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

Al-Faqir, Hamba Allah.

Tentang Al-Faqir

Al-Faqir, hamba Allah
Tulisan ini dipublikasikan di Islam, kelompok Islam, Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

501 Balasan ke Firqoh abu hamzah

  1. pondok berkata:

    Penyebutan “Bapak” kpd pak Agus adalah salah satu bukti inkonsistensi dakwah. Mereka mengajarkan anti paternalistik. Memanggil teman yg lebih tua dgn langsung panggil nama.. tdk dgn awalan pak fulan…bu fulan.. sementara itu mereka panggil pak Agus dgn “bapak” padahal bukan bapak senasab…

  2. Abu Ida berkata:

    Dengan fatwa haram nya KTP, bisa dipastikan oleh pimpinan… bahwa pengikutnya tidak akan bisa keluar negeri .. bahkan pesan tiket pesawat pun tidak bisa… maka pengikutnyapun tak akan kmana-mana … tak akan keluar dari tempurung……

    • aisyah berkata:

      ya memang kelompok abu hamzah…jelemana pada kuuleun…
      semoga allah menyadarkan pemimpin yang bodoh dan ingkar seperti abu hamzah yang selalu menafsirkan dari pemikiran sendiri…
      awas nabi palsu….

  3. ummu marqisa berkata:

    ummi selalu mendoakan..kalian supaya ALLOH memasukan cahaya kebenara yg haq . anak2 ku yg masih blm baligh..menganggap ummi bukan islam lagi..karena ummi tdk satu pengajian dgn kalian.ummi yakin..kalian hanya korban pemahaman yg salah..padahal hati kalian merindukan ummi juga.YAA..ALLOH,lindungilah mrk dari kejahilan dan kezholiman.

    • Al-Faqir berkata:

      Yaa Ummu Marqisa, kami ikut merasa berat dengan komentarnya. Semoga Ummu Marqisa dikuatkan ketabahannya oleh Allah.
      Semua di antara kita yang pernah terlibat dalam faham gelap mereka bisa memahami keadaannya memang seperti itu.
      Untuk para pembaca di blog ini, siapapun yang telah terbuka hatinya, sudilah untuk ikut berdoa agar anak-anak Ummu Marqisa diselamatkan akidahnya oleh Allah dan bisa kembali kepada ibunya…

      • Hamba Alloh berkata:

        memang sulit membuka qulub yang sudah lama tertutup sm doktrin2 yg mrk anggap paling benar. yaa krn itu tadi awalnya kita buta dan akhirnya bertemu dengan org yg menyesatkan. Sebetulnya klo kita mau membuka qulub banyak sekali pengajaran2 yg besar yang benar2 sesat disini. -Tidak boleh sholat jumat dengan alasan keamanan.hemm keamanan yg mana yaa?klo lah dibandingkan masa rosul dulu dgn masa sekarang??? Rosul yg sholat di masjidil harom saja sampai di lempar kotoran unta. tp rosul tetap menegakkan sholat. Halooooo org2 firqoh abu hamzah yg qulubnya belum terbuka: apakah kalian benar2 yakin klo semua pendiri masjid itu munafik?? apakah kalian yakin kl lah di luar sana tidak ada org yg keimanannya lebih baik dari kalian???apakah kalian yakinn??? Mmgnya brp banyak diantara kalian yg jadi penghafal al-Qur’an??? Berapa banyak dari kalian yg di takuti org nasrani dan Yahudi krn keimanannya??? Adakah????? Bahkan Yahudi gentar krn pemimpin Palestina melantik 300 anak kecil yg sudah mengkhatamkan Al-Qur’an…adakah kalian sudah seperti itu????
        Harta Rampasan perang mana yg sudah kalian peroleh sehingga kalian tidak mau mengembalikan uANG SAUDARA2 YG SUDAH KELUAR DARI JAMAAH Sesat itu. Bahkan QS Lukman saja kalian ingkari. ayo cobalah buka Qulub. Seberapa banyak sih diantara kalian yg bangun tahajud tengah malam??? Bahkan dulu guru besar saya saja ketika saya menginap dirumahnya jarang sekali melaksanakan tahajud. Abu Hamzah dengan seluruh perintahnya mengajarkan kepd org2 dibawahnya utk mengikuti sunnah buruk yg dia perlihatkan. semua yg mengklaim dirinya guru, hanya bisa merintah2 bawahannya tanpa meberikan contoh sesuai al-Qur’an..
        Hampir semua perempuan2 mereka mengeluh krn dijadikan sapi perah oleh suaminya utk alasan ongkos suaminya dakwah. alasannya Abu Bakar mengorbankan semua hartanya utk mengikuti Rosul. Ya abu bakar mmg mengorbankan semua hartanya dan bukan harta istrinya atau harta murid2nya atau harta perusahaan org lain. Kemandirian macam apa yg diajarkan. Dan hampir seluruh pengikut mereka berhutang kemana2 utk memenuhi makan dan ongkos dakwah itu. apa tidak malu kepd Alloh sementara disisi lain kalian menyerukan untuk agar jgn berhutang. Masih banyak Ulama2 BESAR di dunia ini yg harum namanya sampai sekarang. Sedangkan nama guru Abu Hamzah sendiri adakah kita pernah dengaarr??????? Yg pasti aliran ini penuh dengan ke tidak jelasan sehingga org2 didlmnya pun penuh dengan kebingungan diqulubnya . Takutlah kepada Alloh. Jangan cuma takut kepd Abu hamzah. Krn Abu hamzah itu tidak akan kekal.

      • Lutfi berkata:

        eh sandii bandot idiot beraniii nya jngn ngmng doank donk di fb,internet atw blog ! samperinn kalo braniii cemen loe !! omongan doankk yg di gedeiiin ! pea ! tafsir itu meluruskan atau sunah ! yg wajib di ikutiin itu adalah al-quran ! ingett sandiii !! nauzuh bila minzalik !!! sy pringatiii skli lg !! atau tdk teror mengerikan ini akan menghantuii kau dan kaum mu yg sesat !!! ingat !!!!

        • edy berkata:

          lutfi..lutfi…….berapa taon sih loe kenal “BAPAK AGUS”??

        • ummu marqisa berkata:

          MASYAALLOH.. saudara2ku Mengapa kita MASIH MARAH ketika diri,seseorang,kelompok yg direndahkan atau dihina?Bukankah yg memiliki KEMULIAAN adalah ALLOH YA DZAL JALALI WALIKROM .Jika ALLOH memuliakan seseorang maka tak ada yg dapat menghinakannya.jika ALLOH menghinakan seseorang maka tak ada yg dapat memuliakannya.WAHAI…saudara2 muslim dan muslimat…BUKANKAH ALLOH YG MAHA AGUNG DAN MAHA MULIA DAN SEHARUSNYA KITA MENGAGUNGKAN DAN MEMULIAKANNYA. bukan mengagungkan diri,seseorang,kelompok.Belajarlah dari sifat ALLOH yang maha SABAR..
          kedepankan sifat2 takwa..menahan amarah,memaafkan manusia..buah dari shaum kita dibulan romadhon.apalagi pakai ngancem2… muslim lainnya.
          hebbatt banget…BELUM MENGENAL ALLOH.YAA..LATIEF LEMBUTKAN QULUB KAMI..DAN HILANGKAN KEKERASAN QULUB KAMI.

        • mu'min berkata:

          baiknya non muslim jangan di bolehkan ikutan comentar d blog ini

          • icha aisyah berkata:

            hahahahahahah…. ente apa mukmin ?!?!? orang beiman ?!?! hhahahhahah… orang beriman kok kagak ke masjid…. kagak sholat jum’at …. potong kambing berdiri… hahahahhaha….. pede banget sorga di tangan

  4. ja'far medan berkata:

    Assalamu ‘alaikum saudara penulis, saya vote blog ini dg 5 bintang,, saya ingin tau siapa penulisnya, siapa tau kita pernah kenal sebelumnya ketika sama sama ‘kecemplung’ dalam tipuan jahat si bapak ini…..Semoga اَللّهُ SWT merahmati dan melindungi saudara, آميْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

  5. Raniì berkata:

    Alhamdulillah…. Akhirnya ada jg orang yg membuat tulisan tentang kelompok Abu Hamzah, agar diketahui oleh orang yang masih dalam kelompok supaya sadar dan yang belum agar tidak terjerumus kedalamnya.

    Abu Hamzah betul-betul pengidap syndrome MEGALOMANIA AKUT ya! :D

    • Ummu Farhan berkata:

      (suka tulisan penulis ttg syndrome megalomania) b^_^d

      Memang sekarang pun kita harus teliti, jgn sampai masuk ke lubang yg sama lg, karna mungkin ada yg mau memanfaatkan kelemahan kita dlm mencari sesuatu yg lebih baik lagi dengan tampil sebagai penyelamat dari belitan firqoh abu hamzah. Namun msh berkeinginan menjadi pemimpin atas diri kita. Allahu a’lam..

    • Manager berkata:

      Afwan saya tidak sependapat dengan Ranii tentang Abu Hamzah itu pengidap Syndrome Megalomania AKUT, maka A.H. akan terbebas dari hukum.
      Hadits Riwayat Abu Dawud “ Pena diangkat dari tiga jenis manusia;
      Orang tidur hingga bangun, anak kecil hingga ia baligh, dan dari orang gila hingga ia berakal atau sadar.”
      Suatu kali seorang wanita gila dihadapka kepada Umar r.a. karena berzina. Umar memerintahkan agar wanita itu dirajam. Hal ini didengar oleh Ali r.a. lalu beliau mendatangi Umar. Ali bertanya apakah Umar sudah mendengar hadits (seperti di atas), Umar menjawab: “Ya saya tahu”. Ali menanyakan lagi : “Lalu mengapa engkau hendak merajam wanita gila ini ?” Akhirnya Umar membiarkan wanita itu. (HR Abu Dawud)

      • Rani berkata:

        Udah baca ttg megalomania blum mas? Megalomania semacam penyakit kejiwaan, bukan berarti sakit jiwa/gila.. Seperti hal nya orang munafik, Allah bilang pada qulub mereka ada penyakit, lantas apakah
        orang munafik bisa bebas dr hukum?
        Seperti Fir’aun/Namrud (yg d contohkn pd tulisan itu ya), dia ‘merasa’ bahwa dirinya adlah tuhan, padahal itu hnya perasaannya sj, jiwa dan otaknya sakit, karna pada kennyataannya dia tdk bs menciptakan atw menerbitkn matahari dr barat, pun sudah tau begitu dia tetap saja merasa dirinya adalah tuhan. Begitu jg abu hamzah, dia merasa bahwa hanya dialah pemimpin tertinggi umat islam, padahal kenyataannya?? Gak perlu disebutin deh, udah tau lah, dr komen2 yg lain. Pun udah tau begitu tetap saja merasa dirinya adalah pemimpin yg paling paham al-quran..
        Begitu maksudnya.. :)

  6. Abu Salman berkata:

    Alhamdulillah, Allah telah menyadarkan kita semua. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita semua. Mudah-mudahan yang masih tertinggal segera dibukakan pintu kesadaran. Aamiin !

  7. HAIDAR berkata:

    subhanallah….. tulisannya sangat bermanfaat. Saya izin copy paste yah.
    Saya hanya mau komentar mengenai abu hamzah adalah orang terlicik diantara kaki tangannya, semoga dibaca oleh yang semua kalangan mereka. Kalau ga suka saya tunggu orangnya jgn balas lewat tulisan. Ketika orang yang keluar dari kelompok mereka dianggap murtad maka mereka jelas sekali sebagaimana orang2 khawarij.

    • Abu Haidar berkata:

      Jazakallah khairan ya akhi….
      Saya termasuk ex mereka apakah akhi juga demikian?
      Melihat tulisan akhi saya jadi tertarik mau bertemu.
      Bisa kita temu janji?
      Jazakallah.

      • Al-Faqir berkata:

        Amin..akhi Abu Haidar..
        Apa nama antum seperti di e-mail antum juga?
        Insya Allah ana kirim pesan ke alamat e-mail antum.
        Kita diajarkan tetap menjaga hubungan baik dengan semua muslim, terlebih jika di antara kita memang sudah pernah terjalin hubungan baik sebelumnya, tidak boleh meneruskan permusuhan akibat faham yang salah.
        Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah kehendaki beruntung ya..akhi..
        Memang beginilah kisah hidup kita…

  8. andiilhamlubis@gmail.com berkata:

    Alhamdulillah….semoga Allah masih memberikan kasih sayangnya kepada umat-umatnya yang masih mencari kebenaran Illahi robb…Jazakallah khairan penulis

  9. Ummu Farhan berkata:

    Kepada penulis.. : Ada yang mengomentari soal tulisan Anda pada saya, “Mengapa tidak langsung ngomong ke yang bersangkutan(Abu Hamzah) saja?.”
    Pertanyaan2 semacam ini sering kali saya dengar, terlebih orang yang masih di dalam kelompok. Dia belum mau keluar karena menganggap pemahaman Abu Hamzah ada benarnya dan ada salahnya juga, seperti kelompok2 lain juga demikian. Padahal orang2 ini sudah tahu gimana sifat dan kejelekan akhlaq murid2 nya Abu Hamzah, bahkan mereka sering menertawakannya, tetapi entah, masih saja mau berguru sama para kadernya Abu Hamzah..
    Bagaimana menyikapi orang yang seperti ini, kalau bisa penulis buat tulisan tentang orang2 yang seperti ini; Udah sadar sih, tapi… masih galau.com. :))
    Oya kembali pada pertanyaan di atas, apakah penulis sudah berusaha memberitahukan kepada pemimpin kelompok ini secara langsung?
    Trim’s

    • Al-Faqir berkata:

      Jazakillah khoir atas komentarnya
      Saya keluar dari sana setelah sebelumnya “ngomong” dulu, mengkritik beberapa permasalahan.
      Banyak juga yang keluar dari sana tanpa bicara dan meng-kritik dulu, karena tahu bahwa di kelompok itu kritikan tidak akan berguna, terlebih jika yang dikritik masalah faham takfir.
      Setiap sekte berfaham takfir yang manapun tidak akan pernah merubah faham takfir-nya karena itu adalah modal pokok punya pengikut yg fanatik terhadap kelompoknya. Tanpa faham takfir ini mereka akan lemah dan bubar. Jika mereka tampak seperti tidak meng-kafirkan orang lain, itu hanya taqiyah, bithonah atau diplomasi.
      Kemudian dalam masalah penyimpangan, banyak orang yang tidak mengerti permasalahannya dan masih menganggap enteng resiko penyimpangan akidah. Selama masih di situ, dia akan terus dibuat tidak mengerti tentang masalah ini karena di situ tidak akan pernah ada diajarkan ini.
      Fitnah syubhat memang akan membuat pandangan orang jadi terbalik-balik. Misalnya kagum dengan pola berjilbab lalu menganggap enteng masalah takfir. Merasa terselamatkan dari banyak maksiat yang dulu sering dikerjakannya (sebelum ikut pengajian itu) lalu berusaha bertahan di kelompok itu meskipun tahu berakidah menyimpang, dengan alasan “masih banyak sisi baiknya”. Fitnah syubhat ini lalu dilestarikan oleh guru-guru di kelompok itu dengan perkataan yang menakut-nakuti : “Kalau keluar dari sini nanti akan seperti orang kebanyakan, jadi orang odong lagi…jadi suka bermaksiat lagi…anak-anaknya akan liar dan bandel-bandel…pacaran lagi..selingkuh lagi…buka aurat lagi…karena melepaskan Al-Qur’an” dan macam-macam perkataan yang bisa membuat orang jadi ketakutan untuk keluar.
      Cara yang paling baik untuk sadar bagi orang-orang yang mau sadar, adalah dengan sujud di hadapan Allah (tahajjud), buang kesombongan dirinya bahwa dia tahu permasalahan yang sedang terjadi. Bermohon kepada Allah Yang Maha Tahu segala apa yang terjadi, mohon petunjukNya, mohon bimbinganNya, rendahkan diri di hadapan Allah serendah-rendahnya, meminta dengan permintaan yang paling tulus saat bersujud untuk ditunjuki jalan yang benar, jangan pernah sekali-kali berfikir bahwa dia sudah tahu jalan yang benar. Lakukan terus dengan penuh pengharapan dan tanpa putus asa hingga Allah mendatangkan kejadian2 yang membuat betul2 tersadar dan betul-betul mengerti apa yang harus dilakukan.
      Orang-orang yang melaksanakan anjuran ini dengan baik, telah tersadar dari syubhatnya. Dan orang-orang yang enggan bersujud karena termakan provokasi omongan dari guru2nya bahwa tahajjud masalah sepele, akan terus buta tidak juga sadar. Sebagian lagi terombang-ambing dalam kegalauan dan keragu-raguan.
      Tipu daya syetan memang sangat luar biasa, untuk melaksanakan hal seperti itu saja ternyata beratnya luar biasa sehingga banyak orang tidak mau menjalankannya. Padahal kalau ia mau jalankan anjuran itu, tidak ada ruginya buat dia, tapi begitulah. Sangat berat menjalankan itu dan tidak juga terlaksana.

      Kami di sini hanya bisa mengingatkan dan mendoakan, semoga orang-orang yang punya niat untuk baik Allah lepaskan kulubnya dari faham syubhat. Tulisan2 di blog ini hanya upaya membuka syubhat tersebut sekedarnya bagi yang mau membacanya.
      Kami adalah orang-orang yang pernah mengalami pahitnya buta akibat faham syubhat yang cukup lama. Kalau bukan kami, siapa yang mau mengingatkan orang lain tentang masalah ini? Jika tidak yakin dengan apa yang diingatkan, silahkan jalani hingga belasan atau puluhan tahun lagi di sana sampai benar2 yakin bahwa faham di sana menghancurkan akidah, kepribadian, keluarga dan lain-lain. Kami tidak akan mendapatkan keuntungan dan kerugian apa-apa dengan itu.
      Mudah2an Allah izinkan masih ada orang yang bisa mengambil manfaat.

      • gw...edy berkata:

        assalamualaikum saudaraku semua,.
        sy hanya akan menambahkan pengalaman sy waktu msh di kelompok “pak agus” ini..
        terakhir sebelum sy memutuskan untuk keluar dr kelompok ini,butuh waktu yg lama utk memikirkan seiring dengan banyaknya kejanggalan yg sy alami didalam kelompok ini…
        terakir hadir dalam majelisnya sy sempat membicarakan soal “mengelilingi inti”,”kepemimpinan”,dan internalisasi,yg sy pikir adalah sebuah dokrtri yg dipake utk menyiasati agar pengikutnya tidak “kabur”,.
        1.soal mengelilingi inti,kejanggalan yg ada yaitu dimana org2 yg ada akses dengan si “agus” mereka kononnya adalah org yg kala itu sukses dalam “perusahaan” bentukkanya dan mendpt “ribhun” banyak..merekalah org2 yg bs deket pemipinnya,itu terjadi pd diri sy,dimana sy dijauhkan dr teman2 krn dianggap tidak becus jd amilin..”apakah seorg dianggap baik/tidak keimananya bs diukur dari prestasi dagang??”
        suatu hal yg selalu sy perdebatkan dalam setiap halakat sewaktu sy dlm kebimbangan dan akhirnya memutuskan utk pergi,krn tdk sesuai apa yg sdh diajarkan dengan amalan yg ada.jawaban utk sy dr guru sy waktu itu hanya “ya,sabar aja.mgkn itu cobaan”.dalam hati,apakah cobaan itu bs dibuat2 oleh “pemimpin??, bukankah hanya Allah yg akan menguji tentang keimana hambanya?
        2.soal kepemimpinan,hanya mengandalkan apa kata “BAPAK”,bukankah kita sdh jelas ada sauri tauladan dari Rosulullah dan para sahabat?, mrk mencibir jk kita bacakanhadis yg berkenaan dengan “tijaroh”,”riba” dgn alasan beda zaman dan kondisi…kulub dan akal yg sdh benar2 tertutup.
        3. Internalisasi,menjadikan kita kerdil dengan tidak diperbolehkan bersosialisa dan berinteraksi dengan dunia luar,bukankah seharusnya sebagai org Islam harus terbuka dengan kondisi lingkungan?sebagai sarana dakwah kepada umat…terlebih jika kita punya “usaha” sendiri,dianggap belum Hijau dan dijauhkan dr mereka,,ya mgkin krn tdk memberi keuntungan utk “sang pemimpinnya” si Agus” dan kt tidak akan berkembang jk sdh demikian.
        Masih banyak lg sebenarnya yg sy rasakan kejanggalannya,semoga bs jadi masukkan utk kita smua,
        wassalam.

  10. ummu marqisa berkata:

    Saya punya pengalaman serupa..ketika akan pergi dari “jamaah”.saya sholat tahajud selama +- 6 bulan dan istikharoh pada minggu2 terakhir.memohon petunjuk yg terbaik menurut PANDANGAN ALLOH untuk dien saya.. kebaikan dunia dan akhirat saya..jika kehidupan yg sekarang bukan yg terbaik untuk saya..jauhkanlah yaa..ALLOH.ALLOH hadirkan jawabannya lewat mimpi dan keadaan sekitar saya.dalam “jamaah” sholat tahajud hanya sebagai ibadah tambahan sehingga meringankan.Padahal di alquran dan hadits nya jelas..sholat tahajud ALLOH akan mengangkatmu pada tempat terpuji..(qs al israa:79-81).dan surat al muzzamil.Pada tingkat orang2 yang betul2 qulubnya mencintai ALLOH SWT akan sangat menyukai malam sepertiga akhir untuk munajat kpd RABB nya.ULAMA2 yg sholeh sepanjang jaman menjadikan tengah malam sbg waktu terindah.haditsnya bisa di cek, ada yg menjelaskan ALLOH turun kelangit dunia untuk memenuhi doa2 hambanya disepertiga akhir malam,ada yg menjelaskan rahmat ALLOH yg turun disepertiga akhir malam.Dulu waktu dijamaah hubungan terikat kuat dgn “pemimpin” semua permasalahan bahkan masalah pribadi koordinasi dgn “pemimpin”. serasa GA PUNYA ALLOH.Sekarang nikmat rasanya TERIKAT dgn ALLOH..dimanapun berada dan kapanpun SELALU koordinasi dgn ALLOH baik lewat ayat 2 yg tersurat dan juga dgn ayat2 yg tersirat.WA HUWA MA’AKUM AINA MAA KUNTUM.WAWALLOHU BIMAA TA’MALUNA BASHIIR.buat ummu farhan medan jazakillah jwbnnya.Ummu farhan cibinong itu istrinya ABU HAMZAH.

    • jutawansmart berkata:

      Mayoritas ex anggota kelompok ini menjelang keluarnya selalu bertahhajjud dan shalat istikhoroh untuk memohon kepada اَللّهُ SWT penguasa langit dan bumi untuk diberikan jalan keluar menghadapi kebingungan dalam belenggu jama’ah yg dibentuk sm si agus ini, dan hasilnya alhamdulillah 99% nya اَللّهُ keluarkan mrk dr kelompok kecil yg belagu, angkuh dan ga tau diri ini.

      Kelompok mereka ini ibarat anak kucing yg belagak harimau, pas di suruh mengaum eeehh suara yg keluar cuma ‘meoooooong’

  11. putri berkata:

    Kebiasaan orang yahudi senang mendengar berita-berita dusta…dan menyampaikan berita dengan kedustaan,,, audzubillahi min dzalik…pada masa sahabat penyampai2 itu dipercaya, dikenal, dan dpt dipertanggung jawabkan,
    penulis dalam menyampaikan hadist sanadnya lengkap tp utk dirinynya sendiri sanadnya mungkar,nama tidak bertanggung jawab(nama samaran), tidak dikenal, dan tidak dipercaya, bagaimana latar belakangnya, pendusta/bukan sampi sekarang.
    Hemat saya blog ini isinya cuma gunjingan, celaan, gosip. Kalaulah benar apa yang di sampaikan penulis dengan subyek apa bedanya dengan apa yang di blog ini.

    Penulis: waah tulisan saya banyak yang suka…mantep!!! Dengan senyum2, sesekali ngisep rokok sesekali buang asap….

    jutawan smart (jutawan yg cerdas) nama jahiliyah/nama kesombongan bangga dengan diri.

    • Abu Ida berkata:

      Umar bin Khathab. Suatu waktu dalam pidatonya beliau menegaskan: ”Wahai manusia, barangsiapa diantara kalian melihat saya bengkok (menyimpang dari al-Quran dan as-Sunnah), maka luruskanlah aku!” Kemudian, salah seorang diantara mereka berkata, ‘Jika kami melihat anda bengkok maka kami akan meluruskanmu dengan tajamnya pedang kami’. Mendengar ungkapan itu, Khalifah Umar berkata, ”Alhamdulillah, Dia yang telah menjadikan pada umat Muhammad orang yang mau meluruskan kebengkokan Umar dengan perkataannya” (al-Khudri, Tarikhu al-Imam al-Islamiyah, Juz I, hal. 245)
      Apakah Umar bertanya : Memangnya SIAPA KAMU ? … samasekali TIDAK !!!
      Umar hanya melihat KEBENARAN …bukan dari mulut siapa.

    • A_U berkata:

      ========>>> pUtRi…
      Saya diajarkan beberapa contoh ahlaq orang yahudi…
      1. O.Y. (ORANG YAHUDI) suka mencampur adukan yang haq dg yang Batil QS:3:71
      – dengan alih alih mengajak belajar Alquran, tapi yang di ajarkan fatwa-fatwa batil.
      dapat berita kalau Yahudi dengan gerakan terselubungnya banyak menyusup di
      kalangan orang islam tapi untuk menghancurkan islam. belajar sedikit dari kamus
      ternyata halaqoh artinya pertemuan dan HALAKAT ARTINYA MEMBINASAKAN !

      2. O.Y. BETUL SEPERTI KATA ANDA “suka mendengarkan berita bohong QS:5:41
      – tapi saya juga gak habis pikir, dikalangan anda begitu yakin nya langsung
      percaya apa yang dikatakan pemimpin walaupun tidak benar kejadianya
      yang anda kalungkan pada murid dibawah untuk tidak boleh
      bertanya lebih dengan kejadian yang terjadi sebenarnya.
      – O.Y mengatakan “jika diberikan ini (yang sudah dirubah-rubah) maka terima tapi
      jika diberikan yang bukan ini maka berhati hatilah, AFWAN kalau penilaian saya
      keliru saya merasakan ada KEMIRIPAN, “jika diberikan fatwa dari orang dalam
      terima sekalipun tidak di dukung hujah, tapi jika fatwa sumbernya dari orang luar
      JANGAN DITERIMA/berhati hati, sekalipun ilmu tadi didapati dari hujjah yang jelas ”
      saya saya bertanya pada diri sendiri apakah ada istilah orang islam luar dan orang
      islam dalam ?????? , bukankah orang islam itu satu jama’ah !

      3. O.Y cara belajarnya dengan ndengerin dongeng-dongeng dari ahli kitab QS:2:78
      apa bedanya dengan pola belajarnya orang kampung, yang hanya berhujah kata
      guru,kata ustadz,kata kyai, lalu bagaimana kalau kita berhujah kata BAPAK…..?

      4. O.Y suka ngeklaim hanya mereka yang masuk surga QS:2:111 terus bagaimana
      kala ada golongan yang begitu yakin hanya golongan dia yang PALING BENAR, /
      PALING BERIMAN, dan semua orang diluar golongan adalah KAFIR. tidakah sama
      tindakan golongan tadi dengan kebiasaan O.Y yang merasa surga hanya buat
      mereka !

      5. O.Y menyembah Rahib-Rahibnya QS:9:31 bagaimanakah kalau kita
      bermodal sangka baik, tanpa diperbolehkan bertanya lebih apakah guru kita
      menggunakan dasar yang nyata, atau hanya rekayasa ?

      6. O.Y suka memakan harta dengan harta yang batil QS:9:34, dan susah di percaya
      jika diamanahkan harta QS:3:75
      – Sudah betulkah jika kita menganggap, harta orang yang sudah keluar kemudian
      jadi HALAL, sehingga berhujah dari itu untuk tidak mengembalikan harta mereka ?
      – Sudah betulkan management sistim syarikat yang dengan fatwa tijaroh para amilin
      sering tidak mendapatkan hak nya karena harus menanggung Apresiasi ?
      – Sebuah simulasi jika usaha di buat dg rousmal terkumpul 10dinar dari 5qirodz
      masing-masing @2dinar. jadi seharusnya masing masing mendapatka 1/5 dari
      hasil keuntungan sesuai rousmal tertanam. NAH JIKA ADA SALAH SATU QIRODZ
      PUNYA HUTANG 1.5dinar DALAM JANGKA YANG PANJANG MELEBIHI SATU
      PERIODE KESEPAKATAN AJAL KERJASAMA DI PERUSAHAAN. JADI
      SEBENARNYA BISA DISIMPULKAN MODAL YANG BERPUTAR CUMA 0.5 JADI
      APAKAH ADIL JIKA DIA TETAP MENDAPATKAN HASIL PENUH 1/5,meski cuma
      angka saja yang berputar sebagai modal di perusahaan ????
      7. dll…

      Subhanakallahuma, wabihamdika ashadu ala la ilaha ila anta, astaghfiruka wa
      atubu ilaika.

      • Al-Faqir berkata:

        shohih…ya akhi..
        Dan Jama’ah Islam itu satu ketika berpegang dengan pegangan yang sama, yaitu Al-Qur’an & As-Sunnah, sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud رضي الله عنهما :
        الجماعة‏ماوفق‏الحق‏وان‏كنت‏وحدك
        “Jama’ah adalah apa yg selaras dengan kebenaran sekalipun engkau seorang diri” (Ighotsatul lahfan min mashayid asy-syaithon 1/70, Ibnul Qoyyim)
        Dan tidaklah dikatakan berjamaah meskipun dalam satu negeri jika tidak berpegang dengan apa yang telah ditinggalkan Rasulullah صلي الله عليه وسلم dengan benar, sebagaimana yang dikatakan seorang ulama muta’akhirin Syaikh Al-Albani رحمه الله :
        “Jika kita anggap ada jama’ah-jama’ah yang berpencar-pencar di negeri-negeri Islam dengan manhaj ini, maka ini bukan hizb-hizb (yang dilarang). Tetapi itu sesungguhnya adalah jama’ah yang satu, satu manhaj dan satu jalannya. Adapun berpencarnya mereka di berbagai negeri bukanlah merupakan perpecahan dalam pemikiran, aqidah, dan manhaj; tetapi mereka berpisah hanya karena terpisahnya tempat-tempat mereka di banyak negeri. Hal itu berbeda dengan jama’ah-jama’ah dan hizb-hizb yang berada di satu negeri, tetapi masing-masing membanggakan apa yang ada pada diri mereka. Kita tidak yakin jika hizb-hizb ini berada di jalan yang lurus. Bahkan kita mantap dengan mengatakan bahwasannya jama’ah-jama’ah tersebut berada di jalan-jalan yang di atasnya ada syaithan yang mengajak kepadanya. Semoga ini adalah jawaban dari apa yang telah lewat” (Fatawaa Asy-Syaikh Al-Albani oleh ‘Ukasyah bin ‘Abdil-Manan Ath-Thibi, cet. I, Maktabah At-Turats Al-Islamy, hal.106 – 114).

      • hamba allah berkata:

        liqo = pertemuan
        Halaka/tahluka = binasa

      • eka pekanbaru berkata:

        liqo = pertemuan
        Halaqoh = majlis talim yang dimana yang mengajarkan di kelilingi oleh oarang yang belajar
        Halaka /tahluka= binasa

        ego manusia kadang kala memaksakan keadaan/siituasi utk mendukung argumentasi… Akhirnya membenarkan walaupun tidak tahu sebenarnya, malah sebetulnya diri-diri nya sendiri yang melakukan kesalahan dengan setiap apa yang di kerjakan bukan hasil dari pengajaran. Wallahu a’lam

        • Al-Faqir berkata:

          Saya shohihkan masalah jama’ah, saya komentari.
          هلّكه dengan lam bertasydid dan diakhiri dengan hufuf Ha (bukan dengan ta marbuthoh) berarti :
          (Ia) membinasakannya.

  12. putri berkata:

    Yahudi, nasrani membaca blog ini senyum2, dan tertawa dengan mengucapkan lihat orang islam kelakuannya….
    Malu mas, malu kang, malu bang, malu pak, malu mba, malu bu, ikhwan, akwat, antum, ana….semua dah. Jangan malu2in, ribut-ribut. di luar sana masih banyak orang2 musryik, kafir. Ini mana yang islam/beriman kita juga belum tentu diterima sama allah(hanya allah yang lbh tahu) ribuuuuuut mulu….curhat sama Allah aja penulis. Padahal dirinya dan Allah lbh tau bgmn keadaannya dirinya…. Saya orang yang geli lihat tulisan n komen yg sebetulnya ngga layak buat orang islam(eh salah ngaku islam).

    • Al-Faqir berkata:

      Alhamdulillah, akhirnya ada yang berkunjung.
      Saya mengenali anda. Bagi saya anda tetap saudara saya satu dien meskipun anda tidak menganggap demikian terhadap saya.
      Maafkan saya jika anda merasa tersinggung dengan apa yang ada di sini, saya hanya harus memaparkannya.
      Tidak mengapa bagi saya anda katakan apapun terhadap saya, tetapi saya tetap bukan sampi dan bukan pendusta, baik ketika saya masih bersama anda dahulu ataupun sekarang.
      Dengan kerendahan hati saya katakan, sudilah kiranya menelaah dengan baik apa yang saya sampaikan di blog ini untuk anda renungkan, karena saya mengemukakan hujjah2 sebagai koreksi terhadap faham yang anda anut. Bukalah hati anda.
      Ketahuilah saudaraku…di sini saya tuliskan seperti ini, tetapi di luar ini saya mendoakan anda dan teman-teman yang bersama anda.
      Selalu ada harapan akan kemungkinan Allah menjabah…Barokallohu fiikum…

    • Abu Ida berkata:

      “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) kerana Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, kerana adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Surah al Maidah: 8]
      Ali bin Abi Thalib r.a. pernah berkata:
      “Janganlah mengenal kebenaran itu berdasarkan individu-individu tertentu. Kenalilah kebenaran itu nescaya engkau akan mengenal pemiliknya.”
      Ibn Mas’ud r.a. pernah berkata:-
      “Barangsiapa yang datang kepadamu dengan kebenaran maka terimalah kebenaran itu darinya, meskipun ia adalah orang yang jauh dan dibenci. Dan barangsiapa yang datang kepadamu dengan kebathilan maka tolaklah, meskipun ia adalah orang yang dicintai dan dekat.”

  13. Ummu Farhan berkata:

    Kebanyakan orang yg msh d kelompok ini yg belum sadar memang selalu balik menyalahkan / menganggap yg telah keluar menjelek2an mereka.. padahal mereka itu adalah KORBAN paham pemimpinnya… bukan menjelekkan korban pastinya tujuan tulisan ini d buat, tapi pahamnya.

    Penulis hanya mengingatkan, berusaha menyadarkan bahwa apa yg d pahami selama ini salah… Kalau memang apa yg d katakan penulis ini dusta, lalu apa yg terjadi d firqoh abu hamzah sebenarnya bagaimana? Berbedakah dgn tulisan ini?? Sy yakin kalau mereka mau JUJUR terhadap diri mereka sendiri, insyaAllah tidak akan mendapati perselisihan.

    Untuk para korban, sadarlah.. Anda hanya KORBAN..
    Setiap orang berhak memilih jalan hidupnya, bisa mengikuti jalan syaitan atau Allah, kita diberi akal untuk berpikir mana yg benar dan yg salah, gunakanlah utk mengambil keputusan.. serta seperti yg d katakan penulis, solat malam adalah cara untuk menemukan jalan terbaik.

  14. A_U berkata:

    ” Hemat saya blog ini isinya cuma gunjingan, celaan, gosip. Kalaulah benar apa yang di sampaikan penulis dengan subyek apa bedanya dengan apa yang di blog ini.

    Penulis: waah tulisan saya banyak yang suka…mantep!!! Dengan senyum2, sesekali ngisep rokok sesekali buang asap….”

    BUAT putri, cobalah sedikit tawadu, bukankah kita diajarkan mendengarkan apa yang di katakan, bukan siapa yang mengatakan. SAYA TIDAK MENGENAL PENULIS SECARA LANGSUNG, JUGA DEMIKIAN TERHADAP ANDA SAYA JUGA TIDAK MENGENAL LANGSUNG, tapi saya coba baca artikel dari penulis dengan mata terbuka, dan kalau post saya juga pakai nama yang mungkin anda juga gak kenali, bukanya saya pengecut yang mungkin akan anda tudingkan, karena sesungguhnya dimedia halaqoh, saya juga berusaha MENYAMPAIKAN APA YANG INSYA ALLAH BENAR, KARENA SEBAGIAN ORANG RUPANYA MUDAH TERPROVOKASI, UNTUK MUDAH IKUT-IKUTAN MENUDING kalau orang yang keluar cuma bisa menyalahkan tanpa bisa menunjukan benarnya.

  15. ummu abdillah berkata:

    Si putri musti tanya sama orang ini soal samar menyamar, sejauh mana dia berani menunjukkan jati dirinya : http://m.facebook.com/photo.php?fbid=107274752755700&id=100004195266718&set=a.107274742755701.17359.100004195266718&refid=17” rel=”nofollow”>facebook.com/photo.php?

  16. Addiyn berkata:

    Assalamu’alaik….
    Penulis…. Semakin banyak yang mengetahui tentang tulisan ini, sebenarnya semakin menjadi-jadi pula penyimpangan pemahaman yang ada di firqoh ini.
    Seperti yang pernah dikatakan seorang guru (ceritanya….), dia bilang bahwa ASBABUN NUZUL itu adalah BUKU CERITA…. Na’udzubillah….
    Bahkan dia berucap….”Tafsir Ibnu Katsir dan Ibnu Abbas itu cuma buat di zamannya aja. Kalo sekarang, ya….dah bukan zamannya lagi…. ”, katanya. (maksudnya kalo zaman sekarang tuh ya….dari Pak Agus, secara tidak langsung). Bukankah Ibnu Abbas itu hidup di zaman Rosul dan dia adalah orang yang sudah dido’akan oleh Rosul dan sudah dijamin surga oleh Alloh? Kalo melihat dari pemahaman mereka yang seperti itu (baca: bahwa tafsir itu berubah sesuai dengan zamannya), berarti kontradiktif dengan Alloh dan Rosulnya. Bukankah tafsir Al-Qur’an itu tidak akan pernah berubah dari mulai diturunkan oleh Alloh kepada Rosul melalui malaikat Jibril, sampai nanti hari akhir? Hingga bisa dipahami bahwa tafsir itu tidak di tentukan berdasarkan zaman, melainkan untuk segala zaman.Dan anehnya lagi, si muridnya itu percayaaaaaa banget sama si gurunya itu. Mereka bahkan tidak memakai akal sehatnya lagi…. Kalo boleh minta saran penulis, gimana ya untuk menyadarkan mereka. Saya kasihan sama mereka, selama ini jadi seperti kerbau yang dicocok hidung….. Sudah tenaganya di peras, hartanya juga di kuras, dengan dalih HARTA ITU HARUS DIWALIKAN (emangnya anak yatim…..), padahal seorang Rosul pun tidak pernah mengatur-ngatur harta sahabatnya. Gimana penulis, ada saran? Jazak Alloh….

  17. abdurohman berkata:

    assalamu alaikum, afwan saya dari daerah, adakah yang bisa menjelaskan kenapa, uang RFC susah banget bisa balik, padahal awal kali disuruh iuran, katanya itu UANG KITA dan sewaktu waktu bisa kembali, tapi janji lagi 2th yang lalu mau dikembalikan, sampai sekarang belum juga di terima ? ada yang tau persoalan sebenarnya ??? jazakumulloh.

    • Abu Ida berkata:

      Uang RFC lebih baik dilupakan saja… minta ganti yg lebih baik dari Alloh.. Dengar2 ..”Panglima” RFC juga sudah dipecat krn mengemukakan hujjah melawan Abu Hamzah… ( mudah2an ex Panglima menemukan jalan yg lurus )..

      • abdurohman berkata:

        Afwan, saya juga tidak menuntut harta yang seberapa, TAPI PENGIN NGERTI KENAPA MASALAH TADI TERKESAN BABALIUT BANGET !!!!!! TAPI jika memang ex panglima bukan yang bersalah, berarti memang SEKTE ABU HAMZAH yang sangat….., perlu dibenahi tapi kalau memang sudah gak bisa di luruskan. ya sudah JANGAN LAGI RAGU-RAGU untuk melangkah di manhaj yg insya Allah lebih LURUS dg bekal hujah yang pasti, bukan sekedar PROMOSI !

      • eka pekanbaru berkata:

        Dilupain????? Ini abu ida apa ida yang suaminya makan uang RFC… Kalian banyak hal yang shubhat tp sdm merasa baik semua…coba lihat kehidupan qt apa jauh lbh baik disisi allah…wa llahu a’alam

      • Abu Ida berkata:

        Untuk Eka Pekanbaru,… maaf seribu maaf, Aden tidak kenal dengan Ida yang akhi maksud. Yang “Aden pahami” tentang RFC sbb :

        Sebuah kegiatan RFC ( Request For Comments ) adalah salah satu dari strategi infomasi “CANGGIH” dan standar operasi bernomor yang diikuti secara luas oleh perangkat lunak Panglima untuk digunakan dalam jaringan operasi dan beberapa SUBSISTEM operasi jaringan, mulai dari Kafilah, Sariyah, sampai Ruba. RFC kini diterbitkan di bawah arahan Individu Sok Cerdas (ISOC) dan badan-badan penyusun-standar teknisnya, seperti Individu Egois Tabiat Firqoh (IETF) atau Individu Rakus berTopeng antiFulus (IRTF). Semua standar operasi tidak dipublikasikan dalam RFC, sehingga tidak semua peserta RFC tahu perkara ini . Beberapa anggota RFC bahkan hanya menawarkan informasi, dagangan, percobaan/eksperimen, atau hanya informasi GOSIP saja. Sehingga aden yang jaraknya ratusan kilometer terkadang bisa mendengar kebusukan perilaku anggota RFC dari pulau lain. (Contoh kasus Ummu Marqissa.)
        RFC 791 – Protocol Kepemimpinan
        RFC 792 – Protocol untuk mengotrol anggota
        RFC 793 – Protocol perpindahan wilayah operasi
        RFC 826 – Protocol akurasi data anggota
        RFC 2581 – Kemacetan Aliran Duit (nah masalahnya disini ..!!! )
        selengkapnya baca di : http://id.wikipedia.org/wiki/Request_for_Comments” rel=”nofollow”>wikipedia.org/Request_For_Comments

    • orang hilang berkata:

      He hee heeee uang RFC itu kan uang siluman yang tidak jelas masak masuk RFC ada pendaftaran kaya kerjaan orang yahudi aja

    • mu'min berkata:

      waalaikumsalam saudaraku’ sefaham saya abu ubaidah sudah mengembalikan uang rfc ke miqdad komandan baru rfc,tapi uangnya ada di saffana dan anak2 perusahaannya punya agus supriadi,jadi agus supriadilah yang membagi2 uang buat bayar rfc ke qirod2 saffana maka tagihlah semua uang rfc itu ke asu

  18. Antum berkata:

    Bangsat loe admin,, gue nak tegal lo da yg brani duel sini gue lawan,,,gue bantai loe nanti pd waktnya,

  19. abu fauzan berkata:

    assalamu’alaikum, alhamdulillah kami baru-baru ini jg telah keluar dan insya Allah walaupun mereka melarang untuk menggunakan internet, beberapa postingan ini telah sy printkan dan sampaikan kepada sebagian dari mereka untuk bahan renungan dan telaahan, serta mengambil sikap..

    • Al-Faqir berkata:

      Waalaikumussalam warohmatulloh. Alhamdulillah, haadakumulloh.
      Jazaakumulloh khoiron atas pengusahaannya, ya akhi. Salam untuk keluarga antum di rumah.
      Kumpulan postingannya bagus…

    • utk abu fauzan berkata:

      Bukannya dawah yg lurus qo malah ngasih hal2 yang buat antum sendiri blm jelas…

      • abu fauzan berkata:

        bukankah ini bagian dari dakwah tuk slng mengingatkan, ya ikhwan???, bagi ana sendiri postingan ini telah bayan, kecuali kl Hati antum tidak dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, Mata antum tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan Telinga antum tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah..kira2 apalagi, cepat atau lambat pada akhirnya insya Allah siapa pun yang mengikuti halaqoh ini tentu akan keluar dengan pemahaman yg mereka buat, ibarat seutas tali yang kita tarik terus-menerus dimana ujung tali tsb tidak terikat dengan sesuatupun, sehingga mana mungkin akan mampu mengangkat tubuh kita ke atas..Jzklh atas ilmu, semangat, komitmen, keikhlasan, dan kemandirian yang kuat dan tinggi, dapat menjadi contoh dan bekal kami sekeluarga, dan kita semua dalam lindungan-Nya..aamin ya Robbal’allamiin..

  20. badaic berkata:

    Gue yadi nak tegal asli brebes, kl lo ga brani dr dpan bantai gue dr blakang,,, kalian cm pecundang

  21. Abu Umar berkata:

    Saya masih ingat ketika “halakat” selalu diusahakan hadir karena kalau tidak hadir akan “dikurangi nilainya”. Jadi berangkat “ngaji” dipengaruhi “nilai saya” di mata pemimpin. Jauh dari ikhlas. Habis gitu sudah diusahakan segitunya, eh dapatnya ternyata ajaran “bapak”.

    Saya juga pernah tanya sama yang belum keluar, jawabnya begini “Kalau sekarang kamu belajar dimana ? Ada gak belajarnya buka Al-Quran terus dijelaskan. Kalau keluar nanti malah gak belajar (istilahnya gak dicharge) gimana. Mendingan saya bertahan saja, setidaknya ada yang saya pelajari”.

    Saya gak mau berdebat lama dengannya, tapi kita ambil hikmahnya saja. Bagi rekan-rekan yang sudah keluar, jangan sampai semangat belajar, semangat mencari kebenaran berhenti. Mempelajari Al-Qur’an jangan ditinggalkan. Dan yang jelas harus lebih berhati-hati. Jangan kapok atau alergi. Apalagi sampai menjauh dari Islam dan hidup sesuka-sukanya.

    Mudah-mudahan Allah menunjukkan jalan-Nya pada kita semua, dan kita dimudahkan mengikutinya. Aamiin ….

    • Al-Faqir berkata:

      Amiin ya akhi..
      Tetapi kita jangan sampai terjatuh dua kali ke lubang yg sama.
      Pola belajar seperti kawan2 di sana (dibacakan dulu ayatnya terus diterangkan pemahamannya) konon berdasarkan Qs.Al-Jumu’ah:2, “membacakan kepada mereka ayat2Nya dan mengajarkan kitab dan hikmah”. Ternyata dalam praktek yang dilakukan Rasulullah صلي الله عليه وسلم tidak sekaku yg mereka fahami.
      Kalau kita buka SEMBARANG kitab Hadits apakah itu kitab Bukhori, Muslim, Abu Dawud dll. akan kita lihat bahwa Rasulullah setiap kali mengajarkan para sahabat tidak melulu dibacakan ayat terlebih dahulu, lalu diterangkan. Justeru lebih banyak keterangan2 hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم mengajarkan suatu permasalahan tanpa mengkaitkannya dengan ayat tertentu, meskipun sebenarnya memang terkait. Sbg contoh ketika Rasul menerangkan tentang ghibah (dalam HR Muslim) Rasul tidak mengaitkan dg Qs.Al-Hujuraat:12, meskipun secara pemahaman memang terkait. Dan ketika mengajarkan utk tidak berduaan di tempat yg sepi (laki2 dan perempuan), Rasul tidak membawa-bawa Qs.Al-Israa:32 meskipun berhubungan. Dari sekian ribu hadits dari kitab hadits tadi, hanya sedikit yang menyebutkan pemahaman ayat secara langsung, dan hadits2 yg spt ini biasanya menjadi asbabun-nuzul atau tafsir secara khas ayat tsb.
      Kesimpulannya adalah bahwa belajar Al-Qur’an tidak perlu seperti itu, karena tidak bisa dibuktikan bahwa Rasul senantiasa seperti itu, begitupun sahabat, dan para Imam Islam terdahulu. Apa yg mereka buat adalah pemahaman sendiri yg hanya melihat “zhohir ayat”.
      Sesungguhnya belajar hadits adalah belajar Al-Qur’an karena Allah perintahkan dlm Al-Qur’an untuk taat, mengikut dan berteladan kepada Rasul. Belajar Fiqh adalah belajar Al-Qur’an karena Allah perintahkan di dalam Al-Qur’an sholat, puasa, zakat, wudhu, tijaroh dll. Belajar tajwid dan bahasa arab adalah belajar Al-Qur’an karena Allah di dalam Al-Qur’an perintahkan baca Alqur’an dg tartil, dg baik, sedangkan Al-Qur’an itu dalam bahasa Arab. Dengan belajar sejarah sesungguhnya kitapun belajar Al-Qur’an karena Allah dlm Al-Qur’an memerintahkan berpelajaran dari kisah2 ummat terdahulu.
      untuk teman2 semuanya, tidak usah takut…Belajarlah tentang Islam, maka kita pun telah belajar Al-Qur’an, karena Al-Qur’an itu mencakup (secara global) semuanya dalam ajaran Islam.

      • abdurohman berkata:

        Insya allah betul seperti yang di ungkapkan penulis, kalau kita betul-betul ingin menunaikan alqur’an berbekal perintah allah apa yang ada di QS;51:56 bahwa kita diperintahkan untuk HANYA MENYEMBAH ALLAH, jadi apa saja yang kita kerjakan karena ALLAH itulah yang harus kita kerjakan. hanya saja jangan mudah ngomong berbuat karena ALLAH, kalau hakekatnya hawa nafsu yang jadi pijakan nya. sy membuktikan sendiri ex firqoh ini, tidak semua berlanjut pada kebingungan tentang apa yang akan dikerjakan berikutnya. jadi hemat saya TELAAH ULANG, propoganda “KALAU KELUAR MAU NGAPAIN ???????” tetap semangat saudaraku.

  22. Saya berkata:

    Untuk para pencari kebenaran, anak tangga yang bagaimanapun yang pernah dipijak tak menjadikannya penyesalan yang memilukan, tapi itu adalah pelajaran yang berharga agar dapat melangkah ke anak tangga yang lebih tinggi berikutnya. Betapapun anak tangga yang pernah dipijaknya adalah ketetapan Allah yang menjadi jalannya sehingga menjadikannya lebih arif, dapat lebih memilih.

    Jangan pernah menuruninya kembali, jangan pernah mersasa berada dipuncak, jagalah sikap, ahlak yang mulia melekat dalam prilaku. Karena kebenaran tidak bisa bersama kerendahan. Kalimat Allah adalah tinggi.

    Ini adalah masa-masa berat, jaga lisan dan tulisan sehingga tidak memperbesar gelombang fitnah. Mari bahu membahu dan bersatu dalam ikatan, Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.

  23. Ibnu Iman berkata:

    Assalamu’alaikum Al Faqir.
    Alhamdulillah sudah dapat banyak pelajaran dari paparan di bloq ini.
    Lalu apa langkah selanjutnya ?
    Bagi si”Korban” yang baru tersadar atau juga bagi yang sudah lama “Keluar” ?
    seperti pelajaran di ponpes atau dimanapun, selalu ada Level berikutnya.
    Sekedar “Tetap Semangat” saja tidak akan cukup..
    Ustad bertanggung jawab mencerdaskan Santri.
    Penulispun bertanggung jawab kepada Alloh atas tulisannya.
    Forum Silaturahmi kah ?
    atau Penulis membuka Majelis Ilmu ? dimana ?
    Atau dibiarkan saja .. maka benarlah apa yang mereka:
    “Keluar mau ngapain ? kembali ke individu yang BEBAS ? ”
    (yang penting barisan lawan berjatuhan tergelincir kelereng yang Penulis tebarkan,
    tanpa ditolong ? )

    • Al-Faqir berkata:

      Waalaikumussalam, ya Ibnu Iman.
      Anda dan kelompok anda bukanlah musuh bagi saya. Saya tidak bermaksud berseteru dengan anda dan kelompok anda.
      Fahamilah dengan baik saudaraku, bahwa faham takfir yg tidak haq adalah merusak Islam, dan efek dari faham yg salah ini sudah menimbulkan permusuhan dan kebencian di kalangan orang Islam itu sendiri yg terlalu banyak.
      Sudah berapa banyak keluarga muslim yg tadinya baik telah tercerai-berai karena faham yg tidak haq ini.
      Sudah berapa banyak anak yang mendurhakai orangtuanya, sudah berapa banyak isteri yang durhaka terhadap suaminya, sudah berapa banyak saudara terpisah dari saudaranya yang lainnya dan sudah berapa banyak teman yang jadi bermusuhan dengan temannya yang lainnya.
      Kalau memang faham seperti ini adalah benar seperti yang diajarkan oleh Nabi صلي الله عليه وسلم , maka tentu tidak masalah, dan tidak akan ada orang2 berilmu dari kalangan ulama salaf ataupun ulama yg terkemudian menentang faham ini.
      Sudah tentu faham ini akan didukung oleh para Imam Islam ummat ini. Dan pengikut2 madzab mereka dari seluruh penjuru dunia tentu akan berbondong-bondong mendatangi guru2 faham ini untuk belajar kebenaran darinya.

      Jangan anda sinis, saudaraku.
      Mereka yang keluar dari kelompok itu tidak akan dibiarkan oleh Allah tanpa bimbingan.
      Allah سبحانه و تعالي yang akan membimbing mereka.
      Mereka sudah tidak lagi menjadi orang2 yang sombong, mereka akan bersujud kepada Rabbnya, mengharap pertolonganNya.
      Jangan anda sinis, saudaraku.
      Kekuasaan Allah akan merekayasa sesuatu yg membuat mereka tahu apa yg harus dilakukan, yg anda tidak akan duga.

      Demikian saudaraku Ibnu Iman. Maafkan jika jawaban saya barangkali kurang berkenan.

    • putri berkata:

      Bagaiamana pun adik ana walaupun jelas bagi ana, ana melihat dengan mata kepala ana sendiri mereka judi togel, malam minggu minum tommi, hari hari ikut kebebasan/naluri selama mereka masih islam mereka saudara ana, bukan begitu di(sandi)..karena qt g boleh nilai mereka buruk karena bagaimanapun kerabat dan saudara kita… Tapi di mana furqannya y…
      Bagi pembaca jangan terprovokasi dengan komen2 yang sebetulya orang orangny itu2 juga…

      • Lutfia berkata:

        Kasihan putri…mulai galau ya???&takut???!Byk yg terprovokasi???.org islam insyaallah akan slalu diberikan furqonan oleh ALLAH Swt,mw bukti mba putri?Tulisan anda ini,jika dibaca,smakin membedakan mn yg bnr&yg slh.tanpa diprovokasipun org sdh bs menilai.sy kasihan skali dgn putri.sadarlah sblm kamu menyesal!

      • naira (@naira1106) berkata:

        Saudaraku Putri, tidak meng-kafirkan mereka bukan berarti membiarkan mereka dalam kezholimannya, tetap ingatkan keluarga kita yg melanggar ayat2 Allah, perbaiki hubungan dengan mereka bukan berarti membenarkan pelanggaran mrk thd ayat2 Allah, tp untuk lebih memberikan celah kepada kita dalam mengingatkan keluarga td, bukan malah memberikan jalan yg lebar buat syaitan untuk menjerumuskan mereka ke neraka.
        saudaraku, bukankah Allah memerintahkan kita untuk dakwah dengan hikmah dan Rasulullah mengajarkan kita dengan akhlak yg mulia. Sikap vonis di awal yg sudah kita sematkan duluan pada keluarga kita yg masih jahil akan menimbulkan akhlak sombong dan terkesan paling benar (ini yg kurasakan) sehingga seruan pun akan cenderung ditolak, tp ketika kita sampaikan dengan lemah lembut dan kasih sayang, karena kita mengharapkan kebaikan buat mereka, alhamdulillah lebih bisa diterima. Terkadang kita menginginkan hal yg instan, kita tidak sabar, sehingga ketika peringatan disampaikan kemudian ditolak, langsung kita katakan mereka telah meng-kafiri ayat2 Allah.
        saudaraku, fahamilah bahwa itu karena kejahilannya, dan boleh jadi karena ada kejahilan kita juga, jgn menumpahkan semua kesalahan kpd mereka, koreksi diri lebih baik, Semoga Allah memudahkan petunjukNYA kepada kita dan keluarga kita.

    • tetangga sandi berkata:

      Bagaiamana pun adik ana walaupun jelas bagi ana, ana melihat dengan mata kepala ana sendiri mereka judi togel, malam minggu minum tommi, hari hari ikut kebebasan/naluri selama mereka masih islam mereka saudara ana, bukan begitu di(sandi)..karena qt g boleh nilai mereka buruk karena bagaimanapun kerabat dan saudara kita… Tapi di mana furqannya y…
      Msh mengedepankan atas nama2 selain ALLah (atas nama persaudaraan)
      Bagi pembaca jangan terprovokasi dengan komen2 yang sebetulya orang orangny itu2 juga…

      • abdurohman berkata:

        Putri…putri…. anda ni gimana ini kalimatnya siapa #Bagi pembaca jangan terprovokasi dengan komen2 yang sebetulya orang orangny itu2 juga…# ? tapi saya lihat icon hijau atas nama putri dan atas nama tetangga sandi itu sama. jadi bagaimanapun siapa sih yang pantas di sebut orang2 itu juga, dan siapa juga yang pantas di sebut provokasi ? kita gak bego lah jadi furqonan tetep ada
        22. Antum berkata:
        Maret 1, 2013 pada 8:33 am
        Bangsat loe admin,, gue nak tegal lo da yg brani duel sini gue lawan,,,gue bantai loe nanti pd waktnya, dan 24.
        badaic berkata:
        Maret 1, 2013 pada 6:11 pm
        Gue yadi nak tegal asli brebes, kl lo ga brani dr dpan bantai gue dr blakang,,, kalian cm pecundang satu lagi
        27. badaic berkata:
        Maret 2, 2013 pada 1:46 pm
        Terus gue meski bilang wow gt,,,pecundang tetap lah pecundang,,,,mari kita bersulang dg sbotol wiski,,ketika doa2 mengumpat wahyu suci mencaci tuhan diam sekarat maka tuhan telah mati
        29. badaic berkata:
        Maret 2, 2013 pada 2:40 pm
        Ternyata komen2 d blog goblog ini bener2 manjur buat yg lg ga bs beol,,gue baca sambil beol d wc kaga pake ngeden eh tai lsung keluar,,,thank blog goblok berkat anda mencret gue jd sembuh
        ,, INILAH PERKATAAN YANG ANDA ANGGAP DENGAN FURQONAN VERSI ANDA SEBAGAI ORANG BERIMAN ?????????

    • Manager berkata:

      Untuk Ibnu Iman…
      Quran Surah At Tholaaq 2-3
      “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

  24. ummu marqisa berkata:

    Dien ISLAM meliputi TAUHID yang merupakan intinya .
    Dan syariat sebagai aturan2 baku yang lebih bersifat zahir.TAUHID hidup dalam IMAN.
    IMAN adalah perkara QOLBIYAH(RAHASIA JIWA).
    Orang tidak dapat melihat derajat IMAN seseorang.
    Orang tidak bisa menilai AQIDAH QOLBIYAH(urusan keyakinan dalam jiwa) orang lain.
    Tetapi keadaan JIWA/QULUB mempengaruhi SIKAP dan PERILAKU.
    DIEN seseorang dapat dilihat melalui AMAL dan AKHLAK nya.
    HADITS”ORANG MUKMIN YANG PALING SEMPURNA IMANNYA IALAH YANG PALING BAIK AKHLAK NYA”(HADITS RIWAYAT AHMAD DAN ABU DAWUD).

  25. ja'far berkata:

    alhamdulillah dengan ungkapan penulis ini bisa menjadi sebuah pengingat untuk hamba allah supaya tidak terjebak oleh ajaran yang memang tidak sesuai dengan apa yang telah di warisi oleh rosul allah muhammad SAW yang sebenarnya ..
    paham abu hamzah adalah paham yang mentafsirkan al qur’an yg tidak sesuai dengan aturan allah ….
    kembalilah kejalan yang sebenarnya sebelum ajal menjemput wahai abu hamzah..

  26. aisyah berkata:

    saya memang merasakan keislaman yang tidak nyaman di lingkungan abu hamzah seolah olah jadi jelema kuuleun orang sunda bilang jadi hidupnya tidak mendunia sedangkan allah menciptakan bukan indonesia saja tapi dunia yang luas ini..ilmu nya cuman muter2 disitu doang..cuman saya pengen melengkapi ilmu keislaman saya dengan lebih berilmu yang sesuai rosul contohkan ..sehingga tidak terjadi kesalah pahaman…

  27. aisyah berkata:

    “Barangsiapa yang mendurhakai Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan kaum mukmin, Kami biarakan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya dan Kami masukkan ia ke dalam jahannam, jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa: 115)

    Ya Allah… mudahkanlah kami menempuh jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat atas mereka, yaitu orang-orang yang memeperoleh hidayah dan istiqomah. Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, yang hati mereka telah rusak sehingga mereka menyimpang dari kebenaran meskipun telah mengetahuinya. Bukan pula jalan orang-orang yang sesat yang tidak memiliki dan tidak mau belajar ilmu agama, sehingga mereka terus-menerus dalam kesesatan dan tidak mendapatkan petunjuk kepada kebenaran. Amiin…

  28. Al-Faqir berkata:

    Untuk semua yang menuliskan komentar, dengan kerendahan hati saya harap agar berkata yang baik.
    Blog ini bukan untuk mengumbar cacian2 premanisme yg kasar atau kotor.
    Anda semua bertanggung jawab terhadap apa yg anda katakan, tapi saya bertanggungjawab terhadap apa yg terpaparkan di blog ini, termasuk komentar2.
    Maafkan jika saya harus membuang yg tidak layak.

    Untuk semuanya, bijaklah menyikapi komentar2. Akan selalu ada pihak2 yang berusaha ‘memancing di air keruh’. Saling memahamilah satu sama lain…

  29. jutawansmart berkata:

    sepertinya harus ada TINDAKAN NYATA dalam ‘mengingatkan’ pak agus supriyadi ini,, supaya tidak bertambah jumlah orang yg akan menjadi korban dakwah suka sukanya pak agus ini,, mungkin dulu waktu kita masih di dalam lingkaran buruk itu dg berbagai macam cara sudah kita ingatkan scara langsung, dan kita sama sama tau reaksinya,, KINI kita sudah berada di luar lingkaran, menyadari dan menyaksikan betapa menyimpangnya ajaran pak agus ini (yg dulu kt brkecimpung aktif di dalamnya)

    Jika kt buka kmbali memory kita, perhatikanlah kebiasaan pak agus DISETIAP ada yg keluar dr lingkaran mereka, mereka AKAN MEMBUAT ‘fatwa fatwa’ (jika kurang tepat istilah agama) baru,,!! Bukan pak agus namanya kalo ga cuci tangan, saat ini pun sangat mungkin tata cara ‘beragama’ mrk sudah berubah tak lagi spt dulu diiringi alasan alasan yg jayus/lebay/agak sedikit menggelitik,, kabarnya skrng mrk sdh mengizinkan anggotanya utk shalat jum’at, dg catatan JANGAN DENGAR ISI KHUTBAHnya, bayangkan agama apa itu? Islamkah?

    Saya usulkan utk MEMBONGKAR sampai ke akar akarnya pak agus dkk ini, kt semua tau dimana rumahnya, tempat tempat aktifitas mereka, ‘tokoh-tokoh’nya (nyengir bilang tokoh), bawa pak agus dkk ke ruang publik di dunia nyata,, shg kemudiannya mereka berdialog dg para ulama yang dikenal tawadhu dan lurus, harapannya mereka menyadari kekeliruannya dan kemudian bertaubat,,

    Karena saya fikir jika hanya sebatas dunia maya, efek cegah kebatilannya tdk signifikan, sampai onta masuk lubang jarum pak agus tdk akan prnah mau menampakkan batang hidungnya yang tak seberapa itu, yg dikirim utk merespon tulisan ini paling ‘kopral kopral’nya doank kayak yg sdh ada di atas itu,, tau sendirilah gmn kalo dialog sama ‘kopral’, pake otot bukan pake otak dan hati

    • Jun berkata:

      Percuma mau diingetin gimana pun kalu orang hatinya udah terkunci mati. Ada yg mau tahu siapa Badaic? klik di tulisan namanya..

      • jutawansmart berkata:

        ga akan percuma saudara,, jika jun sudah ada dan masih ingat ketika mukhsin -yg notabene adik ipar pak agus ini- keluar dr kelompok pak agus, ketika mas yadi keluar, ketika muhaimin keluar, yono, daryono dan rini, aisyah, danketika para senior lainnya keluar dr kelompok itu, kita -yg pd saat itu masih fanatik- bersikap membela pak agus dan keluarganya, itu adlah sikap yg biasa dilakukan oleh orang yg masih dlm pengaruh doktrin si bapak,,

        Tapiiii,, ingat saudara, akhirnya kita keluar juga, kita yg dulu membela si bapak dg pemahamannya habis2an akhirnya sekarang, saat ini, disini sudah menyadari semuanya, mereka yg masih bertahan hanyalah DAFTAR ANTRIAN utk keluar saja, dan si bapak menyadari betul akan hal ini, makanya yg namanya KEPERCAYAAN itu adl hal mustahil, dia tau semua anak buahnya akan keluar juga suatu saat nanti, coba di inventariskan saja, siapa sesepuh kelompok ini yg seangkatan sama bapak yg masih bertahan? TIDAK ADA SAMA SEKALI

        Maka dr itu saya coba mengusulkan saja, bagaimana kalo kt melakukan tindakan nyata dlm mengingatkan si bapak ini utk menghentikan aktifitas dakwah suka sukanya,, syukur2 jk Allah SWT menyadarkannya dan memberikan dia kesempatan utk menebus smua kesalahannya sblum dia wafat,, jikalah tdk jg dia bertaubat setidak2nya dia lumpuh dalam menyebarkan paham nylenehnya itu, tdk lg membuat kerusakan aqidah

        dlm surah adz dzaariyat ayat 57 -kalo ga salah alamat ayatnya, mohon dikoreksi jk salah- Allah mengatakan utk terus beri peringatan krn peringatan itu bermanfaat utk org yg beriman, percayalah masih banyak saudara saudara kt di kelompok itu yg di dalam hati kecilnya sebenarnya benar2 tulus mencari kebenaran yg sesungguhnya, mrk hny sedang bingung, semoga Allah SWT menyelamtkan mereka,,

  30. jutawansmart berkata:

    saya bergembira mengetahui kawan kawan tetap bersemangat dalam usahanya utk terus mencari, menelaah dan meneliti kebenaran yg telah Allah SWT turunkan, yg saat skrng banyak terjadi kesimpangsiurannya,, saya bersyukur kpd Allah SWT yg telah mempertemukan kt skalipun melalui wadah firqoh ini, saya juga percaya hati kecil saudara saudara merindukan kehidupan yg di ridhoi oleh Allah SWT

    Seperti yg pernah sandi (gpp sebut nama kan? Hehe) bilang di komentarnya, jangan sampe kejeblos 2x dilubang yg sama (saya fikir sandi mengutip hadits), jgn sampai lepas dr mulut kadal masuk ke mulut buaya, lepas dr kelompok sempalan agus ini bergabung ke kelompok yg lebih besar yg azasnya sama,,

    Berhati hati dan telitilah dalam menta’ati Allah SWT dan Rasulullah SAW, sadari kita hidup di penghujung zaman, di detik dtik kemunculan false messiah/si mata satu/dajjal scara dzohir, perhatikan nasihat nabi SAW utk ummatnya yg hidup di penghujung zaman, akan banyak ditemukan hadits2 mengenai hal ini, dan juga jangan lupa utk terus menjaga konsistensi kita berdiri di dua pertiga malam, jaga kesinambungan permohonan kita kepada Allah SWT utk selalu didekatkan kpd jalan yg lurus dijauhi dr jalan yg bengkok, lepaskan segala nya ktk kita menghadap kpd Allah SWT, bersujudlah, sungguh sangat menenangkan hati disaat kita bersujud bermohon kepadaNya dg menitikkan airmata,,

    Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi kalian wahai segenap kawan kawan,, Dia menjadi saksi atas apa yg kita lakukan

    • abu Haidar berkata:

      Assalammu’alaikum ya akhi
      Saya hanya usul untuk kiranya penulis bisa sebagai moderator untuk adanya miling list agar bisa berukhuwah antara satu dan lainnya. Karena beliau lebih mengetahui orang-orangnya serta tidak semuanya bisa kita utarakan disini. Mengambil konsep sapu lidi kita bisa saling mengingatkan dan menguatkan satu dgn lainnya. Kotoran yg melekat itu bukan pekerjaan mudah utk dihilangkan. Semoga Allah SWT mengampuni apa-apa yg tersalah. Tetap Semangat dan jaga aqidah kita. ALLAHU AKBAR.

    • edy berkata:

      assalamualaikum…
      menanggapi jutawansmart utk diadakan tindakan nyata,sy secara pribadi sangat setuju.. konfirmasi saja kapan dan dimana kita kumpul untuk kita bawa si “agus” ke forum terbuka dan mempertanggung jawabkan smua perbuatannya…
      sudah lama sy tunggu untuk siapa2 yg mau berbuat real untuk supaya “agus mempertanggung jawabkan smua perbuatannya ini….
      sama2 kita datangai rumahnya….
      admin,tlng coment ini jgn dihapus,…

  31. rubaparisvanjava berkata:

    alhamdulillah jazakallahu khaoerun katsiroo buat penulis yang telah memperjelas dan banyak ilmu dari penjelasan2 nya jauh dari pemikiran dari tafsir yang selama ini saya pelajari dari antek-antek abu hamzah yang meroyukan sendiri pemahamanya…saya dan kaka serta keluarga telah keluar dari ajaran kelompok abu hamzah dengan meluruskan akidah dan tujuan dan ilmu yang lebih lagi sehingga kami bisa memperteguh keiman kepada allah serta rosulnya bukan menggantungkan kepada orang atau golongan seperti abu hamzah yang mempersempit ruang kehidupan…karena yang kami rasakan selama masuk di kalangan abu hamzah bahwa islam itu tidak harmonis dan malahan membuat banyak permasalahan dan kurangnya berkasih sayang antara muslim satu sama yang lainnya hanya sebatas mengajarkan kemandirian dan mementingkan kepemimpinan sehingga banyak waktu terbuang ,harta,diri dll bukan untuk jalan allah malah hanya sebatas kekonyolan.saya berdoa mudah2an allah segera memperingatkan abu hamzah supaya kembali kepada ajaran yang sesuai dengan apa yang di ajarkan rosul dan mempunyai visi dan misi yang jelas.karena banyak korban yang harus di pertanggung jawabkan oleh abu hamzah.maka bertakwalah kepada allah ,rosul serta kepada para pengikut2nya yang beriman.

    • Al-Faqir berkata:

      Alhamdulillah…bersyukurlah kita kepada Allah.
      Semua teman2 di sini saling mengingatkan agar kita tetap menjadi orang2 yg baik dengan akidah yang telah lebih lurus.
      Semoga Allah menurunkan RahmatNya kepada orang-orang yang beriman di manapun berada.

    • tanti berkata:

      untuk rubaparisvanjava Alhamdulilah jika anda, kakak dan sekeluarga keluar karna Alloh, mudah mudahan anda, kakak dan keluarga anda menjadi lebih baik kedepannya, klw boleh tahu dgn siapa ya , barangkali qt pernah kenal

      • hamba allah berkata:

        untuk tanti mungkin kita pernah bertemu saya tinggal di bandung…saya hamba allah yang terjebak akan akidah yang berbelok dari abu hamzah …dan sekarang saya lebih menggali dan banyak belajar dengan orang2 yang berilmu yang benar benar yakin dengan hujah yang nyata…dari Qur’an sunah dan tafsiran yang benar2 sesuai apa yang diajarkan oleh rosul dan para sahabat…lebih kepada kitab yang telah di mudahkan oleh allah untuk menyampaikanya…karena tugas rosul hanyalah menyampaikan apa yang telah di wahyukan bukannya seperti firqoh abu hamzah yang hanya mentafsirkan sebagaimana guru yang mentafsirkannya tanpa memberikan sumber dari tafsiran tersebut…semoga allah membukakan hati kita tuk terus menjalankan apa ya ng telah di tugaskan oleh allah untuk mengabdi hanya kepada allah bukan ke manusia..

      • wida berkata:

        afwan ini tanti yg dr Tegal bkn ya ?

  32. jutawansmart berkata:

    Bikin milis atau forum sendiri,, *ngangguk*

    Setuju sm yunan maksudnya,, :p

  33. Ummu Khonsa berkata:

    Duluu sekitar 8 tahun yg Lalu ,ketika saya harus kehilangan Keluarga Dan Anak2 Saya ..
    Bahkan Tidak Cukup Hanya Itu ,Harta Yang Saya Punya Pun Harus Di Rampas Paksa ,Belum Lagi penyiksaan Bathin Yang Saya Rasakan bertahun2 Karena SMS telp Dan Tudingan Sinis Dan Jahat Kepada Saya ..
    Saat Itu Saya Sendirian …
    Tapi Alloh Menguatkan Saya ,Meskipun Qodarulloh saya di pertemukan oleh Orang2 yang sholeh yang begitu memperhatikan saya ..
    Sampai2 Mereka menwarkan beberapa alternatif untuk mengambil kembali anak2 saya Yang Tanpa Hati di pisahkan begitu saja dari saya ………….
    Tapi Buat Apa ??
    Saya Tetap Mau Berjalan Sendiri ,
    Saya Hadapi semuanya Dan Alhamdulillah ,Mereka Kembali semua Ke saya
    Walau dalam perjalanannya amat sangat pahit dan berliku ..

  34. Nisa berkata:

    saya sepertinya masih “merah” a.k.a newbie dalam kelompok ini… saya juga belum kenal abu hamzah hanya sekedar mendengar namanya saja…

    mohon maaf kepada akhi & ukhti yg sudah tahu ke’busuk’an kelompok ini, saya mau bilang tidak semua ‘guru’ di kelompok ini ‘busuk’ sprti bpk agus lho, bukannya membela tp sy mengalaminya, guru saya cukup konsekwen, meski memang dia terlihat sangat keras thdp kekufuran sprti yg di doktrinkan pak agus… namun scra tdk lngsung saat sy belajar dr ‘guru’ trsbt, sy merasakan tanda-tanda kekuasaan ALLOH yg telah mengeluarkan saya dr kegelapan menuju cahaya… dan saya rasakan iman itu, shg sy pun bs brpegang teguh thd tali ALLOH (bkn tali ‘sang bapak’ ya… hehe…) namun akhirnya saya juga menemukan kejanggalan2 yg malah berasal dr kalangan ‘amir’ ini… tapi kejanggalan yg saya temukan belum sampai taraf ini, hingga akhirnya ada kerabat ‘non jama’ah’ yg mengabarkan soal “kelompok abu hamzah” & menyuruh saya browsing sendiri mengenai hal ini, wal hasil kejanggalan yg saya rasakan terkuak semuanya… mungkin ini bimbingan dr ALLOH kpd saya yg tiada hentinya memohon utk tdk disesatkan qulubnya… shg tdk terjerumus smkin dlm…

    jazaakalloh akhi atas segala infonya, sungguh ulasan ini membuat saya semakin yakin akan tanda2 kekuasaan ALLOH, pembuktian akan kalam-Nya yg Haq, smoga hal ini mnjadi pelajaran bgi org2 yg berfikir…

    • Al-Faqir berkata:

      Ya, ukhti, yg lainpun sama, yaitu selalu mohon ditunjukkan jalan yang benar dan dijauhkan dari jalan yg salah.
      Permohonan orang2 ikhlas yg mau baik tidak akan disia2kan Allah.
      Guru2 di kelompok itu memang sebenarnya orang2 yg baik. Mereka hanya terjebak dalam faham syubhat yg luar biasa.
      Kita doakan mereka dengan tulus, semoga ALLAH buka kesadaran mereka. ALLAH mempunyai karunia yang banyak…

    • Ummu Khonsa berkata:

      Barokallohufik ya Ukhty Nisa ..:)

  35. abdurohman berkata:

    Tidak semua orang kemudian mengurungkan diri untuk keluar, tapi beberapa justru semakin yakin untuk keluar dari firqoh ini KENAPA……..? karena jika kita sudah masuk ke firqoh abu hamzah, akan semakin mengenal bagaimana sikap mereka terhadap orang yang menunjukan hujjah yang nyata, SIKAP SEPERTI APAKAH……..? yaitu memberikan propoganda untuk menangkis hujah yang mereka bawa, contohnya saya alami sendiri dan saya yakin bukan hanya saya mungkin yang lain bisa memberi kesaksian di sini yaitu jika seseorang sudah bersebrangan dengan abu hamzah, atau kata lazim dari mereka adalah “SUDAH MIRING” maka reputasi mereka akan di hancurkan dengan beragam tudingan berita2 negatif. yang mana tidak nyata apa yang mereka beritakan,

  36. abu Haidar berkata:

    Propaganda yg ada biarkanlah menjadi bumerang bagi mereka utk menjadi bayan sebuah keburukan jalan yg ditempuh. Sudah kewajiban kita mengemukakan yg haq, semoga ALLAH SWT menguatkan semuanya dalam pertaubatannya.
    Nb. Kejernihan berfikir tdk akan didapati bagi yg masih kuat berkecimpung dlm firqoh abu hamzah aemoga ALLAH azza wa jalla menunjuki mereka. Kealiman tidak akan didapati tanpa adanya ilmu, ilmu tidak didapati tanpa adanya iman, iman tentu tidak didapati tanpa adanya furqon. … Bukan firqoh….

  37. ummu marqisa berkata:

    Selama di FAH kita banyak berbuat kesalahan..BELAJAR ISLAM TDK MENJADI RAHMATAN LIL ALAMIN.Umumnya yg keluar dianggap silau dgn dunia/harta.Nikmati dan syukuri jk kita dijelek2an untuk mengurangi dosa2.Padahal kita sibuk menangisi dosa2 kita setelah keluar dari FAH.Buat temen2 jangan sibuk menjelek2an F ABU HAMZAH..MEMBUAT JIWA KITA RUSAK KECUALI MENGINGATKAN MEREKA DGN YANG HAQ.KECEWA,BENCI,DENDAM.SEMUA ITU PENYAKIT JIWA,HILANGKANLAH.LEBIH BAIK KITA LIHAT QS 58;7-10.

  38. Abu Ida berkata:

    QS Al Maidah: 48 “……Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,”

  39. Abdulloh berkata:

    afwan sebelumnya saya mau menyampaikan apa2 yang saya fahami
    alhamdulillah selama ini saya tidak terjebak faham takfir seperti apa yang anda semua ungkapkan,itu semua kembali kepada masing2 orang dalam memahami apa2 yang telah allah turunkan kepada kita… karena ayat2 allah dah jelas sebagaimana yang allah ungkapkan di kitabulloh.. pemahaman iman,kafir,munafik semuanya allah jelaskan dengan sejelas-jelasnya di ayat2Nya..itu buat kita bukan buat orang lain..jadi masih adakah kekafiran atau kemunafikan dalam diri saya itu PR bagi saya selama ini untuk betul2 membersihkannya… bagi orang2 yang terlihat ada kerja2 tsbt maka kitalah yang berkewajiban mengingatkan mereka bila kita mampu..dengan cara2 seperti contoh terbaik yang telah dikerjakan oleh rosul kita dengan bersilaturahmi kepada orang2 yang mau kita ingatkan..memang perlu komitmen yang tinggi dari diri kita sebagai penyeru2 Allah dengan cara RosulNya menyeru memang akan terasa capek, kepanasan keujanan atau dalam bekalan kita berjalan untuk kerja2 menyeru tadi, tapi itulah cara terbaik yang rosul kita ajarkan kepada kita… adapun rosul pernah mengirim surat kepada seseorang yang mau diserunya tapi selanjutnya rosul lanjutkan dengan pengajaran langsung dari utusan yang rosul utus kepada mereka…maaf saya juga hanya bisa melalui tulisan ini menyampaikan kepada penulis pengennya sih bisa ngobrol langsung.. saya sangat menghargai dengan apa yang penulis utarakan dalam tulisan ini.. saya ada sedikit saran barangkali bisa kita renungkan bersama…sebaiknya majlis adalah majlis ilmu… dengan membahas apa yang harus kita kerjakan kedepannya untuk pengabdian kita kepada allah… yang berlalu biarlah jadi pelajaran kita supaya berbuat betul2 karena Allah bukan karena sesuatu atau seseorang… insya allah di majlis manapun kalau kita betul2 mengikhlaskan diri kepada allah tidak akan terjebak pada pemahaman yang salah ketika apa yang kita kerjakan didasari dengan ilmu yang jelas dari allah dan apa2 yang dicontohkan rosulnya…. mungkin anda semua pada sakit hati setelah mengalami kejadian yang anda utarakan semua tapi jadikanlah semuanya jadi pelajaran dari allah karena mungkin dulu berbuatnya karena orang dengan tidak disertakan ilmu yang jelas dari ayat2 Allah dan contoh rosulnya..sehingga meinimbulkan kecawa berat kepada orang yang bersangkutan yang akhirnya mendorong untuk mengungkapkan kejelekan dari orang yang kurang disukainya..astagfirullohaladzim…yang saya fahami mau orang menilai saya masih kafir/munafik tapi dengan ayat2 yang jelas yang Allah ajarkan kepada saya dan contoh rosulNya maka berusahalah berbuat yang terbaik..dan serahkan hasil sepenuhnya kepada Allah..insya allah tidak akan ada yang memudhorotkan seseorang setelah datang petunjuk yang jelas kepada mereka walaupun guru yang banyak berbuat kesalahan,atau teman yang berbuat kesalahan kecuali dirnya sendiri karena tidak ikhlas bebuat apa yang mereka kerjakan…justru yang dinilai oleh Allah apa yang telah kita fahami dari ilmu Allah yang jelas dan sunnah rosulnya itu yang harus benar2 kita kerjakan… ketika melihat temen kita salah,ingatkan, ketika gak bisa biarlah itu tanggung jawab dia kepada Allah..kita cukup mengerjakan sebagai mana Allah perintahkan dengan Ayat2 yang jelas…forum ini ada baiknya ada juga mudhorotnya…baiknya= ada beberrapa ilmu yang anda ajarkan dengan hujjah2 yang jelas Alhamdulillah…
    kurang baiknya= jadi byak membicarakan kesalahan orang yang akhirnya timbul perpecahan antar orang islam itu sendiri “coba anda simak” dan ada juga orang yang dia jadi takut dengan pembelajaraaaa

    • Al-Faqir berkata:

      Jazakalloh atas komentarnya ya akhi…
      Masukannya yg baik akan kami pertimbangkan, selebihnya perlu saya jelaskan sebagai berikut :
      Anda tidak terlibat dalam faham takfir, alhamdulillah…tapi sayangnya justeru itulah yg membuat anda tidak mendalami dan memahami yg sedang terjadi.
      Anda pasti belum melihat keluarga2 yg berantakan akibat faham takfir ini. Anda belum tahu ada seorang bapak yg mengutuk2 anaknya sebelum matinya?
      Atau sudah tahu kisah Luthfia? Atau anda sudah tahu tentang orang yg keluarga kakaknya hancur, lalu ia sendiri sekarang telah menjadi orang tidak waras (gila)? Atau anda perlu mendengar kisah keluarga Ja’far Medan? silahkan anda bertanya langsung kepadanya.
      Mudah orang berkata : ya…yg sudah sudahlah. Memang begitu bagi anda, tapi tidak demikian bagi mereka yg telah terlibat faham takfir ini.
      Sedikit perlu saya ulangi bahwa blog ini dibuat untuk sekedar memberi peringatan bagi orang2 yg masih terlibat dalam firqoh abu hamzah agar sadar keberadaannya. Bagi yg tidak mau tentu tidak mengapa. Apa yg saya buat dengan membeberkan nama atau inisial serta penyimpangan2nya bukanlah tanpa ilmu. Ini terkait dengan Al-Jarh wat-Ta’dil dalam Islam (sekilas tentang ini silakan lihat reply-comment saya di “Megalomania syndrome”). Jadi, tidak semua membicarakan kesalahan orang lain itu adalah salah. Maaf, saya sarankan anda belajar tentang ini dari para ustadz yg mengerti ajaran as-Sunnah dan ajaran para ulama salaf, akan lebih lengkap dikemukakan dalil2nya. Jika anda belajar hanya kepada mereka anda tidak akan pernah tahu meskipun anda belajar puluhan tahun. Padahal masalah Al-Jarh wat-ta’dil adalah sangat penting semenjak merebaknya banyak fitnah di dalam ajaran Islam.
      Demikian ya akhi…kadang kita harus sedikit maklum dengan kekesalan orang yg terzholimi. Kita hanya berusaha untuk tidak melampaui batas.
      Akan tetapi harus ada upaya menghentikan pihak2 yg menzholimi. Pesan saya untuk anda : bacalah semua tulisan di blog ini dengan baik agar tahu permasalahannya.
      Sepertinya waktu anda masih lama.

    • Manager berkata:

      Untuk Akhi Abdulloh..
      Alhamdulillah bila memang anda betul2 tidak terlibat pemiiran takfir.
      tetapi coba anda ingat2 lagi. Apakah anda tidak melhat ada kezoliman paada teman-teman anda ?
      Atau benarkah anda sendiri tidak pernah terzolimi oleh mereka ?
      Kecuali anda masih baru di sana.
      Tidak ada seorangpun di zaman Rosululloh yang murtad karena terzolimi.
      Bandingkan dengan kelompok anda, berapa yang “keluar” karena terzolimi ?
      Kalaupun ada yang terzolimi oleh Sahabat Rosul, masalahnya diselesaikan dengan lurus. dan itupun bisa dihitung dengan jari.
      Tak ada STANDART BAKU mengenai akhlaq di kelompok anda,
      Bila semua mangatakan “apa yang saya pahami”..
      akan berbeda2 pula praktek amalnya.
      si A mengatakan, mengerjakan begini karena pahamnya seperti ini,
      si B mengerjakan begitu karena yang dia pahami seperti itu.
      menurut kepahaman masing2..
      menurut KEPERCAYAAN MASING2 ..???
      jangan2 ini aliran kepercayaan..!!!

    • Kang Ari berkata:

      Saya sendiri yang sudah gabung 12 tahunan, pemahaman yang didapat tidak seperti itu. Justru paham TAKFIR jauh lebih dominan ketika sy masih bergabung. Akibat yang masih saya rasakan >>>> Silaturahmi keluarga dan antar keluarga sampai sekarang masih berantakan, silaturahmi dengan teman lama banyak terputus dll.

      mengutip sedikit kalimat pernyatan anda (Kang Abdulloh) :

      “…. ketika melihat temen kita salah,ingatkan, ketika gak bisa biarlah itu tanggung jawab dia kepada Allah..kita cukup mengerjakan sebagai mana Allah perintahkan dengan Ayat2 yang jelas…”

      Tanggapan :
      justru selama ini tidak ada yang berani mengingatkan “si bos”. Tapi jika salah dan diingatkan malah dibilang menentang, membantah, atau yang paling “lucu” dianggap sama dengan menentang Allah dan Rasullnya :P, Akhirnya tidak ada yang berani mengingatkan, ketika salah pemimpinnya >> salah semuanya :D. Mirip gaya kepemimpinan MONARKI ABSOLUTNYA Mantan Presiden Soeharto.

      Pesan dan Kesan saya selama dalam jamaah “Si Boss” untuk yang ada di blog ini maupun “teman-teman” yang sedang “ngintip” membaca blog dan komentar saya ini :

      Pesan :

      “Memundurkan umat dengan gaya seorang agamawan sedang terjadi dimana-mana. Umat dipaksa untuk menuruti semua pendapat mereka, dan mereka yang tidak sependapat akan di tindas, baik secara fisik maupun psikis. Umat dilarang untuk berpikir. Mereka akan mengadu domba dengan membenturkan pendapat satu dengan pendapat lain. Hanya mereka yang mau berpikir sadar akan hal ini.”

      Kesan :

      Ibarat dimasukkan kedalam kotak lalu disuruh diam dan disuruh nurut apa yang diperintahkan, tidak boleh membantah, dan nggak usah repot2 mikir.

      • Saudaramu. berkata:

        mengutip juga dari tanggapan kang ari

        justru selama ini tidak ada yang berani mengingatkan “si bos”. Tapi jika salah dan diingatkan malah dibilang menentang, membantah, atau yang paling “lucu” dianggap sama dengan menentang Allah dan Rasullnya,

        tanggapan,
        Lain dengan yang saya saksikan di daerah saya, bukan gak pada berani karena yakin dg perintah ALLAH agar kita saling ingat mengingatkan memang sih bukan kpd BIG BOS tapi kalau berita miring dari kita dg cepat sampai ke si bos, harusnya kritikan kita kalau mereka adil harusnya sampai ke BIG BOS dong, tapi sekian banyak yang mengingatkan, dan sekian banyak hujah yang disampaikan, walaupun mereka tidak bisa menjawab dg hujah yang nyata (hanya sebuah jawaban diplomasi) dan mereka pun tidak bisa menerangkan kalau hujah yang kita bawa itu salah sehingga mereka gak mau pakai. tapi walau demikian mereka tetep kekeh dengan pendirian nya. apa karena sholat jum’at di sepelekan makanya hati mereka di tutup oleh ALLAH swt…? ????

        numpang pesen Buat Saudariku, mungkin akan kenal jika baca kalimat komentar ini, siapa yang nulis pesan ini. jadi renungkanlah….. sudah yakinkan pendirian anda untuk MEMUTUSKAN TALI SILATURAHIM dengan kami.?

      • Manager berkata:

        Untuk Saudara yang diputuskan Silaturahmi oleh Saudarinya…
        Bersabarlah karena Alloh bersama orang yang sabar.
        Telah berpisah Nuh terhadap Putranya,
        Ibrahim terhadap bapaknya.
        Rosululloh terhadap paman-pamannya,
        Abu Bakar terhadap istrinya.
        Sedih itu manusiawi, tetapi…
        Itulah UJIAN keimanan.
        Tiada “Naik Kelas” tanpa UJIAN.
        Sepertinya, walau kata-kata habispun, silaturahmi belum akan kembali.
        Yang bisa menyambungkan lagi hanyalah Alloh,
        Maka doa dalam tahajud, doa diantara dua khutbah jum’at,
        dan banyak waktu-waktu mustajab doa lainnya yang bisa kita panjatkan.
        Mudah2an Alloh memberi kemudahan dan kelapangan hati dalam UJIAN ini.. Amiin.

  40. abu HAIDAR berkata:

    Sekedar renungan utk kita semua….
    Dalam surat wasiat untuk adiknya Aminah Quthub, Sayyid Quthub rahimahullah menulis :
    “Sulit bagi saya membayangkan bagaimana mungkin kita akan sampai pada tujuan mulia dengan menggunakan wasilah (alat bantu/ perantaraan) yang kotor. Tujuan yang mulia hanya akan hidup di dalam hati nurani yang mulia pula. Karenanya, bagaimana mungkin nurani yang mulia itu mau menggunakan wasilah busuk lagi kotor. Atau yahg lebih ironis lagi, bahkan mendambakan hidayah dan pertolongan Allah SWT melalui wasilah busuk itu?
    Ketika kita telah tersesat dalam sebuah penyimpangan, sebagai dampak dari lumpur kesalahan yang kita lalui, maka tidak terelakkan lagi kita pasti akan berada dalam penyelewengan yang sangat kotor. Karena jalan yang penuh dengan lumpur pasti akan meninggalkan bekas kotor pada kaki orang-oprang yang melewatinya. Demikian pula halnya dengan wasilah yang kotor, pastilah akan menimbulkan noda hitam yang akan terus menempel dan meninggalkan bekas kekotoran pada jiwa kita serta pada tujuan yang akan kita capai.”

    Kawan, saudara/i, akhi/ukhti….. TETAP SEMANGAT & JAGA AQIDAH KITA semoga ALLAH AZZA WA JALLA menunjuki dan melindungi kita semua dari paham yang keliru dan menyesatkan.
    Amiin.

  41. Achmad Dahlan berkata:

    Jazakalloh khoirn, semuanya terbuka lebar dan terang benderang terimakasih Al-Faqir, ana dahulunya tenggelam di kelompok ini dan alhamdulillah sekarang sudah dibukakan lembaran baru menempuh jalan salafusholeh amin. Teruskan dalam menyampaikan kebenaran itu memang benar dan kesesatan itu memang sesat, semoga kawan-kawan yg masih terbelenggu di dalamnya segera dibukakan pintu kesadarannya dan bangun dari mimpinya. Amin.

  42. Abu Abdullah berkata:

    Assalamualaikum, utk ikhwah yg berkomentar di blog ini, alangkah baiknya jika kita lebih melihat ke dpn, apa yg tlh lewat smoga Allah mengampuni kita smua, dan ke dpn jgn smp lepas dr ghuluw kpd ghuluw fiiddin yg lain, teruslah tholabul ilmi dan tawasau bilhaq wa bishobr…jln kita menuju Allah memerlukan ilmu yg haq, ikhlash dan amal sholeh…wattaqulloh wal tandzur nafsun maa qoddamat li ghodin..

  43. Abu Abdullah berkata:

    Menyimak apa yg terjadi pd ikhwah yg jd korban syubhat Firqoh2, jd ingat hadits riwayat ibnu Majah : Abu Bakr bin abi syaibah menuturkan kpd kami, dia berkata : Yazid bin Harun menuturkan kpd kami : dia berkata : Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kpd kami, dari Ishaq bin Abil Farrat, dari Al-Maqburi, dari Abu Hurairah,dia berkata : Rosululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda : Akan datang kpd manusia tahun2 penuh tipuan.
    Ketika itu pendusta dibenarkan sdgkan orang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya

  44. Abu Abdullah berkata:

    Sedangkan orang yg amanah malah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhoh berbicara. Ada yg bertanya : Apa itu Ruwaibidhoh? Beliau menjawab : Orang bodoh yg turut campur dalam urusan masyarakat luas.(H.R.Ibnu Majah.dishahihkan syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah(1887),asy-Syamilah).
    Maka dari itu berhati-hatilah dlm mengambil ilmu, dgn melihat sanad periwayatnya apakah sanadnya shahih atau munkar/matruq?

  45. Eka Surya Dharma berkata:

    ini ada juga tulisan ttg firqoh abu hamzah,, semoga semakin banyak catatan ttg firqoh abu hamzah akan mempermudah semua orang mendapatkan informasi ttg nya,,

    http://cuappapcuap.blogspot.com/2011/12/selamat-tinggal-firqoh-abu-hamzah.html

  46. mantan RFC/A2T berkata:

    Begitu juga dgn penggunaan dinar, tp knpa dirham ga mau pake ya? mrk berdalil bhw mata uang yg benar hanya dgn dinar, dalilnya zaman Rosul daulah Islam pake dinar,dan hadits: “..tdk ada jual beli kecuali dgn dinar dan dirham..”
    Beginikah cara mrk istidlal? tanpa menela’ah kitab2 fiqh apa maksud hadits tsb, jg kaidah2 dlm sharf (penukaran). jg realita yg sdg terjadi di zamannya dan fatwa2 ulama islam ttg mata uang selain dinar.
    Setahu ana hadits tsb sbb.(ma’nanya) : dari Jabir bin Abdullah rodliyallahu anhuma,ia berkata : Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang transaksi mukhobaroh, muhaqolah,dan muzabanah, serta menjual buah hingga nampak jelas kelayakannya (kematangannya) dan tdk diperbolehkan transaksi jual beli tsb kecuali dgn dinar dan dirham, kecuali jual beli ‘araya. (HR.Bukhori no.2381 dan Muslim no.1536), lihat Syarh Umdatul Ahkam, As-Sa’di, bab riba dan sharf.
    Hadits tsb jgn main dipenggal bagian laa bai’un illa bi dinar wa dirham (tidak ada jual beli kecuali dengan dinar dan dirham), kemudian dijadikan sandaran wajibnya pemakaian dinar, dan menganggap tdk bolehnya / batilnya setiap transaksi jual beli tanpa memakai dinar. Pdhal yg dimaksud adalah larangan transaksi2 yg disebut oleh rasul dlm hadits tsb. yakni mukhobaroh, muhaqolah dan muzabanah. Simak pembahasannya oleh syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’di. Wallahu a’lam.
    Maka dr itu belajarlah, berilmulah sblum bicara…krn Allah akan minta pertanggungjawaban apa yg kita katakan…Qs.17:36

  47. mantan RFC/A2T berkata:

    Assalamu’alaikum, untuk lebih jelasnya bisa baca di kitab Syarh Umdatul Ahkam (kumpulan hadits-hadits hukum yg disepakati Bukhari dan Muslim) karya Syaikh As-Sa’di bab Riba dan Shorf.
    Bisa juga dibaca disini:
    http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/3777-riba-pun-ada-pada-dinar-dan-dirham.html” rel=”nofollow”>rumaysho.com/hukum-islam/Riba-pun-ada-pada-dinar-dan-dirham
    semoga bermanfaat dan menambah ilmu kita..
    Wallahu a’lam.

    • Abu Ida berkata:

      Dalam masalah penentuan harga, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah enggan dan menolaknya sebagaimana dalam Hadits Anas, berkata:

      (غلا السعر على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا: يا رسول الله لو سعّرت، فقال: (إن الله هو القابض الباسط الرازق المسعر. وإني لأرجو أن ألقى الله ولا يطلبني أحد بمظلمة ظلمتها إياه في دم ولا مال)

      (Harga melambung pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka para sahabat berkata: Wahai Rasulullah seandainya engkau tentukan harga.” Maka beliau berkata: Sesungguhnya Allah adalah Sang Penggenggam lagi Pembentang juga Pemberi rizqi lagi Penentu harga…dan sesungguhnya aku mengharap bertemu Allah sedangkan tidak seorangpun menuntut saya dengan kezhaliman yang saya lakukan terhadapnya berkenaan dengan darah dan harta)
      HR. Al Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan kecuali An Nasai dan dishahihkan At Tirmidzi dan Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: Isnadnya sesuai syarat Muslim.

  48. mantan RFC/A2T berkata:

    untuk saudara2ku yg msh aktif di klub RFC,
    sadarlah dan telaah kembali amalan2 kita dlm aktivitas safar. Sdh kah safar tsb benar2 syar’i atau malah termasuk safar bid’iy (menyelisihi sunnah)? Apa sandaran hukum amalan tsb sdh benar?
    Apalagi yg dikaitkan dgn dakwah dan i’dad (persiapan/pelatihan) jihad…Pdhal Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya) : Siapa yg beramal dgn suatu amalan yg bukan dari kami maka dia tertolak..(al-hadits).
    Dan sdh bnyk tenaga, waktu dan harta antum yg dipake dlm aktivitas tsb.
    Tdk dipungkiri bnyak hal2 yg mengarah kpd hizbiyah, ujub, hawa, jg bisa terjadi musibah2..
    Ada baiknya kita mengambil dr atsar perkataan shahabat yg mulia, yaitu Abdullah ibn Mas’ud : SEDERHANA DALAM SUNNAH LEBIH BAIK DARI PADA BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM BID’AH

  49. jutawansmart berkata:

    Ayo para senior yg masih ngintip ngintip doank, jangan malu malu utk menyusul

    mandirilah dalam berfikir, menilai dan bersikap, masa’ mau tanya pendapat bapak dulu sih? Ga mau mikir mikir juga? Tanda kekuasaan Allah di dalam kehidupan banyak kalian lalaikan wahai kader firqoh abu hamzah

  50. Al-Faqir berkata:

    Orang2 senior kader F.A.H yg telah keluar dari kelompoknya adalah orang2 yg punya kehormatan-diri dalam memegang prinsip2 Islam, bukan sekedar “yess-man” dan bukan pengekor hawa nafsu yg rela memperendah dirinya dalam kubangan kekacauan manhaj yg tak berujung-pangkal.
    Selamat datang, kawan….selamat datang….
    Kami dahulu adalah muridmu, sekarangpun kami tetap menghormatimu.
    Kalian tetap orang2 yg kami muliakan.

  51. ummu marqisa berkata:

    SAYA PERHATIKAN ICON YANG SAMA ATAS NAMA:
    1.PUTRI 22FEB 13
    2.HAMBA ALLOH 26 FEB 13
    3.EKA PEKAN BARU 26 FEB 13
    4.EKA PEKAN BARU 2 MRT 13
    5.UTK ABU FAUZAN 2 MRT 13
    6.PUTRI 3 MARET 13
    7.TETANGGA SANDI 3 MARET 13
    MAAF YA KALAU SAYA MEMPERHATIKAN ICON YG SAMA!!
    KENAPA HARUS TAKUT JADI DIRI SENDIRI..DIRI YANG SATU..JIWA YANG SATU YANG NANTI KITA AKAN KEMBALI KEPADA ALLOH DAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABAN.
    SEBAGAI MANUSIA HIDUP DIDUNIA INI ADA BERBUAT KESALAHAN.JUSTRU DIKALA KITA BERBUAT KESALAHAN ,ALLOH SWT MENANTI TAUBAT DAN PERMOHONAN AMPUN KITA..
    KETIKA KITA SUNGGUH2 BERTAUBAT …ALLOH AKAN MEMBIMBING KITA PADA JALAN YG LURUS.AMIN

    • Abu Ida berkata:

      Satu icon beberapa nama..
      Ada beberapa kemungkinan,
      Mungkin satu orang pake beberapa nama dgn maksud mengacau… Mungkin juga memang ada beberapa orang yg berbeda tapi satu “tempat” yg sedang pro vs kontra.
      Sekali lagi jangan lihat SIAPA tapi lihat apakah ada KEBENARAN dari kalimatnya. Seperti sikap Ibnu Mas’ud dan sahabat lainnya.

  52. Basmallah berkata:

    Menyimak….

  53. Manager berkata:

    Urutan Sirru fil ardl itu setelah selesai sholat jum’ah. QS al jum’ah : …Faidza qudliyatissholat fantasirru fil ardl …
    sholat jum’ah tdk dilakukan, mengapa sirru fil ardl dilakukan ?
    Lebih aman sirru fil ardl dibanding sholat jum’ah ? Bahkan musibahpun hampir selalu dialami ketika RFC…

  54. Abu Abdullah berkata:

    Dari Ubadah bin Ash-shomit,ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa salam bersabda : “Siapakah diantara kalian yg akan berbai’at kpdku utk melaksanakan tiga ayat”, kmdian dibacakan oleh Nabi surat al-An’am ayat 151-153. Lalu bersabda : “Siapa yg menepatinya maka pahalanya dijamin oleh Allah, dan siapa yg menyalahinya kemudian disiksa di dunia maka itu hukumannya, dan siapa yg ditunda hukumannya di akhirat, maka urusannya terserah kpd Allah untuk menyiksa atau mengampuninya”.(HR al-Haakim).
    Lihat penjelasan tafsir QS.al-An’am : 151-153 dlm tafsir Ibnu Katsir, terutama dlm wasiat Allah melalui Rosul-Nya, supaya membacakan kpd manusia, diantaranya wa bil walidaini ihsana (berbuat baik/ihsan kpd ibu-bapak).
    Ibnu katsir menjelaskan bhw perintah berlaku baik thdp ibu-bapak meskipun keduanya kafir musyrik, asalkan tdk dipaksa utk kafir, jika perintah ibu-bapak utk kafir maka tdk boleh diturut..
    Juga dlm QS.Luqman : 15, jg QS.an-Nisaa': 36.
    Dmkian jg dlm sunnah bnyak keterangan yg jelas, bhw tdk bolehnya durhaka kpd ibu-bapak dan mempergauli keduanya dgn baik. Yg dilarang adalah mengikuti perbuatan2 kekafiran, kebid’ahan keduanya, bukan memutuskan hubungan secara total tanpa perincian.

    Takutlah kepada Allah, dan jgnlah menyalahi wasiat Rosululloh, ingat QS.An-Nisaa': 115.
    Saudara-saudaraku, janganlah kita mengikuti takwil2 jahil tanpa ilmu krn Allah mengancam dgn kebinasaan!

  55. Abu Jibril berkata:

    Bismillah,….Kalau sudah memahami pengajaran dari Kelompok Abu Hamzah SALAH,…ya beralihlah kepada kelompok yang benar……Kepindahan karena ilmu, bukan karena emosi. Sebenarnya ini kan ujian yang tidak enak,….ya sabar. gak usah mengumbar emosi tuk menjelek2an. Kalau sudah dapat pengajaran yg lurus, temennya kalau mau diingatkan…..kalau gak mau ya biarkan berjalan sesuai dengan ilmunya. Alhamdulillah saya dan keluarga telah dapatkan kelompok belajar yang Insya Allah lebih baik, Yang sudah keluar saya doakan semoga segera mendapatkan tempat belajar yang lebih baik.

    • Al-Faqir berkata:

      Alhamdulillah…kawan lama akhirnya muncul.
      Semoga antum dan keluarga dalam lindungan Allah…

    • Bapaknya AHMAD berkata:

      Bismillah…, sandi dan kawan2 yang komen di blog ini teruskan niat awal yang baik ini dengan memanfaatkan media ini untuk sharing ilmu, pengalaman, emosi dan trus infokan untuk yang masih terlibat dgn firqoh ini, yg udah enggak dan public, agar tdk mengulang kesalahan fatal yang sama. Ini jg bagian dari pengajaran Al Quran dan hidup. Pola pikirnya: belajar Al Quran bukan lagi nyari kelompok bro, tapi kita berjamaah dengan orang yang bener tegakin Islam. Yakinlah Allah beri petunjuk yang lurus diikuti jg dengan orang yg diberi nikmat dgn petunjuk itu (1: 5,6) bukannya yang selama ini kita rasakan. Emosi itu jg fitrah, luapin bro
      Jangan buru2 hormatin dan muliain orang, bro. apalagi Cuma karena orang itu udah keluar dari firqoh abu hamzah. Yg keluar bnyak motivasinya bro. Ada yg bkn sempalan lagi, ada yg udah nggak dapet duit lg, ada jg yg kcwa dicuekin, dll. Hati2 bnyk badut2, yg bisa dgn gmpang bilang “yang dulu udah lah lupain, udah takdir, uang yg dulu jgn diinget2 lg, kalau emang agus salah, cari klmpk yang bener dong, blab la bla.” Pdhl dulu yg plg banyak diuntungin dlm sistim pak agus dan keluar udah bnyak “bekelnya”. Skrang ngomong kesana kemari pak agus salah, pak agus firqoh sesat. Kita harus adil bro.
      Kalau mau mulia disisi Allah, minta ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada orang2 yang pernah dizolimi. Makanya kedepan forum ini trus kita lanjutkan dgn kopi darat bro, silaturahmi dan saling memaafkan. Dengan ilmu kit abs cek orang bener nggak bener, jangan lupa diuji jg bro, duit efektif bnget tu. Bilangnya ngaji nggak mau dibayar, ternyata bayarannya lebih dari uang, hidup kita bro. Kita jg minta sama Allah mudah2an temen kita, agus, bs kembali k jalan yang lurus.

      • Al-Faqir berkata:

        Insya Allah saran yg baik dari saudaraku “bapaknya Ahmad” akan kami tampung. Tidak salah kalau saya hanya sangka baik, karena saya tidak bisa melihat isi hati orang, meskipun seandainya saya punya ilmu yang paling tinggi di antara semua manusia. Apalagi ternyata saya tidak demikian.
        Saudaraku “bapaknya Ahmad”, apapun motivasi orang keluar dari kelompok abu hamzah tetap patut diapresiasi, sebab bisa jadi kelanjutannya orang tersebut malah lebih baik dari saya atau dari kita di sisi Allah, saya tidak tahu apa yang akan Allah tentukan…Saya malah merasa tidak lebih baik dari siapapun saat ini.
        Saudaraku “bapaknya Ahmad”, setiap muslim patut dimuliakan oleh muslim yang lain, dan tidak patut dihinakan oleh siapapun yang lain. Kebaikan seseorang di masa yang lalu tidak boleh kita abaikan.
        Saudaraku “bapaknya Ahmad”, benar apa yang anda katakan agar kita sama2 berdoa kpd Allah agar Agus bisa kembali ke jalan yg lurus.
        Jazakalloh khoir atas komentarnya, saudaraku. Salam dari kami untuk teman2 dan keluarga di rumah…

    • Bapaknya AHMAD berkata:

      Jazakallah dan salam jg untuk abu zaki dan keluarga dan temen2 yg sharing, ja’far, salam jg buat mamah, dan keluarga rani, abu haidar: amin ya robbal alamin. Alhamdulillah besar manfaatnya dari blog inidan blog cuapapcuap. bahkan jg untuk pemimpin firqoh abu hamzah atau agus supriyadi atau inisial ASu (slanjutnya sy pakai inisial supaya gmpang ngetiknya) dan anak buahnya (karena terlalu banyak, cape ngetik satu2, lagi pula yg komennya 1 alamat, rame2, inisial aja; kiriks), yaitu u/ASu; anda beruntung dengan adanya pembahasan diblog tsb, nggak perlu repot2 dan butuh waktu yg lama untuk menjalankan visi, misi dan scenario anda u dipublikasikan. Sayang kalau Cuma anda yang tau (anak buah anda aja menjawab “masa sih?”. Mudah2an ada webnya jg.
      U/kiriks: anda jg beruntung (sangat) karena tidak perlu susah paying berlama2 untuk tau kemana arah anda selanjutnya (tdk sperti pendahulu2 anda) (tp manuver2 yg lain, kezoliman yg blm pernah dialami, itu hanya ASu yg tau), pesen saya; siapkan sertifikat penghargaan dan segel materei, anda pernah jadi) bagian dari keanggotaan sejarah ini.

    • Bapaknya AHMAD berkata:

      u/ yang tdk lg di firqoh abu hamzah: sujud syukur kepada Allah dan bertasbih dan istigfar. Jangan lupa siapin karung dan balok. Sprit perkataan ASu mengambil hikmah ayat : bahwa hokum dlm hidup ini, segala sesuatunya bermanfaat dan dimanfaatkan.

  56. abu iqbal berkata:

    Semoga kebathilan akan nampak jelas

  57. Abu Ahmad berkata:

    #Eka Surya Dharma,ataupun penulis ”SELAMAT TINGGAL FIRQOH ABU HAMZAH”,
    boleh numpang tanya? dlm posting-an tsb. ada pembahasan tentang belajar seperti menjahit baju.yg menggambarkan cara dpt ilmu dgn mengambil dr sembarang sumber.
    Ada teman saya cerita,bhw kalimat tsb sering dia dengar dari guru-gurunya waktu dulu di kelompok berpaham mirip dgn kelompok Abu hamzah. ketika ditanyakan boleh tdk belajar islam di luar kelompok itu,maka keluarlah kalimat ”jangan belajar seperti menjahit baju”,teman tadi sebetulnya penasaran,itu hadits atau apa?kalo hadits,siapa imam yg men-takhrij dan bgm sanad dan derajat hadits tsb.dia sdh buka2 kitab Shahihain(Bukhari-Muslim) tp blm ketemu itu kalimat.barangkali antum bisa membantu?

  58. Abu Haidar berkata:

    Ya Allah semoga semua yang diberi cobaan dapat menjalaninya dengan mudah.
    Ya Allah semoga semua ilmu yang telah kami dapatkan, bisa melapangkan qulub
    Ya Allah semoga semua dendam yang ada hilang dengan kebaikan yang telah Engkau berikan
    Ya Allah bantulah kami membawa diri kami kepada Mu dalam keadaan yang baik dan bersama orang-orang yang Engkau ridhoi………

  59. Abu Abdullah berkata:

    Meminjam komentar Abu Ahmad terhadap tulisan Masalah Kecil dan Masalah Besar,
    sungguh hal yg memilukan bila sampai terjadi berkembangnya faham takfir seperti yg dianut firqoh2 ini,dan kita berlindung kpd Allah darinya..
    Umat saling mengkafirkan,
    perpecahan makin meruncing,
    Perang antar firqoh takfir utk berebut kekuasaan mengatasnamakan jihad,
    Masjid-masjid makin kosong dari muktamirin,
    Gema ADZAN tak terdengar lagi,
    Shalat JUM’AT tinggal kenangan..
    SILATURAHMI makin jauh dr sunnah..
    DAKWAH tauhid dan sunnah makin ditinggalkan,tergusur oleh dakwah kpd HIZBIYAH
    sehingga sunnah makin asing..
    SYI’AR2 ISLAM MAKIN ASING
    KAUM KUFFAR MAKIN SENANG DGN KEADAAN INI

    SEMOGA TIDAK TERJADI

    WALLAHUL MUSTA’AN

    RENUNGKAN WAHAI IKHWAH..

  60. Abu Jibril berkata:

    Bagaimana caranya ya akhi, agar saudara2 kita yg telah keluar atau yang sdh tak nyaman dengan jama’ah ini bisa bertemu.

    • abdurohman berkata:

      Abu Jibril >>> skedar sharing aja setelah saya keluar dari firqoh ini, merasakan Allah memang yang menanamkan kasih sayang, jadi meskipun kita beda tempat belajar tapi yang penting satu haluan (berusaha meniti manhaj salaf), kita tetap bersilaturahim, memang sih masih lintas kota, tpi ada teman yang ber itikad mencari ilmu di daerah lain, trus ditularkan dg yang lain, mudah2an ada keberkahan, dan saya berharap juga mungkin penulis dari sarana blog ini, bisa memfasilitasi untuk, kopdar (silaturahim).

    • Al-Faqir berkata:

      Ya memang sudah ada juga beberapa dari ex kader FAH yg usul ketemuan. Silahkan saja kalau ada yang bersedia tempatnya dijadikan utk berkumpul atau bisa tentukan suatu “tempat lapang/daerah” sebagaimana jalan2 RFC dulu utk ngumpul kembali, hanya saja ngumpulnya bukan dalam rangka RFC firqoh, tapi dalam rangka silaturrahim setelah keluar dari firqoh. Orang2 di dkt daerah tersebut bisa jadi tuan rumah…
      Perempuan2 tampaknya tdk bisa ikut, kecuali ada mahromnya. Nah…itu usul saya, silahkan kalau ada usul yg lain.

  61. Abu Jibril berkata:

    Akhi, coba yang bisa mengakses alamat alumni FAH, diadakan pendataan. Wilayah Jabodetabek, Jateng, Jabar atau Sumatra ada berapa anggota,sehingga bisa memperkirakan perlu tempat seberapa. Misalkan cari villa diadakan daurah selama satu hari terus menginap semalam.Kalau yang di wilayah Jateng, Insya Allah saya usahakan tuk datang.

  62. Abu Jibril berkata:

    Maksudnya walau saya di Jabodetabek, kalao di Jateng ada pertemuan Insya Allah saya usahakan tuk datang.

    • Al-Faqir berkata:

      Saya tdk punya data itu. Selama ini saya masih menghormati privasi pribadi perorangan yg comment di blog, saya tidak “korek2″ inisial jelasnya. Saya faham, barangkali ada di antara mrk yg masih mempersiapkan sesuatu (belum keluar dari FAH) atau sudah keluar dari FAH tapi belum mau inisialnya terpublikasikan kpd siapapun. Kita semua tentu bisa mengerti, keluar dari FAH tidak seperti keluar dari keanggotaan grup karang taruna. Ada faktor traumatis yg besar, dan perasaan sungkan, canggung dsb.terhadap situasi yg baru. Butuh waktu setiap orang yg keluar dari FAH untuk mencapai tingkat ‘stabil’.
      Makanya, sepertinya ini baru wacana yg pelaksanaannya bisa saja sebulan, atau 2 bln, atau 3 bln lagi…atau bahkan lebih.
      Kecuali kalau forum ‘silaturrahim’ ini untuk orang2 tertentu.

      • Bapaknya AHMAD berkata:

        Saya sependapat dgn abu zaki dan jg percaya temen2 yang mengkaji ilmu bersama2 dgn tempat2 kajian2 ilmu untuk komit dgn niat baiknya, ide saya untuk silaturahim (kopi darat): selain menguatkan hujjah untuk beramal, jg yg jg penting melihat keadaan saudara2 kita yang pernah di FAH, shgga bs saling menguatkan scr phisikologis, kita dan keluarga (kedekatan kekeluargaan), dan secara ekonomi bs saling menguatkan, ber shodaqoh, dan lainnya (syukur kalau kita upayakan ada pinjaman bergulir, atau ada ide2 lainnya). Karena ada dari kita mgkn secara ekonomi dalam keadaan kekurangan. Seperti yg kita ketahui bersma, slain tdk amanah, bnyak kecurangan dalam masalah keuangan, bnyak jg temen2 kita yg membangun usaha dari awal lagi, krn dulu dipaksakan untuk usaha sama2, blm lg uang rosmal, uang rfc, dll yg tdk kembali (kehinaan dan azab Allah untuk mereka). Mgkn temen2 ada yang bersedia koordinir di simpul2nya masing2 (contoh simpul jabodetabek, sumatera/medan dan strusnya. Dan butuh kelapangan untuk kita supaya bs ketemuan, paling tdk ukhuwah ditiap simpul dulu, karena mgkn sdh berbeda2 kesibukannya. Mudah2an ini bermanfaat buat kita semua. Alhamdulillah walaupun sdh lama kami sudah tdk di FAH, kami trus berupaya istiqomah tetap berpegang pd tali Allah, dan mudah2an dengan ada teman2 yg sungguh2 dlm menegakan batas2 Allah semakin menguatkan iman dan amal.
        Pesen: tdk usah diliputi kebingungan, Allah akan bersama kita, kalau kita sungguh2, sperti kita dulu bersungguh di FAH. Telah jelas yang hak dan yang batil. (banyak temen, saudara, kerabat, partai, kelompok dll, tapi tdk banyak orang yg mau bersungguh2 untuk menegakkannya batas2 Allah (tp kita tdk hak u mengatakan kufur sprit FAH, justru kita yang tau dan mau yang berupaya trus menegakn), dan sdh skian bnyak ayat2 Allah yang diketahui dan difahami, tp berapa bnyak yang sdh kita perbuat. Mudah2an kajian ilmu diikuti tegak nya ilmu dan kita disibukkan dengan menghisab diri kita.

    • Ahsan berkata:

      Insya Alloh siap datang

  63. Abu Ahmad berkata:

    utk ikhwah fillah..
    Kewajiban kita yg paling utama adalah memperbaiki AKHLAK kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala,dgn cara
    -rujuk kpd aqidah yg shahih,dan jauhi penyimpangan dlm hal aqidah(lepaskan syubhat aqidah khawarij/takfir yg tdk syar’i),
    -menunaikan hak Allah dlm ibadah dgn semestinya,dgn berilmu dan amal ibadah yg ittiba'(mengikuti) Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam.

    Juga perbaikan AKHLAK KEPADA SESAMA HAMBA ALLAH dgn menunaikan hak2 mereka secara adil,lihat QS.an-Nisa:36.(sembahlah Allah,dan jgn menyekutukan dgn-Nya sesuatupun.Dan berbuat baiklah kpd dua ibu-bapa,karib-kerabat,yatim,org miskin,tetangga yg dekat dan tetangga yg jauh,teman sepergaulan,ibnu sabil.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang2 yg sombong dan membangga-banggakan diri)
    -banyak2 istighfar supaya dpt keberuntungan
    -menyusuli amal2 buruk dgn amal2 sholeh

    mudah2an langkah2 tsb bermanfaat terutama bagi saya sendiri dan ikhwah semua rohimakumulloh wa ghofarolloh

  64. Abu Abdullah berkata:

    WARNING:
    TETAP HATI-HATI SAUDARAKU,JANGAN KITA LENGAH DAN LARUT DALAM EUFORIA SETELAH LEPAS DARI SATU FIRQOH,
    masih banyak ujian2 dari Allah yg lain.juga masih banyak jebakan2 syaithon sepanjang jalan hamba menuju Robb-nya..
    Jangan sampai lepas dr suatu firqoh jatuh ke firqoh lainnya.

    Ingatlah pesan Nabi kita, alaihi shollatu wasallam:
    JAGALAH ALLAH,NISCAYA ALLAH AKAN MENJAGAMU. JAGALAH ALLAH,maka kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika kamu memohon, mohonlah kepada Allah, dan jika kamu meminta tolong, mintalah tolong kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak dapat memberi manfaat kpdmu kecuali dgn sesuatu yg telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul utk memberi suatu kemudhorotan kpdmu, maka mereka tdk dapat memberi kemudhorotan kpdmu kecuali dgn sesuatu yg telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (HR.at-Tirmidzi no.2516,dan ia berkata, hadits ini hasan shahih;Ahmad 1/293;Thabrani,al-Haakim,dll.dari shahabat ibnu Abbas)

    Juga firman Allah tentang Yunus alaihi salam,dlm QS.ash-Shaffat:143-144:
    Maka kalau sekiranya dia tdk termasuk orang2 yg banyak bertasbih(mengingat Allah), niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.

    AMAL SHOLEH ITU BERMANFAAT BAGI SEORANG HAMBA PADA SAAT KESUSAHAN DAN JADI WASILAH YANG MENYELAMATKAN PELAKUNYA DGN IZIN ALLAH

    • Al-Faqir berkata:

      Ya, benar akhi… Prioritas org2 yg keluar dari FAH adalah silaturrahim kpd sanak keluarga & kerabat dulu yg telah renggang bahkan terputus, inilah makna khos silaturrahim yg sebenarnya yg akan dipertanyakan di hari kiamat (lihat tulisan “silaturrahim”). Memperbaikinya harus didahulukan (sebelum menjalin silaturrahim dlm makna sekunder thd yg bkn kerabat), Allah سبحانه و تعالي berfirman :

      هَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ

      “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan..? Mereka itulah orang-orang yang dila’nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS. Muhammad :22-23)

      Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :

      مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

      “Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturrahim (HR Tirmidzi)

      Semua makna silaturrahim yg dimaksud di sini adalah terhadap kaum keluarga & kerabat (bukan terhadap teman atau org Islam yg lain)

      Dan hendaknya kita sibukkan diri kita terlebih dahulu utk memperbaiki amalan2 kita yg selama ini tanpa ilmu yg haq dgn amalan yg lebih baik sesuai Sunnah, dan hendaknya kita sibukkan diri kita utk berusaha semaksimal mungkin mengejar ketertinggalan kita akan ilmu2 yg lurus sebagaimana ajaran para salafush-sholih…

  65. abu fauzan berkata:

    Mungkin maksud abu jibril, untuk menghindari traumatis yang berkepanjangan dan jadi bersikap apatis, serta bingung mau bagaimana, ada baiknya silaturrahim dimaksud untuk segera men-sharing langkah-langkah apa saja yang dilakukan setelah keluar dari FAH. Kegiatan ini alhamdulillah telah dilakukan di SYARIAH TANJUNG KAIT (hanya sekedar info hampir sebagian yang resign) dan sangat membantu sekali kami yang msh mau untuk belajar untuk mengejar ketertinggalan akan ilmu2 yang lurus tersebut..

    • abdurohman berkata:

      saya sependapat dengan abu fauzan tentang maksud silaturahim, BUKAN BERPINDAH DARI FIRQOH SATU, TERUS MEMBUAT FIRQOH BARU, maksud saya juga masing2 kita beramal dg apa yang sudah didapati ilmunya, dan kita juga tidak fanatik menge klaim satu majelis ilmu (atau tempat taklim ) sebagai satu-satunya yg boleh dijadikan tempat belajar islam, yang terpenting adalah pengajaranya tidak menyimpang dari syariat islam, tapi insya allah dengan silaturahim, justru kita akan semakin terkontrol untuk segera berbalik manakala kita di seret ke faham2 sesat lagi, karena dg ketemu bisa saling ingat mengingatkan, tapi tentunya memang dari yang terdekat yang paling berhak untuk di sambungkan silaturahimnya.

      • Abu Haidar berkata:

        Iya saya sangat setuju dengan pembahasan ini, karena masa traumatis itu sangat rawan bagi tiap-tiap individu dalam menanggapi masalah yang dihadapinya. Karena masalah tersebut bukan hanya kurang siapnya menghadapi “kenyataan” dunia yang dulu selalu di nina bobo-kan mengenai kekuasaan dan kealiman sebagaimana katak dalam tempurung. Perlu bagi kita bisa sharing dengan kawan-kawan “senasib”. Sekedar sharing 4 tahun yang lalu kami keluar dari FAH berusaha saling menguatkan satu dengan yang lain, walaupun itu masa yang berat tapi bisa terlalui dengan komunikasi yang baik dan saling mengingatkan, walaupun tidak dalam satu metodelogi belajar tetapi kita berusaha dalam satu manhaj. O….ya untuk penulis mengenai sub judul “manhaj abu hamzah” saya kira kurang tepat Manhaj dalam Qur’an hanya ada 1 ayat yang menyebut yaitu “minhajul ibrahim” dan itu merupakan kalimat positif bukan kepada kelompok yang mengarah kepada keburukan sebagaimana FAH. Semoga bermanfaat……….. Tetap Semangat dan jaga Aqidah kita………..

        • Al-Faqir berkata:

          بسم الله الرحمن الرحيم
          Manhaj (المنهج), nahaj (النهج) atau minhaaj (المنهاج) dari madah : نَهجا– يَنهج – نَهج yang semuanya mempunyai satu makna.
          Secara bahasa kalimat “manhaj“ berasal dari kata –nahaja- yang berati jalan yang terang. Bisa juga berarti jalan yang ditempuh seseorang.
          Allah سبحانه و تعالي berfirman:
          لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً
          “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang”. (QS Al-Maidah:48)

          Manhaj juga dapat difahami menurut sebagaimana yang dikatakan oleh Ibn Abbas رضي الله عنها yang diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Hasan al-Basri dan selain mereka:
          قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : سَبِيْلاً اَوْ سُنَّةً
          “Berkata Ibnu Abbas Radiallahu ‘anhu bahawa manhaj ialah : Jalan atau sunnah” (Lihat: Manhaj Ahli Sunnah wal-Jamaah, 1/50. Khalid bin Abdullatif)

          Syaikh Shalih al Fauzan mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Apakah ada perbedaan antara akidah dengan manhaj?”
          جـ/ المنهج أعم من العقيدة، المنهج يكون في العقيدة وفي السلوك
          والأخلاق والمعاملات وفي كل حياة المسلم، كل الخِطة التي يسير عليها المسلم تسمى المنهج .
          Jawaban beliau, “Manhaj itu lebih luas dari pada akidah. Ada manhaj dalam berakidah, berperilaku, berakhlak, bermuamalah dan dalam semua sisi kehidupan seorang muslim. Seluruh langkah yang ditempuh oleh seorang muslim (dalam seluruh aspek kehidupan) itu disebut dengan istilah manhaj”. (Al-Ajwibah al Mufidah ‘an As-ilah al Manahij al Jadidah hal.131)

          Perkataan Manhaj juga kadang dipakai untuk yg lurus dan yg tidak lurus, dalam hal ini manhaj diartikan secara praktis : Metode/tatacara dalam beragama.
          Syaikh Abdussalam bin Salim as-Shuhaimi berkata di dalam kitab beliau “Kun Salafiyyan ‘alal Jaaddah” pada bab منهج أهل البدع و الأهواء

          يميز المنهج السَّلفي في العقيدة هو حصر التلقي في كتاب الله وسنة رسوله صلى الله
          عليه وسلم وأن يكون ذلك مقيداً بفهم السلف الصالح

          “Keistimewaan manhaj salaf didalam aqidah adalah dengan membatasi sumber pengambilan ilmu dengan Kitabullah dan Sunnah Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan selalu membatasinya dengan pemahaman salafussholih”

          وعلى العكس من ذلك منهج أهل الأهواء والبدع فإن مصدر التلقي عندهم ليس الكتاب والسنة وإنـما هو ما ابتدعه أئمتهم وشيوخهم

          ” dan kebalikan atas hal itu adalah manhaj pengikut hawa nafsu dan ahli bid’ah, karena sesungguhnya sumber pengambilan ilmu disisi mereka adalah dengan selain al Kitab dan ass-Sunnah, melainkan apa yang diada-adakan oleh imam-imam mereka dan sesepuh mereka”

          ثم تأويل الكتاب أو السنة إلى ما يوافق أهواءهم ، واعتمادهم على العقل وعلى الأحاديث الضعيفة والواهية والمكذوبة على رسول الله صلى الله عليه وسلم واتباعهم للمتشابه ، وتحريفهم للأدلة وتأويلها تأويلاً فاسدا

          “Kemudian mentakwil (memalingkan) makna Al Kitab atau Ass-Sunnah pada apa yang mencocoki hawa nafsu mereka, serta bersandar pada akal dan hadist-hadist yang dhoif dan lemah bahkan terhadap hadist yang didustakan atas nama Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta berpegang dengan nash-nash mutassyabihat serta memalingkan makna dalil-dalil dengan mentakwilnya dengan takwil yang rusak”

    • sofyan berkata:

      emang dimana syariah tanjung kait..??saya ingin sharing dan untuk langkah selanjutnya untuk lebih baik lagi …

  66. Abu Abdullah berkata:

    Alhamdulillah,niat yg baik dan ikhlas untuk berbagi ilmu dan ta’awun ‘alal birri wattaqwa, mdh2an Allah membimbing kita kpd kebaikan.Dan suatu yg patut disyukuri,kalau teman2 sdh menyadari dari awal akan resiko2 yg mungkin menghadang dgn memohon bimbingan dr Allah dan tetap berpegang teguh dgn Kitabullah wa sunnah nabawi,kmdian tetap tawasau(saling berwasiat) bil haq wa tawasau bi shobr,karena itulah sebab2 keberuntungan..

  67. a2t on AT2 berkata:

    Bismillah..
    Walhamdulillah..mudah2n semakin banyak kawan2 kajian dulu yang menyadari kekeliruan selama ini..sedih juga rasanya setelah tahunan berkecimpung bersama, menjalani suka duka..tiba2 begitu mudah putus begitu saja hanya karena ingin menjadi lebih baik..blog ini mengingatkan akan masa lalu..sesaat setelah tidak ikutan blajar dikelompok yang sama, maka salam pun langsung tidak berbalas..kekurangan2 atau kesalahan2 kita diumbar..semua itu hanya untuk menutup celah bagi yang lain untuk mulai berfikir..kasian..kita pernah mengajak untuk tetap bekerja sama..dengan belajar ditempat berbeda tentu akan bisa saling berbagi ilmu, saling melengkapi atau mengkoreksi..ktk bertemu untuk membahas hal ini n kebetulan dengan beberapa orang lain, maka disebarlah isu “demo”..(kebanyakan nonton editorial..he2..)..Kepada yng masih terus didalam kelompok..”kalo mampu untuk memperbaiki, silakan terus bersama..mdh2n dpt kebaikan yang banyak..kalo tidak mampu, maka jangan binasakan masa depan akhirat mu…Jangan khawatir kembali pulang kekeluarga, walo telah kita lukai..mereka tidak akan sekasar yang kita sangka..insyaAllah..jangan khawatir kembalai ke masjid..bahkan disana ada ketenangan..” Untuk sodara ku yang telah menerima awal sebuah pencerahan..Berharap selalu sama ALLAH ta’ala..luruskan niat n SElamat Berjuang!!! mudah2n Jalan Terang kita bisa tempuh bersama..

  68. a2t on AT2 berkata:

    oh ya “abdurrohman”..mie jhon kah?..

  69. ummu marqisa berkata:

    Menjalin persaudaraan karena ALLOH SWT..bukan krn satu guru,satu kelompok.akan terasa natural perasaan sayang kita dibanding perasaan diFAH dulu.Suasana saling tawadhu ketika bertemu dgn saudara2 ex FAH, .semoga niat dan prakteknya untuk berbagi ilmu dan bertemu dimudahkan,diberi kekuatan oleh ALLOH SWT.saya berkomunikasi dgn saudara2 ex FAH dan berkunjung diantara kami.

  70. Abu Abdullah berkata:

    Sependapat dgn a2t on A2T,tetap jaga ukhuwah islamiyyah,sambil terus share ilmu dan yg terpenting buat tiap diri mau MUHASABAH thdp diri msing2 dgn berkaca kpd Kitabullah dan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

    Benarlah Allah dlm firman-Nya di QS.an-Nuur:36-37.
    Juga sabda Nabi:
    Barangsiapa dlm waktu pagi atau sore menuju ke masjid,maka Allah menyediakan utknya hidangan di jannah setiap datang waktu pagi atau sore.(muttafaqun alaih dari Abu Hurairah)

    juga sabdanya:
    Barangsiapa membersihkan diri dirumahnya,kemudian berjalan ke sebuah rumah diantara rumah-rumah Allah(masjid) utk melaksanakan shalat fardhu,maka langkahnya yg sebelah menurunkan dosa,dan yg lain menaikkan derajat.
    (HR.MUSLIM, dari Abu Hurairah)

  71. Abu Abdullah berkata:

    untuk ikhwah(kami msh menganggap antum sbg saudara,walaupun kalian tdk menganggap) yg msh di FAH,sdh yakinkah kebenaran ma’na masjid DHIROR yg kalian pahami dan hukumi thdp smua masjid di muka bumi ini,shgga kalian haramkan mendatangi dan shalat didlmnya?menurut pendapat imam siapa selain pendapat pemimpin kalian?bgmna dgn 3masjid(baitullah,masjid nabawi dan al-Aqsho) yg oleh Rosul disunnahkan menziarahinya?Renungkanlah dan cari ilmunya dgn mau menelaah pemahaman ttg hal ini dari ulama2 terdahulu(shahabat,tabi’in,tabi’ut tabi’in,dan imam2 kaum muslimin)
    Haadakumulloh..

  72. Al-Faqir berkata:

    Ada berita yg telah sampai kepada saya bahwa abu hamzah dan orang2 pentingnya mengatakan kpd para pengikutnya bahwa orang2 yg di “internet” adalah orang2 yang sakit hati terhadap “bapak”. Semua yang keluar dan berkomentar hanyalah orang2 yg mempunyai kekecewaan belaka. Dan orang2 yg “menulis” di internet tentang abu hamzah adalah orang2 yg merusak Islam.
    Berita ini datang dari Cikarang dan Cikampek.
    Saya katakan : Tidak ada kekecewaan kecuali karena kezholiman mengajarkan ajaran yg salah yg mengakibatkan kerusakan akidah dan keyakinan. Semoga menjadi jelas bagi orang2 yg belum jelas.

    • abdurohman berkata:

      Bukan pula suatu konspirasi dengan penulis !
      Saya menyatakan berhenti belajar di FAH, bukan karena SAKIT HATI !, tapi dg dasar jangan berkumpul dan duduk bersama dengan orang2 yang meng olok-olokan ayat2 ALLAH Qs 4:140 , dari siapa saya dapat pengajaran itu..? tentunya dari guru saya di FAH, hanya saja inkonsistensi dari pengajaran tadi membuat saya mengambil ilmu nya dan berpaling dari orang2 yang meng olok-olokan nya. dan dasar agar kita jangan berkumpul dengan ahli bid’ah juga sudah jelas. bukti saya gak sakit hati saya berusaha menyambungkan silaturahim, tapi boro2 tersambung, sms dengan salam saja gak di balas, bahkan dengan tidak ragu, diantara mereka berani berucap (orang yang keluar murtad), lagu lama dari mereka mengencangkan ikatan jerat ke orang yang awam untuk perbaikan. tapi ternyata yang diperbaiki hanya GUNJINGAN,CELAAN, DAN FITNAH ! Rupanya mereka lebih alim dalam hal itu.

    • Abu Haidar berkata:

      Sudah jelas….. Mereka (FAH) tidak menampilkan hujjah atas kebenaran mereka yang dianggapnya “benar”. Jika memang dibilang “sakit hati” semestinya bantah hujjah-hujjah yang ada ini dengan yang lebih baik, tapi mana????? hanya hawa dan nafsu belaka yang dikemukakan. Sakit hati itu tidak ada malah saya bersyukur ALLAH membukakan jalan dan memberi kesempatan kepada saya untuk menyadari kesalahan yang diperbuat selama berada di firqoh itu. Bagi para pengintip yang masih di firqoh abu hamzah, mari berdialog mencari kebenaran yang ada tapi jika kelompok anda ternyata bukanlah kelompok yang tepat untuk di ikuti kembalilah……… Allah SWT Maha Luas Pengampunannya dan Maha Kaya.

  73. Abu Abdullah Al-Jaawi berkata:

    yg merusak islam,contohnya : kesyirikan, taqlid buta,beramal tanpa hujah yg benar, ta’wil thd al-Qur’an dgn ro’yu, menzhalimi sesama muslim, menghalalkan darah dan harta muslim tanpa haq, meninggalkan shalat jum’at, mengikuti ayat-ayat mutasyabihat(samar), durhaka kpd orang tua, memutus silaturahim, wala dan bara berdasar hizb(golongan), meremehkan sunnah Rosululloh, dll. Yg terdapat nash-nash ancaman dlm al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam…
    Semoga kita tidak termasuk golongan perusak tsb.

  74. Abu Ahmad berkata:

    Empat Golongan Penyebab Hilangnya Islam

    Al-Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata:
    Telah berkata Muhammad bin Al-Fadhl ash-Shuufy az-Zahid: Hilangnya Islam itu disebabkan oleh empat golongan manusia:
    1. Orang yg tidak beramal dengan apa-apa yang ia ketahui (‘alim yg fajir);
    2. Orang yang beramal dengan apa-apa yang tidak ia ketahui (ahli ibadah yg jahil);
    3. Orang yang tidak beramal dan juga tidak berilmu;
    4. Orang yang menghalangi manusia untuk belajar menuntut ilmu.

    Ibnul Qoyyim menjelaskan bahwa 2 golongan yg disebut ‘alim tapi fajir(suka bermaksiat) dan ahli ibadah yg jahil,fitnah keduanya merupakan fitnah bagi kalangan tertentu dan masyarakat awam.krn posisi mrk sbg panutan. Dan keempat golongan tsb. semuanya berada pada tepi jurang dan di atas jalan kebinasaan. Dan tidaklah ditemui suatu bahaya dan permusuhan yg menimpa seorang ‘alim yg menyeru kepada Allah dan Rosul-Nya kecuali disebabkan oleh (kejahatan) tangan” mereka. Allah akan menjadikan siapapun yg dikehendaki-Nya (utk beramal dgn amalan) yg menjadi sebab kebencian mereka terhadapnya,Sebagaimana Dia akan menjadikan orang yg Dia cintai utk beramal dg apa yg menjadi keridhoan-Nya.(Allah ta’ala telah berfirman):”Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-Nya lagi Maha Melihat.”(QS.Asy-Syuuraa:27)-Tidak ada yg dapat menyingkap rahasia dan thoriqoh golongan-golongan ini kecuali dengan ilmu.(Dengan hal itu) maka kembalilah kebaikan dgn segala unsurnya kepada ilmu dan segala pendorongnya,dan kembalilah kejelekan dgn segala unsurnya kepada kebodohan dan segala pendorongnya pula.
    (Disarikan dari nukilan al-akh Abu Aisyah al-Jauzaa dari Miftah Daaris Sa’aadah oleh Ibnul Qoyyim 1/160-161: Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah,Beirut)
    Semoga kita tidak Allah golongkan bersama empat golongan tsb.
    wal ‘iyyadzubillah..

  75. Kang Ari berkata:

    “Guru yang tidak tahan kritik boleh masuk ke dalam tong sampah”
    – Soe Hok Gie -

    • badaic berkata:

      lu jual gua beli

      • mantan preman ORTEGA berkata:

        insaf kang..INGAT PESAN NABI KITA,

        NABI SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM BERSABDA : man kaana yu’minu billah wal yaumil akhir,falyaqul khoiron aw liyashmut!
        (Barangsiapa beriman kpd Allah dan hari akhir,maka BERKATALAH YANG BAIK ATAU DIAMLAH!) (Muttafaq’alaih)

        Juga sabdanya:”..Tsakilatka ummuka,wa hal yakubbu an-naas fiinnari ‘ala wujuuhihim-aw qoola:’ala manaakhirihim-illa hashooidu al-sinatihim..(semoga ibumu kehilangan kamu!Tidak ada yg menjatuhkan wajah manusia-atau beliau bersabda,”leher manusia,”-ke dalam neraka melainkan akibat ucapan lisan mereka yg buruk.”(HR.Tirmidzi no.2616 dan ia menilai hadits hasan shahih; Ibnu Majah no.3973,Ahmad 5/231,234,237. dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no.5136)

      • Kang Ari berkata:

        He he … wong stress komentar :P

      • mantan preman ORTEGA berkata:

        kang Ari yg sabar ya sm coment-nya badaic, org kayak gitu ga usah dilayani,dah kehabisan kata-kata yg baik,jadi asal njeplak aja.lagian sama pemimpinnya kan sdh dilarang liat-liat blog internet,tapi badaic ini tetep bandel,ga taat

  76. Al-Faqir berkata:

    Alhamdulillah, dalam beberapa minggu terakhir telah banyak yang menyatakan tidak lagi sefaham dengan ajaran abu hamzah. Sebagian dari mereka adalah murid2 dari para guru FAH dan sebagian lagi adalah malah kader-kader yg sempat “diandalkan” abu hamzah.
    Di tengah2 gencarnya fitnah yg dilontarkan terhadap org2 yg keluar dari firqoh itu, ternyata banyak juga org2 yg tidak terprovokasi dg fitnah itu. Ini menandakan bahwa proses pembodohan di dalam firqoh itu tidak bisa berjalan dgn lancar, karena ternyata banyak anggota2 FAH yg tidak bisa dibodohi terus-menerus oleh pemimpin mereka…Mereka telah keluar atau ‘siap’ akan keluar karena sekarang telah mengerti permasalahannya, karena ilmu yg telah ada pada mereka.
    Semoga ALLAH senantiasa membimbing mereka.

  77. Tawadhu' berkata:

    sikap tawadhu’ terhadap saudara se-islam,

    >jika engkau bertemu mereka yg lebih tua,katakan (dlm hatimu):
    dia telah mendahuluiku dlm memeluk Islam,dia lebih baik dariku..

    >jika engkau bertemu mereka yang lebih muda darimu,katakan (dlm hatimu): aku telah mendahuluinya dlm perbuatan dosa,dia lebih baik dariku..

    >jika engkau mendapati mereka menyebut kebaikanmu,katakan (dlm hatimu):ini semua adalah nikmat dari Allah

    >jika engkau mendapati mereka mencela dan menyebut keburukanmu,katakan (dlm hatimu): ini karena dosa dan kesalahan yg pernah kulakukan..

    (Mutiara perkataan para salaf)

    wahai saudara”ku,jangan biarkan sifat sombong dan ujub bercokol dalam hati kita!

    Allah Ta’ala mensifati hamba-Nya,dlm QS.al-furqaan:63,
    ”dan hamba Ar-Rahmaan,yaitu orang-orang yg berjalan di muka bumi dgn haunan(sikap tenang dan merendah),dan apabila orang jahil menyapanya,mereka mengatakan kata-kata yg mengandung keselamatan.”

  78. barudak paris van java berkata:

    jalan-jalan menjelajah kota dan kampung,sirru fil ardhi(dlm hati kukatakan ini perintah Allah)
    lelah dan penat menimpa semua anggota
    (menghibur diri dgn tetap smgat,inilah ujian yg besar balasannya),akhirnya dpt juga tempat istirahat di masjid.sambil mengobati rasa lelah,sambil ngobrol tentang perjalanan(knpa tdk ngobrol bgm adab2 seorang muslim thdp masjid ya?contoh:shalat tahiyatul masjid adalah sunnah Nabi thdp masjid),datanglah waktu shalat fardhu,sang muadzin mengumandangkan adzan,
    apa yg hrs kami lakukan?
    Ternyata segera berkemas,cari lokasi lain!
    (pdhal dlm sunnah,jika kalian mendengar seruan(adzan)utk shalat,katakan sbgmana muadzin..dan dlm fikih sunnah dimakruhkan keluar dr masjid bila mendengar adzan),bhkan ada hadits tentang perilaku setan bila mendengar adzan ia berlari menjauh..)
    betul ga kang admin,temen” pernah ngalamin begitu?ayoo ngaku saja deh..

  79. Perjalanan nan Penuh Kenangan berkata:

    emm..mang nya knpa?p5 kan dah bilang cari tempat yg luas dan kondusif,bisa buat champ,istirahat tanpa gangguan dan sambil masak2,mana mungkin masak di mesjid..apalagi sambil berdagang,gak boleh jualan di dlm mesjid!

  80. Belajar Benar dalam berkata:

    Al-Muhadits Asy-Syaikhul Ashr Muhammad Nasiruddin Al-Albany pernah mengutip ucapan seseorang:”Tegakkan syari’at Islam dalam dada-dada kalian niscaya akan ditegakkan Syari’at di negeri-negeri kalian”

    belajar dari ungkapan ini,mari kita berilmu dan beramal supaya syari’at Islam tegak mulai dari diri kita,jangan salah prioritas.karena Allah telah berjanji dlm QS.An-Nuur:55
    ”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yg beriman diantara kamu dan beramal shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi,sebagaimana orang-orang sebelum mereka berkuasa…”

  81. Abu Abdullah berkata:

    Inilah nasehat seorang ulama yang punya sifat santun dan penyayang kepada ummat muslim di seluruh dunia,dan menyampaikan petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya,ketika umat islam sedang dlm musibah..bukan malah mengkafirkan dan menjauhi,tetapi membimbing dan mengajarkan ilmunya dengan penuh kesabaran..
    Berikut tautannya
    http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/08/mengapa-umat-islam-selalu-ditindas/” rel=”nofollow”>ulamasunnah.wordpress.com/mengapa-umat-islam-selalu-ditindas

  82. hamba allah berkata:

    FAH…… alhamdulillah sudah tidak didalamnya lagi

  83. hamba allah berkata:

    saya sudah 4 tahun ikut FAH , dan 2 tahun saya meninggalkan orang tua dan adik saya, selama saya tinggal (hijrah klo kata FAH) saya benar2 dalam tekanan selama 2 tahun tinggal brsama teteh2 FAH. saya masuk FAH brsama saudara saya, tahun 2011 saya keluar dari FAH, ini bnar2 membuat saya trauma bahkan hampir 1 th, alhamdulillah stelah membaca blog ini saya kembali bersemangat untuk trus menuntut ilmu bangkit dr keterpurukan dan yg pasti lebih dekat dengan RABB saya ALLAH .

  84. hamba allah berkata:

    saya ingin menanyakan teman2 saya yg ikut FAH blang kalau mereka sudah kluar dari FAH tp mereka tidak pindah krmh ortu mereka , mereka tetap ngontrak bersama?yg ingin saya tanyakan apa benar tindakan mereka?apa mereka sudah keluar dari FAH?atau hanya kamuflase unduk berdiplomasi kpada orang2 sekitar?

  85. Al-Faqir berkata:

    Teman2 dan sudara2ku sekalian, ada khabar gembira datang dari Bogor.
    Saudara kita, teman kita yg selama ini kita kenal baik, yaitu Joko (kader FAH yg lama di Surabaya, terakhir ditempatkan abu hamzah di Bogor) telah menyatakan kepada abu hamzah melalui SMS demikian : “Bismillah, asa fii Rahmatillah dengan setiap diri kembali kepada fitrah Allah. Afwan kami tidak bisa mendukung lagi kerja2 abu hamzah, kecuali ada upaya kembali ikut Allah, Rasul dan sahabat Rasul (dgn lurus)…Jazakalloh.”

    Abu hamzah membalas SMSnya demikian : “Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Alfitnatu assyadu minal qotli”

    Dan atas SMS itu, Zaini (mantu kesayangan abu hamzah) juga ikut membalas SMS, isinya demikian : “Tiap2 diri bertanggung jawab pd Allah, saya menyeru pada Allah dengan menyerukan Al-Qur’an, sementara Joko dan temen2 Joko menyeru orang pada blok internet, dan hanya sebagian dari kitab Allah, jadi mana yg kembali pada Allah? Berfikirlah dengan ilmu Allah.”

    Untuk orang2 yg masih setia terhadap abu hamzah, persaksikanlah sahabat kami itu yg telah berkata haq kepada pemimpin kalian, yaitu orang yg kalian anggap satu2nya manusia paling paham Qur’an di kolong langit pada hari ini dan satu2nya manusia yg kalian anggap paling beriman di bumi pada hari ini. Persaksikanlah bahwa sahabat kami itu bukanlah seorang “yess-man” seperti kalian yg tidak pernah mau men-check apa yg kalian “yess”-kan, benar atau salah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’Ala memberikan kalian hidayah, sebagaimana sahabat kami itu.

    Untuk teman2 yg lain yg telah keluar dari FAH, sudilah berdoa untuk sahabat kita, keluarganya dan orang2 yg ikut keluar dari FAH bersamanya. Semoga mereka dikuatkan untuk tetap dengan keputusan yg haq. Kita semua sama2 faham, keluar dari FAH bukan perkara mudah…

    • jutawansmart berkata:

      Allahu Akbar,,!! Alhamdulillah

      Semoga joko dan keluarga dilindungi dan dibimbing Allah SWT dalam menjalani kehidupan barunya lepas dr cengkraman jahat ASU (Agus SUpriyadi)

      zaini itu mantu yang baik, mantu sang pemimpin gerakan agama baru,, wajar kalo omongannya ga nyambung asal ngejeplak yg penting membela bapak, justru krn joko mikir dg ilmu Allah dia keluar, kalo mikirnya masih dg pandangan bapak kayak zaini, sampe matahari terbit dr barat ga akan keluar dia dr kelompok itu

      Ini mrpkan salah satu tanda kekuasaan Allah jika mau berfikir,, insya Allah bermanfaat blog ini

    • Abu Ahmad berkata:

      ya benar akhi,kita sama-sama berdo’a kepada Allah Azza wa Jalla supaya kita dan kaum muslimin umumnya dan khususnya kawan2 yg keluar dr suatu firqoh,dikuatkan kesabaran dan diberi tambahan hidayah menuju hidayah sunnah,dgn meninggalkan penyimpangan2 dr ahlul bida wal hawa’.sekalipun oleh ahlul bida wal hawa dianggap ‘murtad’,tetapi bgm kita tdk murtad dr Islam,bahkan bgm kita berikhtiar dan memohon kpd Allah supaya Islam ditegakkan dgn cara benar mengikuti sunnah Rasul-Nya,bukan dgn cara2 bid’ah,hawa,dan sangkaan manusia zaman sekarang..
      Tidak ketinggalan do’a kita utk saudara2 se-islam yg msh dlm syubhat firqoh,smoga Allah menunjuki dan membukakan qulub mereka utk ruju’ kepada pemahaman Kitabullah wa sunnah Nabi menurut pemahaman salafush-shalih

    • Bapaknya AHMAD berkata:

      Kisah fabel asu dan kirik (anjing dan anak anjing) memang begitu bro dan sis, sama2 gonggong kalo tulangnya diganggu/diambil, dan diingatkan/tidak, sama aja, menjulurkan lidahnya..

  86. Al-Faqir berkata:

    Teman2 dan saudara2ku sekalian, ada khabar gembira lagi, kali ini datang dari Karawang.
    Saudara kita, sahabat kita yg selama ini kita kenal baik, yaitu Agus / Juned (kader FAH di Karawang-Cikampek) telah melepaskan diri dari FAH juga bersama keluarganya dan beberapa orang.
    Untuk teman2 semuanya, kita panjatkan do’a untuknya, keluarganya, dan orang2 yg keluar dari FAH juga, semoga mereka ALLAH kuatkan dengan keputusan mereka yg haq….Semoga mereka menjadi orang2 yg beruntung….

  87. mantan preman ORTEGA berkata:

    utk kang Ari,jgn salah sangka,saya justru mengingatkan atas coment-nya badaic,yg ga pernah bagus coment-nya.sok2 jadi preman,ga tahu kalo beradapan sm preman betulan mungkin dah ngacir ,mana brani coment begitu,ya kan badaic?

  88. hamba ALLOH berkata:

    Bismillah, to zaini, kata anda dan mertua anda menyeru pd Qur”an belah mananya ya? Slama sy ikut bljr dFAH yg diajarkan cuma Al Qur’an yg penafsiranny diubah ubah seperti orang Yahudi (Ali imron 78,) btul yg diungkapkan A-U, mrk menafsirkan Al-Qur’an dgn hawanya sesuai dgn keinginan mrk, menukarkan ayat2 alloh dgn hrg sdikit (Albaqoroh 41) demi ambisi, kekuasaan dan harta, jg memakan harta dng jln bathil (At taubah 34) itu kerjaan Yahudi trs membuat perusahaan ada bnyk penanam modal,kalian cuma menikmati hsilny dr keringat murid2ny bahkan bnyak prempuan yg banting tulang buat orang2 yg “lbih paham”(kerjaan o/Yahudi), sampai ada perempuan yg meninggal sakit tiba2, memang itu takdir dr Alloh tp sblmny tenaganya diperas hbis2an dan mrk membela diri itu krna kesalahan pr itu jd o/yg meninggalpun msh diomongin, Apakah pa agus ga tau ato pura2 ga tau? Murid yg dia percayai di bndg kononny paling paham ia memeras harta murid2ny yg kaya dan yg tdk kaya diperas tenaganya, stiap perusahaan yg diamanahin kdia slalu rugi bahkan raib uangnya entah kmana, Apakah itu gambaran o/yg mengajarkn AlQur’an? Apakah mgkin Islam dtegakkan sm orang2 yg slalu berdusta,ingkar janji,khianat,pencuri? Bertaubatlah sblm terlambat, Apakah tdk takut pd Alloh? Bnyak orang yg kalian sesatkan, yg terdzolimi atau nunggu peristiwa yg lbih dahsyat peringatanny dr Alloh sehingga kalian br menyadari?

  89. Tholabul ilmi berkata:

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Aku menjamin sebuah rumah di teras surga bagi yg meninggalkan debat,padahal dia sebagai pihak yg benar,dan rumah di tengah-tengah surga bagi yg meninggalkan berdusta meskipun sekedar bercanda,dan rumah di bagian paling atas surga bagi yg berakhlak mulia.”
    (HR. Abu Dawud no.4800 dan imam lainnya,dishahihkan Syaikh al-Albani di dalam Shahih al-Jami’ no.1464)

    jika berdebat/diskusi bukan utk mencari kebenaran dan hanya mengedepankan hawa nafsu maka tdk ada manfaatnya..lebih baik jadi thalibul ilmi,dengar ahli ilmu menyampaikan ilmu(dalil-dalil dari kitabullah,sunnah nabawi,atsar shahabat dan perkataan para ulama salaf).

  90. hamba allah berkata:

    assalamu’alaikum akhi ada yg mau saya tanyakan, swktu saya ikut FAH, ada pemahaman mengenai semblihan, swktu dFAH kita tak boleh makan sembilah org dluar kelompok FAH, lalu sbnarny tafsir yg benar menurut ahli tafsir (qs, almaidah:3 ) sprt apa?

    • Al-Faqir berkata:

      Waalaikumussalam. Dulu kita dilarang makan sembelihan “orang luar” itu dikarenakan semua “orang luar” dianggap kafir. Bacalah : “Koreksi pemahaman yg salah…(1) & (2)” hingga tuntas. Jika sudah tidak mengkafirkan “orang luar” (yg Islam) lagi, tidak ada alasan tidak mau makan sembelihannya. Kitapun diajarkan utk berbaik sangka. Kita hanya tdk akan makan makanan atau sembelihannya jika nyata2 dalam rangka persembahan utk berhala spt “ANCAK”, “SESAJEN”, perayaan imlek, Natal, dll. Dan kita jg tdk akan makan sembelihan jika nyata2 mendapati penjual yg curang (menjual bangkai).
      Dalam kondisi normal, tidak perlu was-was berlebihan dlm masalah ini. Mau traktir saya makan ayam bakar di warung padang? Wah…itu favorit saya.
      Tapi kayaknya saya lebih suka dalam bentuk kirimannya aja deh…he..he..he..

      • orang hilang berkata:

        Hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain nama Alloh maka hukumnya haram, apa yang dikatakan Al-Faqir itu benar tetapi apabila dalam proses penyembeliahannya disebut nama Alloh dan tidak mensekutukan dengan yang lain maka hukumnya halal, sehingga apa yang dipahamkan pada Firqoh ini tentang haram memakan sesembelihan diluar kelompoknya sebenarnya lebih melindungi harta / uangnya agar tidak keluar katanya si INTERNALISASI pernah ada kan pemahaman itu, dan apapun harus internalisasi, padahal internalisasi dalam prakteknya lebih kepada memakan harta orang lain dengan cara dzolim

      • tauhidsyahadah berkata:

        INTERNALISASI ?
        Lalu Hadist ini tdak pernah dibacakan ?
        1. Abdurrohman bin Abi Bakar rodhiallahu ‘anhuma berkata: Kami bersama Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datang orang musyrik yang kusut rambutnya lagi tinggi dengan membawa kambing yang dia giring. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dijual atau diberikan?” Dia menjawab: “Tidak, Dijual.” Maka beliau membeli darinya seekor kambing. (HR. Bukhori)

        2. Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘anha, berkata: Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membeli makanan dari seorang Yahudi dengan menunda pembayaran dan menggadaikan baju besi beliau padanya. (HR. Bukhori)

        3. Dari Ibnu Abbas, berkata: Nabi Allah shollallahu ‘alaihi wa sallam ditimpa oleh kesusahan. Hal itu sampai kepada Ali rodhiallahu ‘anhu sehingga dia keluar mencari pekerjaan untuk mendapatkan sesuatu yang bisa dia kirim pada Nabi Allah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Ali mendatangi kebun milik seorang laki-laki Yahudi. Ali mengairi sebanyak 17 timba air untuk orang tersebut. Tiap timba dinilai satu buah kurma. Maka orang Yahudi itu membebaskan Ali rodhiallahu ‘anhu untuk memilih 17 kurma ajwah dari kurmanya. Lalu Ali membawanya kepada Nabi Allah shollallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro)

        4. Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘anha, istri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, berkata: Rosulullah dan Abu Bakar mempekerjakan seorang laki-laki dari Bani Ad-Dail penunjuk jalan yang cakap, sementara laki-laki itu ada di atas din orang-orang kafir Quraisy dengan menyerahkan padanya dua kendaraannya dan menjanjikan (penyerahan) dua kendaraannya padanya di gua Tsur setelah 3 malam pada pagi hari ke-3. (HR. Bukhori)

  91. hamba allah berkata:

    satu lg yg ingin saya tanyakan, teman saya yg sdh kluar dr FAH tetap tdk mau pindah k rmh org tuanya alasanny krn bapakny seorg ustad yg dia katakan menjual ayat2 allah (Qs. al-baqarah:41) lalu sbenarny menurut ahli tafsir yg benar apa makna jgn menjual ayat2 allah dg harga yg sedikit?di akhir ayat 41 surat al-baqarah? saya mohon bantuanny untuk djawab jazakalloh

  92. bang duel berkata:

    ni pade ngomongin ape sih…….? emang ada aliran baru ye….? ane mualaf neh, bingung,…………beerrrrrrrrrrrr

    • Rany berkata:

      ngomongin aliran sesat, supaya antum2 waspada ama bapak abu hamzah 1 ini.. blog ini dibuat sama orang yg udah keluar dari aliran itu, karna jelas dah kesesatannya. Na, komen2 di atas itu komennya para mantan pengikut aliran ini.. Coba di baca baik2 artikel nya, semoga bermanfaat.
      Alhamdulillah klo mualaf, semoga iman antum semakin kuat. Islam gk boleh berpecah2 bro, Tuhan nya 1, agamanya 1, Nabi kita nabi akhir zaman, the only 1, tidak ada lagi nabi sesudahnya. Umatnya juga harus bersatu, itu baru betul.

  93. tafaroqu berkata:

    Assalamu’alaikum penulis alhamdulillah saya baru keluar FAH, baru2 n di karenakn ada beberapa hal yg kurang lurus dari memahami ayat-ayat Alloh. sehingga kalau pemahaman tadi udah mendarah daging susah untuk merubahnya sebagaimana yang saya pernah alami, alhamdulilah lewat blog ini saya bisa memikirkan apa yg penulis sampaikan karena saya melihat banyak hujah yang jelas, sehingga membuat saya membulatkan tekad untuk keluar dari FAH. mudah-mudahan alloh menunjuki jalan yang lurus bagi saya ataupun orang2 yang sudah keluar dari FAH. jazakalloh.

    • Al-Faqir berkata:

      Walalaikumussalam ya akhi…Alhamdulillah klw antum sudah bisa lepas dari FAH, memang tdk mudah keluar dari sana, kita semua merasakannya…
      Belenggu pemahaman yg salah di FAH sering membuat kita sangat sulit menerima kesalahan pemahaman kita sendiri, sehingga kita cenderung terus merasa benar dan senantiasa menyalahkan orang lain tanpa koreksi balik yg eksesnya sebenarnya justeru membahayakan diri kita sendiri di hadapan Allah.
      Selamat datang saudaraku…selamat menempuh hidup baru.
      Semoga antum & keluarga dibimbing oleh Allah menuju mardhotillah. Kembalilah kita bersama-sama dgn yg lain sebagai saudara2 sesama muslim di manapun berada. Do’a kami untuk antum & keluarga.

      • tafaroqu berkata:

        akan tetapi ada kaka peremuan saya yang masih didalam, sebelumnya saya bicara terlebih dahulu bahwa banyak ketidak lurusan dijamaah kita ini, tapi dia tetap dalam pemahamanya,mungkin dia merasa lebih faham karena awalnya dia yang ngajak saya masuk di FAH ini.Sekarang semua akses ditutup yang tadinya saling membantu baik dari sisi ilmu atawpun tijaroh terputus begitu saja bahkan no telepon diganti,tapi Alhamdulilah saya tau dimana dia tinggal, bahkan rumah yang dia tinggali sempat saya dan kawan2 perbaiki,setidaknya saya bisa memantau dari orang2 sekitarnya.Selain saya lagi memikirkan solusi dengan temen2 yang sudah keluar,saya berharap juga saran dari penulis.jazakalloh

        • Al-Faqir berkata:

          Semuanya atas takdir Allah, laa haula wa laa quwwata illa Billah. Kita memang tdk bisa memaksakan berbaliknya kondisi kulub seseorang, karena hanya Allah yg mampu seperti itu. Bersabar dan memperbanyak sholat (tathawwu) adalah solusi terbaik. Adalah Rasulullah ketika menghadapi permasalahan yg berat beliau sholat (lihat tafsir Ibnu Katsir Qs.Al-Baqarah:45). Tetap jaga hubungan dgn kakak perempuan antum, meskipun sulit dan jarang2. Apabila ada kesempatan berbicara, berkatalah dgn baik2 kpdnya agar meneliti ulang hujjah yg diyakininya, apakah memang sudah benar atau belum. Tawarkan kpdnya agar sama2 memohon langsung kpd Allah supaya diberikan petunjuk yg benar, tawarkan kpdnya utk sholat istikharah ataupun sholat malam.
          Yakinkan dia agar mau melakukannya, sambil berharap diberi petunjuk yg benar oleh Allah Subhanahu wa Ta’Alaa. Apabila ia mau lebih mendekat kepada Allah, maka Allah pun akan mendekat kpdnya dan memberikan solusi yg baik utknya. Demikianlah ya akhi, semoga Allah memberikan keputusan yg baik utk kita semua. Jangan pernah berhenti utk berdo’a…Semoga antum dan keluarga diberikan keteguhan dan kesabaran menghadapi semua masalah ini.

  94. wida berkata:

    assalamu’alaykum apa kbr kak sandy n klrga, ? allahu akbar,,subhaanallah ,, alhmdulillah,, akhrny ALLAH pertmkan qt kmbli di ‘reuni ex F A H’,, :). sy brhrp ad solusi y riil u ‘nasib’ ex F A H kdpn y lbh baik, sbgmna y sdh tmn2 usulkn diatas. u tmn2 y msh betah d F A H ,y bca blog ini, y msh jutex klo ktmu, smga ALLAH hlngkn ktakutan dr pa agus n pmahamnnya,, yuuk qt reunian lg , tentunya d jln y lurus,,

    • Al-Faqir berkata:

      Wa’alaikumussalam, Wida…Alhamdulillah, saya dengar anda sdh lebih baik.
      Sesungguhnya dgn keluarnya teman2 dari FAH itu sdh solusi yg baik, Wida. Jangan lagi pola berfikir lama yg keliru dilanjutkan, yaitu org2 yg keluar dari FAH dibuatkan jama’ahnya tersendiri dgn dipimpin oleh org yg semisal pak agus (orang yg tanpa sanad yg jauh dari ilmu yg haq, bukan ulama, bahkan pengikut (murid) ulama pun bukan). Jangan lagi ada di antara kita yg sok2-an mau memimpin di jama’ah baru lantaran sulit mengendalikan hawa nafsu utk tetap menjadi pemimpin atau tetap menjadi guru yg dihormati org, sebagaimana ketika dulu di FAH. Pola seperti ini sama saja dgn keluar dari satu sekte untuk membuat sekte baru. Keluar dari satu penyakit utk pindah ke penyakit yg lain. Kita semua sdh tahu “modal2″nya org FAH : Hanya banyak ‘ujub’ namun sebenarnya jauh dari ilmu yg haq. Semoga Allah ampuni semua kesalahan2.
      Akan tetapi (insya Allah) saya yg dhoif ini banyak menangkap hal yg positif, bahwa ex kader2 FAH benar2 telah menyadari kekeliruan2 fahamnya di masa yg lalu secara utuh. Inilah org2 yg keluar dari FAH lantaran sadar utk bertobat, bukan keluar dari FAH lantaran sekedar tidak puas dgn kepemimpinan pak agus atau tdk puas dgn kondisi jama’ah palsunya itu. Alhamdulillah, mudah2an memang tdk seperti itu…banyak hal yg terlihat positif.
      Teman2 yg telah keluar dari FAH mengikuti pengajian2 yg ada, yg organisasi atau atribut2nya mungkin berbeda-beda, tetapi insya Allah tetap dalam koridor kriteria Ahlus-Sunnah.
      Teman2 yg keluar dari FAH tetap terjalin ukhuwahnya terutama di daerahnya masing2, dan dgn adanya komunikasi email atau lewat HP dimungkinkan mrk bisa menjalin ukhuwah dgn yg di luar daerahnya jg. Suatu saat mrk barangkali saling bertemu, itu terserah masing2 org.
      Begitulah, Wida. Ikutlah berdoa untuk kami, semoga Allah ampuni kesalahan2 yg kami perbuat di masa yg lalu.
      Penyesalan2 yg ada membuat sangat sulit bisa tertawa lepas…

      • wida berkata:

        aamiin,,, jazakumullah khair udah diingetin kak, insyaallah qt smakin bermujahadah utk lbh baik dlm memahami dien ini dan menggapai ridha allah

        • Ummu Khonsa berkata:

          saya adiknya abu dzaki ^^ Remember me ?? :D

          • wida berkata:

            hehe,,,berarti ni nama adikny zahra ya kak,, ;). of course aq msh inget bnget, walau qt smpt lost contact wktu zahra tinggal ma sy, pi msh inget n pengen ktmu n ngobrol lg, kek wkt msh di kebon kopi dlu. pi th sndiri kan hrp dimngerti situasiny,ya kak,,, ;D . boleh mnt nopeny ga ? btw skrng tinggal dmn ?

    • Ummu Khonsa berkata:

      wa alaikissalam ukhty Widaa .. Ini wida cilengsi bukan yahh ..?

  95. tauhidsyahadah berkata:

    Assalamu’alaik.
    Al Faqir
    Bagaimana tanggapan anda dengan klaim mereka dengan hadits :
    Shahih Muslim hadits no. 2589 :
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَأكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ اَفَرَاَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنَّ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُولُ فَقَدِاغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَقَدْ بَهَتَهُ
    “Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian apa itu ghibah ?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. “Beliau berkata, “Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka” Ada yang menyahut, “Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?” Beliau menjawab, “Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya”
    Sedangkan anda masih menganggap mereka “saudara muslim” ?
    Mengapa anda tidak anggap saja mereka “bukan saudara” lagi, sehingga hadits tsb menjadi tidak tepat untuk mengklaim anda ghibah terhadap “saudara muslim” ?

    • Al-Faqir berkata:

      Waalaikumussalam. Jawaban ttg ini sangat terkait dg konsep al-Jarh wat-Ta’dil dlm pemahaman para ulama Islam, dan sudah pernah saya kemukakan dlm reply-comment saya thd seseorang di tulisan “Megalomania Syndrome”. Tetapi tdk mengapa, bisa saya ulang.
      Silahkan anda klik di sini : http://sekteislam.files.wordpress.com/2013/04/jawaban-ttg-al-jarh-wat-tadil.docx” rel=”nofollow”

      • tauhidsyahadah berkata:

        Dari pengungkapan2 saksi / korban, sudahkah bisa disimpulkan Pemimpin dan Pembesar Ahli Bid’ah ini kemudian bisa disebut dengan sebutan yang sebagaimana dalam Al qur’an / Hadits : “Zalim, Fasik, ataukah Murtad, Musyrik” dsb ? Ataukah mereka masih tetap “Saudara kita” ? Atau kita biarkan saja mereka menjadi bulan-bulanan oleh mantan korban dengan sebutan hayawan – yang dominan dilatarbelakangi oleh balas dendam (mudah2an kami salah menilai kepada sesama mantan korban).

        • Al-Faqir berkata:

          Untuk saudaraku “tauhidsyahadah”, setiap kali ada perkataan “zholim” atau “fasiq” tidak selalu mengandung makna yg homogen, begitupun perkataan “kafir”, sebagaimana dalam suatu atsar dari Thowus dari Ibnu Abbas رضي الله عنه (tentang penafsiran Qs.Al-Maidah:44,45 & 47) :
          كفر دون كفر، وظلم دون ظلم، وفسق دون فسق ”Kekufuran di bawah kekufuran (kufur ashghor), kezholiman yg di bawah kezholiman, kefasiqan yg di bawah kefasiqan” (Dikeluarkan oleh Al-Marwadzi dalam Ta’zhiimu Qadrish-Shalah 2/522/575. Lihat Silsilah Ash-Shahihah oleh Syaikh Al-Albani 6/114).
          Perkataan “syirik” yg bermakna bisa mengeluarkan dari Islam (apabila terpenuhi syarat2nya) adalah “syirik akbar”. Jadi, tdk setiap perkataan syirik juga bermakna homogen. Tentang hal ini memang tdk (atau belum) kami bahas di blog ini secara detil, karena fokusnya memang baru sebatas membantah pemahaman2 FAH yg keliru.
          Tentang org2 yg masih di FAH, kami tdk mengkafirkan mereka. Mereka masih kami anggap sbg saudara satu dien, meskipun mereka menganggap bahwa kami yg telah keluar dari FAH adalah org2 murtad & kafir. Sebaiknya anda mengikuti tulisan2 di blog ini dgn teliti, sebelum menyimpulkan bahwa kami telah memvonnis bahwa org2 FAH murtad, keluar dari Islam sehingga halal harta dan darah mereka bagi kami (begitulah kalau seseorang dinyatakan murtad).
          Mengenai org2 ex FAH yg tampak “marah”, adalah hal yg wajar saja, mengingat apa yg telah mereka alami selama mengikuti ajaran2 di FAH yg banyak berdampak buruk. Kemarahan dan kekesalan mereka adalah manusiawi dan hendaknya jgn buru2 disimpulkan bahwa mereka itu dendam….Anda sepertinya belum tahu bahwa org2 yg sempat bermusuhan karena yg satu keluar dari FAH sedang yg satunya lagi belum, ketika mereka sama2 keluar dari FAH mereka kemudian rujuk dan tdk bermusuhan lagi. Tdk ada dendam di antara mereka. Apakah anda juga sudah tahu bahwa org2 ex FAH yg hanya anda lihat kemarahannya itu ternyata dalam kesehariannya sering mendoakan saudara2nya yg masih di FAH agar diberi petunjuk & hidayah yg lurus? Kalau anda belum tahu, coba berkomunikasi dan bergaullah dgn mereka.
          Bagus apabila anda punya perasaan jg thd org2 yg msh di FAH, inipun manusiawi. Kasihan jk mrk (org2 FAH) hanya jadi bulan2an mantan korban2 FAH.
          Akan tetapi apakah anda jg punya perasaan thd agama anda? Agama yg anda anut itu telah dijadikan bulan2an oleh org2 FAH, dgn dita’wil semau-maunya, dilecehkan para ulamanya, dianggap remeh dan enteng ilmu2nya dan direndahkan para penganutnya (dgn dianggap kafir)…

    • Rany berkata:

      Herannya, orang2 yg di FAH seringkali menyangkal dengan hadits2 yang sesungguhnya hadits/penyangkalan itu BERKENAAN dengan mereka sendiri.. Mudharat yg telah Abu Hamzah lakukan JAUH LEBIH BESAR di bandingkan bulan2an orang2 ex FAH. Bayangkan seorang perempuan dinikahkan tanpa izin bapaknya sudah berapa banyak? Bukan ghibah lagi yg mereka lakukan, tetapi MEMUTUS HUBUNGAN KEKELUARGAAN. Lihat surat 47(Muhammad):22-23.

      Dan banyak lagi sangkalan2 yg mereka kemukakan pada murid2 nya yang padahal MEREKALAH yang melakukannya. Tapi mereka gak sadar.. Di bilangnya kami2 yg udah keluar memusuhi saudara sesama muslim(maksudnya orang FAH), padahal SELAMA INI MEREKALAH yang MEMUSUHI SEMUA SAUDARA SESAMA MUSLIM NYA !
      Mau nya kami yang memahami mereka, jaga perasaan dan jangan ganggu mereka, tapi mereka TIDAK PERNAH MAU memahami PERASAAN, PENYESALAN, dan KESEDIHAN kami AKIBAT PERBUATAN MEREKA..

      Kalau Abu Hamzah di ganggu, marah, kalau orang lain yang dia ganggu, dizalimi, di peras habis2an, di kucilkan, gak boleh marah, ketika yg di zalimi marah, orang FAH bilang: “Dia menzalimi kita..”
      *tepok jidat

  96. Al-Faqir berkata:

    Kembali ada berita gembira. Teman kita Salman Bandung akhirnya telah keluar dari FAH beserta keluarganya dan juga kerabat2nya. Semoga mereka dikuatkan dan dibimbing oleh Allah dalam mengambil keputusan yg haq.
    Dan teman kita yg kita kenal baik, Edi Cikarang (Abu Ali) juga telah keluar dari FAH beserta keluarga dan mayoritas org2 yg dihandelnya di Cikarang-Lemah Abang. Semoga Allah bimbing mereka dari keterpurukan menuju kecerahan. Semoga mereka dan juga kita semua dibimbing oleh Allah ke jalan yg lebih lurus.
    Selamat datang kawan2ku…..Selamat menempuh hidup baru, dengan kisah hidup yg juga akan baru.
    Ramadhan tahun ini akan menjadi Ramadhan yg paling menggembirakan

  97. icha aisyah berkata:

    Assalamu’alaikum…. ini wida yg dulu sisternya abu jundi ya waktu di cilengsi bareng ama sri, hulatul juga ama ningsih ya ??? afwan kalau salah….. min. Ummi Khidr yg dibekasi…

    • wida berkata:

      wa’alaykumslm,,,,, iy betul, mba icha apa kbr ? btw udh keluar jg nih ? bekasinya mn mba ? udh ga di cikrng lg ?

    • Ummu Khonsa berkata:

      assalamualaikum Ummu Khidir … Bilakah Kita berjumpa lagi ?? Pasti Haru Rasanya yaah Hiks hiks hiks ..<3

  98. saudaramu berkata:

    Bismillah, To saudara2ku se-diin yg sdh mengetahui penyimpangan dFAH mdah2an Alloh beri kmudahan to berlepas scara total dr FAH, tdk bermajelis lg dgn mrk..Amiin
    Ingatlah QS An nisaa’ 140, Al An’aam 68 (Dan apabila kamu melihat orang2 memperolok-olokan ayat Kami, maka tinggalkanlah mrk shingga mrk membicarakan pembicaraan yg lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini) mk jgnlah km duduk bersama orang2 yg zalim itusesudah teringat(akan larangan itu).
    Al Imam Asy Syaukani rahimahulloh : “Dlm ayat itu terkandung nasihat yg agung bg mrk yg mentolelir duduk bermajelis dgn ahlu bid’ah yaitu dgn orang yg suka mengubah-ngubah perkataan Alloh SWT, mempermainkan kitabNya (Sunah Rosulnya serta mengembalikan pemahaman Al-Qur’an & As-sunahnya kpd hawa nafsu mrk yg menyesatkan & BID’AH mrk yg rusak). Maka jika seseorang tdk mampu mengingkari/mengubah kebid’ahan mrk paling tdk ia hrs MENINGGALKAN MAJELIS ITU!”
    Al Imam Asy Syaukani rohimahulloh menjelaskan diantara bahaya duduk bersama o/yg menyimpang .terkadang orang yg menyimpang tsb menjadkan kehadiran seseorang brsama mrk (meskipun orang trsb bersih dr kbid’ahan yg mrk lakukan) sbgai syubhat dgnny, mrk mengaburkan permasalahan atas orang awam, jd dlm khadirannya d majelis mrk trdpt tambahan mudhorot dr skedar mendengarkan mendengarkan kemunkaran. (Fathul Qodir 2/185)

  99. saudaramu berkata:

    Al Imam Fudhail bin Iyadh rahimahulloh :”Barangsiapa yg memuliakan pelaku kebid’ahan mk sungguh dia tlh menolongnya untuk menghancurkan Islam” (Syarhus Sunnah hal 128 karya Al Imam AlBarbahari rahimahulloh).
    “Jauhilah duduk dgn orang yg merusak hatimu (Aqidahmu) dan jgnlah engkau duduk bersama pengekor hawa nafsu (ahlu bid’ah) krna sungguh sy khawatir kamu terkena Murka Alloh (HR Ibnu Baththoh dlm Al Ibanah 2/462-463 no.451-452)
    Al Imam Muhammad bin Sirrin : “Sesungguhnya ilmu itui adalah agama ,maka lihatlah dr siapa kalian mengambil agamamu” (HR.Muslim no.26)
    (kitab lamud Durril-Mantsur minal Qoulil Ma”tsur hal 36-37)
    Dua orang dr kelompok pengikut hawa nafsu mendatangi ibnu Sirrin lalu berkata : “Wahai abu bakr bolehlah kami menyampaikan hadits kpdmu?”
    jwb beliau : “Tidak!”
    keduanya berkata lagi : “kl bgtu kami bacakan 1 ayat Al-Qur”an kpdmu?”
    jwb beliau : “Tidak, kalian pergi dr sini ato sy yg pergi.”
    Lalu keduanya keluar. Sebagian orang berkata “Wahai Abu bakr mengapa engkau tdk mau mrk membacakan ayat Al-Qur’an kpdmu?”
    Beliau menjwb : “Sungguh aku khawatir mrk bacakan kpdku 1 ayat lalu mrk selewengkan maknanya shingga tertanam dlm qulubku.” (HR.Ad Darimi (1/20 no. 397).
    Ada juga ulasan dr Penulis (AL Faqir) tentang duduk bermajelis dgn ahlu bid’ah di comment “Ulama”, bagi yg blm membaca silahkan baca, besar sekali manfaatnya…Mudah2an Alloh membimbing kita ke jln yg Lurus…Amiin

  100. hamba Allah berkata:

    Bismillah. Mas punya akun FB/YM/email biar bisa chat gitu gak? kebetulan ada yg ingin saya tanyakan/diskusikan tentang firqoh abu hamzah ini.. jazakallah.

  101. Abu Ahmad Cileungsi berkata:

    Alhamdulillah, temen-temen yang lebih paham dari saya tentang ajaran kelompok Abu Hamzah sudah pada keluar, mungkin dulu orang seperti saya masih dianggap orang abu-abu/samar-samar sama mereka.

  102. hamba Alloh berkata:

    Bismillah,S.Yaa Siin:11 Sesungguhny kamu hanya memberi peringatan kpd orang2 yg mau mengikuti peringatan dan yg takut pd Alloh (Arrohman bilghoib), dan surat Al A’laa : 9 -11 Dan beri lah peringatan krn peringatan itu bermanfaat orang yg takut (kpd Alloh)akan mendapat pelajaran.Ketika kita niat “berda’wah “pd orang2 yg berada d firkoh dgn kita duduk bersama mereka dan dipimpin oleh mrka kita luruskan niat krna Alloh d caranya mengikuti Yg Alloh ajarkan d Rosul contohkan.telaah ulang kl msh mempunyai pemikiran sprti itu mksudny niat mau mengingatkan mrk, kita selamatkan diri kita,kita bukan ulama kita hrs msh bnyak belajar ilmu Alloh, mendekatkan diri pd Alloh, dan d QS Al Qoshosh 56 Sesungguhny kamu tidak dpt memberi petunjuk kpd orang yg kamu cintai,tetapi Alloh memberi ptunjuk kpd orang yg dkehendakiNya,dan Alloh lbih mengetahui orang2 yg mau menerima ptunjuk.

  103. to tauhid syahadah berkata:

    Bismillah,”Mu’min yg berda’wah lebih baik daripada yg menyendiri” dhadits mana d no.brp?stelah sy mendengar rekaman itu Mu’min yg berbaur dgn berda’wah pd orang kafir musyrik seperti Rosul disikapi buruk oleh o/musrik dan mrk tidak mau beriman pd Alloh kmudian rosul berlepas dr orang2 kafir musyrik.Kalau kasusny ada orang yg di dzolimi oleh orang2 sprti dFirqoh misalny dicela ditekan dgn ayat2 Alloh yg disewengkan tafsirny dgn pemikiran mrk,hartany yang di perusahaan tdk dikembalikan,hutang tdk dbyar dengan dalih harta ghonimah yg hrs dbagikan kmrk,krna yg sdh keluar dianggap kafir(ga nyambung banget dgn ayat itu kasus perang),Apakah kita hrs tetap “Sabar” ada di majelis mereka mengingatkan mereka pdhal mrk menolak hujah yg benar bahkan mengusir dan tdk menganggap teman lagi,tp tetap kita hrs sabar .Tlg telaah lg “sabar” itu scara tafsirny dan contoh rosulny sprti apa?kita hrs menyelamatkan diri,jgn sampai memberi jln orang to mendzolimi yg lainnya/diri kita.(contoh dgn bermajelis dgn mrk) kita doa’kan mrk mdah2an menyadari kesalahanny,Mudah2an Alloh ajarkan ilmu yg lurus pd kita semua..Amiin

    • tauhidsyahadah berkata:

      Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
      “Orang mu’min yang berbaur di tengah manusia dan dia sabar terhadap sikap buruk (penindasan) mereka adalah lebih baik daripada orang mu’min yang tidak berbaur dengan manusia dan tidak sabar terhadap sikap buruk mereka” (HR. Ibnu Majah, hasan, dari Ibnu Umar, diriwayatkan pula oleh At Tirmidziy) – (juga di HR Ahmad No 4780)
      Qur’an :
      – “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”.(QS. Al Mumtahanah: 8)
      – “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.(QS. An Nahl: 125)
      Surga dan Neraka ada tingkatan, Keadaan Mukmin, Kafir, Munafik dst juga ada tingkatan. Demikian pula yg bid’ah yg mereka lalukan berbeda2. Ada yg melakukan bid’ah yg menuju kpd syirik, ada pula pelaku bid’ah karena taklid. Maka tidaklah keadaan dan pemikiran mereka juga semua samarata.
      Diantara mereka ada yg belum terbuka hatinya, ada yg bimbang, ada yg menunggu bukti yg klimax, atau berbagai keadaan lain.
      Mereka yg mengusir tentu tidak perlu kami temui kembali,
      (Namun contoh Rasulullah walaupun diusir dari Tha’if, Rasul tidak menolak tawaran Malaikat yg akan menimpakan azab utk penduduk Tha’if)
      Mereka yg mau didatangi, atau mereka yg datang kpd kami, maka kamipun berbuat baik. Mejelis yg menerima kami, mau mendengar kami, maka kami sampaikan hujjah nya, itupun dengan target waktu. tidak selamanya. Majelis yg menolak kami, kamipun tidak menghadirinya lagi.
      Contoh kesabaran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tetap menyeru Abu Thalib sampai dengan akhir hayatnya, walaupun tetap pamannya mati dalam musyrik.
      Keadaan mereka dlm firqoh FAH ini bukanlah “musyrik asli”, bahkan dulu adalah “teman kita”…
      “Cintailah kekasihmu dengan sederhana, boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu ketika. Dan bencilah orang yang engkau benci dengan sederhana, boleh jadi engkau akan mengasihinya pada suatu ketika.” (HR At-Turmuzi)
      Sebenarnya kami tidak sibuk pemaksaan pendapat, atau segala yang “berlebihan”, marilah kita konsisten pada “Fastabiqul khoir” dengan dibuktikan dengan amal sholih.

      • Al-Faqir berkata:

        Ya, betul akhi…
        Berlomba dalam kebaikan utk meraih ridho ALLAH di sisiNya adalah bagian dari ajaranNya.
        Kita sudah meninggalkan pola2 lama yg selalu merasa ke-“pede”-an bahwa amalan kita sudah lebih baik dan lebih shohih dari orang lain.
        Allahu A’lam…

  104. Kang Ari berkata:

    Segeralah untuk memperhatikan , secara nyata apabila kita waspada , akan terlihat secara jelas , sebuah usaha yang sudah berhasil secara gemilang , yaitu umat menjadi sangat mundur dan mudah dikuasai , korup , mudah di adu domba . Apakah kita masih tetap akan menggunakan cara yang sudah terbukti salah itu ?

  105. Kang Ari berkata:

    “Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” QS. An Najm 30 .

    Saudara2 ku, dengan tidak mengurangi rasa hormat dimohon kiranya untuk tidak memvonis atau menyebut sesat kepada “mereka” atau siapapun. Karena hanya Allahlah yang lebih mengetahui yang sesat dan yang berpetunjuk. Terkadang karena keterbatasan ilmu , dan prasangka buruk , vonis sesat suka muncul secara semena-mena . heuheu…sekali lagi….maklumilah…

  106. tauhidsyahadah berkata:

    Para Pemimpin Faham Firqoh sering memerintahkan “kerja-kerja Islam” yg rincian ilmunya tidak jelas – kepada murid2 nya dgn: “atas nama Allah”, “ini urusan dari Allah”, “ini keputusan Allah”, dsb, padahal :
    “Katakan: Sesungguhnya yang diharamkan oleh Tuhanku itu hanyalah fawahisy (perbuatan-perbuatan keji) baik yang nampak darinya maupun yang tersembunyi, dosa, aniaya tanpa hak, dan kalian menyekutukan Allah dengan suatu yang Dia tidak menurunkan dalil tentangnya, serta kalian berbicara atas (Nama) Allah apa yang tidak kalian ketahui (ilmunya).” (Al-A’raf: 33).
    Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam Al Fatawa 14/476:
    فَإِنَّ الشِّرْكَ وَالْقَوْلَ عَلَى اللهِ بِلَا عِلْمٍ وَالْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالظُّلْمَ: لَا يَكُونُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ الْمَصْلَحَةِ
    Sesungguhnya syirik, berbicara atas Nama Allah tanpa dasar ilmu, fawahisy (perbuatan-perbuatan keji) baik yang nampak darinya maupun yang tersembunyi, dan kedzaliman (aniaya) adalah tidak ada sedikitpun mashlahat di dalamnya.

  107. sas berkata:

    Akibat Meninggalkan Shalat Jum’at
    Kategori: Fiqh dan Muamalah
    Meninggalkan shalat Jum’at sudah menjadi hal biasa bagi sebagian orang. Sampai seringkali meninggalkannya. Padahal shalat ini adalah kewajiban yang tidak perlu lagi disangsikan. Dalil pendukungnya pun dari Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Maka sudah barang tentu yang meninggalkannya akan menuai petaka yang menimpa jasad dan lebih parah lagi akan merusak hatinya.

    Kewajiban shalat Jum’at ditunjukkan dalam ayat,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

    “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al Jum’ah: 9). Kata kebanyakan pakar tafsir, yang dimaksud ‘dzikrullah’ atau mengingat Allah di sini adalah shalat Jum’at. Sa’id bin Al Musayyib mengatakan bahwa yang dimaksud adalah mendengar nasehat (khutbah) pada hari Jum’at. (Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 8: 265)

    Dikuatkan lagi dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

    “(Shalat) Jum’at adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim dalam jama’ah kecuali bagi empat orang: budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud no. 1067. Kata Syaikh Al Albani, hadits ini shahih)

    Begitu pula disebutkan dalam sabda lainnya,

    رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

    “Pergi (shalat) Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah.” (HR. An Nasai no. 1371. Kata Syaikh Al Albani, hadits ini shahih)
    Lalu bagaimana jika seseorang meninggalkan shalat Jum’at? Apa akibat yang menimpa dirinya?

    Guru kami, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrok hafizhohullah ditanya, “Apa akibat yang diperoleh orang yang tidak menghadiri shalat Jumat? Apa hadits yang menerangkan hal tersebut?

    Jawab Syaikh hafizhohullah,

    Shalat Jum’at adalah shalat yang wajib bagi orang yang tidak memiliki uzur. Barangsiapa meninggalkannya, ia terjerumus dalam dosa besar. Barangsiapa yang meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, hatinya akan tertutupi. Dan ia termasuk orang-orang yang lalai. Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, keduanya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ketika beliau memegang tongkat di mimbarnya,

    لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

    “Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim no. 865)

    Dalam hadits lain disebutkan,

    مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

    “Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai terhadap shalat tersebut, Allah akan tutupi hatinya.” (HR. Abu Daud no. 1052, An Nasai no. 1369, dan Ahmad 3: 424. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih). Ini akibat yang menimpa hati. Musibah ini lebih bahaya dari akibat yang menimpa jasad atau kulit seseorang.

    Sedangkan hukuman duniawi, hendaklah ulil amri (penguasa) memberi hukuman pula bagi orang yang meninggalkan shalat Jum’at tanpa ada uzur agar mencegah tindak kejahatan mereka. Hendaklah setiap muslim bertakwa pada Allah, janganlah sampai ia melalaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan. Jika seseorang lalai dalam demikian, maka ia akan menuai petaka dari Allah. Jagalah perintah Allah, niscaya pahala Allah akan diraih. Dan Allah akan beri karunia kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

    Dari artikel ‘Akibat Meninggalkan Shalat Jum’at’ — muslim.or.id

  108. Abu Ahmad berkata:

    Bagi sebagian pengikut firqoh atau ahlul bida wal hawa,hukum shalat jum’at yang sudah tsabit/kuat tsb.bisa dgn mudah di-cancel atau di-delay pengamalannya.Dengan hasil olah pemikiran para pemimpinnya, mereka merasa yg bisa mengubah atau mengurangi syariat.pdhal Syariat islam sdh sempurna dan lengkap(lihat QS.5:3).adapun pelaksanaan hukum”nya,maka Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya bertakwa menurut kesanggupannya dan dengar serta taat kepada-Nya(lihat QS.64:16).

    Diantara sikap muslim yg baik yaitu bersyukur nikmat,salah satu nikmat tsb adalah disyariatkannya jum’at.Teladan yg baik ada pada para shahabat rodliyallohu anhum,dimana sbgian mereka mengalami masa raja-raja Bani Umayyah,bahkan mendapati gubernur/wali yg dholim dan fasik semacam al-Hajaj bin Yusuf ats-Tsaqofi,tapi mereka tetap mau mengamalkan jum’at,shalat ied,zakat dan haji dibelakang para sulthon tsb.
    Semoga Allah mencerahkan wajah” orang yg mau mendengar hadits Rosululloh Shollallohu alaihi wa sallam kemudian menghafal dan memahaminya,serta mengamalkannya..wabillahi taufiq..

  109. Ibnu Sabil berkata:

    Betul akhi, dari fakta pada sebagian firqoh hukum-hukum syariat yg sdh jelas ketetapannya, bahkan ada dlm al-Qur’an dan sunnah, dan sdh jadi ijma’ para ulama,seperti shalat jama’ah di masjid,shalat jum’at, ied dan haji ke baitullah bisa dgn entengnya dinafikan pengamalannya hanya karena tdk adanya kekhalifahan. Bukankah sdh jelas dlm sunnah, Nabi shallallahu alayhi wasallam mengabarkan bhw kekhalifahan itu 30 tahun, sesudahnya kerajaan. Atau hadits ttg masa2 yg akan dialami umat islam, ada masa khalifah rasyidin, kerajaan yg menggigit, kerajaan yg sewenang2 dan masa khalifah ‘ala manhaj nubuwwah.. juga hadits Shahabat Irbadl bin Sariyyah bhw Rasulullah berpesan agar umat islam tetap dengar dan taat walaupun diperintah oleh budak habasyah (gambaran amir yg tdk diinginkan secara syar’i) dan diperintahkan oleh Nabi utk berpegang dgn sunnah Nabi dan sunnah khalifah rasyidin yg ditunjuki dan dilarang mengada-adakan hal2 baru dlm ibadah/agama. Jadi jika demikian para pengikut firqoh yg beri’tiqod atau beramal menyelisihi sunnah, seolah-olah merasa lebih alim dari Nabi tentang realita zaman (istilah mrk adalah fiqhul waki’), sdgkan ulama ahlus-sunnah yg tetap sabar menekuni dakwah tauhid dan sunnah dijuluki mrk dgn ulama haid dan nifas (pdhal ilmu yg dismpkan menyeluruh,bukan hanya hukum2 ttg wanita)
    atau muncul istilah baru yaitu mrk agamanya “agama shalat”, sebutan bagi umat islam yg rajin shalat ke masjid atau menekuni fiqh ttg shalat. Pdhal memang dlm Islam,shalat adalah ibadah yg agung dan merupakan hak Allah, juga Sabda Nabi : “inna baina ar-rojuli wa baina asy-syirki wal kufri,tarkush-shalaati” (HR.Muslim dari Jabir). Jadi kalau bukan shalat dan masjid, apalagi syi’ar agama ini yg zahir?
    Wallahu a’lam

  110. mantan geng motor berkata:

    maaf neh ikutan nimbrung..setau ane,Syi’ar-syi’ar FAH:
    -internalisasi(saking internal-nye,ilmu syar’i dari kitab para ulama takut bace nye),
    -3D(Duduk,Dagang,Dinar),

    -Real Estate(ngeburu tane/lahan,kaye tuan Takur aje?),
    -GTek (gelar teknologi,boleh aje seh umat islam maju teknologinye,tapi ilmu syar’i solusi buat jaman skrg yg umat butuhin,krn umat jauh dr ilmu mangkenye bnyk maksiat syahwat n syubhat.jaman nabi pagimane?ape teknologi jd prioritas?
    -RFC(Rodda Fans Club=maap ye,ane terjemahin jd Klub Penggemar Amalan tertolak,coba ente liat hadits: man amila amalan, laisa alaihi amruna fa huwa RODDA)..SUBHANALLAH kaga sadar ape bikin name perkumpulan?
    ittaqullah ya ikhwah nyang masih di FAH..wa hadaakumullah..
    Alhamdulillah gua dah lame insaf dari geng motor

  111. riadi2907 berkata:

    Assalamualaikum Kang Sandy
    Di pengajian nya FAH, untuk mengetahui kapan 1 Ramadhan dan kapan 1 Syawal, kita selama ini menunggu instruksi dari Pucuk Pimpinan FAH , lalu bagaimana setelah kita keluar ? siapa yang harus kita ikuti ?

    • Al-Faqir berkata:

      Waalaikumussalam warohmatulloh.
      Ru’yatul hilal (melihat bulan) dipersyaratkan secara syari’at, Rasulullah bersabda :

      صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
      “Berpuasalah dengan melihatnya (bulan) dan berbukalah kalian dengan melihatnya (bulan), maka bila tertutup mendung sempurnakanlah Sya’ban menjadi tiga puluh hari”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

      Apakah keputusan tentang ru’yatul hilal ini ada pada siapa saja? Rasulullah bersabda :

      الصوم يوم تصومون، والفطر يوم تفطرون، والأضحى يوم تضحون
      Hari berpuasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa, hari ‘Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua ber’idul fitri, dan hari ‘Idul Adha adalah hari ketika kalian semua ber’idul Adha. (HR. At-Tirmidzi 697)

      At-Tirmidzi menjelaskan : “Sesungguhnya shoum dan berbukanya itu dilaksanakan bersama ALJAMAAH dan Mayoritas umat ISLAM (Tuhfatul Ahwadzi, lihat silsilah al hadits asshohihah).

      Imam Ahmad bin Hambal berkata : ”Seseorang hendaknya bershoum bersama penguasa dan jamaah mayoritas umat Islam, baik ketika cuaca cerah ataupun mendung. Beliau juga berkata “Tangan Alloh Azza wa Jalla bersama AL JAMAAH”. (Majmu’ Fatawa)

      Imam Badruddin Al-‘Aini dalam Kitab “Umdatul Qari” berkata : “Kaum muslimin senantiasa wajib mengikuti Imaam/Kholifah. Jika Imaam berpuasa, mereka wajib berpuasa, dan jika Imaam berbuka (ber’idul Fitri), mereka wajib pula berbuka”.

      “Sulthon/penguasa” di jaman Rasul dan para sahabat adalah Kholifah. Pada masa sekarang di mana Kholifah belum lagi ada maka pemimpin atau penguasa negeri yg dibai’at/disetujui oleh kaum muslimin di negeri itulah yg dikatakan sbg sulthon/penguasa. Inilah pendapat para ulama termasuk Syaikh Ibnu Al-Utsaimin dan Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz.
      Demikianlah, semoga bermanfaat.

  112. Pelajar baru kemarin berkata:

    Syi’ah itu apa? syi’ah msh muslim atau kafir? karena banyak kaum muslimin yg tdk tahu apa syi’ah,jadi banyak yg tdk respon,ktka ada fatwa dan ajakan utk waspada dari paham syi’ah

  113. indra.081266049157@facebook.com berkata:

    Assalamu’alaikum..
    Bismillah…
    Apabila Agus (Abu Hamzah) menjadikan QS:9/108 Sebagai rujukan untuk tidak pergi ke Masjid/Shalat Jumu’ah, itu merupakan kesalahan yang amat BESAR.
    Kenapa..??
    Karena makna kata (Masjid) pada QS:9/108 adalah tunggal (mufrod), Masjid inilah yang Allah Maksudkan sebagai masjid Dhiror, khusus hanya pada ayat ini, Bukan pada QS:9/18, karena makna kata di ayat QS:9/18 itu adalah jamak = Masaajid (Masjid-masjid).
    Insya Allah…
    Allahu Akbar…

  114. abu Hilmi berkata:

    alhamdulillah adik kami setelah lebih dari 10 tahun mengikuti firqoh sesat abu hamzah sepekan ini kembali ke pangkuan keluarga….jazakalloh abu dzaki atas tulisannya…..sejak lama yg menjadi tanda tanya besar di kepala saya mencari dan mencari firqoh yg di anut adik kami…..kami harap mereka yg keluar di rangkul dan di arahkan pak karena saya mendengar banyak juga yg bingung……dan sampai saat ini rumah kami masih di jadikan tempat kegiatan firqoh ini….doakan kami utk menasehati sang ” ustadz” jadi jadian….

    • Al-Faqir berkata:

      Alhamdulillah…Mudah2an keluarga Abu Hilmi kembali bersatu dalam akidah yg lurus. Maafkanlah org2 yg pernah tergelincir, karena mrk sebenarnya punya niat baik, hanya saja tersalah jalannya tanpa mrk inginkan sebelumnya.
      Org2 yg sudah keluar dan masih bingung, tidak mengapa sementara waktu mrk off dulu dari pengajian apapun utk menenangkan diri dari traumatis yg ada, khawatir jika mrk langsung mencari-cari sendiri akhirnya terjerumus lagi ke pengajian serupa tapi bentuknya saja yg berbeda. Ustadz2 “jadi-jadian” banyak berkeliaran mencari pengikut dari berbagai kelompok2 baru yg berusaha ‘mencengkram’ & mengikat pengikut2nya, yg jika diikuti di awalnya tampaknya bagus…Bertahun-tahun kemudian baru diketahui banyak masalah, tapi “belenggu” nya begitu kuat sehingga sulit utk keluar (karena adanya beban psikologis yg besar).
      Mrk yg keluar baiknya dirangkul, saling menguatkan satu-sama lain.
      Kami doakan Abu Hilmi agar bisa menasehati sang ustadz jadi-jadian yg berpura2 faham Al-Qur’an itu. Semoga mereka bisa menerima nasehat.
      Saya kirim data utk komunikasi melalui e-mail Abu Hilmi.
      Salam kami utk adiknya yg baik, dan jg utk keluarga Abu Hilmi di rumah. Barokallohu fiikum….

    • tauhidsyahadah berkata:

      Hati-hati terhadap Da’i Palsu, sejak zaman Shahabat & Thabi’in memang sudah ada Da’i Palsu… salah2 bisa masuk kedalam lingkaran kemusyrikan yang tak disengaja. Simak di
      http://yourlisten.com/channel/content/17000670/Kajian_Al_Haqoiq_bab_14” rel=”nofollow”>yourlisten.com/channel/Kajian_Al_Haqoiq_bab_14

  115. walatafaroqu berkata:

    Assalamu’alaikum warohmatulloh. Alhamdulillah baru” ini 2 keluarga di GARUT(pa JAJANG dan pa WAWAN) telah keluar dari FAH karena mereka merasakan bahwa majlis FAH ini memecah belah keluaraga mereka sendiri,Wallohua’alam apa sebabnya yg pastinya.Mudah mudahan keluarga mereka ALLOH lindungi dari pemahaman” berkedok alquran,sunnah dan mengatasnamakan menegakan diin islam secara kaffah,kemudian bagi orang” yang masih ada didalam FAH termasuk kaka perempuan saya(di margawati) yang masih didalam FAH rendahkan diri mohon kepada ALLOH tunjukan dan tampakan mana yang benar dan yang bathil.

  116. maatafaroqu berkata:

    Assalamu’alaikum penulis, Alhamdulillah saya dan keluarga sudah keluar, mudah2an Alloh menetapkan saya dan keluarga dalam jalan yang lurus yang Allo ridhoi. Alloh Maha Adil, Hidayah benar Alloh yang memberikan, yang pertama dengan taufik-Nya Alloh berikan bagi siapa yang Alloh kehendaki adapun hidayah yang kedua irysad wadillah yaitu hakikatnya Alloh yang memberikan lewat perantara manusia(rosul) yaitu ilmu yang lurus. Hidayah bukan untuk ditunggu tapi Insyaalloh bisa kita raih dengan mau berpikir dan mau mencari mudah-mudahan Alloh mendatangkan.
    Alhamdulilllah lewat blog ini saya mendapat ilmu yang banyak dan mudah-mudahan Alloh menetapkan kami sekeluarga dan orang2 yang sudah keluar dari FAH diantara orag yag mendapat hidayah. amin!

    • Al-Faqir berkata:

      Waalaikumussalam warohmatulloh, Alhamdulillah antum sekeluarga sdh terbebas dari belenggu faham2 syubhat FAH. Semoga antum & klrg mendapatkan hidayah yg lurus dari Allah seperti yg kita semua inginkan. Semoga kita tetap bisa saling mendoakan sebagai saudara satu dien…Amin.

    • newcomer berkata:

      saya sepuluh tahun terakhir ada di fah ini walau banyak kejanggalan saya hanya diam saja yg saya pelajari adalah ilmu ayat ayat Allah tetapi belakangan baru saya ketahui bahwa tidak ada shalat jumat dan perdagangan intern yang saya ingin tanyakan bagaimana proses atau mengatakan pada ‘guru’ pada saat keluar apakah memberitahukan terlebih dahulu atau langsung tidak ikut belajar lagi

      • Al-Faqir berkata:

        Subhanallah…
        Jika anda sdh 10 th di FAH tapi blm mengerti ttg FAH yg tidak sholat jum’at, berarti anda selama itu masih dinilai “merah” terus-terusan oleh pemimpin anda sehingga dianggap belum layak diajarkan yg lebih jauh. Niat anda sesungguhnya baik, sebagaimana niat semua org di antara kita yg pernah terlibat dengan FAH, yaitu belajar pemahaman Al-Qur’an. Sayangnya ternyata Al-Qur’an yg difahamkan adalah hasil ta’wil2 dari org2 yg tdk berilmu yg justeru banyak berseberangan dengan pemahaman para Sahabat, Thobi’in dan para ulama salaf. Cara2 spt ini (hanya belajar tafsir2 Qur’an) biasa dilakukan oleh org2 yg menyimpang, para ulama salaf dan ulama2 mua’akhirin tidak melazimkan cara2 seperti mereka.
        Saya menyarankan anda agar keluar dari kelompok itu setelah memastikan bahwa seluruh anggota keluarga anda yg masih terlibat di FAH juga mengerti permasalahannya dan mau utk keluar juga. Jika anda berniat keluar sedangkan ada anggota keluarga anda yg masih ‘belajar’ di kelompok itu, maka keluarga anda akan diupayakan “pecah”. Hindarilah jgn sampai ini terjadi.
        Utk keluar dari FAH anda bisa terang2an bicara dengan gurunya. Jika ini yg ditempuh, anda akan mendapatkan penyikapan “diplomatif” dari guru anda (lihat ttg “diplomasi” dlm : “Ajaran dan fatwa2 bathil (1)”).
        Bisa juga anda langsung absen dan memberitahukan kpd guru anda via SMS bahwa anda mundur dari halaqoh itu.
        Berdo’alah kepada ALLAH dan mohonlah pertolongan-Nya, sebab syubhat yg mrk lontarkan akan sangat kuat dan mampu membuat anda jadi ragu2…

  117. nonfirqoh berkata:

    allhamdulilah teman-teman saya dibandung sudah banyak yang keluar dari FAH. mereka keluar bukan keluar dari ISLAM tapi keluar dari firqoh ini (FAH). dan kita allhamdulillah sudah mendapatkan majelis yang lebih lurus yang mengikuti pemahaman rosulnya insyaalloh. Tahun demi tahun kita lalui belajar alqur’an dengan pemahaman sendiri RO’YU sendiri sehingga dalam aflikasinya kita jauh dari apa yang rosul contohkan. tapi masih merasa merekalah orang yang paling paham dengan alqu’an, padahal salah satu kerjanya syetan yaitu shetan mengajak orang untuk bermajelis dengan orang memahami qur’an dengan akalnya sendiri itulah syetan dengan halusnya mengajak orang untuk memahami qur’an dengan pemahaman sendiri. karena orang tidak akan menolak ketika di ajarkan qur’an maka disitulah syetan(alaihi La’natulloh) masuk. wallohua’lam

    • pencari kebenaran dr sisi Allah berkata:

      assalamualaikum wr wb…………
      abu saya mau tanya bagaimana kita bisa mengetahui tempat kita belajar berikutnya tidak berfikroh atau mana jalan yang sesungguhnya benar benar dari sisi Allah karena setiap manusia tidak tahu kapan azal menjemput kan tetapi ilmu belum kita dapatkan yg sejalan dengan ajaran Allah dan Rosulullah saw
      mohon jawabannya abu dan saudaraku yang seiman yang masih mencari jalan yang betul betul ‘terbaik’ yang dari sisi Robb

      • Al-Faqir berkata:

        Waalaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.
        Ciri2 sebuah majelis bukanlah majelis sebuah firqoh/hizbi yg menyimpang :

        1. Tidak sembunyi2, tetapi terang2an di masjid-masjid.
        Setelah Rasulullah صلي الله عليه وسلم berhasil menyebarkan Islam, tidak ada lagi perintah untuk berdakwah sembunyi2. Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :
        لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
        “Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang menampakkan kebenaran. Tidaklah masalah bagi mereka adanya orang-orang yang tidak mau menolong mereka. Demikianlah keadaan mereka sehingga datanglah ketetapan Allah (yaitu hari Kiamat)” (HR.Muslim no.5059).

        Ibnu Umar radhiyallahu’ahu berkata :
        “Seseorang telah datang kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah beri aku wasiat!!”.
        Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tegakkanlah shalat, keluarkanlah zakat, berpuasalah dibulan Ramadhan, tunaikanlah ibadah haji dan berumrohlah, serta dengarkan dan taatlah, wajib atas kalian untuk terang-terangan dan hati –hatilah kalian terhadap ketertutupan/rahasia”. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Ashim dlm As-Sunnah, 2/508-509)

        Jika ada pengajian yg tdk mau terang2an (sebagian faham2nya disembunyikan) maka kemungkinan kuat itu adalah majelis sesat.

        Umar bin Abdul Aziz رحمه الله mengatakan :
        “Jika engkau melihat ada sekelompok orang yang berbisik-bisik membicarakan masalah agama tanpa ingin diketahui orang lain maka ketahuilah bahwa mereka itu di atas landasan kesesatan” (HR.Ad-Darimi no.307).

        2. Pengajar (ustadz) yg mengisinya adalah telah jelas murid dari para ulama dunia, jelas asal perguruannya.
        Hati2 thd org yg hanya mengaku-ngaku punya guru, padahal tdk ada aktivitas bergurunya. Org yg seperti ini hanya belajar sendiri, sangat berbahaya.
        Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy رحمه الله mengatakan :
        “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan…” (Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal.203)

        3. Pengajar (ustadz) yg mengisinya memang benar berilmu, menguasai bahasa Arab, mengerti mustholah-hadits, ushul-fiqh dan berbagai macam disiplin ke-ilmuan yg diajarkan oleh para ulama. Jauhi guru jadi2an yg hanya berpura-pura pintar.

        4. Pengajar (ustadz) yg mengisinya berakhlak baik (tdk ujub/pamer kebaikan/selalu meninggi) dan memuliakan ulama, bukan org yg sangat mudah berbeda pendapat dgn para ulama.

        5. Menjauhi bid’ah.

        6. Tidak mengikat anggota2 jamaah di dalam majelis itu dgn ikatan2 kekelompokan

        7. Tidak ada ajaran bai’at kpd guru atau pemimnpin kelompoknya

        8. Tidak mudah mengkafirkan muslimin yg lain, apakah itu thd org2 awam, ataukah thd pemimpin negeri yg masih muslim.

        9. Tidak mengajarkan berontak terhadap sulthon/penguasa yg muslim yg telah disepakati oleh kaum muslimin dan telah Allah zhohirkan kekuasaannya. Tdk ada ulama salaf yg inti dakwahnya hanyalah menggulingkan seorang sulthon yg muslim atau menaklukkan suatu negeri yg sudah dihuni oleh mayoritas kaum muslimin.

        Demikianlah, hanya sebagian yg bisa dikemukakan untuk mengenali sebuah majelis itu bukanlah majelis dari suatu firqoh/hizbi yg menyimpang. Mudah2an sdh cukup jelas. Jangan gunakan ‘hawa-nafsu’ dlm menilai sesuatu, jangan pula gunakan cara pandang lama warisan FAH utk membenarkan atau menyalahkan sesuatu…
        Barokallohu fiikum.

  118. abu ahmad berkata:

    Walhamdulillah..banyak teman2 yg qadarullah wa bitaufiqih telah menyadari banyaknya penyimpangan2 di dalam firqoh FAH.
    Dan kami turut mendo’akan semoga Allah Azza wa Jalla memberikan hidayah taufiq kpd yg msh blm menyadari amalan2 bid’ahnya FAH.

  119. abu ahmad berkata:

    Alhamdulillah wa sholatu wasallamu ‘ala Rosulillah,wa ba’du, perkenankan saya menghimbau secara khusus kpd ikhwah eks FAH,TERUTAMA yg merasa atau dianggap punya kedudukan sbg pengajar/ustadz,bila antum msh tetap ingin melanjutkan dakwah islamiyyah,mulailah dgn cara menimba ilmu yg shahih dari para ulama rabbani dan murid2 mrk,jika kita mau mengajari manusia utk takut kpd Allah mulailah dari diri kita dahulu..
    Fatazawwadu fainna khoiroz-zaadit-taqwa..
    Juga berbekal dgn ilmu yg cukup krn para guru akan berhadapan dgn kalangan awam,yg bertanya dan meminta fatwa,pdhal terdapat bnyak peringatan utk tdk sembarang berfatwa,..wahai saudara2ku jangan kita terperdaya dgn kedudukan2 dlm pandangan manusia,itu hanyalah ujian..yg akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Robbul ‘Izzah..
    Akhiiru qouly hadza,subhanakallahumma wabihamdika astaghfiruka wa atuubu ilaik..

  120. Lifelong learning berkata:

    Alhamdulillah sempet ketemu dengan beberapa teman eks FAH kemaren ketika ada salah seorang yang menikah.. kemudian tadi pagi mendadak ditelepon teman dari bogor yang baru lepas sekitar 2 bulan dari FAH setelah semenjak tahun 95an masuk dalam FAH.

    saya sendiri sempat belajar langsung dengan pak agus sekitar tahun 97an, dan kemudian “diasingkan” ketika setelah lulus kuliah, bekerja, dan mulai berani membandingkan pemahaman dengan buku2 yang mulai saya baca pada saat itu kepada indra (abu sa’ad), “pemimpin daerah” di semarang dan surabaya sekitar tahun 2000an.

    mungkin bisa dibuat semacam FAH watch untuk kedepannya…

    • Al-Faqir berkata:

      Alhamdulillah, semoga antum dalam lindungan Allah.
      Indra (Abu Sa’ad) juga telah melepaskan diri dari faham2 syubhat FAH. Beliau banyak menulis komentar2 yg bermanfaat di blog ini…

  121. naira (@naira1106) berkata:

    assalamu ‘alaikum
    tuk org2 yang masih ditahan hartanya di FAH coba sampaikan ayat ini:
    “Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi[206]. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. ”

    Di dalam ibnu katsir jg dijelaskan ada hadits Rasulullah: “…sifat amanat yg tetap berlaku dan harus dilakukan terhadap orang yang saleh maupun yang fasiq.”

    wallahu a’lam

  122. al maghazi berkata:

    Berikut ini kami kutipkan fatwa ulama’ Saudi yang diketuai Syaikh Bin Baz tentang keharaman penerjemahan Al-Qur’an secara harfiyah yang kami copykan dari situs resmi penerbitan Al Qur’an di Madina Al Munawwarah; http://www.qurancomplex.org/:
    Tajuk fatwa :     Hukum Menerjemahkan Al Qur’an
    Nomor fatwa :     42
    Tanggal penambahan :     Kamis 5 Jumadilakhir  1425 H.  bertepatan dengan  22 Juli 2004 M. 
    Pihak pemberi fatwa :     Fatwa Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
    Sumber fatwa :     Fatwa nomor: 833, jilid 4, halaman 132
    السؤال:ترجمة القرآن، أو بعض آياته إلى لغة أجنبية، أو أعجمية بقصد نشر الدعوة الإسلامية الحـقة في غير بلاد المسلمين، هل في هذا العمل ما يخالف الشرع والدين؟الجواب :الحـمد لله وحـده، والصلاة والسلام على رسـوله وآله وصحبه ، وبعد: .ترجمة القرآن، أو بعض آياته والتعبير عن جميع المعاني المقصود إليها من ذلك غير ممكن، وترجمته -أو بعض آياته- ترجمة حرفية غير جائزة؛ لما فيها من إحالة المعاني وتحريفها. .أما ترجمة الإنسان ما فهمه من معنى آية، أو أكثر وتعبيره عما فهمه من أحكامه وآدابه بلغة إنجليزية، أو فرنسية، أو فارسية- مثلا- لينشر ما فهمه من القرآن، ويدعو الناس إليه، فهو جائز، كما يفسر الإنسان ما فهمه من القرآن، أو آيات منه باللغة العربية، وذلك بشرط: أن يكون أهلا لتفسير القرآن، وعنده قدرة على التعبير عما فهمه من الأحكام والآداب بدقة. .فمن لم تكن لديه وسائل تعينه على فهم القرآن، أو لم يكن لديه اقتدار على التعبير عنه بلغة عربية أو غير عربية تعبيرًا دقيقًا، فلا يجوز له التعرض لذلك؛ خشية أن يحرف كتاب الله عن مواضعه، فينعكس عليه قصده المعروف منكرًا، وإرادته الإحسان إساءة. .وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
    Artinya:
    Soal : Menerjemahkan Al-Qur’an atau beberapa ayat ke dalam bahasa asing, untuk menyebarkan dakwah Islam yang benar ke negara-negara Non Muslim. Apakah usaha ini menyalahi syari’at dan agama?
    Jawab : Segala puji hanyalah bagi Allah. Shalawat serta salam kita tujukan kepada Nabi Muhammad Saw., keluarganya dan sahabat-sahabatnya.
    Menerjemahkan Al-Qur’an atau beberapa ayat, untuk menjelaskan yang dimaksud Al-Qur’an secara utuh, tidak mungkin. Oleh karena itu, menerjemahkan Al-Qur’an atau beberapa ayat secara harfiyah tidak boleh, sebab hal ini dapat menyebabkan pengertian yang salah, dan penyimpangan dari maksud sebenarnya.
    Seseorang menerjemahkan suatu ayat atau lebih yang dipahaminya, dan menjelaskan hukum serta tuntunan Al-Qur’an yang dipahaminya dalam bahasa Inggris, Prancis atau Persia, untuk menyebarkan pengertian Al-Qur’an yang dipahaminya, dan mengajak manusia kepada Al-Qur’an. Hal demikian dibolehkan, sebagaimana orang menafsirkan Al-Qur’an atau beberapa ayat yang dipahaminya dalam bahasa Arab. Akan tetapi yang bersangkutan harus memenuhi syarat sebagai : ahli tafsir Al-Qur’an, mampu menjelaskan aspek hukum dan tuntunan Al-Qur’an secara cermat dengan pemahaman yang diperolehnya dari Al-Qur’an.
    Maka siapa saja yang tidak memenuhi persyaratan ini, atau tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan maksud Al-Qur’an, baik dalam bahasa Arab atau Non Arab secara cermat, maka dia tidak boleh melakukan usaha ini. Karena dikhawatirkan merubah makna Al-Qur’an dari maksud yang sebenarnya, sehingga yang semula maksudnya baik menjadi tidak baik. Dan keinginannya yang semula baik menjadi buruk. 
    Wa billahi taufik, semoga Allah memberi taufik. Semoga Rahmat Allah terlimpah kepada Nabi kita Muhammad Saw., keluarganya dan sahabat-sahabatnya. 
    Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa, Arab Saudi 
    Anggota: Abdullah bin Mani’
    Anggota: Abdullah bin Ghadyan
    Wakil Ketua: Abdul Razzaq Afifi
    Ketua: Abdul Aziz bin Baz
    (qurancomplex.org)

    • Al Maghazi berkata:

      Setelah saya analisa setahun belakangan… saya yakin inilah ujung pangkal / akar permasalahan dari semuanya. Timbulnya multi tafsir, sembarangan mengaitkan ayat2 Allah dengan suatu kasus. Na’udzubillah.
      Yaa… ikhwan dan akhwat persaksikanlah saya berlepas diri dengan metode belajar dan mengajar sebagaimana telah jelas fatwanya… seperti yang dijalani oleh F.A.H ataupun firqoh-firqoh lain sejenisnya.
      Semoga Allah SWT mengampuni saya.
      Wa billahi taufiq wal hidayah.

      • Tholibul ilm berkata:

        barokallohu fiikum..ya akhi al-maghazi atau abu haidar atau siapapun antum,semoga Alloh Jalla wa ‘Ala mengampuni kita smua yg pernah merasa pantas menyandang kedudukan sbg ustadz/pengajar,atau posisi2 penting dlm firqoh.mari kita perbaiki dgn membenahi diri,membekali dgn tholabul ilm kpd ulama yg sebenarnya yaitu para imam ahlul hadits(ahlus-sunnah wal jama’ah,yg bermanhaj salafush-sholeh),pd masa kini semisal al-muhaditsul-ashr Muhammad nashiruddin al-Albani,Syaikh ibn Baz,sholeh ibn al-utsaimin rahimahumulloh,Syaikh Sholeh bin fauzan,Abdulmuhsin al-Abbad hafizhohumalloh dan lainnya.mulailah dr awal,jdlah murid2 yg baik dahulu sblum mengajar,ikuti kaidah2 menuntut ilmu yg benar dlm tinjauan syariat,jgn buru2 mengajar sblm cukup bekal ilmu,hendaknya saling menasehati dan beramal dgn ilmu tsb utamanya utk diri kita,..wabillahit-taufik wal hidayah

  123. nurul berkata:

    terima kasih atas informasinya karena dari dlu saya mencari tentang ini. :)

    • Hamba Alloh berkata:

      ini kak Nurul tangerang bukan?kata teman saya,dulu kak Nurul pernah dekat dgn keluarga Abu hamzah dan pernah tinggal di rmhnya,tp karena ada perbedaan pendapat(kak Nurul rajin baca buku islam terbitan org luar),jd oleh FAH dimutasi ke rmh lain.Allahu a’lam

      • nurul berkata:

        bukan saya,
        maaf anda siapa???
        saya mencri mantan-mantan muridnya untuk memberikan bukti kuat kpd calon suami saya.
        mungkin anda bisa bantu saya???

  124. Abu Ahmad Salim berkata:

    Dari Sa’id bin Musayyib rahimahulloh,ia melihat seorang laki-laki menunaikan sholat setelah fajar lebih dari dua roka’at,ia memanjangkan ruku’ dan sujudnya. Maka Sa’id bin Musayyib pun melarangnya.Orang itu bertanya,”Wahai Abu Muhammad,apakah Alloh akan menyiksaku dengan sebab sholat?” Beliau menjawab,”Tidak,tetapi Alloh akan menyiksamu karena menyelisihi Sunnah.”
    (atsar ini Shohih.ditakhrij oleh al-Imam ad-Darimi dalam Musnad 1/404/450,al-Baihaqi dlm Al-Mushonnaf no.4755 dari jalur Sufyan dari Abu Robah dari Sa’id.sanad atsar ini dishohihkan oleh al-Albani dlm Irwa’ul Gholil 2/236. Diriwayatkan jg oleh al-Khothib al-Baghdadi dlm al-Faqih wal Mutafaqqih 1/381 dari jalur Makhlad bin Malik dari Athof bin Kholid dari Abdurrohman bin Harmalah dari Sa’id dengan sanad hasan.

    Dari atsar tsb.cukup jelas bahwa para pelaku bid’ah(mengada-adakan hal baru dlm agama) yg menganggap baik kebanyakan bid’ahnya terancam siksa Alloh karena menyelisihi tuntunan Sunnah Rosululloh.
    Agar amal ibadah kita diterima oleh Alloh bukan hanya dengan modal niat yang baik dan ikhlas,tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam. Maka sudah semestinya bagi kita untuk menggali ilmu agar amal ibadah yg kita lakukan betul-betul mengikuti tuntunan beliau.Semoga Alloh menerima amal ibadah kita semua.
    (diringkas dari majalah Al-Furqon edisi 07 th.ke-10 Shofar 1432,penulis al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawy)

  125. Abu Abdulloh berkata:

    alhamdulillah,demikian perhatian dan kesungguhan ulama kita dalam menjaga dien Islam dari kerusakan

  126. Hamba Alloh berkata:

    @nurul
    afwan,salah orang..namanya sama sih,ana hanya salah satu eks FAH di daerah yg jauh dr pusat,tp ada kenal dgn tmn2 yg pernah ke tangerang..
    Calon suami anti org FAH jg?maksudnya bukti apa?

  127. Hamba Alloh berkata:

    alhamdulillah sudah 1tahun yg lalu keluar dari FAH..kami tetap mendo’akan kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar teman2 yg keluar dr FAH dibimbing Allah kpd hidayah yg lbh baik,dan jg tmn2 yg blm keluar dr FAH agar mendpt hidayah bisa lepas dari syubhat pemikiran takfir dan ghuluw(berlebih-lebihan)nya,dan mampu berbuat adil dan wasith(pertengahan) dlm menjalankan ajaran islam

  128. Hamba Alloh berkata:

    @nurul,
    Semua yg terjadi pd hakekatnya adlh takdir Allah,dan Allah akan menunjukkan yg haq itu haq dan yg bathil itu bathil. yakinlah kpd Allah setiap yg bathil pasti akan terbongkar n diketahui manusia,walaupun dgn rapi dan berlapis2 pembungkusnya.kurang lebih alasan dan knpa ana keluar seperti yg dialami tmn2 eks FAH lainnya,krn bnyk pemahaman dan pengamalan islam yg janggal dlm FAH,contohnya dipaparkan dlm blog ini dgn jelas.jd bwt apa qta bertahan dlm syubhat yg bahaya bwt dunia n akherat qta,qta bandingkan dgn kajian2 di tmpt lain,n crosscek dgn sumber2 ilmu spt kitab2 tafsir,hadits,syarah ushulus-sunnah,fikih,dll.smuanya menunjukkan ada yg nggak pas dr paham FAH,alhamdulillah tmn2 ana jg membantu menjelaskan n mengajak ana ikut kajian kitab ulama salaf(tafsir ibnu katsir,qowaidul arba’,riyadhus sholihin,syarhus-sunnah,dll).tmbh perbaikan bacaan(tahsin n tahfiz al-Qur’an) n tajwidnya

  129. Abu Ahmad berkata:

    Alhamdulillah,ahsanta..info yang bermanfaat…Oya antum tdk buka kelas kursus elektronik? Dan hasil proyeknya kan bisa dipasarkan?(tp tdk intern aja kan,bisa utk umum info tsb.ingat riwayat Gebyar tekno..sila di-Gebyar lbh luas,dan share yg mdh2an lbh real manfaatnya)

  130. Tauhidsyahadah berkata:

    Sebentar lagi Idul Fitri, barangkali kita dulu tidak sholat ied, karena FAH mengharamkan bermakmum kpd Imam yg “tidak jelas”. Padahal Ulama Salaf sholat dibelakang Penguasa Fasik. http://yourlisten.com/tauhidsyahadah/kajian-al-haqoiq-bab-39” rel=”nofollow”>yourlisten.com/tauhidsyahadah/kajian-al-haqoiq-bab-39

  131. Al-Faqir berkata:

    Alhamdulllah, segala puji bagi Allah Yang Maha Memberi Petunjuk.
    Kawan kami yang baik, Erwin (Abu Ridho) dan Yusril (Iyus / Abu Thofa) telah melepaskan diri dari FAH. Semoga beliau2 beserta keluarganya dikuatkan dengan keputusannya, dibimbing oleh Allah kepada jalan yang lebih lurus.
    Sebelumnya saudari kita Maya (Bandung), Mbak Wiwin (isteri Mu’min / Abu Zakiya) dan juga beberapa kader FAH yg lain telah melepaskan diri dari FAH.
    Maafkanlah kami atas kejadian2 yg telah lalu, sesungguhnya kalian tetap saudara2 kami yg kami hormati. Dalam moment hari raya ini kami berdo’a : Semoga Allah سبحانه و تعالي tidak menyia-nyakan amalan2 baik di hari2 yg lalu, dan semoga Allah سبحانه و تعالي menerima amalan2 kita di hari2 sekarang ini…
    TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM…

    • jutawansmart berkata:

      Iyus? Berita ini shahih gan?
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

      • Al-Faqir berkata:

        Insya Allah shohih, dari kawan2 yg terpercaya (Abu Sa’ad, Joko, dll)

        • jutawansmart berkata:

          سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ

          Ana menyambut gembira berita ini, semoga اَللّهُ melindunginya dan keluarganya. آميْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
          Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

        • Ikhwan berkata:

          Bismillah.
          Alhamdulillah tidak ada kegembiraan yang paling kami rasakan hari ini kecuali mendengar Abu Thofa telah keluar dari FAH. Kami adalah eks FAH wilayah Banten dan sudah keluar beberapa bulan yang lalu. Meski kami tidak pernah posting ke web ini tapi kami selalu memantau perkembangan FAH dari web ini semoga Alloh membalasi Mas Sandy dan teman-teman atas usahanya.
          Abu thofa adalah guru kami yang baik dan santun dan kami selalu berdo’a bahwa Alloh menuntun orang – orang yang baik ke jalan kebenaran.
          Selamat datang Guru kami…
          Selamat kembali ke dalam jama’ah (non firqah). Mudah-mudahan berita ini betul-betul shahih. Apakah saya bisa dapat no HP abu Saad untuk meyakinkan berita ini?

        • Ida berkata:

          Sisi baik seorang guru tidak dilupakan murid2nya.

  132. eko berkata:

    Alhamdulillah, Mdh2an kita semua diberi kemudahan dalam menjalankan segala perintah Allah denagn lebih lurus dari sebelumnya.

  133. nusayba berkata:

    Alhamdulillah
    berita baik,,,berita baik,,,,

  134. Abu Ahmad berkata:

    Taqobbalallahu minna wa minkum..ilaa ikhwah fillah ajma’in..mohon maaf bila ada komen2 ana di blog ini yg menyinggung atau menyakiti ikhwah sekalian..

  135. Abu Haidar berkata:

    To bang Sandy, apa yang antum buat dalam blog ini merupakan resiko yang memang harus dihadapi, dari sisi positif merupakan peringatan kepada kaum muslimin dan negatifnya banyak kalangan melihat dan menjadi sebuah penyakit yang kadang perlu diberitahu obatnya atau di “amputasi” saja sekalian. Saya kemarin ada bertemu dengan ex FAH dan beliau merasa keberatan dengan fotonya ada dipasang di blog ini. Saya jadi ingin mengingatkan ketika saudara kita bertaubat dan mengakui sebuah kesalahan dengan bergabung di kelompok tersebut tetapi nama /jati dirinya sudah tercemar dahulu merupakan sebuah kedzoliman juga. Cukuplah bagi saudara-saudara kita nanti yang ingin bertaubat dari kesalahannya mau menempuh jalan yang lurus di kemudian hari tidak mengalami hinaan dan cercaan oleh kalangan lain yang tidak pernah masuk dalam FAH dan bisa membangun dirinya dan keluarganya dengan leluasa. Saya melihat contoh dari Rasulullah bahwa dengan fitnah, cercaan dan cemoohan yang ada membuatnya bangkit terus dan berjuang terus untuk tegaknya Islam sebagai jalan hidup dan terbukti tidak ada yang menampik hal itu, Islam berjaya. Memang hinaan itu sangat menyakitkan tetapi sangat besar balasannya disisi Allah SWT.
    Dari Abu bakar Ash Shiddiq ra ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
    Terkutuklah siapa yang menimpakan bahaya atau membuat tipu daya atas orang mukmin. [HR. at Tirmidzi no. 1864]
    Tetap berjuang dan semangat…….

    • Al-Faqir berkata:

      Jazakallah khoir atas masukannya ya akhi. Saya juga hanya manusia yg ada saja kesalahannya. Saya minta maaf kepada orang2 yg terkait atas kesalahan yg sudah saya buat, tolonglah sampaikan kepada mereka permintaan maaf saya, ya akhi… Semoga Allah pun memaafkan saya.
      Kadang2 niatnya baik, tapi ternyata yg terjadi mudhorot.
      Mudah2an akan selalu ada org2 yg saling mengingatkan. Barokallahu fiikum…

  136. hamba Alloh berkata:

    Bismillah, mdah2an Alloh slalu melindungi orang2 yg sdh keluar dr FAH, jgn sampai msuk kelubang yg sama ke klmpk yg merasa paling benar jg shingga ada yg dsuruh ninggalin ortunya tinggal sama2 dgn keluarga yg bkn muhrimnya, krna merasa kel.yg benar, orang diikat dgn hrta, kendaraan dll, meremehkan orang2 yg mengikut pr salafush sholeh, Ya Alloh lindungilah kami semua Lurusknlah langkah kami menuju ridhoMu..Amiin

    • Ida berkata:

      dan tetap ngremehin urusan wali pernikahan kayak FAH, mencengkram pengikut2nya spy taat kpd bossnya & loyal sama klmpknya, nafsir2 ayat mirip FAH, menerapkan gaya DIPLOMASI kayak FAH, ogah ke mesjid….Wah… itu mah FAH gaya baru aja.
      Denger2 sih, di Bogor & di Cikarang sdh gak direspon….

  137. hamba Alloh berkata:

    ya btul diplomasiny lbih pintar,kl lah sholat kmesjid dihadapan muridny yg br itupun nunggu orang luar bubar dl,sang gurulah yg jd imam,denger dr murid yg sdh terikat yg parah berhaji umroh stelah ada negri islam,anak ga skolah/ga bljr ngaji/tajwid/bhs arab kluar ga boleh diajarin oleh orang2 luar pdhl ortuny blm bsa ngajarin da mrkny ga mau bljr Islam k yg lain apalagi k pr pengikut salafush sholeh bahkan menginginkn/mendo’akan mrk yg da’wah di tv/radio/kajian sunnah yg lurus spy hancur/binasa ..

  138. Abu Ahmad berkata:

    afwan,shahih tu berita ex-FAH yg buat kelompok baru pemahaman dan amalnya spt FAH juga?kalau benar spt itu,turut berduka..dan berdo’a bagi mereka semoga Allah menunjuki mereka ke jalan salafush-shaleh,dan menundukkan qulub2 kpd qolbun salim..

  139. hamba Alloh berkata:

    saya berbicara lngsung via tlp dgn saudara sy yg sngat loyal k klmpk itu, sampai yg terucap sprt itu, sangat menyakitkn, dr tmn2 yg ikut klmpk itu dsampeikn pwalian nikah sm guruny..mslh lain yg detilny apakh sm dg FAH sy blm tau.
    Sebagian tmn keluar krn dah menyadari..tp kl dtanyakn langsung k bosny/muridnya yg loyal sy jamin ga mgkn bertrus terang tntng fahamnya, diplomasiny lbih hebat dr FAH, sy hanya berserah diri pd Alloh dan bisa mendo’akan agar dsadarkn dn kembali pd Alloh, tmn2 yg lain tlg ikut mendo’akan jg..

    • Manager berkata:

      Sebaiknya “berita miring” tentang ex-FAH seperti itu dijelaskan lebih rinci, siapa dan bagaimana,. supaya tidak menjadi kontraproduktif, bila dibaca oleh teman yg masih ada di dalam FAH, kemudian bersorak… tuh, keluar juga malah bingung mau ikut kemana.., mendingan tetap di dalam, berguru kpd yg sudah lama dikenal..

  140. Abu Ahmad berkata:

    benar @manager, sebaiknya berita ex-FAH yg buat2 kelompok tersendiri itu perlu perincian, krn tdk semua ex-FAH terlibat atau bergabung dgn kelompok2 berpaham sejenis dgn FAH spt mrk..
    Yg cukup kuat menempel pd org2 FAH/ex-FAH yg blm benar2 memahami aqidah ahlus-sunnah adalah syubhat takfir dan syarat imamah (semacam rukun islam-nya Kaum Syi’ah Rofidhoh : imamah/al-wilayah/kekuasaan jd rukun ke-5 dlm agama syi’ah). Wallahul musta’an.
    Maka dari itu penting merujuk kpd aqidah yg shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan shahabatnya. Dan hal ini cukup jelas pembahasannya dlm kitab2 ulama salaf, seperti kitab Al-iman imam ahmad, Aqidah al-wasithiyyah-nya syaikhul islam ibnu Taimiyyah, Fathul Bari-nya ibnu Hajar, dll.

  141. Al-Faqir berkata:

    Ada berita bahwa kemarin, senin malam, 19-08-2013 Erwin (Abu Ridho) telah mengalami penyekapan yg dilakukan oleh dua org FAH : Mu’min (Abu Zakiya / Abu Akmal) dan Rudi (Surabaya). Penyekapan mereka lakukan di rumah Nining, di kali malang-Jakarta.
    Sejumlah teman ex-FAH yg lain datang ke lokasi pada selasa subuh dan berhasil membebaskan Erwin dari penyekapan, akan tetapi Mu’min dan Rudi sdh tdk ada di tempat.
    Atas kejadian ini kami menghimbau kpd teman2 yg masih mempunyai urusan yg perlu diselesaikan dg org2 FAH yg masih berfaham kuat, agar lebih ber-hati2. Ingatlah, seakrab apapun kita ketika masih di FAH bersama mereka, ketika kita tdk lagi satu kelompok dg mereka maka kita adalah orang kafir-murtad bagi mereka dan akan disikapi sebagai musuh.

  142. khusnulkhuluq berkata:

    Subhanallah..
    Premanisme berkedok agama..pake hukum apa ya mereka? Dalam Islam tdk dibenarkan cara2 teroris spt itu..Islam menghormati hak2 makhluk..walaupun thd orang kafir skalipun.Apa tdk pernah dgr hadits dari Abu Sa’id al-Khudri bhw Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Laa dhoror wa laa dhiroor (jangan membahayakan orang lain dan tidak boleh membalas bahaya orang lain melebihi bahaya yg diberikannya).HR.Ibnu Majah,ad-Daruquthni,dan selainnya.syaikh Al-Albany menshahihkan dlm Shahih al-Jami’ no.7517.

    ALLAH ta’ala berfirman dlm hadits qudsi: Wahai hamba-hambaKu,sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diriKu dan Aku mengharamkannya terhadap kalian,maka janganlah saling menzhalimi.

    Dan juga NABI shallallahu alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian..

  143. hamba Allah berkata:

    san,… sebaiknya kalo nggak ngerti persoalan, soal erwin, nggak usah komentar, ente kadang sok tau, mau bersikap gimana sih ente sebenarnya….? ko’ parah banget ya orang sefaham ente tapi nyikapin persoalan kaya orang badui, sebaiknya telusuri dulu persoalannya ketemu ama erwin, dan suruh ngomong yang jujur, apa adannya, nanti baru fikirin jalan keluarnya, ko lama lama ane perhatiin ente kaya istrinya abu lahab, yang cuma bisa ngompor ngomporin suasana. dimana ilmunya….! selama ini, jadi begini nih orang yg katanya nggak pernah berdusta, sementara soal erwin yg gak ngerti soalnya aja, koar koar kaya yg udah pasti begitu keadaannya, baiknya istigfar san,….., sekarang jadi ngerti deh siapa sandi sebenarnya. kalo ente nggak keberatan komen ini biarin aja apa adanya, kole ente emang orang bijak. okeh…..h?

    Terus ente fikirin lagi, erwin kerumah nining jam berapa….., dan mau ngapain….? datang malam malam bahkan dah pagi, kira kira mu’min sama rudi jam segitu ko tiba tiba nyekap udah ada disitu gitu lo…… ini cerita rekayasa siapa…? nih kalo orang sering kebanyakan nonton ovj begini nih. sebaiknya ngurus keluarga ente aja sendiri san…, siapa yang bodo sih..? apa ente mau ngebodoh bodohin temen ente….?ingat san Allah maha tau, maha mendengar, maha menyaksikan. Insya Allah nanti semua akan tau siapa sih itu sandi.

    • Al-Faqir berkata:

      Persoalan Erwin saya ketahui dari Erwin sendiri. Saya telah bertemu dg Erwin dan banyak bincang2 bahkan sudah jalan2 dg Erwin mengurus sesuatu.
      Dan di malam kejadian, saya berkomunikasi dg Erwin (melalui kontak langsung & SMS) mencari solusi dan menanyakan kpd teman2 siapakah yg bisa datang membantu Erwin. Erwin juga berkomunikasi dg teman2 yg lain di Cikarang, Tangerang, & Cibinong/Bogor.
      Persoalan ini juga disaksikan oleh teman2 yg lain yg datang ke tempat itu dan mengungkapkan ke saya (saya tdk bisa datang malam itu).
      Jadi, saya bukan istrinya abu lahab, wong saya ini laki2 tulen, kok… Setahu saya istrinya abu lahab itu adalah seorang perempuan yg sifatnya sama seperti abu lahab, yaitu mencegah org agar jangan beriman dg baik kpd Muhammad صلي الله عليه وسلم dan ajaran yg dibawanya, yaitu ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah yg dibawa oleh beliau. Itulah sebabnya istri abu lahab itu ditempatkan di neraka dan dikalungkan sabut dari api.
      Jika antum mau mengambil pelajaran dari ayat, cobalah antum belajar mengambil pelajaran sebagaimana para ahli-tafsir di kalangan ulama salaf Islam, mereka lebih mengerti dari pak agus, lho… Percaya deh….

      Kalo antum katakan Erwin datang ke rumah Nining malam2, mau ngapain?
      Wah…antum pura2 nggak tahu ya (semoga bukan karena antum bodoh) kalau Erwin itu suaminya Nining? Selama ini Erwin juga memang tinggal di situ, wong itu rumah istrinya sendiri, kok…
      Seharusnya antum katakan : “Mu’min dan Rudi datang malam2 ke rumah isteri orang yg bukan keluarganya dan juga bukan mahromnya, mau ngapain? Ngapain mereka juga kemudian mengurung Erwin di dalam kamar istrinya sendiri sehingga Erwin terkurung sampai pagi (sebelum dibebaskan oleh teman2 yg lain)?”

      Wow….sepertinya ada pihak yg merekayasa cerita. Mudah2an bukan antum yg merekayasa cerita. Mudah2an antum hanya org yg disuguhi rekayasa cerita padahal antum tdk tahu yg sebenarnya, lalu antum manggut2 saja tanpa menelusuri persoalannya terlebih dahulu lalu antum berbicara di kolom komentar ini seperti itu.

      Oh, ya…Saya sangat jarang nonton ovj, lho….antum tahu saya sering nonton ovj itu dari mana, ya? Apakah kita pernah satu rumah selama beberapa tahun? Atau antum cuma nebak2?
      Allah Maha Menyaksikan siapakah yg sok tahu itu, lho…
      Dan Allah Maha Mendengar dan Allah memang Maha Mengetahui tentang siapa saya, manusia yg dho’if yg telah banyak berbuat kesalahan. Saya selalu berharap Allah akan mengampuni saya.
      Barokallahu fiikum…

    • Abu Haidar berkata:

      Wahai hamba Allah…. eh salah hamba Agus, baiknya lengkapi data anda baru bicara. Ini macam jagoan kampung bawa-bawa hujjah terus salah pula….. Istighfar kawan.

    • non firqoh berkata:

      kalo mau tahu trik2 rekayasa tanya sama ahlinya taqiyah,diplomasi,budi luhur,dll dari tandzim2 sirri(organisasi rahasia)..mrk paling jago ngelabui awam

    • mu'min berkata:

      Bismillah, begini ceritanya bos, erwin dan nining sudah telpon dan sms akan janjian di rumah nining, waktu masih jam 11an siang hari senin.
      Hari senin nining memang biasa ke metro untuk catring laban dan sholat zuhur berjamaah di metro, trus kata nining datangnya magrib aja.
      Pas magrib erwin sampe rumah nining, ternyata di gembok rumahnya, sy agak kenceng panggil wida, terus erwin smsan kenining bahwa sudah sampe rumah nining, nining jadi pulang? Masih ada bukti sms dari nining bahwa nining mau pulang dan sedang dalam perjalanan menuju kalimalang.
      Kemungkinan karena di metro sudah konsultasi dengan gurunya nining mu’min dan pemimpinnya abu hamzah maka yang datang mu’min dan rudi utusan abu hamzah, maka erwin tidak melayani mu’min dan rudi karena ngga ada urusanya sama erwin, dia datang untuk menyuruh pulang sementara saya masih suaminya, sy dah kasih tau ke mu’min dan rudi kalo sy teriaki mereka, insya Allah akan di usir sama keluarga nining, rt dan warga sekitarnya karena tau kalo erwin masih suaminya nining, karena sy sudah janjian sama nining, erwin akan tunggu…..erwin masuk kamar…..eh malah di gembok. Ketika sdh di gembok erwin minta bantuan sandi, juned, edi, murdan, untuk ngebukain gembok dan palang besi, akhirnya bersama warga, rt, dan 12 temen2 bekas fah membuka gembok dan palang besi jam 4an pagi, Alhamdulillah ya Allah, mudah2an nining bukan tersangka utama pada kasus penggembokan /penyekapan karena insya Allah dia baik, taat sama suami, dan masih islam, jadi ngga ada hal yang membuat erwin bisa menceraikan, dan niningpun sebenarnya masih sayang, rindu, sama erwin, tapi karena korban dari ketaatan pada Allah, Rosul, dan ulil amri (dg faham yg salah) jadilah demikian keadaannya, insya Allah erwin sudah ajak musyarah untuk menyelesaikan rumah tangga mereka, nining bersama walinya erwin bersama walinya, mari kita bicarakan permasalahan ini dengan baik.
      Ya Allah berikanlah jalan keluar yang baik.

  144. Hati-hati cari Kawan berkata:

    yang sering nonton OVJ siapa tuh??..jangan2 yg nuduh sandi yg sering nonton..bukan cuma OVJ,tp juga acara2 TV yg bnyk memperlihatkan aurat wanita2 bukan mahrom.

  145. aboy berkata:

    utk peminat blog sandi kira2 haq tdk yang konon mengatakan suaminya nining nuntut istrinya tebus talak kalo sdh jelas ada keyakinan y beda otomatis ikatan nikah lepasss. knp tdk tebus talak toh bukan nining y lari dr islam tp erwin y lari. toh ketika erwin menikahi nining akidah nining tdk berubah y berubah akidah erwin. erwin erwin sdh jd tuan tanah tipu sana sini tanah waqap utk kuburan dibikin rmh sendiri msh az ngincer mahar y sdh di ksh.rumah az nebeng istri hutang sana sini ga mau bayar tunggu saja azab allah bg mu dan pembelamu kelak klo kmu ga tobat

    • Al-Faqir berkata:

      Subhanallah…
      Alangkah kejinya antum mengatakan bahwa Erwin lari dari Islam.
      Dia tidak lari dari Islam, dia hanya tidak lagi mengikuti ajaran agus supriyadi (abu hamzah) dan tidak lagi ikut kelompok kalian.
      Ketahuilah…Islam bukanlah milik agus supriyadi semata, begitu pula Al-Qur’an. Tidaklah orang dikatakan keluar dari Islam jika tidak lagi mengikuti ajaran Al-Qur’an yg dita’wil2 sendiri oleh agus supriyadi.
      Dan Erwin tetap dalam Islam. Dia tetap punya ucapan syahadat yg dibuktikannya dengan tidak ber-„syirik“ terhadap Allah, tetap melakukan sholat (sholat 5 waktu dan sholat jum’at) mengapa dikatakan dia lari dari Islam? Bukankah Rasulullah صلي الله عليه وسلم telah mengatakan :

      “Aku diperintah memerangi orang-orang hingga mereka mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallah’ (tidak ada Ilah selain Allah). Jika mereka mengucapkannya maka aku menjaga darah dan harta mereka, kecuali dengan haknya. Perhitungan mereka ada di tangan Allah” (HR.Abu Daud yg bersumber dari Abu Hurairah, Shohih Sunan Abu Daud no.2640)

      Dan beliau صلي الله عليه وسلم juga mengatakan :
      “Siapa yg sholat sebagaimana sholat kita, berkiblat sebagaimana kiblat kita, dan memakan sembelihan kita, maka dia adalah muslim yg berada dalam perlindungan Allah dan RasulNya” (HR.Bukhori dan An-Nasa’i)
      (Uraian panjang tentang masalah ini dibahas dalam : „Koreksi Pemahaman Yang Salah Kelompok abu hamzah (1)“)

      Erwin tidak menjatuhkan talak terhadap istrinya adalah karena menganggap bahwa isterinya tetap Islam, maka tidak ada alasan untuk bercerai. Akan tetapi ternyata tetap terjadi masalah, maka Erwin menawarkan untuk mencari solusi terbaik berkaitan dgn masalah rumah tangganya dgn Nining, itulah sebabnya dia meminta bertemu dgn pak agus menyelesaikan masalah ini, bukan semata-mata menuntut khulu‘.
      Tidak salah apa yg difahami Erwin jika mengatakan bahwa ada dua kemungkinan : Ditalak atau terjadi khulu‘ (tebus-talak), sebab dia menganggap bahwa Nining adalah org Islam, begitupun pak agus. Khulu‘ hanya mungkin terjadi di kalangan suami-istri yg keduanya Islam (lihat tafsir Qs.Al-Baqarah:229).
      Pembayaran balik mahar dalam Qs.Al-Mumtahanah:10-11 bukanlah khulu‘.
      Lagipula ini tidak terjadi dalam kasus antara Erwin dgn Nining, sebab Erwin bukan org kafir.

      Sekedar tambahan wawasan untuk pemahaman kalian :
      Di dalam Qs.Al-Mumtahanah:10 Allah ada menyebutkan : ”…ro’aatuuhum maa anfaquu..“ (dan berikanlah kepada (suami-suami mereka) mahar yg telah mereka bayar).
      Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan : ”Yaitu suami2 para wanita yg berhijrah dari kalangan kaum musyrikin. Serahkanlah kpd mereka mahar2 yg telah mereka bayarkan kepada istri2 mereka itu. Demikian yg dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Qotadah, Abu Zuhri,dll” (Tafsir Ibnu Katsir juz 28, Qs.Al-Mumtahanah:10)
      Apakah kalian tdk melihat bahwa isteri2 yg pergi/hijrah meninggalkan suami2 mereka karena suami2 mereka kafir, maharnya dikembalikan?
      Allahu A’lam.

      Bertobatlah kalian dari faham yg salah, wahai saudaraku, sudah terlalu banyak kelompok yg berfaham bahwa org2 yg di luar kelompoknya adalah org yg tidak mengikuti kebenaran dan dinyatakan sbg org2 kafir….sudah terlalu banyak….
      Carilah keridhoan Allah dengan ilmu dan cara yg benar, jangan buat Allah murka
      Dan jangan buat kaum muslimin marah…..
      Untuk kebaikan kalian, bertobatlah, saudaraku…

    • Al Maghazi berkata:

      Subhanallah….
      @aboy Tampak sangat ketidak konsistenan anda.
      Jadi orang2 yg ada didunia ini yg bukan sekelompok dari anda bukan orang islam???? Naudzubillah tsuma naudzubillah… Tolonglah sampaikan kepada pemimpin antum untuk kita bertemu tatap muka semuanya dan tunjuk dengan benar kalau yg lain salah dan hanya anda serta kelompok anda yg akan masuk ke surga Allah yg luasnya langit dan bumi dan lainnya akan di neraka karena tidak mengikuti ajaran kalian. Kami dan muslimin lainnya sangat menunggu anda yg mengaku islam berbicara dengan tutur kata layaknya orang islam untuk diskusi bersama. Anda dengan abu hamzah dan kami juga datang dengan muslimin lainnya. Kalau anda dan pemimpin anda takut untuk berbicara, maka jelaslah kalian para pembohong besar yg menistakan wahyu ALLAH SWT.

    • Hasan berkata:

      aboy itu a tidak, boy itu laki2. jadi artinya bukan laki2 alias banci atau perempuan.
      Masalah tanah waqap/kuburan itu saya bisa bersaksi kepada Allah bahwasanya sy di beri tanah oleh bu iryanah ibunya laili dan ibu zaitun, kemudian ada saksi dan bukti surat yang di tanda tangani yudi, ari, khaelun dan pak soleh suami bu iryanah bahwasannya sy di beri sebidang tanah seluas 300m, insya Allah erwin itu beli tanah 220m bersama yang lain atas nama erwin saputra seluas 1500m, jadi sy bangun rumah insya Allah di atas tanahnya sendiri.
      Jika bu ir dan bu zaitun yang memberikan ingin mengambil kembali apa yang di berikan ke saya, saya persilahkan, orang yang memberikan aja ngga repot. Kemungkinan aboy ini ngiri kalo sy di kasih tanah.

    • Hasan berkata:

      aboy ini sepertinya masih golongan merah, jadi belum tau kalo erwin ke cikarang itu ada misi dari abu hamzah untuk mengelola rice estate…sama tuh kaya abu daud di bandung yang bersama salman mengelola rice estate.tp salman sudah tidak belajar lg ke abu daud, atau seperti edi yang di subang mengelola tanah di sana yang masih di jadikan tempat halaqoh bersama pimpinan mu’min yang sudah menyekap erwin.
      Misinya Hasbukallah atau mencukupi kebutuhan makanan atau beras dari hulu ke hilir, yang dari Allah langsung tanpa obat2an kimia yang merusak tanah dan hasil panenan, jadi kalo jual tanah ke temen2 sudah saya tanyakan dan di fatwakan oleh abu hamzah boleh jual beli tanah seperti jualan kue atau gamis, sy hanya masarin tanah sementara yang punya tanah temen saya.
      Kordinasi dulu dong sama pemimpin sebelum nulis di blog di sini, entar ente di kurangi nilainya sama pemimpinnya, sholatnya di geser ke paling pinggir baru tau rasa ente….

    • mu'min berkata:

      insya Allah sy tau juga temen2 di firqoh abu hamzah,sy tanya balik siapa yang tidak berhutang di dalam jamaah ini? mu’min ada hutangnya di kas jamaah, abu adam, umar haqi, miqdad, obi, zeni, insya Allah semua punya hutang, mau tau rahma, luti, yanti, aryati, nining, lela, itu hutangnya ratusan juta pak.
      Kalo mau mendukung pemimpin harus loyal dan memberikan terbaik dong ke pemimpinnya, baru posisinya bisa deket dengan imit dan pemimpinnya abu hamzah dan boleh kerumah abu hamzah atau rumah mu’min karena di anggap hijau alias beriman.
      Kalo belum ada kontribusi alias masukan harta dan diri jangan harap bisa hijau…..merah terus……sampe mati…

      • icha aisyah berkata:

        Alhamdulillah selama 12 tahun belajar di firqoh abu hamzah ane kagak punya utang 1 dinnar bahkan 1 rupiahpun di jama’ah hamba abu hamzah…. heheheheh… waaah mukmin mukmin masak katanya saudara kok utang saudaranya di ungkapin ceh… heheheheheh… pemimpin mana nih ?!?!? hahahhah… pemimpin ingkar sunnah ?!?!? hahahhahah… kok lebih gampang deket ke Allah ama Rasulullah ya yang udah jaminan sorganya dengan menjalankan sunnahnya contoh sholat jum’at daripada deket ” pemimpin ingkar sunnah yang jaminan sorganya belum tentu… heheheh… eh ” hijau ” itu udah dapat jaminan sorga ya dari TUHAN ABU HAMZAH ?!?!?!? hahahahhah…

    • mu'min berkata:

      aboy sepertinya tau banget tentang keluarga erwin dan nining,padahal….cukuplah aboy sebagai pendusta jika ia menyampaikan apa yang ia dengar. Ya Allah maafkan saudara2 ku yang menjadi korban fah, ya Allah berikanlah petunjukMu….lapangkanlah dada mereka untuk menerima kebenaran dariMu ya ALLAH.
      Bimbinglah terus ya Allah….janganlah engkau matikan mereka dalam keadaan yang mati menyeketukan Mu ya Allah, keluarkan mereka dari pengajian abu hamzah/abu farhan/abu ahmad/abu huzaifah, amin ya Robbal alamin

      • icha aisyah berkata:

        Eh mukmin…. parah kagak kalau jadi pendusta sunnah RASULULLAH ?!?!?!.. kagak sholat jum’at … jauh dari masjid… ngafirin juga murtadin orang sak enak perutnya… nikah bukan ama walinya yang sudah Allah ama Rasulullah tentukan… nyembelih kambing berdiri.. sister2 yang keluar dari wali yang haqnya alias bapakanya hanya karena ga gabung dengan FAH dan masih banyak lagi ?!?!?! itu kah perintah Allah juga Rasulullah ?!?!?! makanya belajar Qu’ran tuh pakai hadist kagak hanya hadist pilih ?!?!?!

    • icha aisyah berkata:

      hahahhahaha… eh aboy emang islam atau akidah yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW ada berapa biji ceh ??? hahhahahahaaha…..mikir atuh …..masih sholat, masih puasa, masih zakat, ditambah lagi nohh sholat jum’at , ied fitri, ied adha yang ditinggalin sekian tahun lamanya noh di kerjain lagi…. masak dibilang lari dari islam ?!?!?!….. hahahhahaha.. Rasulullah aja kagak berani alias kagak segampang itu bilangin orang lari dari islam… lha ente kok gampang banget ya ?!?!?!?… hahhahahah….. masak hanya karena udah gak gabung lagi jadi HAMBA ABU HAMZAH atau TUHAN ABU HAMzAH dibilang lari dari islam yang dibawa RASULULLAH MUHAMMAD SAW…. hahhahahah…. lha kalau ingkar sunnnah yang dibawa Rasulullah apa kagak nyempal sendiri tuh ?!?!?!… hahhahaha…..pinter dikit mikirnya napa sih…

  146. mantan fah citayam berkata:

    @aboy, yang lari dari islam siapa? dari sudut pandang mana? dari sudut pandang islam atau firqoh abu hamzah? kalau dari sudut pandang islam, abu hamzah jelas sesat menyesatkan dan sudah dibahas panjang lebar di sini kelompok fah sudah lari dari pemahaman islam. YANG JELAS FAKTANYA ERWIN DISEKAP OLEH MUKMIN DAN RUDI. ADA REKAMAN VIDEO DAN PENJELASAN KETUA RT SETEMPAT. coba buktikan hitam di atas putih dan sumpah atas nama Allah atas tuduhan anda kepada erwin, jika tidak aboy termasuk orang ASBUN (asal bunyi tanpa landasan fakta) bersandar hanya pada hawa nafsu.

  147. mantan FAH juga berkata:

    pendukung FAH jangan bisanya cuma mencela dan berkata tanpa ilmu, coba hadir di forum terbuka sbgmana dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alayhi wasallam ketika mendakwahkan tauhid/islam yg benar di hadapan kaum Quraisy, walaupun berisiko dicemooh, dihina dan didustakan oleh kaumnya,tapi beliau tdk takut.
    Jadi,kalau memang Agus merasa paling tahu islam dan yg lain dianggap bodoh kenapa tdk tampil utk berdakwah di masyarakat?
    jgn beraninya cuma di halaqoh2 kecil dlm kamar/ruang khusus pendukungnya saja, mena’wil ayat tanpa rujukan Ahli tafsir, meng-ghibah org islam di luar kelompoknya, merasa sbg khalifah (walaupun tanpa wilayah dan pengakuan ahlu hal wal-aqd)..Allahul musta’an..

  148. X-FAH berkata:

    mari kita perdalam ilmu dien dengan sungguh2, jangan sibuk dgn program2 yg disandarkan kpd ayat2 Allah tp tdk mengikuti sunnah/manhaj Rasulullah. hasilnya?
    mari sejujurnya kita renungkan, seberapa ayat Al-Qur’an dan hadits2 Nabi yg sdh kita hafal dan amalkan?

    • mu'min berkata:

      mari kita makmurkan masjid Allah untuk sholat berjamaah tiap sholat 5 waktu terutama tiap subuh dan mengkaji Al-Qur’an di pusat pengajian firqoh abu hamzah di jl. Sosial Raya, kampung Sugu Tamu RT 9 /21 Bakti Jaya kecamatan Sukma Jaya kota Depok, dekat percetakan Gema Insani Press /GIP, insya Allah yang mengajar ustad abu hamzah.
      Ada juga di kompleks Wartawan, Depok, tiap hari senin waktu duha yang mengajar ustad abu farhan di kediaman rumah zaini

      • Ida berkata:

        Oo…berarti kita bisa datang ke sana n bertanya kpd ustad abu hamzah, kenapa klo tidak sefaham dgn beliau disebut kafir n dianggap lebih jelek dari binatang ternak, yah..?

        • mu'min berkata:

          harusnya bisa bersama masyarakat yang lain, tetangga, se-RT,se-RW, sekelurahan, seindonesia, mui, tokoh islam, ormas islam, dan semua umat islam agar mengetahui kealiman ilmu al-qur’an dan hadisnya, tajwidnya, bahasa arabnya, hafalannya, ingga umat islam mengetahui apakah benar memang agus supriadi alias abu hamzah, alias abu farhan, alias abu ahmad, alias abu huzaifah bisa menyampaikan al-qur’an atau hanya bisanya dengan logika, hawa, belajar dari anak buahnya atau ikuti petunjuk syetan

          • icha aisyah berkata:

            Waaaaahhh…. sejak kapan ” BAIKAN LAGI ” ama RT, RW , LURAH , MUI , TOKOH ISLAM DAN ORMAS SE INDONESIA ??!?!??!?!……… berubah lagi ya pemahamannya …. takut kehilangan jama’aaaaaaah yaaaaaaa yang lebih besar lagi ?!?!?!?…. hahhahaha….. selama 12 tahun ane ama temen2 yang udah keluar dari FAH malah dipahamkan untuk ” BERANTEM maksimalnya dan minimalnya ” MEMBENCI ” ama mereka ?!?!?…………… setiap halakat membahas tentang ‘ PERWALIAN ” kalian para penyampai apalagi petingi2 FAH selalu MENGHUJAT mereka ?!?!?!?!… hahahhahahah….. aduh mukmin ente kok berubah seh pemahamannya ?!?!?!?…. hahahahahha… yang katanya pemahaman yang ” HAQ” kok berubah ceh ?!?!?!?… hahahhaha… sadar napa sih…. wahai hamba abu hamzah

      • ummu khonsa berkata:

        Saya Mencium aroma Kamuflase …
        Aroma Diplomatis …
        Yang Sangat Kental Dari Seseorang yang sudah 20 tahunan jadi kaki tangan Agus Supriyadi ..
        Masya Alloh .. Buat apa Blog ini di buat justru untuk ‘Membuka Hati Dan Fikiran ‘ Orang2 yang Pernah Tecebur Di Ajaran ‘ Kultuisme Agus Supriyadi ‘ Ini ..

        Jadi Jika Ada ‘ Mu’min ajak Kami lagi ke sana …Waaah sama aja Boooong duunk ..
        Sama Saja Kami menceburkan diri ke lubang Yang Sama …Naudzubillah …

        Cukup Sudah Pelajaran Pahit Kami2 Ini Di Masa lalu , Justru Andalah Yang Harusnya Belajar membuka Diri ,.. Bahwa Di dunia Ini Masih sangaaaaaaaaaaaaaaatt Banyak Orang2 Sholeh, Ulama2 Faham Dien Yang Sangat terjaga Ilmu ,Akhlaknya .Yang Bisa kita jadikan Guru ,Hafalan na pun terjaga , Sholatnya pun terjaga , amalannya pun terjaga ,
        . Jauuuuhh ..Sangaaaaatt Jauh di bandingkan Agus Supriyadi atau Abu Hamzah Yang mengangkat sendiri dirinya sebagai pemimpin …

        Bukalah hati andaaaaa … lihatlah dunia ini tidak seperti tempurung .. karena tentu anda pun tidak mau di umpamakan sebagai katak tohh ?

        wallohu a;lam bisshowab :)

      • icha aisyah berkata:

        hahahahhaahahahha… waaaah udah berubah lagi ya pemahamannya ya mukmin ?!?!?! 12 tahun ane belajar yang ada mah DILARANG KEMASJID ” ( begitulah yang dipahamkan para penyampai FAH dengan dalil surat at taubah ayat 107 secara serampangan kagak pakai hadist ataupun sejarah … hehehehehehe … sempat lho ane ( dijamin dah orang FAH kagak bakalan ke masjid … hahahhaha ) sekian tahun kagak mau ke masjid.. heheheheh . karena dapat pemahaman saklak bin ngawur bin perutnya sendiri kayak gitu….hahahahahah… sejak kapan jadi ” USTADZ ” ?!?!?!? bukannnya anti istilah ” USTADZ “.?!?!?!!…. apa karena dalam setahun ini banyak banget kehilangan pengikut yang tadinya jadi HAMBA2 ABU HAMZAH.. terus pemahamannya juga berubah ?!?!?!?? …. emang yang ” HAQ ” itu bakalan berubah ya ?!?!?!?…. hahahahhahahah… ente mau bohong halus yaaaaaaa ama yang udah lama belajar terus keluar…. yang baru2 belajar ente bisa bohongin…. hehehehe…. ente kagak sadar apa noh bohong ama Rasulullah kagak nanggung2….. YOU ARE ALWAYS ‘THE BEST AND GREAT, MUKMIN….. hahahhaahh…. REALLY APPRECIATED… petinggi2 FAH ahli taq’iah alias ahli diplomasi bathil alias ahli menyamarkan jawaban alias ahli makan harta orang…. heheheheh… masih banyak lagi…. 4 jempol 16 jari deh buat mukmin si hamba abu hamzah…

  149. khanifah permata sari berkata:

    assalamualaikum.
    afwan. bapak “AL-Faqir” saya hani.
    saya mau nanya, bapak “AL-Faqir” kenal abu hamzah dari mana (siapanya abu hamzah)
    karena saya adalah salah satu pengikutnya abu hamzah selama bertahun’tahun iniii .

    • Al-Faqir berkata:

      Waalaikumussalam.
      Saya dulu adalah salah seorang pengikutnya yg setia selama belasan tahun, sebelum kemudian saya diberi kesadaran oleh Allah tentang kesalahan2 faham yg dianutnya.
      Jika Mbak Hani saat ini masih menjadi pengikut abu hamzah dan merasakan bahwa semua baik2 saja, begitu pula saya bertahun2 yg lalu, dan juga teman2 yg lain, bahkan kami adalah pembela2nya. Saya sarankan mbak Hani mengikuti tulisan2 di blog ini agar faham permasalahannya. Semoga Allah membimbing org2 yg mempunyai i’tikad kebaikan kepada jalan yg selamat.

  150. mu'min berkata:

    alhamdulillah halaqoh kami sudah terbuka buat umum yang di adakan setiap minggu sekali, seperti di jl.T no 35a kalimalang jakarta timur hari minggu jam 9an dengan ustadz mu’min

    • mantan fah citayam berkata:

      @pak mukmin, kenapa kajian halaqoh tidak dilaksanakan di masjid?
      Dengan dilaksanakan di jalan T.no.35 a sudah membikin resak tetangga sekitar.Silahkan cek pak mukmin ke ketua rt setempat. apa demikian halaqoh yang bikin resah tetangga sekitar
      -terkait aksi penyekapan erwin sebelumnya di rumah T.no 35 a bagaimana tanggung jawab anda? bukti rekaman video dan kesaksian rt setempat ada. Ditunggu pertanggunngjawaban anda!

      • mu'min berkata:

        dimanapun kamu berada di situlah wajah Allah,untuk umat islam tidak seperti nasrani atau yahudi yang harus di gereja/biara, kalo umat Nabi Muhammad boleh dimanapun sholat, kecuali kandang binatang.
        jadi kalo di rumah, bisa juga di jadiin masjid

  151. mu'min berkata:

    alhamdulillah sudah di buka untuk umum sholat subuh berjamaah di metro jl. Suci kampung rambutan tempat mu’min,halaqoh umum tiap hari senin ba’da subuh sampe zuhur

    • mantan fah citayam berkata:

      @pak mu’min ngak sholat di masjid mas…hehehe.. bikin firqoh (sempalan sendiri ya..) ada adzan kok ngak ke masjid. Dalil dari Al-Qur’an Mengenai Wajibnya Shalat Berjama’ah di Masjid bagi Laki-Laki

      “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)

      Ayat tersebut menunjukkan perintah melaksanakan shalat bersama orang-orang yang melaksanakan shalat yaitu dengan berjama’ah di masjid.

      Hadits-Hadits Mengenai Wajibnya Shalat Berjama’ah di Masjid bagi Laki-Laki

      Mari kita simak hadits-hadits Nabi mengenai hal ini.

      Hadits 1:

      Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Telah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang lelaki buta, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa menuntunku ke masjid, lalu dia mohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberi keringanan dan cukup shalat di rumahnya.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika dia berpaling untuk pulang, beliau memanggilnya, seraya berkata, ‘Apakah engkau mendengar suara adzan (panggilan) shalat?’, ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Maka hendaklah kau penuhi (panggilan itu)’. (HR. Muslim)

      Pada hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan seorang laki-laki yang buta yang tidak memiliki penuntun untuk tetap shalat berjama’ah di masjid. Maka bagaimana dengan kita yang masih bisa melihat dengan jelas? Tentu lebih diwajibkan lagi.

      Hadits 2:

      “Aku pernah berniat memerintahkan shalat agar didirikan kemudian akan kuperintahkan salah seorang untuk mengimami shalat, lalu aku bersama beberapa orang sambil membawa beberapa ikat kayu bakar mendatangi orang-orang yang tidak hadir dalam shalat berjama’ah, dan aku akan bakar rumah-rumah mereka itu.” (Muttafaq ‘alaih)

      Pada hadits di atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan tegas akan membakar rumah orang-orang yang tidak hadir shalat berjama’ah. Maka ancaman tegas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut menunjukkan wajibnya shalat berjama’ah di masjid bagi seorang laki-laki.

      Hadits 3:

      Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mendengar panggilan adzan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, terkecuali karena udzur (yang dibenarkan dalam agama)’. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya, hadits shahih)

      Pada hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan “tidak ada shalat baginya”, hal ini menunjukkan wajibnya memenuhi panggilan adzan bagi setiap laki-laki yang mendengarnya, yaitu dengan mendatangi masjid untuk shalat berjama’ah.

      • mu'min berkata:

        saya sholat di hari jum’at pak, memang pernah liat saya tidak sholat jum’at? saya selalu sholat dimasjid loh pak, tapi jamaahnya paling banyak 4 laki2 9 perempuan

        • Mantan Bocah berkata:

          Afwan pak, memangnya boleh ya perempuan ikut sholat jum’at? Dan setahu ana sholat jum’at itu minimal didirikannya oleh 40 jamaah. Lha kok itu cuma 4 laki + 9 perempuan? Apa itu maksudnya sholat wajib biasa atau gimana ya?

          • erwin berkata:

            di fah karena semua masjid di anggap masjid diror maka ada 2 rumah yang di jadikan sebagai tempat titik sholat yaitu metro rumah mukmin dan di rumah agus,jadi untuk sholat berjamaah buat yang di anggap hijau ya di titik sholat itu,dan itu buat sholat berjamaah 5 waktu dan sholat zuhur di hari jum’at

        • ummu khonsa berkata:

          Sholat di hari Jum ‘at ? hemmm kamuflase yang garing :D
          semoga Alloh membukakan pintu hati anda ke jalan yang lurus yah mu’min

        • icha aisyah berkata:

          hahhahahahaha… mukmin mukmin….. ente tuh lihat2 dong kalau mau jawab pertanyaan orang?!?!?!…… murid baru ente bisa DIPLOMASI NGIBUL HALUS …. lha orang yang udah belasan tahun ente mau kibulin juga ?!?!?!?……. bilang aja kalau ente ama pengikut FAH kagak sholat jum’at… kagak sama ” sholat jum’at ” ama ” sholat di hari jum’at “…. hahahhahahaha….. DEMI ALLLAH, ente BOHONG MUKMIN….MASJID MANA !?!?!? RUMAH ?!?!?! APA PERNAH RASULULLAH MENYAMAKAN MASJID DENGAN RUMAH ?!?!? KALAU MEMANG RUMAH DI JADIKAN MASJID UNTUK APA RASULULLAH REPOT2 BIKIN MASJID ?!?!?!……….. PEMBOHONG BESAR …….. sholat jum’at kok 4 laki2 ?!?!?!?… hahhahahaha…

    • ummu marqisa berkata:

      Alhamdulillah..jika pernyataan ini dari mu’min/abu zakiya, mudah2n langkah membuka diri..diawali dari qulub yg mau membersihkan diri..dan ALLOH SUBHANAHUWATA’ALA menyukai orng2 yg membersihkan jiwa/diri.
      semoga bukan manuver2 program yg selalu berganti tiap tahun..
      Dengan..halaqoh terbuka utk umum, apabila ada murid yg cerdas ataupun kritis harus siap angkat topi..

  152. Bambang berkata:

    @mu’min, di daerah Cibubur-Cileungsi ada nggak tempat kajian untuk umum?
    di masjid mana?

    • mu'min berkata:

      insya Allah ada di rumah Kurdi atau Tari deket rumah SBY cikeas, ini no yang bisa di hubungi 0877014527 / 08788287577

      • icha aisyah berkata:

        yang ditanya itu MASJID nya bukan RUMAH…. heheheheheheh

        • erwin berkata:

          di fah, yang di anggap masjid taqwa hanya masjid yang di bangun sama nabi muhammad dan sahabat2 nabi,jadi cuma yang ada di mekah dan madinah yang lainnya masjid diror,jadi kalo mau,,belajar di masjid ya janjian di mekah atau ke madinah,

          • ummu khonsa berkata:

            Maaf yah Mu’min , dan erwin ini kan orang yg sama , boleh saya tanya kenapa anda tidak menjadi diri sendiri saja ?
            kenapa Harus Sembunyi Di Balik Penyamaran ?
            Dan Kenapa Andamenyampaikan ungkapan2 Di sini sangat terkesan Bingung ..??
            Kenapa …
            oh oh oh kenapa ..? :D

  153. Usman berkata:

    @bambang, afwan antum nanya kajian apa ya?
    kalau kajian ilmu lbh baik ke masjid al-barkah Cileungsi, insya Allah lbh ilmiyyah..

  154. Ida berkata:

    @usman, apa antum ustadz yg ngajar di cikarang tempat munir?

  155. Usman berkata:

    afwan, ana bukan ustadz, cuma org awam yg pengin belajar dgn pemahaman yg mengikuti salafus sholeh..emang ada ya namanya ustadz usman di cikarang?

    • icha aisyah berkata:

      DI FAH kagak ada istilah USTADZ… yang ada PENYAMPAI …. kalau ada istilah ustads sekarang itu KAMUFLASE atau tipu daya mereka untuk menyamarkan pengajian mereka yang hampir punah… yang ada usman alias abu adam noh… orang yang katanya paling QORi setelah abu hamzah… heheheheh

  156. Usman berkata:

    munir yg mana ya? pembela HAM kah?

  157. Abu Haidar berkata:

    Assalammu’alaikum
    Ikhwani fillah berikut saya mau memberikan hasil dari pertemuan kami dengan ustadz Abu Jibril pada hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2013 bertempat di kediaman ustadz yang di hadiri oleh saya sendiri, Eka Suryadharma (Ja’far Medan), Abu Ridho (Erwin Cikarang), pak Lilik (Tangerang), Ali (Tangerang), Abu Ahmad (Joko Bogor), Agus Juned (Cikarang), Rulli (Cikarang), dan pak Agus (Tangerang) menanggapi Firqoh Abu Hamzah.
    Berikut kesimpulan yang saya dapatkan dari hasil pertemuan tersebut:
    – Periode Mekah dan periode Madinah adalah pengkhususan bagi nabi SAW.
    – Islam itu mempersatukan keluarga tidak pernah memperpecah keluarga.
    – Selama mengajar kemana-mana mengkafirkan orang lain apakah menggunakan hukum ALLAH SWT secara keseluruhan???
    – Silsilah belajar mengajar yang sebagaimana diketahui dan pertanyakan lagi bahwa abu Hamzah belajar dengan pak Syafi’i dan pak Syafi’i belajar dengan ustadz Hasyim A. Ghani (beliau adalah ulama sunnah di Malaysia) yang diterangkan oleh akhi Abu Ridho dan saya juga pernah mendengar hal ini dari senior lainnya. Maka berikut jawaban dari ustadz Abu Jibril yang juga belajar di Malaysia serta bertetangga langsung di Kuala Pillah dengan ustadz Hasyim Abdul Ghani berikut kutipannya:
    “Pernah saya kenal nama Syafi’i (Syape’i) tapi bukanlah orang yang sukses dengan ustadz Hasyim, malah termasuk orang yang menentang dengan ustadz Hasyim dan bukanlah termasuk keluarga dari ustadz Hasyim.
    Dia (pak Syafi’i) adalah pengajar tetapi bukanlah termasuk yang tamat dalam belajar sehingga orang ini membuat huru-hara (makar) dalam pengajaran KTF.” ( silahkan check ttg KTF di : http://almizaan.wordpress.com/ktf/” rel=”nofollow”>almizaan.wordpress.com )
    *Kitab KTF sendiri saya pernah melihat 2 kali, pertama dari senior ex FAH di Cibinong yang diakui adalah buku rujukan dari abu Hamzah dan yang kedua dari ustadz Abu Jibril.
    – Orang ini ingkar Sunnah dan mencuplik-cuplik ayat-ayat tertentu untuk menarik orang yang mengikutinya
    – Logikanya orang yang tidak mengerti Qur’an mengajarkan Qur’an maka menjadi orang yang sesat menyesatkan.
    – Yang menjadi mangsanya adalah orang yang belum tahu Islam
    – Sebagaimana Qs. 33 : 36 dan Qs. 24 : 51, sami’na wa atha’na itu dengan ilmu bukan dengan hawa nafsu karena Qur’an itu diturunkan dengan ilmu.
    – Sebagaimana dikabarkan dari Ibnu Abbas bahwa Agama itu adalah apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasulullah SAW.
    – Begitu juga dijelaskan Qs. 4 : 115 yaitu jalan para salafush sholeh yang harus di ikuti bukan jalan-jalan lain yang mengikuti hawa nafsu.
    – Wajib mengikuti Sunnah Rasulullah SAW yaitu sunnah Nabi dalam ucapannya, sunnah Nabi dalam perbuatannya dan sunnah Nabi dalam persetujuannya.
    – Maka belajar Qur’an mesti dengan sunnah apabila ada yang belajar tidak dengan sunnah pasti sesat.
    – Karena itu beragama jangan pernah ikut orang ikutilah Qur’an dan Rasul.
    – Selain dari Allah dan Rasul-Nya bukanlah kebenaran tetapi penafsiran-penafsiran kebenaran saja dari siapa saja seluruh yang ada di muka bumi. Sahabat – sahabat benar tatkala mengikuti Allah dan Rasul-Nya, para ulama benar tatkala mengikuti Allah dan Rasul-Nya.
    Demikian sekilas saya paparkan kepada ikhwani fillah dan setelah pertemuan kami di kediaman beliau kami bertolak ke masjid bersama-sama sholat maghrib berjama’ah dan dilanjuti halaqoh sampai isya.
    Insya Allah kami tidak tinggal diam dengan apa yang menimpa dari teman-teman yang menjadi “korban”.
    Wabillahit taufiq wal hidayah………..

    • Al-Faqir berkata:

      Jazakumullah khoiron, atas usaha teman2 yg telah berusaha memperjelas permasalahan ini.
      Dengan adanya informasi ini, paling tidak telah menguak sebagian “misteri” asal-muasal pemahaman agus supriyadi (abu hamzah) yg telah dua tingkat menyimpang dari manhaj Ahlus-Sunnah itu. Banyak pelajaran yg bisa direnungkan dari ini semua. Semoga berpelajaran org2 yg mau mengambil pelajaran, di mana salah-satunya adalah bahwa Al-Qur’an memang menjadi petunjuk di tangan org2 yg tepat, yaitu org2 yg lurus dan ikhlas yg senantiasa mengkedepankan ilmu sebagaimana para salafush-sholeh, dan menjadi bencana bagi org2 yg sombong yg banyak mengkesampingkan ilmu lalu memperturutkan sangkaan dan hawa-diri dalam mempelajari dan berpegang dengannya.
      Semoga Allah mengampuni org2 yg pernah tersalah, dan semoga Allah bukakan mata hati org2 yg masih dalam keadaan tersalah, karena sebenarnya tidak ada org yg menginginkan dirinya berada dalam kesalahan…

  158. Ammar berkata:

    Alhamdulillah dengan adanya informasi dari ikhwan2 yg kemudian dapat menyingkap sebagian misteri sanad ilmu Agus Supriyadi-yg sebetulnya tanpa harus diketahui gurunya sdh terbukti bhw beliau ini punya sbgian pemikiran paham takfir- khawarij..dan dgn informasi tsb, ada suatu yg jelas bhw gurunya Syafei yaitu ustadz Hasyim Abdul Ghani adalah salah seorang ustadz ahlus sunnah Malaysia.
    Dan alhamdulillah, teman2 eks FAH disini pernah dan sering mengikuti kajian Ustadz Rasul Dahri yg jg ulama sunnah yg berdakwah di Semenanjung Melayu. Semoga dakwah ahlus sunnah semakin berkembang dan mendapat ridho dari Allah, dan siapa saja yg menyimpang semoga diberi petunjuk utk rujuk kpd manhaj ahlus sunnah..

  159. MENGUTIP SUMBER DI ATAS SOAL PERANGAI DAN KELAKUAN ABU HAMZAH

    – Orang ini ingkar Sunnah dan mencuplik-cuplik ayat-ayat tertentu untuk menarik orang yang mengikutinya
    – Logikanya orang yang tidak mengerti Qur’an mengajarkan Qur’an maka menjadi orang yang sesat menyesatkan.
    – Yang menjadi mangsanya adalah orang yang belum tahu Islam

    bisa ditarik kesimpulan sepertinya dari sisi keilmuan ABU HAMZAH AKA AGUS SUPRIAYADI sangat DANGKAL ilmu islamnya

    • riadi2907 berkata:

      Bismillah…….

      Faham takfir sebagaimana yang terdapat dalam FAH tidak jauh beda dengan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia).
      Sekilas tentang LDII : LDll didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Lubis, awalnya bernama Darul Hadis, kemudian berganti nama menjadi Islam Jama’ah, setelah dinyatakan terlarang oleh Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
      Karena kembali meresahkan masyarakat, akhirnya dilarang melalui SK Jaksa Agung RI No. Kep.-08/D.A/10. 1971. Setelah itu berganti nama menjadi LEMKARI(Lembaga Karyawan Dakwah Islam), pada tahun 1990 dalam Mubes di Asrama Haji Pondok Gede berganti nama menjadi LDII. Butir kesesatannya adalah karena di antara paham yang dikembangkan oleh LDll ini adalah paham takfir, yakni menganggap semua orang Islam yang tidak bergabung ke dalam barisannya dianggap sebagai orang kafir.

      Oleh karena itu, dari pada kita terus berpolemik tentang FAH ini, laporkan saja kepada pihak yang berwenang, namun tentunya setelah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup sehingga FAH ini dapat di bekukan bila perlu dibasmi sampai ke akar-akarnya….

      Wassalam,

      • mu'min berkata:

        mari kita sama2 di tiap daerah yang masih ada pengajian fah, kita laporkan ke tiap2 RT….kita sarankan dulu kalo mengkaji al-qur’an baiknya dimushola atau masjid agar ada kontrol/koreksi dari ulama dan masyarakat lain, pake speaker pengajiannya, kalo ngga mau, pasti ada yang di sembunyikan atau gurunya belum bisa baca al-qur’an atau memang ajaran sesat seperti LDII/NII-kw9/syiah.
        Mari kita kerjakan sama2….insya Allah..mereka akan kembali ke jalan yang lurus.

        • icha aisyah berkata:

          hehehehehhe.. mukmin mukmin…. kasihan banget deh ngelihat ente jadi HAMBA ABU HAMZAH…. ganti napa sih TUHAN nya…nyantai aja udah pada dilaporin kok bahkan lebih.. dan alhamdulillah hasilnya mantabs.. banyak yang keluar dari JAMA’AH HAMBA ABU HAMZAH….. hhehehehe…

          • mu'min berkata:

            icha masih kesel banget ya ama mu’min…..mu’min itu artinya orang beriman loh dan bukan selalu mu’min itu abu zakia/abuakmal/abumarwah.ini icha istrinya pak jamil ya?

  160. mu'min berkata:

    ini abu khodijah/abu ije/abu tofa/abu fadlan/abu hamidah yang masih belajar di rumah marni/andri/leni/pipin yang di jl.mualim deket orang pada ngadu burung?

    • icha aisyah berkata:

      hahahahahha… mukmin pembohong…. mana ada orang yang sudah belajar di salafy mau gabung ama FAH yang udah nyata2 ingkar sunnah ?!?!?! apalagi belajar di rumah marni/andri/leni/pipin…. ngaca diri napa seh…..

      • mu'min berkata:

        icha….jangan terlalu benci sama mu’min entar malah cinta lagi….ingat dah punya suami dan anak2 yang segambreng

        • icha aisyah berkata:

          hahahahahahahah…. noh yang cinta ente udah almarhum…. apanya yang mau di lihat ?!?!?! hahahahhaahh….. pede gila….. ngaca diri noh… eh tuh bini ke dua kok kabur ?!?!?!… bawa pengikut lagi ikutan kabur…

          • mu'min berkata:

            cha mu’min yang di blog ini bukan abu zakia/abu akmal/

          • mu'minuna haqo berkata:

            kok tau sih bini yang kedua saya kabur….maksudnya nining kalimalang kan? ya sekarang lagi di umpetin sama asu,,sekalian saya kasih tau ke nining…akan sy cari kemanapun dia pergi.karena dia istri yang sah abu ridho /abu muhammad/abu maryam/erwin/ibnu amir

  161. Abu Abdullah berkata:

    @mbak icha,
    Allah mencintai hamba-Nya yg mampu menolak kejahatan dgn cara yg baik.. Sbgmana dlm QS.Fushshilat:34.
    Juga dlm QS.An-Nahl:125,supaya berdakwah kpd jalan Allah dgn hikmah dan pelajaran dan membantah dgn cara yg baik.
    Mudah2an dgn cara demikian,Allah akan membukakan qulub hamba-Nya yg msh ada syubhat kpd hidayah islam dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam..

    • aisyah berkata:

      Jazakillah khoir bi saya udah diingatkan….. saya bener2 muak dan jijik sekali dengan kebohongan2 mereka terhadap sunnah Rasulullah… pemahaman ayat2 Qur,an yang dplintir…. ayat2 Allah dijadikan tameng untuk pembenaran hawa mereka… memutarbalikan fakta alias ahli dalam kebohongan…. demen mecah-belah keluarga kalau perlu suami istri cerai…. kagak sadar kalau itu kerja2 terbaik iblis ?!?!…. dan masih banyak lagi….. Alhamdulillah Allah ga biarkan saya untuk lebih lama lagi di halakat kelas gurem itu….. mudah2an yang masih tersisa menjadi hamba-hamba abu hamzah sempat disadarkan Allah dari AQIDAH KHAWARIJ MEREKA alias meng – kafirkan orang islam yang sholat juga, puasa, bayar zakat bahkan haji…. Naudzubillah mindzalik kalau kita wafat dalam kepahaman mereka… Rasulullah sendiri bilang bagaimana busuknya akhlaq khawarij hingga memperumpamakan “MEREKA KELUAR DARI ISLAM BAGAIKAN ANAK PANAH YANG TERLEPAS DARI BUSURNYA ” …. kalau Rasulullah sendiri sudah bilang ” keluar dari islam nah apa itu namanya ????…. kalau diluruskan pemahaman dengan bawa semua kitab masih aja kagak mau alias ngeyel…. ya itu lah kalau mata hatinya ditutup ama Allah….

  162. ummu khonsa berkata:

    ORANG YANG BANYAK BICARA BELUM TENTU BERILMU
    ( Renungan Untuk Kultuisme Agus supriadi Dan kroco2 nya )

    Mudah di masa ini kita dapati orang-orang yang tidak faham tentang agama ini lantang berbicara tentang agama namun lancang terhadap Ulama, berkata dengan kebodohan, mendahulukan akal sempitnya dari pada al-Quran dan Hadits. Mereka ini bukanlah orang-orang berilmu, justru mereka ini yang sudah disinyalir oleh para Ulama Salaf…..

    Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anh telah mengingatkan akan adanya orang-orang seperti ini, beliau berkata: “sesungguhnya kalian sekarang ini pada zaman yang masih banyak Ulamanya, sedikit tukang ceramahnya. Dan sesungguhnya setelah kalian akan datang suatu zaman yang banyak tukang ceramahnya dan sedikit Ulamanya” (diriwayatkan oleh al-Bukhary dalam Adabul Mufrad: 789)

    dan seorang Tabi’in bernama Mujahid rahimahullah berkata: “para Ulama telah pergi, tidak tersisa kecuali orang-orang yang pandai bicara” (diriwayatkan oleh Abu Khaitsamah dalam al-‘Ilm hlm. 69)
    Lihat apakah dengan banyak bicara seorang bisa dikatakan berilmu ??

    Lihatlah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali, Mu’adz, Ibnu Mas’ud dan Zaid bin Tsabit Radhiallahu ‘anhum !
    Perkataan mereka lebih sedikit dan bicara mereka lebih sedikit dari pada perkataan dan bicaranya Ibnu Abbas dan Ibnu Umar rahdiallahu ‘anhuma padahal ilmu mereka lebih banyak dan tinggi .. Subhanalloh dari pada ilmu Ibnu Abbas dan Ibnu Umar.
    Begitu pula para tabi’in lebih banyak perkataannya dari pada para sahabat padahal para sahabat lebih berilmu dari pada mereka. Dan makin kesini para Ulama semakin banyak perkataannya dari pada para Ulama sebelumnya padahal para Ulama sebelumnya lebih berilmu dari pada Ulama terkini.
    Allohul Mustho’an

    • mu'min 2 berkata:

      Maka dari itu ikutilah Rasulullah, Jangan ikuti “ulama” yang kerjaannya cuma bisa ceramah doang, tapi nggak bisa jadi contoh dan karya nyata untuk umat. Tampilan arabi (berjenggot, bersorban) tetapi akhlak jauh dari yang namanya islami.

      • ummu khonsa berkata:

        Kalo Komen Jangan Asbun donk mu;min ….Mendingan menyimak saja Dari pada komen tapi gak berilmu …
        Masalah Jenggot Jangan anda bawa2 Karena itu adalah Ilmu Alloh , keburukan seseorang jangan di sangkut pautkan dengan kedengkian hati anda terhadap ilmu Alloh ! Oceeh ..
        hee Piiissss :D

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

        “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu), Para ulama semakin langka, dan semakin banyaknya orang bodoh yang berambisi untuk menjadi ulama..( Tentu Kita Sudah Faham yah ulama seperti apa yang Sudah Alloh kasih Warisan Dalam Hadist ini )

        Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamba-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama. Sehingga, ilmu syariat terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. Oleh karena itu, kematian salah seorang dari mereka mengakibatkan terbukanya fitnah besar bagi muslimin.

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash, katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

        “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)

        • mu'min 2 berkata:

          Ooh … nggak berilmu ya ? :) OK OK … kalo ente merasa berilmu, sekarang ane tanya … definisi ulama menurut ente apa sih ? ulama pewaris para nabi itu seperti apa sih ? Kita buktikan siapa yang paling asbun :D

          • Orang Asing berkata:

            The Criteria of ULAMA is :
            1. Winner of All item on RFC’s Rally:
            – Serial of Time Trial,
            – Offroad,
            – Free Style,
            – Slalom Test,
            – Ale Cuisine (bahasa indonesia = Masakan + bir putih)
            2. Winner of RFC’s Followers Credit Point:
            – Car to add 5 point
            – Motor Cycle to add 2 point
            – Passenger to add 1 point
            3. Winner of Base camp :
            – Quantity of wife & children
            – Quality and Quantity of farming
            – Quantity of Halaqoh
            4. Winner of Base Do-it (bahasa indonesia= amal dan duit)
            – Quantity of Rosmal Deposit
            – Quantity of Ribbun
            Do you want to be an ULAMA ?
            We waiting at the Next Ulama’s Jambore: Dzulhijjah 1434 H ..!
            in the next 2 weeks … Dont miss it… !!!

          • mu'min berkata:

            kemana rencana julhijah 1434 pak?

          • ummu khonsa berkata:

            Waduuuh maaf …
            ana Gak suka Debat Kusir yah …
            Permisiii .. :) :)

          • mu'min 2 berkata:

            Siapa yang ngajak debat ? ane kan cuma komentar doang … yang mancing debat kan ente … ente yang mulai, ente juga yang kabur duluan :D

          • any berkata:

            hahahahahahah… geli banget baca komeng nya si orang ngasing…. standart ulama ala FAH itu namanya…. hahahahahah… bikin standart ulama ala sendiri… hahahahahah… hebat ilmunya…

      • MUSLIM berkata:

        @Mu’min 2 : saya membaca komentar antum ingin mengomentari mengenai hal ini.
        1) Benar sekali bahwa hanya Rasulullah yang patut dan harus diikuti tidak ada tawar menawar dalam hal tersebut sebagaimana dalam Qur’an surah Al Ahzab (33) ayat 21.
        2) Jangan ikuti “ulama” yang kerjaannya cuma bisa ceramah doang, tapi ga bisa jadi contoh dan karya nyata untuk umat, disini semacam ada sikap apriori terhadap ulama-ulama yang biasa dengan gamis-nya atau sorban yang mengikat kepalanya dan seolah-olah yang berpenampilan selain itu boleh diikut.
        Semestinya kita lebih bijaksana menyikapi apa yang tampak secara dzahir dan tampak secara perbuatannya mengikuti rasulullah, sahabat dan para salafush sholeh atau tidak….. Jika kita bisa melihat mereka lebih mengikuti hawa dan mengikuti thogut yang ada pada masa sekarang tentunya umat harus cerdas dan menjauhi mereka. Ketahuilah kawan, Allah SWT diibadahi tidak dengan kebodohan. Bagi para asatidz yang membiasakan dirinya dengan pakaian, sorban, janggut dan memberikan akhlak yang baik, memberikan penerangan yang terang dengan Qur’an, apakah kita berhak memvonis mereka? Ada dari mereka disaat mudanya berada di front-front jihad melawan orang-orang kafir… apakah kita juga akan memvonis mereka?
        3) Kembali mengenai blog ini bahwa mengenai Abu Hamzah yang terkenal saat ini jahil dalam berhujjah dan berfatwa apakah patut diikut? Karena ini omongan awal-awal yang muncul dari mulut yang mengajak kepada firqoh ini, begitu lancarnya mempelintir hujjah sehingga dengan alasan keamanan atau ini hanya perkara sunnah kemudian menanggalkan sebuah identitas seorang MUSLIM. Saya mau bertanya dalam forum ini dan bagi yang melihat blog ini…. orang ini (abu hamzah) mudah sekali mengkafirkan orang islam maka pertanyaannya BERAPA BANYAK ORANG YANG TELAH MASUK ISLAM YANG DAHULUNYA KAFIR NASRANI, KAFIR YAHUDI ATAU MUSYRIK OLEH ABU HAMZAH??? BERAPA BANYAK ORANG YANG MENJADI KORBAN KEDZALIMAN ORANG INI DALAM BERHUJJAH SEHINGGA SESAMA MUSLIM BISA MENGKAFIRKAN, SESAMA ORANG ISLAM YANG MASIH SHOLAT BISA DIKAFIRKAN??? ATAU SEDANG TREND SEKARANG BAHASA HALUSNYA TIDAK BERSAUDARA LAGI KARENA TIDAK SATU KELOMPOK???
        Apakah tidak kita memikirkan kalau orang-orang ini bapaknya kebodohan umat dan masih juga diambil hujjahnya.
        4) Mengenai contoh dan karya nyata bagi umat??? seperti apa??? yang mana??? umat yang mana??? seperti abu hamzah??? seperti peniru-peniru abu hamzah??? yang merasa berjasa dengan umat islam padahal tidak ada artinya sama sekali selain menjadi raja kecil di negeri yang namanya Islam-islaman.
        Seorang Ulama/Guru/Murrobi/pendakwah tanpa adanya silsilah kepada siapa dia belajar dan berujung kepada seorang pengikut sunnah atau tidak, sudah bisa disebut pembohong yang mengatas namakan Islam dan menjadi faktor perusak ukhuwah islamiyah.
        5) Saya ingin mengingatkan bahwa sikap seperti ini tidaklah baik untuk dibangun disaat umat islam berusaha dalam persatuan. Visi dan misi yang terkontaminasi sejak awal akan menyesatkan jalan manusia yang mengikutinya. Karena itu Rasulullah sejak awal telah menyatakan misinya kepada kaumnya “Hendaklah kalian menyembah Allah dak tidak ada ilah bagi kalian selain Allah”. Beliau juga senantiasa mengingatkan supaya pengikutnya tidak meniru orang-orang kafir. Beliau bersabda: “Barangsiapa menyerupakan diri dengan suatu kaum, maka ia termasuk di antara mereka”.
        Wassalam….

        • Manager berkata:

          Tidak ada SILSILAH nya ? Ini ketemu juga “Kakek buyut” FAH :

          “SIAPAKAH JAMA’AH TAKFIR WAL HIJRAH ?”
          Oleh Syaikh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql

          Jama’ah takfir wal hijrah merupakan bukti keberadaan Khawarij pada abad ini. Mereka menamakan diri Jama’atul Muslimin. Muncul di Mesir dan diprakarsai Syukri Musthafa, seroang mahasiswa fakultas pertanian di Asyuth (Universitas Asyuth).

          Pemikiran-pemikiran Khawarij menghinggapi pikirannya setelah ia dihukum sekitar tahun 1385H. Dia banyak mendapatkan paham ini ketika berada di dalam penjara, hingga sekitar tahun 1391H. Akhirnya jama’ahnya bertambah besar dan pemikirannya kian berkembang. Sikap mereka sangat berlebih-lebihan, hingga tokoh-tokoh mereke terbunuh setelah mereka menculik Dr Muhamamd Hussain Adz-Dzahabi.

          Pertama : Mengkafirkan. Hal ini mencakup :

          Mengkafirkan para pelaku dosa besar dan menganggap mereka keluar dari agama dan kekal selamanya di dalam neraka, sebagaimana pendapat Khawarij terdahulu.

          Menganggap KAFIR siapa saja yang berbeda dengan mereka dari kalangan kaum muslimin (ulama atau lainnya), dan menjatuhkan vonis kafir ini secara mu’ayyan (terarah kepada person tertentu)

          MengKAFIRkan siapa saja yang KELUAR dari jama’ah mereka yang dahulu pernah bersama mereka, atau orang yang berbeda dengan dasar mereka.

          MengKAFIRkan masyarakat muslim (YANG BUKAN DARI MEREKA), dan menghukuminya sebagai masyarakat jahiliyah.

          Menganggap KAFIR siapa saja yang tidak berhukum dengan hukum Allah secara mutlak dan TANPA PERINCIAN.

          MENGKAFIRKAN SIAPA SAJA yang tidak mau hijrah kepada mereka dan orang yang tidak mau memboikot masyarakat dan yayasan-yayasan (organisasi-organisasi).

          Mengangap KAFIR secara mutlak orang yang tidak mengkafirkan orang kafir menurut mereka.

          Kedua : Kewajiban Hijrah dan UZLAH (menyendiri). Hal ini mencakup :

          MENINGGALKAN MASJID kaum muslimin dan tidak boleh shalat di dalamnya, walaupun harus meninggalkan shalat jum’at.

          TIDAK BERGAUL dengan masyarakat muslim yang ada di sekitarnya secara mutlak.

          Tidak ikut belajar dan mengajar, serta mengHARAMkan masuk ke universitas-universitas dan sekolah-sekolah.

          Tidak membolehkan menjadi pegawai negeri dan tidak boleh bekerja pada yayasan-yayasan umum, serta mengharamkan bekerja di lingkungan yang mereka sebut sebagai masyarakat jahiliyah, yaitu siapa saja yang bukan dari golongan mereka.

          Ketiga : Mengajak umat agar buta huruf dan MEMERANGI PENDIDIKAN..

          Hal ini mereka serukan, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau merupakan orang-orang yang buta huruf, kecuali sebagian kecil saja. Mereka beranggapan, tidak mungkin seseorang menggabungkan antara mencari ilmu dunia dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti ; shalat, puasa, haji, do’a, dzikir, membaca Al-Qur’an, berjihad dan berdakwah. Menurut mereka, seorang muslim bisa mengetahui ilmu agama sekedar apa yang ia butuhkan, dengan hanya MENDENGARKAN LANGSUNG tanpa harus BELAJAR tulis baca terlebih dahulu, dan berbagai bentuk syubhat lainnya.

          Keempat : Sikap diam dan klarifikasi (Kaidah Tabayyun)

          Yang mereka maksudkan dalam hal ini, yakni sama dengan maskud pendahulu mereka, yaitu Khawarij terdahulu. Yaitu tawaqquf (tidak menilai) terhadap seseorang yang masih belum jelas statusnya, apakah dari kelompok mereka atau bukan. Mereka tidak menghukuminya kafir dan tidak mengatakan ia muslim, kecuali setelah jelas jika ia dari kelompok mereka dan telah memba’iat imam mereka. Setelah itu, barulah seseorang tesebut menjadi seorang muslim. Bila tidak, maka ia KAFIR.

          Kelima : Mereka mengatakan, tokoh mereka (yaitu Syukri Musthafa) sebagai imam mahdi yang muncul pada akhir zaman, dan Allah akan memenangkan agama ini dengannya, dari agama lain di muka bumi.

          Keenam : Mereka memiliki anggapan, jama’ah mereka merupakan jama’ah kaum muslimin, jama’ah akhir zaman yang akan membunuh Dajjal. Dan menurut mereka, waktu munculnya Dajjal serta turunnya Isa Alaihis Sallam sudah dekat.

          Ketujuh : Mereka mengatakan, bahwa kewajiban SYARIAT BISA SALING BERBENTURAN.Maksud mereka dari anggapan ini, yaitu dibolehkan meninggalkan sebagian kewajiban kewajban ketika ada hal yang lebih besar yang tidak bisa kita lakukan, kecuali dengan meninggalkan syari’at tersebut. Mereka meninggalkan shalat Jum’at, karena menganggap mereka dalam masa lemah, padahal syarat JUM’AT ialah bila TELAH ADA KEKUASAAN. Sebagian kalangan mereka memBOLEHkan MENCUKUR JENGGOT, dengan dalih jenggot akan mempersempit ruang gerak dan bahaya bagi mereka.

          Kedelapan : Dasar-dasar dan cirri-ciri bid’ah lainnya, seperti :
          – Pendapat tentang adanya fase hukum. Yaitu ; mereka diBOLEHKAN MENINGGALKAN sebahagian syari’at (shalat JUM’AT dan shalat IED), serta boleh melakukan sebahagian yang diharamkan, seperti ; menikah dengan wanita kafir, mencukur jenggot dan memakan sembelihan orang kafir, karena mereka berada dalam fase lemah, sebagaimana pada masa dakwah Nabi di Mekkah
          – membuat dasar SYARIAT BARU yang berbeda dengan manhaj Salaf. Mereka menolak ijma, melarang taklid dan ittiba (mencontoh) secara mutlak, sehingga mereka mewajibkan semua manusia untuk ber-IJTIHAD.

          Mereka TIDAK BERPEDOMAN kepada pemahaman para sahabat, ulama dan para imam dalam memahami Al-Qur’an dan hadits.

          Mereka tidak mengakui khilafah Islamiyah setelah abad keempat, dan menganggap kafir abad-abad sesudah itu.

          Mereka bersikap KERAS dan KASAR dalam bergaul

          Mereka merasa berilmu, SOMBONG dan merasa LEBIH ISTIMEWA dari kaum muslimin yang lain.

          Mereka menghalalkan darah dan MENCULIK orang yang berbeda dengan mereka, bagi yang pernah bersama dengan mereka, dan menyebutnya sebagai orang MURTAD atau sebutan lainnya dari kalangan kaum muslimin. Aksi yang pernah mereka lakukan, yaitu MENCULIK dan membunuh Syaikh Dr. Muhammad Hussain Adz-Dzahabi, menculik sebagian orang yang telah keluar dari jama’ah mereka dan menghabisinya, persis seperti perbuatan kaum Khawarij. Kita memohon keafi’atan dan keselamatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

          Di kalangan mereka cepat terjadI PERPACAHAN, PERMUSUHAN dan saling memakan di antara mereka sendiri.
          http://abusalma.wordpress.com/2007/08/18/siapakah-jamaah-takfir-wal-hijrah/” rel=”nofollow”>abusalma.wordpress.com/siapakah-jamaah-takfir-wal-hijrah

          • Ida berkata:

            Subhanalloh…kok bisa sama banget ama FAH yah? Cuma sedikit yg beda.
            Ini pasti bukan kebetulan. Abu hamzah pasti banyak belajar dari syukri mustafa, melalui bekas2 peninggalannya ato kayaknya mereka adalah tokoh2 yg dapet “bisikan” yg sama…

          • Prajurit berkata:

            Subhanallah…… sepertinya ketemu juga buyut paham takfir ini…
            Nah… kalau gitu bikinin donk buat para pengajar yang “mengaku” paling paham dalam Islam biografinya…. jadi kita bisa mengerti mesti bersikap. Seperti yang dibuat mantan fah citayam…. bagus itu.
            Contoh:
            Biografi Abu Hamzah ?
            Biografi Abu Umar ?
            DLL…..
            SEPERTI APA YAH :)
            JIKA SEMUANYA SAMA AJA HANYA BISA NGOMONG DOANG TAPI TIDAK ADA YANG BISA DIAMBIL MANFAAT ILMUNYA MASIH MAU DI IKUT ??????????
            HAFIDZ QUR’AN ?????? 100% TIDAK ADA.
            HAFAL MINIMUM 6000 HADIST RASULULLAH ????? BELUM SAMPAI ILMUNYA.
            BACA QUR’AN SESUAI TAJWID DAN MAKHRAJNYA????? APA LAGI.
            ixixixixixix SEMUANYA HOAX…….. CUMA BISA JADI ABU-ABUAN…..

            SAYA HERAN KOK MASIH MAU DIBODOHI DENGAN MEREKA-MEREKA.
            APAKAH TIDAK TERPIKIR KALAU AKAN DIMINTA PERTANGGUNG JAWABANNYA NANTI.

            PENGAMBILAN NASH-NASH AYATNYA DAN PEMAHAMANNYA DARI MANA MEREKA?

            BELAJAR DENGAN ULAMA SIAPA AJA MEREKA?

            KALAU TERSINGGUNG MARI TABAYUN DAN JANGAN BIKIN-BIKIN FITNAH YANG MENYESATKAN ORANG.

      • mu'min berkata:

        ngga kreatif ente pake nama? ane erwin/abu ridho,ente siape?

    • purwakarta berkata:

      apa Allah suka kalau umat’y memperselisihkan ajaran Rasul’y??

      • mu'min 2 berkata:

        Tentu saja tidak ! perhatikan komentar ane diatas :

        “Maka dari itu ikutilah Rasulullah, Jangan ikuti “ulama” yang kerjaannya cuma bisa ceramah doang, tapi nggak bisa jadi contoh dan karya nyata untuk umat. Tampilan arabi (berjenggot, bersorban) tetapi akhlak jauh dari yang namanya islami.”

        ada yang salah dengan komentar ane ?

        • any berkata:

          emangnya jama’ah FAH kagak ngomong doang ?!?!?!? heheheheeh…. masih mending noh yang sorbanan … sunnah Rasulullah di jalani… di FAH mah ngomong doang termasuk abu hamzahnya sendiri…. heheheheheh… sorry yaa… emang itu kenyataannya….

          • mu'min 2 berkata:

            Emang iya … !! dijaman fitnah seperti sekarang, tinggalkan semua firqah !! karena firqah apapun tidak beramal untuk umat, melainkan untuk firqahnya sendiri.

            Apakah sorban sunnah Rasul ? ataukah BUDAYA* / kebiasaan berpakaian orang arab pada masa itu ? mau ikut BUDAYA atau mau ikut Sunnah Rosul ? Apakah seorang muslim yang tidak bersorban dan tidak berjenggot adalah orang yang tidak islami atau tidak mengikut Sunnah Rasul ?

            *BUkan DAri keYAkinan :)

          • Al-Faqir berkata:

            Untuk saudaraku Mu’min 2 : Tinggalkanlah pola lama sebagaimana kita di FAH dulu, yaitu mengikuti persangkaan sendiri sebelum kita mengechek tuntas tentang suatu faham atau permasalahan yg ada. Tentang jenggot, sudah sangat masyhur hadits2 yang memerintahkan untuk itu, dlm rangka membedakan tampilan antara muslimin, yahudi atau nasrani. Dan yg mungkin agak jarang diungkap adalah tentang SORBAN.

            Sebagian ulama memang ada yg mengatakan bahwa imamah (sorban) adalah “aadah” (adat/kebiasaan/budaya) akan tetapi ini adalah “aadah” yg baik yg lebih afdhol jika dikenakan, sebagai pelengkap pakaian ketika sholat.
            Syaikh Ibnu Baz-rahimahullah- mengatakan : “Apabila ia shalat tanpa memakai penutup kepala (peci atau sorban), maka tidak mengapa. Akan tetapi apabila ia mengenakan perhiasannya dan menyempurnakannya (dengan mengenakan tutup kepala), maka hal itu afdhol (lebih utama), berdasarkan firman Allah subhaanahu wa ta’ala : ‘Wahai Bani Aadam, gunakanlah perhiasan kalian setiap kali menuju masjid’ (QS. Al-A’raaf : 31).
            Oleh karena itu, apabila ia menyempurnakan perhiasan yang biasa berlaku pada negerinya bersama jama’ahnya, di mana termasuk di antara kebiasaan mereka (penduduk negeri) adalah menutup kepala; maka hal ini afdhol (lebih utama dilakukan). Sebaliknya, jika kebiasaan yang berlaku dalam negerinya tidak seperti itu, bahkan termasuk kebiasaan mereka adalah tidak memakai penutup kepala; maka tidak mengapa shalat bersama mereka dengan keadaan kepala terbuka (tanpa memakai penutup)” (Transkrip tanya jawab, http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=5&View=Page&PageNo=1&PageID=2907” rel=”nofollow”>alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.)

            Pemahaman tentang sorban tentu akan lebih kuat jika ada keterangan dari Rasul dan para sahabatnya.
            Sebagian hadits tentang imamah (sorban) memang telah dinyatakan dhoif oleh para ulama ahlul-hadits, terutama yg mengandung fadhilah2 tentang sorban. Namun ada hadits yg shohih tentang sorban, di mana melalui hadits ini ulama ada menghukumkan sunnah bersorban, apakah ketika ketika sholat, atau lainnya. Ini haditsnya :

            أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ

            “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah, sedang beliau memakai sorban hitam“. (HR. Muslim dalam Shohih-nya (1359),Abu Dawud dalam Sunan-nya (4077), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1104 & 3584))

            Al-Hasan Al-Bashri -rahimahullah- berkata dalam menceritakan kebiasaan sahabat dalam memakai peci/songkok/penutup kepala dan imamah (sorban) :

            كَانَ الْقَوْمُ يَسْجُدُوْنَ عَلَى الْعِمَامَةِ وَالْقَلَنْسُوَةِ وَيَدَاهُ فِيْ كَمِّهِ

            “Dahulu kaum itu (para sahabat) bersujud pada sorban, dan peci/penutup kepala, sedang kedua tangannya pada lengan bajunya“. (HR.Bukhori dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150) secara mu’allaq dengan shighoh jazm, Abdur Razzaq dalam Al-Mushonnaf (1566)).

            Maka, lengkaplah…ada keterangan dari Nabi tentang sorban dan ada keterangan dari sahabat juga.

            Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani-rahimahullah- berkata : “Menurut hematku, sesungguhnya shalat dengan tidak memakai tutup kepala (peci atau sorban) hukumnya adalah makruh. Karena merupakan sesuatu yang sangat disunnahkan jika seorang muslim melakukan shalat dengan memakai busana islami yang sangat sempurna, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits: “Karena sesungguhnya Allah paling berhak untuk dihadapi dengan berhias diri. ” (Tamamul Minnah fit Ta’liq ‘ala Fiqhis Sunnah, hal.164-165)

            Syaikh Al-Albani juga berkata : “Barangsiapa yang menyangka beliau (Nabi) pernah tidak memakai imamah (sorban) ketika shalat -selain pada saat melakukan ihram-, maka dia harus bisa menunjukkan dalilnya. Yang benar itulah yang paling berhak untuk diikuti.” (Ad-Dinul Khalish (3/214) dan Al-Ajwibah An-Nafi’ah an Al-Masa’il Al-Waqi’ah, hal.110)

            Demikianlah ya akhi, semoga dengan keluarnya kita dari FAH menjadi org2 yg justeru lebih baik dlm ilmu, keikhlasan dan amalan. Barokallahu fiikum.

        • ummu khonsa berkata:

          Bismillah ,

          Kesombongan adalah rasa angkuh dalam hati yang melahirkan penolakkan dan penghinaan terhadap orang lain seperti diungkapkan oleh Nabi Saw bahwa sombong adalah Bathrul haq wa ghamtun naas (menolak kebenaran dan menghina orang lain). Tumbuh rasa bahwa dirinyalah yang terhormat, terhebat, terpilih dan terpenting, yang lain tidak. Sehingga sifat ini menumbuhkan rasa negatif lainnya yaitu tidak memerlukan nasihat dan pelajaran dari orang lain. Sifat negatif ini dapat merasuk dan merusak siapa saja, baik si miskin, si kaya, tua muda, yang bodoh maupun yang alim. …

          Waspadallah …

          waspadalahhh !!

          Tidak masuk surga siapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sekecil apa pun.” (H.R. Muslim).

        • mu'min 2 berkata:

          @Al Faqir : Firqah FAH sdh lama sy tinggalkan, dan tidak masuk firqah manapun. Namun tidak dipungkiri masih banyak hal yang baik dari FAH yang masih sy pegang teguh dan masih bermanfaat sampai sekarang.

          Saudaraku Al Faqir, islam bukan hanya ritual (tampilan, hafalan, ceramah, halaqat dll) tapi yang terpenting adalah spiritual (akhlak islam dalam kehidupan teraplikasi).

          Mengenai jenggot, sy juga berjenggot tapi sy tidak pernah mengutamakan jenggot/sorban/gamis sebagai identitas keislaman sy. Karena jenggot tidak hanya dari islam (orang kafir juga pake jenggot), dan islam bukan hanya jenggot. Arab bukan islam (melainkan suku bangsa) dan islam bukanlah arab (islam adalah rahmatanlil’alamin).

          Saudara saudaraku : sebenarnya yang hendak sy ungkapkan dari masalah ini bukanlah masalah jenggot, tampilan, atau yang lainnnya, melainkan masalah bukti akhlaq kita sebagai muslim yang seharusnya menjadi identitas utama. Sadarkah kita bahwa umat manusia sekarang sudah berhasil / sukses besar dipecah-belah, dan diadu domba secara sistematis oleh para penyembah iblis dan itu sudah berlangsung selama ratusan tahun ? Umat benar benar dibodohkan dengan berbagai macam hafalan, ritual dll sehingga umat tidak mampu berfikir untuk maju dan merubah nasibnya. Akibatnya akhlaq umat jauh dari dari islam dan terkena penyakit WAHN akut (Bersangatan cinta dunia takut mati).

          Apakah semuanya itu bisa dirubah dengan hafalan, ceramah/halaqat, pengajian firqah, ritual, dll ?

          • Al-Faqir berkata:

            Ya, akhi.
            Bisa jadi memang antum lebih baik dari saya, banyak kesalahan2 saya yg harus saya perbaiki dan banyak amalan2 yg harus saya ilmui juga. Bisa jadi antum lebih banyak berilmu dan lebih banyak mengerti dari saya, ya akhi, akan tetapi dengan tanpa mengurangi rasa hormat, bukan berarti saya tidak boleh mengkritik hal yg memang keliru dari antum, ya akhi.
            Selama di FAH, memang ada hal2 yg baik, dan itu datangnya dari Allah, bukan dari FAH. Segala hal yg buruk, itulah dari manusia2-nya yg dhoif. Akan tetapi ketahuilah, ya akhi…buruknya akidah yg menyimpang tidak akan pernah bisa dianulir dengan hal2 yg baik apapun yg ada dalam masalah2 selain itu. Akidah yg buruk akan menjadikan seseorang dipandang buruk meskipun seseorang itu cerdas dalam berfikir, atau semangat dalam berjuang. Akidah adalah modal seorang muslim, yg tidak boleh ada penyimpangan dan perbedaan dg para salafush-sholeh. Dan hal yg baik dan buruk itu, bukanlah berdasarkan prasangka kita sendiri yg menentukannya, akan tetapi dg tolak ukur Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para ulama (yg terdahulu ataupun yg terkemudian).
            Imam Asy-Syaukani رحمه الله mengatakan : “…Dan yang dijadikan tolak ukur bahwa sesuatu itu ma’rûf atau mungkar adalah al-Kitab (al-Qur’ân) dan as-Sunnah.” (Irsyâdul-Fuhûl, I/247).

            Mengenai Islam itu bukan hanya ritual, ketahuilah ya akhi, Islam itu kaffah dan tidak boleh ada urusan apapun yg dianggap remeh (lihat ttg ulasan ini dlm tafsir Ibnu katsir Qs.Al-Baqarah:208). Ketahuilah ya akhi…seseorang yg berjenggot atau bersorban mengikuti ajaran Nabi-nya, tetapi akhlaknya kurang baik, harus tetap diakui bahwa jenggotnya adalah baik, sorbannya adalah baik, peci-nya adalah baik, ghomisnya adalah baik, dll. Apa2 yg baik harus tetap diakui dg ketawadhdhuan, bahwa itu adalah hal2 yg baik yg ada padanya. Begitulah seorang muslim mengaplikasikan akhlaknya yg baik dg cara yg adil. Seorang yg berakhlak baik adalah seorang yg adil, ya akhi…
            Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata, “Sesungguhnya syari’at ini berdiri di atas pondasi hikmah dan kemaslahatan dunia-akhirat bagi hamba-hamba Allah. Syari’at ini, seluruhnya adil, rahmat, maslahat dan hikmah. Maka setiap masalah yang keluar dari prinsip keadilan kepada kezhaliman, dari rahmat ke lawannya, dari maslahat ke mafsadat dan dari hikmah kepada kekerasan..” (I’laamul-Muwaqqi’iin, IV/337).
            Dengan kerendahan hati, marilah kita bersama2 menjadikan diri kita sebagai org yg berakhlak baik, ya akhi, yg mampu menghargai kebaikan orang lain meskipun kebaikan itu sering dipandang remeh oleh manusia…Sesungguhnya Allah سبحانه و تعالي tdk pernah memandang remeh kebaikan seorang hamba meski seberat dzarroh sekalipun, akan tetapi manusia memang sering melampaui batas…

            Ketahuilah ya akhi…hafalan (terhadap ayat2 Allah ataupun terhadap hadits2 Rasulullah) tidak pernah difahami oleh Nabi, para sahabat dan para Imam Islam sebagai pemecah belah ummat apalagi sebagai pembodoh ummat, Rasulullah adalah penghafal Al-Qur’an, para sahabat juga menghafal Al-Qur’an, bahkan mereka juga menghafal hadits2 dari Nabi dgn sangat banyak, sehingga tersampailah hadits2 Nabi itu kepada kita sekarang (melalui perantaraan para penghafal hadits).
            Para ulama salaf justeru memandang hafalan sebagai metode awal pengajaran para ahli-ilmu.
            Imam An-Nawawi رحمه الله mengatakan : “Hal Pertama (yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu) adalah menghafal Al-Qur‘an, karena ia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al-Qur‘an.” (Al-Majmu’, Beirut, Dar Al Fikri, 1996, Cet.Pertama, Juz I, hal.66)
            Ibnu ‘Abdil-Barr رحمه الله mengatakan : “Menuntut ilmu memiliki tingkatan dan tahapan yang tidak boleh dilanggar. Siapa yang melanggarnya secara keseluruhan, maka ia telah melanggar jalan para salaf, siapa yang melanggar jalan mereka dengan sengaja, maka ia telah tersesat, dan siapa yang melanggarnya lantaran ijtihadnya, maka ia telah menyimpang. Awal dari ilmu adalah menghafalkan Kitabullah dan memahaminya. Segala apa yang dapat membantu untuk memahaminya, maka wajib untuk mempelajarinya…” (Jaami’ Bayaanil-‘ilmi wa Fadhlihi II/1129).

            Ketahuilah, ya akhi…bukanlah para penyembah iblis orang2 yg menghafal Al-Qur’an dan penghafal Al-Hadits dari Nabi selama ratusan tahun, akan tetapi penyembah iblis adalah org2 yg menginginkan ajaran Islam (Al-Qur’an dan Al-Hadits) punah dari muka bumi karena tidak ada lagi yg menghafalnya di kemudian hari…

            Ketahuilah ya akhi, penyakit “Wahn” memang berbahaya, sehingga orang yg terjangkit penyakit ini selalu terorientasikan kepada kehidupan di dunia : bagaimana supaya di dunia ini maju ; bagaimana supaya di dunia ini lebih baik nasibnya ; bagaimana supaya bisa berkuasa di dunia ; bagaimana supaya begini atau begitu di dunia….dst.
            Sedangkan kaum muslimin yg mempunuyai akhlak yg baik terhadap Rabb-nya, jauh dari “wahn” dan selalu terorientasikan ke akhirat : bagaimana supaya diridhoi oleh Allah dgn menjaga kemurnian ajaran Islam dgn menghafal, mempelajari, mempraktekkan dan meneruskannya ; bagaimana supaya banyak mendapatkan ganjaran yg baik dari Allah di akherat dgn mengikuti ajaran2 Allah melalui sunnah2 Rasul-Nya, baik yg ritual ataupun yg non-ritual, dll…

            Demikianlah, ya akhi…Izinkan sekali lagi saya yg dhoif ini menyampaikan : “Tinggalkanlah pola lama sebagaimana kita di FAH dulu, yaitu suka mengikuti persangkaan tanpa mendalami persoalannya.”
            Belajarlah tentang apa itu “firqoh” dgn lebih mendalam dari para ulama salaf dari kalangan Ahlus-Sunnah, ya akhi.
            Semoga kita menjadi orang2 yg mendapatkan Rahmat dari Allah Azza wa Jalla.
            Barokallahu fiikum.

          • Abu Haidar berkata:

            Bismillah…..
            @Mu’min 2
            Pertama : Tolong di jelaskan kepada kami pernyataan antum diatas “masih banyak hal baik dari FAH yang masih saya pegang teguh dan masih bermanfaat sampai sekarang” ?
            Karena kata banyak dengan sedikit ada perbedaan yang jelas, jika banyak maka bisa disebutkan melebihi 50% dari ajaran FAH adalah benar dan ajaran FAH tidak menyesatkan maka kenapa antum keluar dari FAH?
            Antum menyatakan “masih berpegang teguh” dengan apa yang telah diajarkan oleh seorang jahil bernama Abu Hamzah?
            Apa kemanfaatan yang antum dapatkan sampai sekarang dengan berpegang teguh tersebut?
            Ana bukannya menyudutkan antum tapi ini seperti suatu pernyataan yang aneh bagi orang yang menyatakan diri telah keluar dari FAH dan berusaha dalam bertaubat.

            Kedua : “islam bukan hanya ritual (tampilan, hafalan, ceramah, halaqat dll) tapi yang terpenting adalah spiritual (akhlak islam dalam kehidupan teraplikasi)”….. Bagaimana anda memisahkan antara ritual dengan spritual apakah ada dalilnya mengenai hal ini?
            Mengenai dalam mencapai akhlak yang baik semestinya semuanya selaras dan sejalan, jika orang banyak beribadah kepada Allah SWT dan mau mengikuti Al Qur’an dan sunnah Rasulullah bukankah menjadikan seseorang itu yang baik dan patut dicontoh? Akhlak islam dalam kehidupan teraplikasi sangat setuju dan harus…. langkah apa yang antum bisa tawarkan kepada kami untuk itu…?

            Ketiga: “Sadarkah kita bahwa umat manusia sekarang sudah berhasil / sukses besar dipecah-belah, dan diadu domba secara sistematis oleh para penyembah iblis dan itu sudah berlangsung selama ratusan tahun ? Umat benar benar dibodohkan dengan berbagai macam hafalan, ritual dll sehingga umat tidak mampu berfikir untuk maju dan merubah nasibnya. Akibatnya akhlaq umat jauh dari dari islam dan terkena penyakit WAHN akut (Bersangatan cinta dunia takut mati).
            Apakah semuanya itu bisa dirubah dengan hafalan, ceramah/halaqat, pengajian firqah, ritual, dll ?”
            Umat manusia memang sejak dahulu akan bepecah belah, bersuku2, berbangsa2 dan merupakan sunnatullah…. (Qs. 49 :13) Jika antum sebutkan orang muslim telah dipecah belah dan diadu domba secara sistematis jelas sekali dengan adanya di abu hamzah yang seolah-olah islam adalah dikelompoknya bukankah kita malah dijerumuskan dengan orang islam sendiri? Bukankah itu lebih keji? Ini merupakan penyesatan yang nyata antum masih menganggap FAH itu “banyak” baiknya…..???
            Para penyembah iblis itu sudah jelas kekafirannya mereka tidak mau secara offensif memerangi kita tetapi inilah saat sekarang kita dalam Ghazwul Fikri (perang pemikiran) terhadap orang2 kafir itu dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh islam menghantam orang-orang islam. Antum tentu mengetahui bahwa mereka (orang kafir) menggulung kita perlahan2 dari pinggir atau istilahnya jika ingin membongkar rumah tentu susah kalau podasinya dahulu maka lebih mudah hiasan2 dinding, meja, kursi, lemari, dll dikeluarkan dahulu lalu perlahan2 satu persatu dari atap hingga pondasinya hancur….. ini analoginya, jika kita anggap jenggot, sorban, pakaian ghomis, dll yang secara tampak kasat mata adalah hiasan atau antum sebutkan budaya padahal mereka yang menghidupkan hal-hal kecil ini mesti kita apresiasikan bukan mencelanya. Dengan kita kurang bisa menghargai satu dengan yang lainnya, suka mencela satu dengan yang lainnya maka kita sendiri yang membuat perpecahan bukan persatuan antar umat islam. Di komen2 antum selalu menyebutkan “karya nyata”, “bukti akhlaq kita”, tolonglah kami dibuatkan contoh dari hasil yang telah antum capai dalam berkarya nyata untuk Islam….?
            Mohon jangan digeneralisir pemahaman penyakit WAHN kepada semua umat Islam, antum menulis itu tandanya antum harus tahu kosekuensinya kami bisa bawa antum ke medan jihad di rohingya, di suriah dan di somalia…. ana tanya ke antum siap antum berangkat kesana….? kami orang-orang yang rindu dengan syahid, bagaimana dengan antum????

          • Mujahid berkata:

            wah wah wah…..antum gayanya seperti orang yg habis pulang berjihad di syuriah ya….hebat…hebat……tidak takut mati…berperang di jalan ALLAH…juhud…angkat jempol buat antum……..sekarang ana tanya : apa kelompok antum pernah pergi ke medan perang bersama2 para mujahid Indonesia atau di luar sana….???? apa antum sendiri pernah bersama2 berjihad di Ambon , Rohingya, palestine…??? ngaca dong bosss……..bisa bisanya ngomong kelompok di luar antum kena penyakit ” WAHN AKUT”……???? pernyataan antum akan berbalik pada diri sendiri…ingat itu…..lain kali kalau ngomong pakai otak ya..jangan pakai dengkul…beginilah jadinya jika ada orang yg masih memegang teguh jalan orang2 sesat…dia tidak sadar kalau dirinya sendiri sedang tersesat….

          • Mujahid berkata:

            mu’min 2 komentar antum ana tanggapin di atas….

          • Manager berkata:

            Haloooo….Sing Waras … Mengalah aja dunk ..!
            Berdebat musti pake kepala dingin,
            tidak saling merendahkan…
            Kedepankan Hujjah..!

          • ummu khonsa berkata:

            Astaghfirullohhal adziim …
            Senang sekali antum Debat Mendebat ,
            Hujat menghujat …
            Siapakah Yang Lebih diantara antum ?
            Yang Paling Banyak Hujjahnya ?
            Atau Yang Paling Banyak Komennya ? Atau Yang Paling Pandai Bicaranya ?

            Masya Alloh …

            عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

            [رواه البخاري ومسلم]

            Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)

          • “Apakah semuanya itu bisa dirubah dengan hafalan, ceramah/halaqat, pengajian firqah, ritual, dll ?”
            Pertanyaan ini masih khas ala FAH, akhi, saya sangat memahami bahwa tuk menghilangkan syubhat2 yg kita dapatkan dari FAH memang CUKUP SULIT walaupun sudah keluar dari FAH, ini ujian akhi, tp insyaALLAH dengan terus memohon PETUNJUK ALLAH disertai thulabul ‘ilmi, smoga Allah membersihkan akal kita dari berbagai syubhat jahiliyah di masa berkecimpung di FAH. Saya rasa hujjahnya telah dikemukakan juga oleh akhi Al Faqir, lebih logis lagi klo kita bertanya :

            Bagaimanakah ALLAH memelihara AL-Qur’an?
            Bukankah melalui Ulama? Bukankah mereka para penghafal Qur’an dan Sunnah?
            Bagaimanakah ALLAH mencabut ILMU?
            Bukankah dengan mewafatkan para Ulama?

            Dan tentunya sudah kita fahami menghafal itu konsekuensinya adalah pengamalan.
            Saya teringat beberapa teman yg sudah keluar dari FAH malah mengambil jalan untuk tidak belajar kemana pun karena beranggapan sama saja masuk ke dalam “firqah”, saya rasa ini kekhawatiran yg berlebihan. Yakinlah ketika kita mencari jalan kepada ALLAH maka Allah tidak akan mendzalimi hamba-hambanya yg ikhlas.

            WALLAHU A’LAM

          • Al-Faqir berkata:

            Semoga akhi Naira dirahmati Allah. Cukup bagus ungkapan logis lewat pertanyaan2 dari antum tentang ulama, sehingga kita semakin mengerti bahwa ulama memang tdk bisa dipisahkan dari eksistensi Islam. Dan apa yg antum katakan bahwa Allah tdk akan menzholimi hamba2Nya yg ikhlas, ini juga memang haq yg seharusnya kita pegang dg kuat ketika kita keluar dari FAH. Saya jadi kembali introspeksi diri dg kata2 antum, Jazakallah khoir.
            Saat kita melangkahkan kaki keluar dari FAH, keikhlasan (keluar dari faham2 yg salah karena Allah) harus ada terlebih dahulu. Setelah itu lalu kita mengikuti ajaran2 para ulama (melalui para asaatidz yg ada di negeri kita) juga dg keikhlasan, ketawadhdhuan dan tahu diri yg tinggi bahwa kita adalah org2 yg baru saja lepas dari lumpur2 syubhat, belum banyak berilmu dan masih diliputi kebiasaan mengkedepankan hawa nafsu dalam memandang setiap permasalahan. Kita mengikuti ajaran2 yg baik bukan karena ingin menjadi pesohor di kemudian hari, bukan karena ingin terlihat gagah sebagai pejuang2 Islam, dan bukan karena ingin dianggap lebih berilmu dari org2 lain. Setiap org di antara kita memang harus mengontrol kulubnya masing2 tentang hal ini, dan tidak akan diketahui oleh orang lain, hanya dirinya dan Allah yg mengetahuinya.
            Kita mengikuti ajaran2 yg baik adalah karena ingin memperbaiki diri kita yg telah banyak bersalah demi mendapatkan ampunan dan ridho-Nya…Hanya itu, ampunan dan ridho-Nya…
            Dengan keikhlasan, syetan tdk akan mampu menggiring kita kepada kesesatan yg lain setelah keluar dari FAH. Allah tdk akan pernah zholim terhadap siapapun dan Dia menyayangi hamba2Nya yg ikhlas…
            Berdo’a, memohon ampunan dan petunjuk dg tdk putus, membuang penyakit2 kulub seperti ujub dan sombong, mengusahakan diri agar mempunyai sifat2 baik seperti tawadhdhu dan qona’ah. Rela meskipun harus diangap orang sebagai “orang payah”, atau “orang yg telah berbuat bodoh dan telah banyak berdosa”, tak mengapa dan tak menyakitkan lagi, karena yg diinginkan hanyalah ampunan dan ridho-Nya…
            Semoga saya, antum, dan teman2 kita semua diizinkan oleh Allah menjadi org2 yg ikhlas, yg tidak lagi mudah termakan dg fitnah2 yg digulirkan syetan, yg hanya mengecoh dan mengeruhkan pikiran padahal tdk lurus.
            قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
            “Iblis berkata : Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya
            kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlish di antara mereka”
            (Qs.Shaad : 82-83)

            Dan org2 yg ikhlas itu bukan org2 yg keras hati, yg ingin selalu tampil beda dari yg lain sehingga merasa tdk memerlukan nasehat dari org yg lain, sering merasa mengambil langkah yg tepat, padahal penuh kegegabahan. Org2 yg ikhlas mempunyai keyakinan dan sangka baik terhadap Allah Rabbnya, bukan org2 yg bingung yg terus meraba-raba, dia juga bukanlah org2 yg selalu was-was ketakutan, selama terus berdoa kepada Allah سبحانه و تعالي dengan berendah diri, agar dijauhi dari kesesatan.

            Untuk org2 yg masih trauma ketakutan masuk “firqoh” lagi, ketahuilah, ya ikhwan…sesungguhnya semua orang adalah bagian dari “firqoh”. Firqoh adalah kata yg bersifat umum, bisa baik dan bisa buruk. Sebagaimana juga kata “hizbi”, ada hizbi yg baik dan ada hizbi yg buruk. Hizbi yg baik disebut oleh Allah سبحانه و تعالي misalnya dalam Qs.Al-Mujadilah:22, yaitu “Hizbullah” (golongan Allah). Begitupun ada firqoh yg baik yg telah difahami oleh para ulama sebagai firqoh yg perlu diikut, yaitu FIRQOTUN-NAJIYAH (golongan yg selamat). Para ulama memahami adanya Firqoh an-Najiyah berdasarkan hadits2 tentang perpecahan ummat. Berikut adalah sebagian di antara para ulama yg menyebutkan tentang Firqoh an-Najiyah :

            Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله menyebutkan : “Ahlussunnah wal jamaah adalah Firqatun-Najiyyah (golongan yang selamat) di antara golongan-golongan yang ada. Yang selalu mendapatkan pertolongan dari Allah sampai hari qiyamat.” (Majmu’ Fatawa III/157)

            Imam Asy-Syathibi رحمه الله menyebutkan di salah satu kitabnya : “…karena sudah pasti membutuhkan peran para imam mujtahid di antara mereka, barulah bisa terwujud umat tidak akan bersatu dalam kesesatan, bahkan merekalah Firqotun-Najiyyah (golongan yang selamat)” (Al-I’tishom, 2/265)

            Syaikh Al-Albani رحمه الله ada mengatakan : “Dengan demikian, kita meyakini dengan mantap bahwa setiap jama’ah yang tidak tegak tonggak-tonggaknya di atas asas Al-Kitab dan As-Sunnah serta manhaj as-salafush-shalih dengan dirasah (pelajaran) yang sangat luas, mencakup segala hukum-hukum Islam, yang besar dan yang kecil, ushul dan furu’-nya, maka jama’ah tersebut bukanlah Al-Firqatun-Najiyyah yang berada di atas ash-shiraathul-mustaqiim yang diisyaratkan oleh Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dalam hadits yang shahih.” (Fatawaa Asy-Syaikh Al-Albani oleh ‘Ukasyah bin ‘Abdil-Manan Ath-Thibi, cet. I, Maktabah At-Turats Al-Islamy, hal.106 – 114).

            Demikianlah ya ikhwan, semoga kita termasuk bagian dari Firqoh an-Najiyah. Kita hanya harus meng-ikhlaskan diri, dan biarlah Allah سبحانه و تعالي yg akan membimbing kita…
            Barokallahu fiikum.

          • mu'min 2 berkata:

            ckckckck … sabar … sabar … (sambil ngurut dada)

        • mu'min berkata:

          mu’min 2 boleh tau nama asli ente? yang kreatif dong pake nama,masa ane di bilang sama ama ente

  163. uji berkata:

    Bismillah
    Barang siapa yang Alloh kasih petunjuk tiada seorangpun yg dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang di sesatkan Alloh tiada seorangpun yg dapat menunjukinya. Insya Alloh orang-orang yg ikhlas dan i’ttiba dalam beragama akan Alloh kasih petunjuk kepada jalan yang lurus.

  164. aisyah berkata:

    Terbiasa berkata tidak benar….. maka ketika berbicara benar menurutnya….. apakah pantas kita mempercayainya ?!?!…. sesungguhnya tipu daya tidak akan menimpa kecuali orang yang membuat tipu daya itu sendiri….. aku berlindung ya Allah dari segala tipu daya setan yang terkutuk…. aamiin…Suda

  165. purwakarta berkata:

    kan gk ada yg bisa menjamin ,,, apa yg kita pegang it benar,,, jadi apa kita patut m’perselisihkan tentang ajaran yg benar atw salah?

  166. bandung berkata:

    saya pernah terputus hubngan darah dg orang tua saya karna firqoh ini

  167. feminis berkata:

    saya kasihan sama bapak saya terjebak digolongan itu, bapak saya menikah dg perempuan pilihan umar (abu salma/ abu amir).kami semua sangat kecewa karna umar sendiri yang mempersiapkan semua tanpa sepengetahuan bapak saya, uang bapak sayapun dipegang umar dan mahar penikahan itupun ditentukan umar pula, lalu sisa uang maharnya dipinjam oleh umar.

    kasihan bapak saya. bapak saya sekarang memutus hubungan darah dengan semua anak2nya karena tidak taat Alloh katanya.
    semakin putus hubungan kami semakin dekat dengan Alloh katanya.

    • mu'min berkata:

      kuatkanlah bapak anda,,bapak anda harus jadi hamba allah yang merdeka,bukan ikut apa kata umar haqi si penjilat,biarkanlah orang yang di zolimi yang akan membalasnya,jika orang yang terzolimi minta bantuan orang islam insya Allah kita siap membela saudara kita yang terzolimi…tungguin aja di rumah hayatun. insya Allah ada, di sana halaqohnya tiap minggu, kita ceburin ke kali aja mobilnya.

    • ummu khonsa berkata:

      feminis : Saya sangat prihatin dengan keluarga ukhty , sepertinya saya kenal siapa ukhty …
      Memang Sedih Dan Tragis Jalan Hidup Mayoritas Sebagian Penganut Fah.. Berimbs Pada Keluarga, anak2 Dan Lingkungan sekitar juga …
      bukan Cuma itu , Efeknya Nampak Dalam Psykologis kita , Juga Anak2 ..

      Yahh terutama anak2 …

      Semoga Alloh Kuatkan Jiwa2 Kita Dalam menerima kebaikan ..

  168. Front Bandung berkata:

    Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang peduli.
    @Purwakarta, bagaimana kalo kita copy darat ?
    Barangkali ada titik temu masalah “Kambing Hitam”

  169. mantan fah citayam berkata:

    Berbagi ilmu, semoga bermanfaat
    Kisah Tragis Orang yang Melecehkan Sunnah Nabi

    Akibat Meremehkan Sunnah dan Sikap Salaf Terhadapnya

    Dari Salamah bin al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu berkata:
    عن سلمة بن الأكوع رضي الله عنه أنَّ رجلاً أكل عند رسول الله صلى الله عليه وسلم بشماله، فقال: «كل بيمينك»، قال: لا أستطيع. قال: «لا استطعت؟ ما منعه إلاَّ الكبر» قال: ما رفعها إلى فيه([25])
    “Ada seorang laki-laki yang makan di samping Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Maka Rasulullah bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Dia menjawab: ’ Aku tak bisa.’ Beliau bersabda: ” Semoga kamu tak bisa” Tidak ada yang menghalanginya makan dengan tangan kanan kecuali karena sombong. Perawi berkata: Dia (orang itu) tidak bisa mengangkat tangannya ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021)
    Hadits di atas adalah salah satu contoh hukuman dan balasan yang disegerakan bagi orang-orang yang enggan mengamalkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam karena kesombongan dan sikap meremehkan.
    Hukuman di Dunia Bagi Yang Tidak Mengagungkan Sunnah Nabi
    Ada beberapa kisah yang menunjukkan dipercepatnya hukuman di dunia bagi orang-orang yang tidak mengagungkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya:
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
    أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى أن يُشرب من فِيّ السقاء
    Bahwasanya Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum dari mulut teko (kendi).” (HR. al-Bukhari).
    Di dalam riwayat Imam Ahmad rahimahullah dan Imam al-Hakim ditambahkan:
    قال أيوب: فأُنبِئت أنَّ رجلاً شرب من فِيّ السقاء فخرجت حيَّة
    Ayyub rahimahullah berkata: Aku diberi kabar bahwa ada seorang laki-laki yang minum dari mulut teko, lalu keluarlah ular (dari mulut teko tersebut).” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak dan beliau mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim hanya saja keduanya (al-Bukhari dan Muslim) tidak mencantumkannya dalam kitab mereka)
    Faidah:
    Kebanyakan ulama menyatakan bahwa larangan minum dari mulut (bibir) teko menunjukkan makruh, dikarenakan Nabishalallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Imam as-Suyuthi dalam Syarh Sunan Ibnu Majah dan yang lainnya. Sedangkan sebagian ulama mengatakan bahwa larang tersebut menunjukkan keharaman, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Hazm dan yang lainnya.
    Mereka menyebutkan beberapa alasan di balik larangan tersebut, di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah di dalam Fathul Bari, yaitu:
    1. Membuat air dalam teko menjadi bau, dan hal ini jika seseorang meminumnya dengan menempelkan mulutnya ke mulut/bibir teko, adapun jika tidak menempelkan maka hal ini tidak terjadi.
    2. Bahwasanya yang minum air dari mulut teko, maka air yang masuk ke kekerongkongannya lebih banyak dari apa yang ia butuhkan, dan mungkin saja bajunya akan basah karenanya.
    3. Mungkin saja di dalam teko tersebut ada binatang yang ikut masuk ke mulutnya dan dapat membahayakannya, terlebih lagi jika teko tersebut berwarna gelap .
    4. Air yang masuk dengan cara minum seperti itu membuat air mengalir dengan deras dan dikhawatirkan bisa memutuskan urat-urat yang tipis yang ada di tenggorokan.
    Dari Abdurrahman bin Harmalah berkata: Datang seorang laki-laki kepada Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah untuk berpamitan karena ia akan haji atau umrah. Lalu Sa’id berkata kepada orang tersebut, ”Tetaplah di sini (janganlah berangkat dahulu) sebelum engkau shalat, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    «لا يخرج بعد النداء من المسجد إلا منافق، إلا رجل أخرجته حاجة وهو يُريد الرجعة إلى المسجد».
    “Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali orang munafik, kecuali seseorang yang memiliki hajat (keperluan) dan ingin kembali lagi ke masjid.”
    Lalu orang itu berkata lagi, ”Sesungguhnya teman-temanku ada di Harrah (nama tempat).” Kemudian orang itu pun keluar. Maka Sa’id pun terus menerus mengingatkan orang itu, sampai akhirnya beliau dikabarkan bahwa orang tersebut terjatuh dari binatang tunggangannya (kendaraannya), sehingga pahanya patah.” (Kisah ini diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi dalam Sunan ad-Darimi no. 454)
    Abu ‘Abdillah Muhammad bin Isma’il at-Taimi berkata dalam Syarahnya terhadap Shahih Muslim, ” Aku membaca sebagian hikayat (kisah) bahwa sebagian ahli Bid’ah ketika mendengar sabda Nabi :shallallahu ‘alaihi wasallam,
    «إذا استيقظ أحدكم من نومه فلا يغمس يده في الإناء حتى يغسلها، فإنه لا يدري أين باتت يده»
    “Bila salah seorang diantara kalian bangun dari tidurnya, janganlah ia mencelupkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya, karena ia tidak tahu di mana posisi tangannya ketika ia tidur.” [Muttafaq 'alaih, al-Bukhari 162, dan Muslim 278]
    Ahli Bid’ah tersebut berkata dengan nada memperolok-olok, ”Aku tahu di mana posisi tanganku ketika tidur, ia (tanganku) berada di ranjang!” Maka keesokan harinya (ketika ia bangun tidur) ternyata ia telah memasukkan tangannya hingga siku ke dalam duburnya.
    At-Taimi rahimahullah berkata, ”Maka hendaknya seseorang takut dari meremehkan Sunnah Nabi, momen-momen yang Tauqifi (yang seharusnya seeorang diam dan tidak membantahnya dengan akal), maka lihatlah bagaimana ia sampai pada kemalangan perbuatannya.” (Bustanul ‘Arifin, karya Imam an-Nawawi hal: 94 )
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    «بينما رجل يتبختر في بردين خسف الله به الأرض، فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة».
    “Ketika seseorang berjalan dengan sombong memakai pakaian indah maka Allah menenggelamkannya ke dalam bumi, dan ia berada di dalamnya sampai hari Kiamat.
    Lalu ada seorang laki-laki yang berkata (dengan nada mengolok-olok), ” Apakah seperti ini cara berjalannya pemuda yang ditenggelamkan ke dalam bumi itu?” Kemudian Abu Hurairah memukulnya dan ia pun terpeleset dan hampir tulangnya patah karenanya.
    Ibnu Khuzaimah rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:
    { نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَطْرُقَ النِّسَاءَ لَيْلًا فَطَرَقَ رَجُلَانِ كِلَاهُمَا فَوَجَدَ – يُرِيدُ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مَعَ امْرَأَتِهِ مَا يَكْرَهُ }
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang untuk mendatangi isterinya (pulang setelah safar/bepergian dalam waktu yang lama) pada malam hari. Kemudian ada dua orang laki-laki yang mendatangi isterinya (pulang dari safar) pada malam hari, maka keduanya mendapati sesuatu yang dibenci dari isteri mereka berdua (maksudnya ada laki-laki lain bersama masing-masing wanita tersebut).” (Dinukil dari Subulus Salam Syarh Bulughul Maram)
    Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang menunjukkan hukuman yang disegerakan bagi orang-orang yang meremehkan dan tidak mengagungkan Sunnah/ajaran Nabishalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sudah seharusnya kita berlomba-lomba dalam mengamalkan dan mengagungkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, serta tidak meremehkanya, sekalipun kita belum mampu mengamalkannya. Dan hendaklah orang-orang yang meremehkan dan menertawakan orang-orang yang berusaha mengamalkan dan menghidupkan Sunnah, -seperti menertawakan orang yang memanjangkan jenggot, orang yang bercadar, bercelana ngatung, rajin shalat berjama’ah dan Sunnah-Sunnah yang lainnya- untuk takut dan berhenti dari perbuatannya, sebelum ia mendapatkan hukuman di dunia sebelum di Ahirat.
    Sikap Para Salaf Terhadap Orang-Orang Yang Melecehkan dan Tidak Mengagungkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
    Para Salaf adalah orang-orang yang paling besar tingkat pengagungan mereka terhadap Sunnah (hadits) Nabishalallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka sangat keras dan tegas dalam menyikapi orang-orang yang meremehkan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, sekalipun orang tersebut adalah kerabat ataupun shahabatnya. Di antaranya adalah kisah berikut:
    Bahwasanya Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:” Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    « لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا ». قَالَ فَقَالَ بِلاَلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَاللَّهِ لَنَمْنَعُهُنَّ. قَالَ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ فَسَبَّهُ سَبًّا سَيِّئًا مَا سَمِعْتُهُ سَبَّهُ مِثْلَهُ قَطُّ وَقَالَ أُخْبِرُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَتَقُولُ وَاللَّهِ لَنَمْنَعُهُنَّ.
    “Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian mendatangi masjid-masjid jika mereka minta izin pada kalian untuk itu.”
    Maka Bilal bin Abdillah rahimahullah (anak Ibnu ‘Umar) berkata, “Demi Allah sungguh kami akan melarang mereka.” Maka Abdullah menghadap ke arahnya lalu mencacimakinya dengan cercaan yang jelek, yang belum pernah aku dengar sama sekali cercaan seperti itu. Dan beliau berkata, “Aku kabarkan kepadamu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun engkau malah berkata ‘Demi Allah sungguh kami akan melarang mereka.!’” (HR. Muslim)
    Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhhuma berkata,
    يوشك أن تنزل عليكم حجارة من السماء! أقول لكم قال الله وقال رسوله، وتقولون قال أبو بكر وعمر!
    “Hampir saja akan terjadi hujan batu dari langit. Kusampaikan kepada kalian perkataan Allah dan rasulNya namun kalian bantah dengan mengajukan perkataan Abu Bakar dan Umar”(Atsar ini dinukil dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiah)
    (Sumber: Ta’zhimus Sunnah dengan sedikit tambahan, dari http://www.saaid.net/mohamed/292.htm” rel=”nofollow”>saaid.net/mohamed/292.htm. Diterjemahkan oleh Abu Yusuf Sujono dalam Alsofwah)
    Publish ulang oleh KisahMuslim.com

  170. Ida berkata:

    Cukup bermanfaat. Al-Bukhari emang betul2 pantes disebut ulama, pewaris ilmu nabi, dia bukan org yg belaga’ berilmu n trus cari2 pengikut.
    Org2 FAH cuma tau klo kitab hdts Al-Bukhari adalah SHAHIH BUKHARI, kitab2 Bukhari yg lain mrk gak pada tahu, apalagi pernah baca. Org2 FAH gagap ilmu2 agama…

  171. mu'min berkata:

    saya mau minta pendapat temen2 untuk masukan buat saya,,saya punya murid dan sudah di walikan ke saya nining,wida,uci,mia,kalo nining telah meninggalkan suaminya begitu saja karena suaminya keluar dari fah maka di anggap kafir…dan kelakuan itu perlu di jadikan contoh buat temen2 di fah karena itulah kemandirian…. tidak tergantung pada siapapun kecuali allah,masalah kedua nining,wida,uci,telah membawa gamis erwin senilai 25jutaan dari erwin waktu di kalimalang…eeh terus gamisnya di taro tempat kurdi….apa bisa erwin ambil di kurdi biar erwin di sekap lagi atau bisa di pukulin bareng2 sama temen2nya nining?
    buat jawaban yang sesuai syariat islam insya Allah di balas yang banyak dari Allah swt.

    • mu'min 2 berkata:

      1. “saya punya murid dan sudah di walikan ke saya nining,wida,uci,mia, … ”
      Jawaban : Nining, Wida, Uci, Mia adalah anak2 perempuan yang durhaka karena tidak mau diwalikan dan berbakti kepada orang tuanya sendiri dengan alasan mereka adalah KAFIR.

      2. “kalo nining telah meninggalkan suaminya begitu saja karena suaminya keluar dari fah maka di anggap kafir…”
      Jawaban : Nining adalah “istri” yang durhaka kepada suaminya (erwin) karena lebih condong kepada kemusyrikan (ber-firqoh) , maka tidak perlu dijadikan contoh yang baik hanya karena kemandirian sebagai alasan pembenaran.

      3. “masalah kedua nining,wida,uci,telah membawa gamis erwin senilai 25jutaan dari erwin waktu di kalimalang”
      Jawaban : Nining, Wida, dan Uci bisa disebut mengambil barang tanpa izin (kalau tidak mau disebut pencuri) :)

      4. “…eeh terus gamisnya di taro tempat kurdi….apa bisa erwin ambil di kurdi biar erwin di sekap lagi atau bisa di pukulin bareng2 sama temen2nya nining?
      Jawaban : Kalo gamis senilai 25 juta adalah milik erwin seluruhnya, maka erwin wajib membela hartanya yang ‘diambil tanpa izin’ tsb. Walaupun dengan resiko disekap dan dipukuli bareng bareng :). Ekstrimnya kalo terbunuhpun balasannya adalah syahid karena membela hartanya. Lagipula erwin kan karate black belt … masa sih nggak mampu lawan mu’min atau rudi ? :)

      5. “buat jawaban yang sesuai syariat islam insya allah di balas yang banyak dari allah swt.”
      Jawaban : mudah2an jawabanku masuk syar’i
      aamiin !!

  172. ahmad berkata:

    Seorang mu’min yg baik tdk akan gegabah memvonis murtad/kafir thd seseorang,tanpa kaidah syariat yg benar.hal ini akan berakibat hukum yg sangat besar dan luas cakupannya.dan para ulama tlh memberi contoh yg baik dlm hal ini.
    Karena itu,dlm kasus erwin,tdk bisa begitu saja dikafirkan tanpa lbh dulu iqomatul hujjah dan melihat faktor2 penghalang vonis tsb.shg kalo anda tdk bs membuktikan di hadapan qodli/ulil amri yg sah bhw erwin tlh murtad,maka anda tlh berdusta atas nama Allah,krn hak takfir adalah milik Allah bukan milik individu/golongan.
    Konsekuensi hukumnya,hak-hak erwin harus DIKEMBALIKAN.maka dr itu,anda hendaknya bertakwa kpd Allah,dan menasehati nining utk mengembalikan harta erwin,dan sbg istri hendaknya nining taat kpd Allah,Rosul,dan taat kpd org tua dan suaminya dlm perkara yg bukan ma’shiyyat.wallahu a’lam..

  173. Front Bandung berkata:

    1. Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)
    2. Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah. (HR. Ad-Dailami)
    3. Jangan kamu saling dengki dan iri dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya dengan tidak menzhaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya dan tidak merendahkannya. Letak takwa ada di sini (Nabi Saw menunjuk ke dada beliau sampai diulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya. (HR. Muslim)
    4. Barangsiapa mengambil harta orang-orang untuk disampaikannya (kepada yang berhak) maka Allah akan menyampaikannya dan barangsiapa mengambilnya dengan maksud merusaknya maka Allah akan merusak orang itu. (HR. Bukhari)

  174. Gambaran FIRQOH ABU HAMZAH a.k.a A.SU atau ABU JAHAL (BAPAKNYA ORANG BODOH) dan PARA PENGIKUTNYA seperti di bawah ini

    Wasiat ke 3 Tentang Bagaimanakah Seharusnya Seorang Berbicara Berdasarkan Ilmunya
    Kategori: Wejangan
    Diterbitkan pada 14 June 2010

    Abdullah bin Mas’ud berkata,

    يا أيها الناس من علم شيئا فليقل به ومن لم يعلم فليقل الله أعلم فإن من العلم أن يقول لما لا يعلم الله أعلم

    “Wahai manusia barangsiapa yang berilmu tentang sesuatu maka hendaklah ia berkata dengan ilmunya tersebut dan barangsiapa yang tidak berilmu (tidak mengetahui) maka hendaklah ia berkata “Allahu A’lam” (Allahlah yang labih mengetahui) karena sesungguhnya merupakan ilmu seseorang berkata “Allahu A’lam” tentang perkara yang ia tidak mengetahui ilmunya”[1]

    Beliau juga berkata,

    إن الذي يفتي الناس في كل ما يستفتونه فيه مجنون

    ((Sesungguhnya orang yang berfatwa kepada manusia pada setiap perkara yang mereka tanyakan maka ia adalah orang gila))[2]

    Kenyataan Pahit dan Menyedihkan

    Suatu hal yang sangat patut untuk disedihkan yang merajalela saat ini adalah banyak sekali para pemuda di negeri-negeri Islam yang semangat dalam berdakwah dan menjadi para aktivis dakwah, begitu besar ghiroh mereka terhadap agama mereka, namun mereka sangat jauh dari ilmu syar’i, mereka tidak memiliki semangat untuk menuntut ilmu. Mereka sangat jauh dari para ulama. Yang lebih menyedihkan lagi adalah sikap mereka yang sangat berani dalam berfatwa tanpa ilmu (berbicara tentang agama Allah tanpa landasan ilmu).

    Kita dapati ada diantara mereka yang telah terjun di medan dakwah lebih dari sepuluh tahun namun jika ditanya tentang beberapa permasalahan yang berkaitan dengan sholat atau puasa atau ibadah-ibadah yang lainnya maka mereka tidak menguasai jawabannya dan merekapun membabi buta dalam memberikan jawaban. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi mereka berfatwa pada perkara-perkara yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang, yang berkaitan dengan keselamatan kaum muslimin secara umum….sungguh menyedihkan dan aneh, mereka tidak mengerti hukum-hukum yang berkaitan dengan kepentingan individu-individu mereka sendiri, lantas bagaimana mereka berani berfatwa tentang perkara-perkara yang berkaitan dengan orang lain, bahkan berkaitan dengan kepentingan orang banyak…???, bahkan yang berkaitan dengan darah kaum muslimin??. Apakah agama ini bisa dipimpin oleh orang-orang yang tidak paham dengan ilmu syar’i…?? bagaimanakah nasib agama ini jika demikian…??.

    Dan sungguh mengherankan, jika seluruh manusia di atas muka bumi ini baik yang sholeh maupun yang fajir bersepakat bahwasanya tidaklah mungkin seseorang bisa membangun bangunan kecuali jika ia memiliki keahlian tentang bangunan, namun anehnya kenapa mereka meremehkan perkara yang sangat urgen yaitu dakwah, yang jauh lebih urgen dari segala urusan dunia??, kenapa mereka yang tidak menguasai ilmu syar’i nekat memimpin gerakan-gerakan dakwah???, apakah mungkin dakwah bisa dibangun oleh orang-orang yang tidak menguasai ilmu syar’i??

    Kita dapati juga sebagian orang berani masuk dalam area orang lain. Banyak orang yang memiliki gelar doktor dalam bidang keduniaan nekat untuk masuk dalam area para ulama. Merekapun ikut nimbrung dalam permasalahan-permasalahan agama, mereka berani berfatwa tentang permasalahan-permasalahan agama, bahkan mereka berani untuk memprotes ulama??. Apakah mereka tidak mentertawakan diri mereka sendiri…?, benar memang mereka ahli dalam bidang kimia, fisika, kedokteran, tekhnologi, dan lain-lain namun pada hakekatnya mereka jahil dalam masalah agama. Mereka tidak menguasai Al-Qur’an dengan baik, tidak menguasai cabang-cabang ilmu yang berkaitan dengan hadits dan ilmu-ilmu agama yang lain. Bahkan diantara mereka ada yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik apalagi mengerti bahasa Arab, namun nekat untuk nimbrung dalam berfatwa.

    Renungkanlah…kalau ada seorang ulama yang benar-benar ‘alim dalam agama namun tidak menguasai ilmu kedokteran lantas nekat untuk nimbrung di ruang operasi untuk melaksanakan operasi, apakah kita membenarkannya??. Orang-orang pasti mengatakan bahwa ulama ini sudah tidak waras, apalagi jika sang ulama tersebut ingin menjadi pemimpin dalam jalannya operasi tersebut. Meskipun ulama ini berniat baik untuk menolong sang pasien namun jelas pasti yang terjadi malah akan mengakibatkan hal yang fatal bagi sang pasien, dan bisa jadi membinasakan sang pasien.

    Demikian juga kita katakan sebaliknya, jika ada seorang dokter yang tidak menguasai ilmu agama ikut nimbrung dalam area para ulama yang sedang mengobati umat yang kritis agama mereka, krisis aqidah mereka, akhlak mereka, dan seterusnya, maka kita katakan dokter ini adalah seorang dokter yang tidak waras. Apalagi dokter ini ingin memegang kepemimipinan dalam berdakwah…???. Apakah yang akan terjadi dengan umat ini??, kebinasaan dan kehancuran yang akan dirasakannya??.

    Inilah yang terjadi saat ini, betapa banyak aktivis dakwah yang menjadi ujung tombak gerakan-gerakan dakwah namun sangat minim pengetahuan agama mereka….

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة

    ((Jika diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah tibanya hari kiamat))[3]

    فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا

    ((…Merekapun ditanya lalu mereka berfatwa tanpa ilmu maka merekapun sesat dan menyesatkan))[4]

    Yang lebih menyedihkan lagi banyak diantara para pemuda tersebut yang tidak menyadari bahwa diri mereka adalah orang-orang yang jahil tentang ilmu agama. Bahkan yang lebih parah lagi mereka merasa bahwa diri mereka adalah orang-orang yang alim sehingga terkumpulah pada mereka dua kebodohan (bodoh kuadrat). Pertama mereka adalah bodoh, dan yang kedua adalah mereka bodoh (tidak tahu) bahwa mereka adalah bodoh.

    Berkata Al-Kholil bin Ahmad,

    الرجال أربعة رجل يدري ولا يدري أنه يدري فذاك غافل فنبهوه ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري فذاك جاهل فعلموه ورجل يدري ويدري أنه يدري فذاك عاقل فاتبعوه ورجل لا يدري ولا يدري أنه لا يدري فذاك مائق فاحذروه

    “Orang-orang itu ada empat macam, (1) seorang yang mengetahui dan tidak mengetahui bahwasanya ia mengetahui, itulah orang yang lalai maka ingatkalah ia. (2) Dan seorang yang tidak tahu dan ia mengetahui bahwasanya ia tidak tahu, itulah orang yang jahil (bodoh) maka ajarilah ia. (3) Dan seorang yang mengetahui dan ia tahu bahwasanya ia mengetahui, itulah orang yang pandai maka ikutilah. (4) Dan seorang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwsanya ia tidak tahu, itulah orang tolol maka jauhilah ia”[5]

    Ia Juga berkata, “Manusia ada tiga macam, dua macam diajari dan yang satu tidak diajari. Orang yang alim dan mengetahui bahwa ia adalah alim, orang ini diajari. Dan seorang yang alim namun ia tidak mengetahui bahwa ia tahu maka kedua orang ini juga diajari. Dan orang yang tidak mengetahui dan ia memandang bahwa ia mengetahui maka ini tidak diajari”[6]

    Berkata seorang penyair

    ومن نال العلومَ بغير شيوخٍ

    يضلُّ عن الصراط المستقيمِ

    وتلتبس الأمورُ عليه حتى

    يكونَ أضلَّ من تَوْمَى الحكيمِ

    تصدَّقَ بِالْبناتِ على رجالٍ

    يريد بذلك جناتِ النَّعِيمِ

    Barangsiapa yang meraih ilmu tanpa melalui guru maka ia akan tersesat dari jalan yang lurus

    Dan perkara-perkara menjadi rancu baginya hingga lebih sesat daripada Hakim Tauma

    Hakim Tauma telah (berfatwa untuk) menyedekahkan para wanita kepada para lelaki karena ia berharap masuk surga yang penuh kenikmatan.

    Tentunya fatwa Hakim Tauma ini menyelisih syari’at karena syari’at kita mewajibkan mahar dalam pernikahan. Ia berniat baik tatkala berfatwa yaitu bersedekah bagi para lelaki yang mungkin kesulitan mencari mahar untuk menikah, namun niat baik saja tidak cukup apalagi jika melanggar syari’at.

    Karena terlalu bodohnya Hakim Tauma hingga dikatakan bahwa himar (keledai) tunggangannya berkata

    قال حمار الحكيم تومى لو أنصف الدَهْرُ كنتُ أركبُ

    لأَنَّنِي جَاهل بَسِيْطٌ وصاحبي جاهلٌ مركَّبُ

    Berkata himar (tunggangannya) si Hakim Tauma

    “Kalau memang zaman itu adil mestinya akulah yang menunggangi

    Karena aku bodoh murni dan tuanku bodoh kuadrat”[7]

    Bahaya berfatwa tanpa ilmu

    Allah berfirman,

    وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً (الإسراء : 36 )

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (QS. 17:36)

    قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ (الأعراف : 33 )

    “Katakanlah : Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) kalian berbicara tentang Allah apa saja yang tidak kamu ketahui”. (QS. 7:33)

    Syaikh Utsaimin berkata, “Sesungguhnya pembicaraan tentang permasalahan-permasalahan agama (tanpa ilmu) adalah sangat berbahaya karena hal ini merupakan pembicaraan tentang Allah tanpa ilmu”[8]

    Berkata Al-Munawi, ((…Karena sesungguhnya seseorang yang berfatwa pada hakekatnya adalah wakil Allah dalam menjelaskan hukum-hukum Allah, maka jika ia berfatwa di atas kebodohan atau tanpa ilmu atau menggampangkan dalam berfatwa atau dalam mengambil hukum maka ia telah menyebabkan dirinya untuk masuk ke dalam neraka karena keberaniannya yang ngawur tentang hukum-hukum Allah. Allah berfirman :

    قُلْ أَرَأَيْتُم مَّا أَنزَلَ اللّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَاماً وَحَلاَلاً قُلْ آللّهُ أَذِنَ لَكُمْ أَمْ عَلَى اللّهِ تَفْتَرُونَ (يونس : 59 )

    “Katakanlah : Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. Katakanlah : Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?” (QS. 10:59)

    Az-Zamakhsyari berkata, “Cukuplah ayat ini sebagai peringatan yang sangat keras terhadap sikap nekat dalam hukum perkara-perakra yang ditanyakan dan merupakan pendorong untuk wajib berhati-hati dalam hal ini dan agar tidak seorangpun berkata tentang hukum sesuatu bahwasanya hukumnya adalah boleh atau tidak boleh kecuali setelah mantap (mengusai dengan baik hukumnya) dan dalam keadaan yakin. Barangsiapa yang tidak dalam keadaan yakin –tatkala berfatwa- maka hendaknya ia takut kepada Allah dan hendaknya ia diam karena jika tidak maka ia telah berdusta atas nama Allah”)) [9]

    Seseorang bertanya kepada ‘Amr bin Dinar suatu perkara dan ‘Amr bin Dinar tidak memberikan jawaban kepadanya maka orang itu berkata, “Sesungguhnya ada sesuatu pada diriku tentang perkara ini maka jawablah!”
    Maka ‘Amr berkata, لأن يكون في نفسك مثل أبي قبيس أحب إلي من أن يكون في نفسي منها مثل الشعرة “Jika dalam dirimu terdapat sesuatu seberat gunung Abu Qubais lebih aku sukai daripada ada pada diriku (keraguan) tentang perkara ini seberat sehelai rambut”[10]

    Oleh karena itu fatwa merupakan hak para ulama (yaitu hak orang-orang yang benar-benar berilmu), karena merekalah pewaris para nabi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    وإن العلماء ورثة الأنبياء وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما إنما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر

    ((Dan para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham namun mereka mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambil ilmu maka ia telah mendapatkan bagian yang banyak))[11]

    Ibnus Sholah mengomentari hadits ini, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan keistimewaan bagi para ulama yang dengan keistimewaan tersebut mereka mengungguli seluruh manusia, dan pekerjaan mereka yaitu berfatwa menjelaskan bahwa mereka memang berhak untuk mendapatkan keistimewaan tersebut di hadapan orang-orang yang meminta fatwa. Oleh karena itu dikatakan bahwa fatwa adalah tanda tangan dari Allah….
    Berkata Muhammad bin Al-Munkadir, إن العالم بين الله وبين خلقه فلينظر كيف يدخل بينهم “Sesungguhnya seorang alim berposisi antara Allah dan makhluknya maka hendaknya ia melihat bagaiamana ia masuk di antara mereka”[12]

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

    من أفتي بغير علم كان إثمه على من أفتاه

    ((Barangsiapa yang berfatwa tanpa ilmu maka dosanya bagi orang yang memberi fatwa))[13]

    Ibnu Umar berkata, يريدون أن يجعلونا جسرا يمرون علينا على جهنم “Mereka (orang-orang yang meminta fatwa) ingin menjadikan kami jembatan untuk mereka lalui di atas api neraka” [14]

    Bagaimana jika fatwa seseorang yang berbicara tanpa ilmu tersebut diamalkan oleh ratusan orang atau bahkan ribuan orang, tentunya seluruh dosa-dosa mereka akan dipikul oleh orang tersebut.

    Maka barangsiapa yang ditanya tentang fatwa maka hendaknya ia diam dan ia mengalihkannya kepada orang yang lebih alim darinya atau ia serahkan fatwa tersebut kepada orang yang lebih alim tersebut dan ini adalah sikap para salaf

    Berkata Al-Qosim bin Muhammad, قال والله لأن يعيش الرجل جاهلا بعد أن يعلم حق الله عليه خير له من أن يقول مالا يعلم “Demi Allah seseorang hidup dalam keadaan bodoh setelah mengetahui hak Allah atas dirinya maka lebih baik daripada ia berkata tanpa ilmu”[15]

    Sikap para salaf yang takut untuk berfatwa karena takut salah dalam berfatwa

    Berkata Ibnu Abi Laila,

    لقد أدركت عشرين ومائة من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم من الأنصار إن كان أحدهم ليسأل عن المسألة فيردها إلى غيره فيرد هذا إلى هذا وهذا إلى هذا حتى ترجع إلى الأول وإن كان أحدهم ليقول في شيء وانه ليرتعد

    “Sungguh aku telah bertemu dengan 120 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kaum Anshor, sungguh ada salah seorang dari mereka ditanya tentang satu permasalahan maka iapun melemparkannya kepada yang lainnya, maka yang ini melemparkan kepada yang itu, dan yang itu menyerahkannya kepada yang ini hingga kembalilah permasalahan tersebut kepada orang yang pertama tadi, dan sungguh salah seorang dari mereka berkata tentang sesuatu dan ia dalam keadaan gemetar”[16]

    Beliau juga berkata,

    أدركت عشرين ومائة من الأنصار من أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم ما منهم من أحد يحدث إلا ود أن أخاه كفاه إياه ولا يستفتى عن شيء إلا ود أن أخاه كفاه الفتوى

    “Aku bertemu dengan 120 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak seorangpun dari mereka yang berbicara kecuali ia berharap saudaranya telah mencukupkan perkataannya (sehingga ia tidak perlu lagi berbicara)[17], dan tidak seorangpun dari mereka yang berfatwa tentang suatu perkara kecuali ia berharap agar saudaranya telah mencukupi fatwanya (sehingga ia tidak perlu lagi berfatawa)”[18]

    Lihatlah bagaimana keadaan sekarang yang telah berbalik, sesuatu yang para salaf lari darinya (yaitu berfatwa) namun sekarang malah diminati dan sebaliknya sesuatu yang dituntut (untuk berfatwa dengan hati-hati dan di atas ilmu) namun sekarang malah dijauhi[19]

    Abdurrahman bin Mahdi berkata, “Seorang pria menemui Malik bin Anas berhari-hari lamanya untuk bertanya tentang suatu perkara, namun Malik tidak memberi jawaban, maka iapun berkata, “Wahai Abu Abdillah sesungguhnya aku ingin keluar (kota) dan aku telah lama berulang-ulang bolak-balik menemuimu!”. Maka Malikpun menundukan kepalanya lama kemudian ia mengangkat kepalanya dan berkata, “Masya Allah wahai fulan, sesungguhnya aku tidaklah berkata kecuali yang menurutku baik dan aku tidak bisa menguasai jawaban pertanyaanmu ini”[20]

    Dari Al-Haitsam bin Jamil ia berkata, “Aku menyaksikan Imam Malik bin Anas ditanya 48 pertanyaan dan ia berkata pada 32 pertanyaan tersebut “Aku tidak tahu””

    Dan diriwayatkan juga darinya bahwa ia ditanya suatu pertanyaan lalu ia berkata, “Aku tidak tahu” maka dikatakan kepadanya “Ini adalah pertanyaan yang ringan dan mudah!”, maka iapun marah dan berkata, “Tidak ada dalam ilmu sesuatupun yang ringan, tidakah engkau mendengar firman Allah.

    إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً (المزّمِّل : 5 )

    “Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.” (QS. 73:5)

    Maka ilmu itu seluruhnya berat terutama sesuatu yang akan ditanya pada hari kiamat (yaitu orang yang berfatwa akan dimintai pertanggungjawabannya pada hari kiamat-pen)”

    Imam Malik juga berkata, “Jika para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa berat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan tidaklah salah seorang dari mereka menjawab hingga ia melihat pendapat sahabatnya yang lain, padahal mereka telah dianugrahi taufiq dan kelurusan dari Allah dan sucinya hati-hati mereka maka lantas bagaimanakah dengan kita yang kesalahan-kesalahan serta dosa-dosa kita telah menutup hati-hati kita” [21]

    Berkata Ibnu Kholdah kepada Robi’ah,

    يا ربيعة إياك أن تفتي الناس فإذا جاءك الرجل يسألك فلا تكن همتك أن تخرجه مما وقع فيه ولتكن همتك أن تتخلص مما سألك عنه

    “Wahai Robi’ah waspadalah engkau dari memberi fatwa kepada manusia, maka jika datang kepadamu seseorang yang bertanya kepadamu maka janganlah tujuanmu adalah untuk menyelematkan dia (sipenanya) dari apa yang sedang ia alami, namun jadikanlah tujuanmu adalah agar engkau bisa selamat dari pertanyaannya”[22]

    Ada orang yang bertanya kepada Imam Malik dan Imam Malik tidak menjawabnya maka ia berkata, “Wahai Abu Abdillah jawablah pertanyaanku!”, Imam Malik berkata, “Celaka engkau apakah engkau hendak menjadikan aku hujjah antara aku dan Allah?, maka aku yang lebih dahulu butuh untuk aku melihat bagaimana keselamatanku kemudian aku menyelamatkan engkau”[23]

    Oleh karena itu tidaklah Ibnul Musayyib berfatwa kecuali ia berkata, اللهم سلمني وسلمه مني “Ya Allah selamatkanlah aku dan selamatkanlah ia dariku”[24]

    Berkata Imam Malik, “Terkadang aku menerima satu pertanyaan yang menjadikan aku tidak bisa makan dan minum serta tidak bisa tidur”

    Beliau juga berkata, “Sungguh aku pernah memikirkan satu permasalahan sejak belasan tahun namun aku belum bisa memiliki pendapat yang pas hingga sekarang”.

    Beliau juga berkata, “Terkadang aku menemukan permasalahan maka akupun memikirkannya beberapa malam”[25]

    Dan dari Imam Malik juga bahwasanya terkadang beliau ditanya 50 pertanyaan maka ia tidak menjawab kecuali satu pertanyaan saja dan ia berkata,

    من أجاب في مسألة فينبغي من قبل أن يجيب فيها أن يعرض نفسه على الجنة والنار وكيف يكون خلاصة في الآخرة ثم يجيب فيها

    “Barangsiapa yang menjawab suatu pertanyaan maka hendaknya sebelum ia menjawab maka ia meletakan dirinya diantara surga dan neraka dan bagaimanakah jalan keluar di akhirat kemudian ia menjawab pertanyaan tersebut”

    Berkata sebagian orang, “Demi Allah Imam Malik jika ditanya suatu pertanyaan maka demi Allah ia sedang berdiri antara surga dan neraka”

    Imam Malik jika sedang duduk maka ia menggerakan kedua bibirnya untuk berdzikir kepada Allah dan ia tidak menengok ke kanan dan ke kiri, dan jika ia ditanya tentang sautu permasalahan maka berubahlah warna kulit wajahnya, dan ia berkulit merah maka berubahlah jadi kuning (pucat) dan ia menundukan kepalanya dan menggerakan kedua bibirnya kemudian berkata ما شاء الله لا حول ولا قوة إلا بالله[26]

    Beliau berkata, “Tidak ada sesuatupun yang lebih berat bagiku daripada aku ditanya tentang permasalahan halal dan haram”

    Berkata Asy-Syatibhi mengomentari perkataan Malik, “Karena hal ini adalah memutuskan hukum Allah. Sungguh aku telah bertemu dengan para ulama dan ahli fiqih di negeri-negeri kami, dan sungguh salah seorang dari mereka jika ditanya tentang satu permasalahan maka seakan-akan kematian dihadapan mereka, dan aku melihat penduduk negeri zaman kita ini mereka begitu suka berbicara tentang halal dan haram dan suka berfatwa. Jika seandainya mereka berhenti memikirkan akhir yang mereka tuju kelak maka mereka akan mempersedikit hal ini.

    Sesungguhnya Umar bin Al-Khotthob, Ali, dan seluruh para sahabat yang mulia jika mereka berhadapan dengan permasalahan-permasalahan –padahal mereka adalah generasi yang terbaik yang diutus kepada mereka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- maka merekapun mengumpulan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan merekapun bertanya kepada mereka, kemudian setelah itu mereka berfatwa. Adapun penduduk zaman kita sekarang ini jadilah kebanggaan mereka adalah berfatwa”[27]

    Ada seseorang yang bertanya kepada Imam Malik tentang suatu permasalahan dan sang penanya tersebut menyebutkan bahwa ia diutus dari perjalanan sejauh enam bulan perjalanan dari Magrib untuk menanyakan permasalahan tersebut. Maka Imam Malik berkata, “Katakan kepada yang mengutusmu bahwa aku tidak memiliki ilmu tentang permasalahan ini”. Orang itu berkata, “Kalau begitu siapakah yang mengetahui permasalahan ini?”, Imam Malik berkata, “Orang yang diajari oleh Allah”.

    Imam Malik ditanya oleh seseorang tentang permasalahan dan orang tersebut telah dititipkan oleh penduduk Magrib kepadanya, maka Imam Malik berkata, “Aku tidak tahu, kami tidak pernah menghadapi permasalahan seperti ini, dan kami tidak pernah mendengar guru-guru kami berbicara tentang permasalahan ini akan tetapi kembalilah engkau ke Magrib”. Dan tatkala keesokan harinya orang itupun datang dan telah mengangkat barang-barangnya di atas begolnya yang ia tunggangi dan ia berkata, “Pertanyaanku bagaimana?”, Imam Malik berkata, “Aku tidak tahu jawabannya”, orang itupun berkata, “Wahai Abu Abdillah aku telah meninggalkan di belakangku orang yang berkata bahwa tidak ada di atas muka bumi ini yang lebih pandai daripada engkau”, Imam Malikpun berkata, “Ada apa denganmu jika engkau tidak bersedih, jika engkau kembali maka kabarkanlah mereka bahwa aku tidak menguasai jawaban pertanyaan itu” [28]

    Berkata As-Syatibhi, “Dan riwayat-riwayat dari imam Malik tentang perkataannya “Aku tidak tahu” dan “Aku tidak menguasai permasalahan ini” sangatlah banyak hingga dikatakan kalau ada seseorang yang ingin memenuhi bukunya dengan perkataan Imam Malik “Aku tidak tahu” maka ia akan bisa melakukannya”… dan dikatakan kepada beliau, “Jika engkau berkata wahai Abu Abdillah “Aku tidak tahu” maka siapakah yang mengetahui?, maka Imam Malik berkata, “Celaka engkau, apakah engkau mengetahui siapa aku?, dan siapakah aku?, apakah kedudukanku hingga aku harus mengetahui apa yang kalian tidak ketahui?”, kemudian Imam Malik berhujjah dengan hadits Ibnu Umar dan ia berkata, “Lihatlah Ibnu Umar, ia berkata, “Aku tidak tahu”, lantas siapakah aku??, sesungguhnya yang membinasakan mansia adalah ujub dan mencari kedudukan”…

    Beliau juga pernah berkata, “Umar bin Al-Khottob pernah berhadapan dengan permasalahan-permasalahan ini dan ia tidak menjawabnya”[29]

    Berkata Abu Hushoin, إن أحدهم ليفتي في المسألة ولو وردت على عمر بن الخطاب رضي الله عنه لجمع لها أهل بدر “Sesungguhnya salah seorang dari mereka (yang hidup di zamannya-pen) sungguh berfatwa tentang suatu permasalahan yang jika permasalahan tersebut ditanyakan pada Umar bin Al-Khottob maka ia akan mengumpulkan para sahabat yang ikut perang Badar untuk menjawab pertanyaan tersebut”[30]

    Berkata Sufyan bin ‘Uyainah, أجسر الناس على الفتيا أقلهم علما “Orang yang paling berani berfatwa adalah orang yang paling sedikit ilmunya”[31]

    Perkataan “Aku tidak tahu” bukanlah aib bahkan merupakan kemuliaan

    Merupakan perangkap syaitan yang sangat halus yaitu seseorang jika berada bersama orang-orang yang ilmu mereka lebih sedikit dari ilmunya[32] maka terkadang ia tanpa ia sadari telah memposisikan dirinya sebagai seorang imam diantara mereka dan ia berusaha untuk tidak mengakui ketidaktahuannya pada suatu perkara yang ditanyakan kepadanya yang ia tidak memiliki ilmu tentang perkara tersebut, bahkan terkadang jika mereka sedang membicarakan sesuatu permasalahan maka iapun masuk diantara mereka dan memberikan keputusan hukum perkara tersebut padahal ia tidak memiliki ilmunya. Terkadang ia memposisikan dirinya seakan-akan ia adalah seorang ahli hadits dan seorang ahli fikih padahal ia tidak mengetahui bahwa seungguhnya ia telah membinasakan dirinya[33]

    Syaikh Utsaimin berkata, “…Apakah yang menyebabkan seseorang untuk berbicara tanpa ilmu?, sebabnya karena ia ingin terangkat, ingin ia mengungguli para sahabatnya, ingin disebut-sebut, ingin popularitas agar ia dijuluki seorang ‘allamah (yang sangat alim), fahhamah (yang sangat paham), laut yang luas (yaitu yang sangat luas ilmunya), dan yang semisalnya. Dan tidak diragukan lagi ini adalah termasuk perangkap-perangkap syaitan. Yang wajib bagi engkau adalah engkau mengetahui ukuran dirimu dan janganlah engkau memposisikan dirimu lebih dari ukuranmu”[34]

    Ketahuilah bahwasanya perkataan seseorang yang ditanya kemudian ia tidak tahu jawabannya “Aku tidak tahu” tidaklah merendahkan kedudukannya sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian orang-orang bodoh bahkan perkataannya ini akan mengangkat derajatnya. Karena ini merupakan tanda akan kuat agamanya, ketakwaannya, bersihnya hatinya, sempurnanya ilmunya, serta kehati-hatiannya.

    Hanyalah enggan untuk mengatakan “Aku tidak tahu” orang yang lemah agamanya dan sedikit ilmunya karena ia takut jatuh di mata para hadirin, dan hal ini merupakan kebodohan dan lemahnya agama. Dan bisa jadi ia terkenal di kalangan manusia dengan kesalahan-kesalahannya karena ketidak hati-hatiannya dalam berfatwa (menjawab) maka iapun terjatuh pada sesuatu yang ia lari darinya, dan iapun disifati oleh manusia dengan sifat yang ia lari darinya[35]

    Oleh karena itu Al-Qosim bin Muhammad berkata, إن من إكرام المرء نفسه أن لا يقول إلا ما أحاط به علمه “Termasuk bentuk pemuliaan seseorang terhadap dirinya yaitu ia tidak berkata kecuali sesuatu yang ia kuasai ilmunya”[36]

    Berkata orang-orang bijak,

    من العلم أن لا تتكلم فيما لا تعلم بكلام من يعلم فحسبك خجلا من نفسك وعقلك أن تنطق بما لا تفهم وإذا لم يكن إلى الإحاطة بالعلم من سبيل فلا عار أن تجهل بعضه وإذا لم يكن في جهل بعضه عار فلا تستحي أن تقول لا أعلم فيما لا تعلم

    “Merupakan ilmu engkau tidak berbicara tentang perkara yang engkau tidak ketahui dengan perkataan orang yang mengetahuinya, cukuplah engkau malu dengan dirimu dan akalmu jika engkau berbicara dengan perkataan yang tidak kau pahami. Jika tidak ada jalan untuk bisa mengetahui seluruh ilmu maka bukanlah aib jika engkau tidak mengilmui sebagaian perkara, dan jika tidak mengetahui sebagian ilmu bukanlah suatu aib maka janganlah engkau malu untuk mengatakan pada perkara yang tidak kau ketahui “Aku tidak tahu”” [37]

    As-Sya’bi berkata, لا أدري نصف العلم ((“Aku tidak tahu” adalah setengah ilmu))[38].

    Syaikh Bakr Abu Zaid berkata, “Jika setengah ilmu adalah perkataan “Aku tidak tahu” maka setengah kebodohan adalah perkataan “Dikatakan…” dan perkataan “Aku sangka…””[39]

    Faedah yang bisa didapatkan bagi orang yang mengatakan “Aku tidak tahu”

    1. Inilah yang wajib baginya.

    2. Jika dia tidak menjawab dan berkata, “Aku tidak tahu” maka akan segera datang ilmu kepadanya karena ia akan segera muroja’ah (mencari jawaban) pertanyaan yang tidak bisa ia jawab tersebut atau orang lain yang memeriksa jawabannya. Karena seorang murid jika melihat gurunya tidak menjawab maka ia akan berusaha dengan keras untuk menemukan jawabannya kemudian mengabarkan jawaban tersebut kepada gurunya, maka sungguh baik hal ini.

    3. Jika ia tidak menjawab apa yang ia tidak ketahui maka hal ini merupakan indikasi akan terpercayanya dia dan amanahnya serta penguasaannya secara sempurna pada permasalahan-permasalahan yang ia jawab, sebagaimana orang yang berani menjawab perkara-perkara yang ia tidak ketahui maka hal itu akan menimbulkan keraguan pada seluruh perkataannya hingga keraguan pada perkara-perkara yang telah jelaspun.

    4. Jika para murid melihat gurunya tidak menjawab perkara-perkara yang tidak diketahuinya maka hal ini merupakan pelajaran bagi mereka untuk bertindak demikian juga, karena meneladani perkataan yang disertai amalan dari sang guru lebih mengena daripada hanya sekedar meneladani perkataan saja.[40]

    Berkata Abdullah bin Yazid bin Hurmuz, “Hendaknya seorang alim mengajarkan para muridnya setelahnya perkataan “Aku tidak tahu” hingga perkataan tersebut menjadi pegangan mereka yang mereka segera menggunakannya jika salah seorang dari mereka ditanya sesuatu yang tidak diketahuinya, maka ia akan berkata, “Aku tidak tahu””[41]

    Syaikh Bakr Abu Zaid berkata, جُنَّةُ العالم لا أدري “Perisai seorang yang berilmu adalah perkataan “Aku tidak tahu””[42]

    Peringatan

    1. Bukan berarti tidak boleh berfatwa tanpa ilmu berarti tidak boleh berfatwa sama sekali bahkan orang yang memiliki ilmu jika ditanya tentang apa yang ia ketahui maka wajib bagi dia untuk menjawabnya hal ini sebgaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

    من سئل عن علم فكتمه ألجم يوم القيامة بلجام من نار

    ((Barangsiapa yang ditanya tentang ilmu kemudian ia menyembunyikannya maka ia akan dikekang (dimulutnya) pada hari kiamat dengan kekangan dari api neraka))[43].

    Dan hal ini sebagaimana wasiat Ibnu Mas’ud يا أيها الناس من علم شيئا فليقل به ((Wahai manusia barangsiapa yang mengilmui sesuatu maka hendaknya ia berkata dengan ilmunya tersebut))

    2. Bukan berarti karena takut berfatwa tanpa ilmu maka seseorang meninggalkan dakwah sama sekali dan tidak berdakwah hingga ia menjadi ulama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda بلغوا عني ولو آيةً ((Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat))[44].
    Berkata Syaikh Utsaimin, “Barangsiapa yang menyangka tidak mungkin menggabungkan antara menuntut ilmu dan berdakwah maka ia telah keliru karena sesungguhnya seseorang mungkin baginya untuk belajar sambil mendakwahi keluarganya, tetangganya, kampungnya, penduduk kotanya dan ia sambil menuntut ilmu”[45].
    Ada perkara-perkara yang bisa dipahami dengan mudah yang bisa didakwahkan oleh siapa saja. Namun perlu diingat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam((dariku)) menunjukan bahwa yang disampaikan harus benar-benar merupakan agama dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Penulis: http://www.firanda.com

    Catatan Kaki:

    [1] Atsar riwayat Al-Bukhori dalam shahihnya 4/1809 no 4531

    [2] Atsar riwayat At-Thobroni dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 9/188 no 8923, berkata Al-Haitsami “Para perawinya terpercaya” (Majma’ Az-Zawaid 1/183) dan juga Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/432, dan perkataan yang semisal ini juga dikatakan oleh Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol 1/433

    [3] HR Al-Bukhari 1/33 no 59

    [4] HR Al-Bukhari 1/50 no 100, Muslim 4/2058 no 2673

    [5] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/441 no 828

    [6]Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/441 no 829

    [7] Lihat kedua syair ini dalam syarah mandzumah Al-Waroqoot oleh Syaikh Utsaimin pada penjelasan makna ilmu

    [8] At-Ta’liq Ats-Tsamin hal 322

    [9] Faidhul Qodir 1/158-159

    [10] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/437 no 815

    [11] HR Abu Dawud 3/317 no 3641, Ibnu Majah 1/81 no 223, At-Thirmidzi 5/48 no 2682 dari hadits Abu Darda’ dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.

    [12] Fatawa Ibnus Solah 1/7-8 bab بيان شرف مرتبة الفتوى وخطرها وغررها

    [13] HR Abu Dawud 3/321 no 3657, Ibnu Majah 1/20 no 53 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani

    [14] Faidhul Qodir 1/158-159

    [15] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/434 no 806

    [16] Tarikh Bagdad 13/412, Tarikh Ad-Dimasyq 36/87 dari Sufyan Ibnu Uyainah ia berkata, “Telah mengabarkan kepadaku ‘Ato’ bin As-Saib dari Ibni Abi Laila….”

    [17] Tidak sebagaimana sekarang dimana kebanyakan orang mereka menghendaki merekalah yang berbicara

    [18] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/433 no 800

    [19] Faidhul Qodir 1/159

    [20] Fatawa Ibnus Solah 1/13

    [21] Fatawa Ibnus Solah 1/13-15

    [22] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/439 no 823

    [23] Al-Muwafaqoot 4/288

    [24] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/439 no 824

    [25] Al-Muwafaqoot 4/286 permasalahan yang ketujuh

    [26] Al-Muwafaqoot 4/286 permasalahan yang ketujuh

    [27] Al-Muwafaqoot 4/287

    [28] Al-Muwafaqoot 4/288

    [29] Al-Muwafaqoot 4/289

    [30] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/434 no 803

    [31] Fatawa Ibnus Solah 1/12

    [32] Berbeda jika ia sedang berada diantara orang-orang yang ilmunya lebih daripada dia atau setara dengannya maka ia cenderung untuk lebih berhati-hati karena takut ketahuan kesalahan-kesalahannya.

    [33] Ma’alim fi toriq tolabil ‘ilmi hal 249

    [34] At-Ta’liq Ats-Tsamin hal 322

    [35] Ma’alim fi toriq tolabil ‘ilmi hal 206

    [36] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/434 no 805

    [37] Faidhul Qodir 1/158-159

    [38] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/434 no 810

    [39] At-Ta’liq Ats-Tsamin hal 325

    [40] Keempat faedah ini disampaikan oleh Syaikh As-Sa’di dalam kitab Al-Fatawa As-Sa’diyah hal 627-629 sebagaimana dinukil dalam buku ma’alim fi toriq tolabil ilmi hal 206-207

    [41] Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/434 no 809

    [42] At-Ta’liq Ats-Tsamin hal 325. Kisah : Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi –rohimahulloh- jika sedang mengawasi para mahasiswa Universitas Islam Madinah yang sedang melaksanakan ujian kemudian ada diantara mahasiswa yang bertanya kepada beliau tentang soal ujian maka beliau memberi jawabannya, padahal mereka sedang ujian. Tatkala beliau ditanya kenapa beliau memberi tahu jawaban soal ujian maka beliau berdalil dengan hadits ((Barangsiapa yang ditanya tentang ilmu kemudian ia menyembunyikannya maka ia akan dikekang (dimulutnya) pada hari kiamat dengan kekangan dari api neraka)). Kalau seluruh pengawas ujian seperti beliau…???

    [43] HR Ibnu Majah 1/97 no 264, At-Thirmidzi 5/29 no 2649 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani

    [44] HR Al-Bukhari 3/1275 no 3274, para ulama berbeda pendapat tentang makna ayat dalam hadits ini

    1. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ayat Al-Qur’an. Berkata Al-Baydhowi, “Maka menyampaikan hadits dipahami dengan mafhum awlawi” (Umdatul Qori 16/45)

    2. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah perkataan yang berfaedah (yaitu hadits-hadits Nabi r)

    3. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah hukum-hukum yang diwahyukan kepada Nabi r maka lebih luas daripada hanya sekedar ayat yang dibaca. (Tuhfatul Ahwadzi 7/360)

    [45] Kitabul ilmi hal 162

  175. saya SANGAT MENANTIKAN KABAR MUKMIN ATAU ABU ZAKIA KELUAR DARI FIRQOH INI,, TENTU ITU ADALAH KABAR YANG SANGAT MENGGEMBIRAKAN,,..
    karena saya pernah satu majelis dengan beliau dan saya bertanya kepada beliau tentang fenomena ini mengapa banyak org2 yang keluar dr jamaah ini. maka dia menjawab. ”orang2 yang beriman adalah org2 yang berpegang teguh pada tali agama alloh”
    mungkin maksud tali agama alloh adalah abu hamzah….

  176. ibnu adam berkata:

    @ahlussunnahwaljamaah : aamiin..
    kita doakan teman2 yg msh ada di Fah dan kelompok yg sejenis, semoga Allah memberi hidayah kpd jalan yg lurus..
    DAN BUAT PAK AHMAD NUR MU’MIN (a.k.a Abu Zakia/abu akmal), bertakwalah kpd Allah, lihat dgn mata hati yg murni thdp berbagai fenomena dan keajaiban2 faham Abu hamzah yg sangat jauh dr bimbingan ulama, bhkan dlm amalan hariannya lihatlah dan cocokkan dgn riwayat para ulama..
    Bgm nasib Islam, jika seolah-olah hanya mrklah yg berhak menyandang dan mewariskan Islam bg generasi yg akan dtg?
    Bgm mungkin mengaku pemimpin dan pembawa islam tapi tdk tahu detail tentang syariat islam dlm aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, dll.
    Apakah anda ahlinya atau guru anda atau teman2 anda wahai Ahmad Nurmu’min?
    Adakah dr kelompok anda ada seorang hafidz qur’an, ahli fiqih, ahli hadits? kalau anda jawab belum ada, karna masih belajar, bgm dg guru anda?
    Bgm bisa Al-Qur’an al-karim diwariskan oleh kelompok yg tdk ada satu orang pun sebagai hafidz-nya?
    Bgm sunnah2 Nabi diwariskan tanpa seorangpun muhaddits?
    RENUNGKANLAH WAHAI MU’MIN..

  177. mu'min berkata:

    insya Allah sy mengabarkan keadaan fah sampe hari ini,; perusahaan Saffana group akan bangkrut karena sudah terlalu banyak harta yang di ambil dengan jalan batil, proyek2 internal yang berjalan akan gulung tikar karena di tinggalkan juga oleh manusia2 yang banyak kembali kejalan yang lurus.
    Bazzar…bazaro yang di pimpin imit dan fitria yang misinya mencukupkan dari dalam/bazaro. Tapi kalo imit dan fitria khusus boleh belanja keluar, membuat hukum buat yang dipimpin sementara pemimpinnya boleh melanggar membuat anggota bazaro akan meninggalkannya.
    Keadaan terakhir rumah asu di cibinong dan depok sudah di laporkan ke MUI (Majelis Ulama Indonesia) pusat, bogor, dan depok serta polisi sdh mendatangi shg membuat semua kegiatan asu jadi terbatas, rumah2 yang di jadikan halaqoh2 sedang di pantau masyarakat dan polisi…insya Allah membuat ruang gerak mereka terbatas.
    Ibarat nasrani atau yahudi insya Allah akan dipadamkan dengan sendirinya walaupun tidak bisa sampe habis total karena itulah dunia, selalu ada yang beriman, kafir, munafik, dan sesat menyesatkan, kalo di surga insya Allah semuanya beriman

  178. mu'min berkata:

    teringat sy mau belajar ke depok, sy di ceritakan oleh syeh asu tentang kisah2 sahabat fah.
    Ada usman yang jarang2 sholat berjamaah ke tempat sholat, dengan sakit gulanya jadi jarang belajar, kadang ada izin kadang tidak, bisnisnya tidak mau bersama2 saffana/lebih suka sendiri, punya sama2 usaha makanan/gamis malah lebih suka beli ke luar di banding ke dalam, trus istri2nya mendukung suaminya yg kurang mendukung pemimpin yang lebih baik alias asu.
    Anak2 tidak di ajarkan dengan baik atau tidak pada mandiri, anaknya juga di jodohin dengan org yang kaya tanpa melihat keimanan atau belum ijo gitu, dan masih banyak kisah yang ngga enak di sampaikan ke saya…..sampe pernah satu masa karena kita saudara maka apabila pemimipin tidak suka, kitapun diarahkan untuk tidak suka juga.

  179. mu'min berkata:

    sy juga masih ingat bagaimana al-miqdad, umar haqi, obi, di sebut tangan besi alias memimpin wilayah dengan kaku, kasar, kepala batu, padahal mereka sudah di tempa dan di didik asu sejak lama, jadi anak buahnya sudah meniru gaya kepemimpinan asu, wallahu a’lam bi showab

    • mu'min 2 berkata:

      Al miqdad alias wawan A.K.A abu daud, umar haqi, obi disebut orang yang keras karena memimpin orang orang yang didoktrin menjadi penurut/taqlid buta sehingga otomatis memblokir otak pengikutnya menjadi tidak berfikir terhadap pemimpin dan firqahnya yang mereka ikuti. “Katanya” sih mau ngikut sahabat Umar Bin Khatab yang berwatak keras, tapi malah kebablasan menjadi pemimpin yang sukanya marah marah, kasar, dan bertangan besi :) (fakta). Karena watak yang keras dan pemarah adalah dua hal yang berbeda. Mereka bukanlah orang yang berwatak keras, tetapi mereka adalah orang yang “dibentuk” menjadi suka marah jika mereka tidak suka dan jauh dari yang namanya kesabaran. Maka dari itu kasihanilah mereka dan maafkanlah mereka.

    • ummu khonsa berkata:

      Bismillah ,

      Akhi mumin , dan Akhi mu’min 2 atau erwin , Saya insya Alloh tau itu adalah antum .Maaf Saya Memang baru beberapa x dahulu ketemu antum Dan tidak pernah 1 majlis dengan anum , Tapi Insya Alloh saya tau lah Rata2 jebolan Fah seperti apa . Memang Saya cuma 8 tahun , dan antum mungkin lebih dari sepuluh tahun ,,Ketahuilah akhi , Pemkiran , pola hidup Dan Karakter Fah itu sudah mendarah Daging Dan Sulit Di hilangkan Kecuali Dengan Benar2 Taubatan Nashuha Dan Keinginan Yang kuat Dari diri Untuk merubahnya

      Afwan Yah , Saya Lihat Dari Gaya Bicara antum menulis masih sangat kental sekali karakter Fah .. Cobalah berusaha berubah akhi , apalagi disini mayoritas Kita senasib sependeritaan , Kita sama2 Pernah Terjebak ajaran Kultuisme Agus .., Jadi Buat apa debat2 n ?

      Mungkin Di sana Dulu antum adalah Petinggi , Nah Ketika antum keluar , Kita Semua Sama Di mata Alloh ,, Yang Membedakan Hanya Keimanan Dan ketaqwaan tentunya . Bukalah mata hati kita bahwa masih banyak ilmu2 yang harus kita pelajari , Dan masih banyak juga Pemahaman2 yang harus kita luruskan yang sudah sekian lama tertanan di otak kita ..

      Memang itu sangat memakan waktu lumayan lama , karena saya juga sempat mengalaminya .. Tapi Tetaplah berusaha ..
      Berlapang dadalah Dalam menerima kritikan , ..
      Belajarlah menerima Pendapat Orang lain ..
      Hindarilah Sikap Arogan ( Yang mayoritas Di miliki penganut Fah)
      Berteman Dengan Orang2 yang selalu Mengingatkan kita Kepada Alloh ..
      Mudah2 n Alloh Melapangkan dada2 kita untuk kebaikan ..

      Berdoalah kepada Allah dengan benar dan memohonlah terus menerus, ingatlah salah satu doa Rasulullah SAW berikut
      , “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih” Beliau juga senantiasa mengulang doa berikut, “Ya Tuhan kami, berikanlah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan ada kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman…” (al-Hasyr:10)
      Barokallohufik

  180. mu'min berkata:

    ada lagi pewaris tahta asu hamzah amr…wajahnya, ahlaknya, gaya pemimpinnya, sudah nyaris sama, jadi mereka akan tetap lanjutkan fah menjadi firqoh bani abuhamzah…..
    Dan yang juga ngga kalah pengen jadi pewaris tahta yaitu zeni, menantu asu, patut di contoh juga buat temen2 yang masih di fah jika ingin cepat naik jabatan dan bisa cepat hijau maka nikahilah anak2nya asu, masih ada 2 yang gadis : balqis nur dan fath, selamat berjuang saudaraku untuk mendapat status keimanan yang diakui asu

  181. SAYA yakin abu hamzah itu bukan orang biasa yang hanya mengandalkan keyakinan saja, seperti kita dulu berawal dari pemahaman agama yang sangat sedikit, dan belum banyak mnengenal dunia islam sesungguhnya dan yang begitu menutup mati fikiran kita dengan doktrinasi ketaatan kepada Alloh, namun naluri mengingkarinya.
    dan jika melihat latar pendidikannya abu hamzah juga adalah orang yang tentu banyak tahu tentang dunia islam, banyak tahu juga tentang ilmu2 ilmiah.
    jika yang dia pakai adalah konsep pembodohan, mengukung semua fikiran pengikutnya artinya dia juga bukan orang yang tidak memakai logika, konsep dan trik dalam merekrut pengikutnya.
    Dengan sejarahnya yang ditutupi, dengan konsep npenyampaiannya yang begitu memikat orang untuk mengikutinya, dengan banyak lagi pemahaman yang dia buat (internalisasi, rfc, mendekat ke inti, shaf solat dll) tentu dia bukanlah orang biasa.
    Membaca sejarahnya yang pernah berguru namun keluar dari perguruannya, secara langsung dia menyadari dia telah membuat golongan baru, apalagi dia sudah tidak mempunyai guru.
    artinya, secara niat dia sudah merancang strategi, konsep dan trik membuat golongan baru dengan pemahaman2 yang dia ciptakan sendiri.
    untuk selanjutnya tentang teka-teki abu hamzah inikan mungkin hanya dia dan Alloh-lah yang tahu.

    • Petunjuk itu adalah hak prerogatif Allah, “gelar”, latar belakang, dsb bukan jaminan seseorang ditunjuki Allah, yg udah professor sekalipun masih bisa terperdaya kelompok yg lebih tidak masuk akal lagi, SYI’AH, JIL, dan sejenisnya, turunan mu’tazilah, jabariyah, jahmiyah, dsb.

  182. bandung berkata:

    abu hamzah punya facebook gak/Tweeter???

    • mu'min 2 berkata:

      Internet haram … !!!
      Nih fb anaknya : https://www.facebook.com/hamzah.amr/about” rel=”nofollow”>facebook.com/hamzah.amr

      • bandung berkata:

        jelas haram, coba kalau halal, dia gak punya pengikut. karna di internet membongkar kebusukan abu hamzah

      • abu ridho berkata:

        ndak boleh mengharamkan apa yang tidak di haramkan Allah, dari fah tidak mengharamkan internet tetapi syeh asu berkata internet itu ibarat narkoba,,,semakin di buka internet… semakin ketagihan, terus kecanduan maka koit lah ia. Jadi,,, semakin di larang buka blog al Fakir, semakin penasaran terus semakin ketagihan terus kecanduan jadilah koit alias keluar fah, terus bertaubat lalu masuk islam yang haq. amin ya Allah.

  183. ghuraba berkata:

    ……………..harusnya kita semua capek mempersoalkan hal2 seperti ini lg………kenapa kita tidak menyibukkan diri untuk memperbaiki semua kesalahan2 kita yg lampau yg pernah kita lalaikan…???inilah jalan hidup kita……masing2 mengalami liku2 yg berbeda…..ambilah pelajaran…jgn terus menghujat satu sama lainnya…kalau terus menerus begini ….kaum yang nyata2 KAFIR akan bersorak kegirangan…..sadrlah wahai saudaraku….

    • Abu Haidar berkata:

      @Ghuraba…. Jazakumullah atas perhatian antum atas hal ini…. tapi ini adalah bagian dari dakwah para ex-FAH atau orang-orang yg pernah terjerumus dalam pemahaman yang tersalah…..
      Hujat-menghujat merupakan segelintir dari orang yang kurang bisa memahami arti sebuah fasilitas yang diberikan semoga bisa tersadar dalam langkah perbaikan kualitas iman.
      Manusia yang telah nyata2 kafir akan bersorak kegirangan? tidakkah antum kembali flash back kebelakang jika pernah di FAH atau pernah menjadi pengajar di FAH, berapa orang islam yang telah disesatkan atas pemahaman ini? berapa orang islam yang tergadai hidupnya atas pemahaman ini? berapa orang islam yang terputus hubungan kekerabatannya? Anda bilang CAPEK…………. Orang-orang Islam yang kita bela untuk kembali bisa lurus pemahamannya……. anda bilang CAPEK………. sadalah wahai saudaraku……
      berikut sifat dari nama GHURABA yang antum cantumkan :

      Rasulullah saw menyebutkan bahwa orang-orang yang terasing (Ghuraba’) itu justru beruntung, di dalam beberapa riwayat beliau ditanya, siapakah yang termasuk orang-orang yang terasing itu (Ghuraba’), maka beliau menjawab;

      الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ

      Orang-orang yang mengadakan perbaikan ketika manusia sudah rusak, orang yang maksiat lebih banyak daripada orang yang taat (HR Ahmad)

      Di dalam riwayat yang lain Imam Ahmad menyebutkan jawaban nabi saw adalah;

      أُنَاسٌ صَالِحُونَ فِي أُنَاسِ سُوءٍ كَثِيرٍ

      Orang-orang yang baik di tengah-tengah orang-orang jahat yang merajalela (HR Ahmad)

      Di dalam riwayat Ibnu Majah beliau menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban;

      النُّزَّاعُ مِنْ الْقَبَائِلِ

      Orang-orang yang dikucilkan dari kabilah (HR Ibnu Majah)

      Berpijak pada hadis-hadis tersebut, kita bisa menegaskan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang terasing adalah

      1. Orang yang berpegang kepada al-Qur’an dan sunnah.

      Ia senantiasa memperbaiki agamanya sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan sunnah dan dengan metode pemahaman pada pendahulu ummah yaitu para shahabat dan tabi’in. Mereka layak menjadi rujukan dalam metode pemahaman Islam, sebab pemahaman mereka adalah pemahaman yang lurus. Karena lurusnya keberagamaan mereka itulah para shahabat rasul mendapat sebutan radliyallahu ‘anhu (Allah telah meridlai mereka) di dalam beberapa ayat. Selain itu Allah dan Rasulnya telah memuji mereka karena kebaikan mereka di berbagai ayat dan hadis. Firman Allah

      وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

      Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (An-Nisaa’: 115)

      Yang dimaksud dengan orang mukmin pada ayat di atas adalah para shahabat, sebagaimana ayat berikut ;

      فَإِنْ آَمَنُوا بِمِثْلِ مَا آَمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-baqarah :137)

      Dlamir (kata ganti) kalian di dalam ayat ini bisa difahami sebagai rasulullah dan para shahabat. Sebab kaum muslimin yang langsung berhadapan dengan turunnya ayat adalah rasul dan para shahabat. Maka ayat ini bermakna, bahwa orang yang beriman tidak seperti berimannya para shahabat maka sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan.

      Kemudian Rasulullah saw juga menyebutkan bahwa pemahaman agama para shahabat itulah pemahaman yang benar sebagaimana bisa kita lihat di dalam hadis berikut ;

      وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

      Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya akanmasuk neraka kecuali hanya satu golongan saja. Para shahabat bertanya, “Siapakah dia, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Sesuatu yang aku dan para shahabatku ada di atasnya” (HR at-Tirmidzi)

      Hadis ini menegaskan satu golongan yang selamat adalah golongan yang meneladani keberagamaan Rasulullah dan para shahabat. Tetapi di sini ditambahkan para tabi’in, sebab di dalam hadis yang lain Rasulullah saw bersabda;

      خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

      Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya (al-Bukhari)

      Kita bisa merasakan saat ini orang yang berusaha mengikuti tuntunan al-Qur’an dan Sunnah dengan manhaj para shahabat dan tabi’in apa adanya tidak banyak. Orang yang benar dalam berpakaian sesuai tuntunan al-Qur’an dan sunnah tidak banyak. Yang benar dalam bergaul sesuai tuntunan al-Qur’an dan sunnah sedikit. Yang berusaha menghidupkan sunnah-sunnah rasul dalam hidupnya, juga sedikit.

      2. Selain memperbaiki agama diri mereka, mereka pun senantiasa mendakwahkan kebenaran itu kepada manusia pada umumnya. Mereka melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, karena itulah syarat keunggulan agama ini di atas agama dan ajaran lainnya, sebagaimana firman Allah.

      وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

      Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok ummat yang menyerukan kepada kebaikan (Islam) dan memerintahkan kepada yang ma’ruf serta melarang yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung (Ali Imran :104)

      3. Mereka sabar menghadapi berbagai ujian dan cobaan

      Berbagai usaha mereka lakukan untuk kebaikan diri mereka dan kebaikan masyarakat. Namun sambutan yang mereka terima justru sikap negatif, mereka dikucilkan, dimusuhi, dibenci, diejek dan berbagai sikap yang tidak menyenangkan lainnya. Meskipun demikian mereka tetap bersabar, tidak mundur walau setapak pun. Sehingga kesabaran ini mendapatkan penghargaan yang sangat tinggi dari Allah swt ;

      يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

      Akan datang suatu masa, orang yang sabar dalam memegang agamanya di masa itu seperti orang yang memegang bara api (HR at-Tirmidzi)

      Rasulullah menjanjikan, mereka akan mendapatkan 50 kali lipat pahala para shahabat, apabila bisa bersabar;

      فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ وَزَادَنِي غَيْرُ عُتْبَةَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنَّا أَوْ مِنْهُمْ قَالَ بَلْ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ

      Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari, kesabaran pada sat itu seperti menggenggam bara api. Orang yang beramal (dengan sabar) pada saat itu mendapatkan pahala seperti pahala 50 orang yang beramal seperti amal kalian. Abdullah bin Mubarak mengatakan, “telah ditambahkan penjelasan kepadaku dengan jalan selain Utbah, ada shahabat yang bertanya: Wahai Rasulullah saw, pahala 50 dari kami atau dari mereka. Beliau menjawab, “Pahala 50 orang dari kalian” (at-Tirmidzi)

      Luar biasa… Demikian besar pahala yang dijanjikan oleh Rasulullah. Persoalannya sekarang, siapkah kita menjadi salah satu dari generasi al-Ghuraba’ ini?

  184. Abu Haidar berkata:

    KHAWARIJ DAN SIFAT-SIFATNYA
    Surat-surat yang pertama turun adalah yang berkaitan dengan masalah aqidah. Oleh karena itu untuk memahami bagaimana Rasulullah saw. memahami aqidah, kita harus benar-benar memahami ayat-ayat atau surat-surat Makiyah tersebut. Manhaj aqidah secara umum dibagi dua: manhaj yang benar lagi menyeluruh (المنهاج الصحيح الشامل) dan manhaj yang parsial (المنهاج الجزئ).

    Disebutkan dalam atsar yang diriwayatkan Abdullah bin Umar oleh Al‑Hakim bahwa generasi umat dibagi jadi dua: (1)‑ umat yang diberi keimanan terlebih dahulu, kemudian baru diberi Al Qur’an (2)‑ umat yang mengambil pelajaran Al‑Qur’an lebih dahulu sebelum didapatkan keimanan. Kemudian Atsar itu menyebutkan perilaku dari kedua kelompok generasi itu, dimana kelompok yang pertama terdiri dari para Salafushshaleh dan pembesar‑pembesar sahabat yang mengetahui yang diwajibkan dari yang dilarang dan alasannya; sementara kelompok yang kedua cuma pandai membaca Al‑Qur’an dengan lancar dan mengkhatamkannya dengan cepat tanpa tahu mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang serta batasan‑batasannya. Pada akhirnya kedua kelompok ini melahirkan manhaj yang berbeda, dan dari kelompok yang kedualah munculnya Al‑Firaq Al‑Bathilah (aliran‑aliran yang sesat), di antaranya Al‑Khawarij.

    Tujuan pembahasan Firaq Bathilah ini agar pada kita tidak terjadi Firaq ini, sebagaimana yang pernah ditanyakan oleh Hudzaifah bin Al‑Yaman dalam sebuah haditsnya yang panjang.

    كان الناس يسألون رسول الله (ص) عن الخير وكنت اسأله عن الشر مخافة أن يدركني

    “Orang-orang biasanya bertanya kepada Rasulullah perihal kebaikan, tapi saya bertanya kepadanya perihal keburukan karena takut hal itu menimpa diriku.”

    Di samping itu pengetahuan tentang Firaq ini menjadi kebutuhan kita untuk memberi hujjah kepada orang-orang yang mungkin memiliki sikap‑sikap yang juz’i dan menyimpang dari Islam.

    AL-KHAWARIJ (الخوارج)

    Secara bahasa kata khawarij berarti orang-orang yang telah keluar. Kata ini dipergunakan oleh kalangan Islam untuk menyebut sekelompok orang yang keluar dari barisan Ali ibn Abi Thalib r.a. karena kekecewaan mereka terhadap sikapnya yang telah menerima tawaran tahkim (arbitrase) dari kelompok Mu’awiyyah yang dikomandoi oleh Amr ibn Ash dalam Perang Shiffin (37H/657). Jadi, nama khawarij bukanlah berasal dari kelompok ini. Mereka sendiri lebih suka menamakan diri dengan Syurah atau para penjual, yaitu orang-orang yang menjual (mengorbankan) jiwa raga mereka demi keridhaan Allah, sesuai dengan firman Allah QS. Al-Baqarah (2):207. Selain itu, ada juga istilah lain yang dipredikatkan kepada mereka, seperti Haruriah, yang dinisbatkan pada nama desa di Kufah, yaitu Harura, dan Muhakkimah, karena seringnya kelompok ini mendasarkan diri pada kalimat “la hukma illa lillah” (tidak ada hukum selain hukum Allah), atau “la hakama illa Allah” (tidak ada pengantara selain Allah).

    Secara historis Khawarij adalah Firqah Bathil yang pertama muncul dalam Islarn sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Al‑Fatawa,

    إبن تيمية: أول بدعة ظهورا في الإسلام بدعة الخوارج

    “Bid’ah yang pertama muncul dalam Islam adalah bid’ah Khawarij.”

    Kemudian hadits‑hadits yang berkaitan dengan firaq dan sanadnya benar adalah hadits‑hadits yang berkaitan dengan Khawarij scdang yang berkaitan dcngan Mu’tazilah dan Syi’ah atau yang lainnya hanya terdapat dalam Atsar Sahabat atau hadits lemah, ini menunjukkan begitu besarnya tingkat bahaya Khawarij dan fenomenanya yang sudah ada pada masa Rasulullah saw. Di samping itu Khawarij masih ada sampai sekarang baik secara nama maupun sebutan (laqob), secara nama masih terdapat di daerah Oman dan Afrika Utara sedangkan secara laqob berada di mana‑mana. Hal seperti inilah yang membuat pembahasan tcntang firqah Khawarij begitu sangat pentingnya apalagi buku‑buku yang membahas masalah ini masih sangat sedikit, apalagi Rasulullah saw. menyuruh kita agar berhati‑hati terhadap firqah ini.

    Fakta munculnya Khawarij bukanlah pada masa Ali r.a. sebagaimana sebagian para ahli sejarah menyebutkan, tapi sudah muncul pada masa Utsman r.a. baik secara ajaran maupun dalam bentuk aksi nyata. Buku sejarah banyak menyebutkan ini seperti buku sejarahnya Imam At‑Thabari dan Ibnu Katsir. Dalam buku tersebut orang yang memberontak kepada Utsman r.a. disebut Khawarij. Hal ini dikuatkan oleh fakta sejarah berikutnya dimana mereka berhasil membunuh Utsman r.a. Kemudian umat Islam membai’at Ali r.a. termasuk sebagian besar orang‑orang yang telah membunuh Utsman r.a. Sementara itu Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Aisyah, dan sahabat yang lain keluar dan menuntut pembelaan terhadap Utsman r.a. Ali r.a. berkata, “Saya setuju dengan pendapat Anda, tapi mereka sangat banyak dan bercampur dalam pasukan kami.” Ali r.a. menghendak masalah Khalifah diselesaikan dahulu baru menyelesaikan orang‑orang yang membunuh Utsman. Kemudian antara pihak Ali r.a. dan Aisyah r.a. sudah terjadi kesepakatan bahwa mereka tidak akan berperang kecuali untuk menuntut pembunuh Utsman, tapi orang‑orang yang membunuh Utsman membuat fitnah lagi dalam Perang Jamal. Mereka memisahkan diri jadi dua, sebagian bersama Ali dan sebagian bersama Aisyah; dan mereka berdua saling melempar lembing, dan satu sama lain mengatakan bahwa Ali telah berkhianat dan Aisyah telah berkhianat, maka terjadilah apa yang terjadi dalam Perang Jamal.

    Pada waktu terjadi peperangan antara Ali r.a. dengan Muawiyah r.a., mereka juga bersama Ali dalam suatu peperangan yang terkenal dalam sejarah disebut Perang Shiffin. Dalam buku‑buku tarikh Syi’ah juga ditulis dalam buku‑buku tarikh Sunnah, disebutkan ada pihak ketiga yang netral di antaranya Abdullah bin Umar, Abu Musa Al‑Asyari, Zaid bin Tsabit, dan yang lainnya yang mencoba mengadakan ishlah pada keduanya dan mempertemukan keduanya. Terjadilah suatu dialog antara utusan Ali r.a. dengan Muawiyah bin Abi Sofyan.

    “Apakah Anda memerangi Ali karena Anda ingin menjadi khalifah?” Muawiyah berkata, “Saya tahu diri saya. Saya tahu diri saya jauh di bawah Ali, dan tidak ada dalam benak saya keinginan untuk menjadi khalifah. Saya keluar berperang untuk menuntut darah Utsman.” “Apa betul Anda tidak ingin menjadi khalifah?” Berkata Muawiyah, “Andaikata Ali menyerahkan siapa pembunuh Utsman niscaya saya orang yang pertama berbai’at.” Akantetapi suasana dikacaukan oleh orang‑orang tadi yang akhirnya terjadi Perang Shifiin.

    Ketika pihak Muawiyah hampir kalah, atas usulan Amru bin Al‑Ash untuk meletakkan mushaf di pucuk pedang sebagai tanda ingin berunding. Ali r.a. tahu bahwa ini tipu daya tetapi orang‑orang Khawarij meminta Ali untuk menerimanya bahkan memaksa dan mengancam:

    لئن أتيت لنفعلنّ بك كما فعلنا بعثمان لنقتلنك كما قتلنا عثمان

    “Jika engkau menolak, kami akan memperlakukan Anda sebagaimana kami memperlakukan Utsman dan kami akan membunuh Anda sebagaimana kami telah membunuh Utsman.”

    Akhirnya Ali r.a. menerima dengan terpaksa, kemudian menyuruh panglima perangnya Asytar An‑Nakha’i untuk menerima tahkim. Tapi Asytar juga keberatan atas perintah itu karena ia tahu benar unsur tipuannya sangat besar. Namun, lagi‑lagi orang‑orang Khawarij memaksa Asytar dan mengatakan apa yang dikatakan kepada Ali r.a., maka Asytar pun menerima tahkim itu.

    Ketika Ali r.a. tahu bahwa pihak Muawiyah mengutus Amru bin Al‑Ash, seorang yang diketahui ahli diplomasi, maka Ali r.a. mengutus Abdullah bin Al‑Abbas. Tapi lagi‑lagi orang Khawarij membuat ulah dan berkata, “Kalau Anda mengutus Ibnu Abbas apa bedanya Anda dengan Utsman. Kami memerangi Utsman karena dia selalu mengangkat keluarganya sendiri. Sekarang Anda mengutus Ibnu Abbas, keponakan anda sendiri.” Mereka meminta yang menjadi utusan dari pihak Ali adalah Abu Musa Al‑Asy’ari, tokoh netral. Tapi Ali tahu kalau Abu Musa bukanlah orang yang cocok pada masalah ini, dia terlalu lugu (ikhlash). Mereka bersikeras dan mengancam Ali r.a., sampai dalam hal ini Ali berkata,

    كنت بالأمس أميرا وكنت اليوم مأمورا

    “Dulu saya bisa memimpin tapi saya sekarang jadi dipimpin.”

    Kemudian setelah acara tahkim usai dengan hasil yang sangat merugikan Ali r.a., permasalahan ternyata belum selesai. Orang Khawarij membuat ulah lagi dengan mengkafrkan Ali r.a. dengan berkata,

    كفرت لأنك حكمت رجالا في حكم الله, إن الحكم إلا لله

    “Anda telah kafir karena Anda telah menyerahkan urusan tahkim kepada orang dalam hukum Allah. Tiada yang berhak menghukum melainkan Allah.”

    Dan mereka keluar dari pasukan Ali –jumlah mereka sebanyak 12.000 orang–, maka terpaksa Ali menghadapi mereka dan menyuruh Ibnu Abbas untuk berdiskusi dengan mereka.

    Fenomena sikap Khawarij banyak terjadi sekarang dan biasa disebut Neokhawarijisme bahkan bisa jadi dekat dengan kita, apalagi hal itu telah diprediksi oleh Rasulullah saw. Ibnu Abbas ketika mengadakan dialog dengan mereka menyebutkan beberapa ciri‑ciri di antaranya: Mereka sangat wara’, pakaiannya sangat sederhana, muka mereka pucat karena jarang tidur malam, jidatnya hitam, telapak tangan dan kakinya kapalan, dan meraka disebut qura’ yaitu orang yang bagus bacaannya dan lama bila membaca Al-Qur’an.

    Untuk melihat sifat‑sifat mereka lebih jauh, kita lihat hadits‑hadits Rasul saw. yang membicarakan hal ini, diantaranya:

    عن أبي سعيد الخذري قال: بينما نحن عند رسول الله (ص) وهو يقسم قسما أتاه ذوالقويصرة وهو رجل من بني تميم فقال: يا رسول الله اعدل. قال رسول الله (ص) ويلك ومن يعدل إن لم اعدل؟ قد خبتُ وخسرتُ إن لم اعدل. فقال عمر بن خطاب (ض) يا رسول الله ائذن لي فيه اضرب عنقه. قال رسول الله (ص) دعه فإن له أصحابا يحقر أحدكم صلاته مع صلاتهم وصيامه مع صيامهم يقرئون القران لا يجاوز تراقيهم ويمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية

    Dari Abi Said Al‑Khudry berkata, Tatkala kami bersama Rasulullah saw. dan beliau sedang membagikan ghanimah, datang Dzul Khuwaishirah salah seorang dari Bani Tamim dan berkata, “Wahai Rasulullah berbuat adillah!” Berkata Rasulullah saw., “Celaka! Siapa yang akan berbuat adil jika saya tidak berbuat adil? Niscaya saya celaka dan binasa jika saya tidak adil.” Berkata Umar bin Khattab, “Wahai Rasulullah! Ijinkan saya memenggal lehernya.” Berkata Rasulullah saw., “Biarkanlah dia. Sesunggulinya dia mempunyai banyak teman, dirnana dianggap remeh shalat di antara kalian dibanding shalat mereka, puasa kalian dibanding puasa mereka, mereka membaca Al‑Qur’an tidak sampai kecuali pada tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    “Pada hari Hunain Rasulullah saw. mengutamakan sebagian manusia dalam pembagian ghanimah. Beliau memberi Al‑Aqra bin Habis Al‑Handhaly 100 unta, memberi Uyainah bin Badrul Fijary dengan jumlah yang serupa dan memberi para pembesar Arab, beliau mengutamakan mereka dalam pembagian. Maka berkata salah seorang, “Demi Allah, pembagian ini tidak adil dan tidak bertujuan untuk mencari ridha Allah!” (HR. Muslim)

    وفي رواية: إن من ضئضئ هذا قوما يقرئون القرآن لا يجاوز حناجرهم يقتلون أهل الإسلام ويدعون أهل الأوثان يمرقون الإسلام كما يمرق السهم من الرمية لئن أدركتهم لأقتلنهم قتل عاد

    Dalam riwayat yang lain: “Sesungguhnya dari keturunan ini ada kaum yang membaca Al-Qur’an yang tidak sampai kecuali pada kerongkongan, mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka keluar dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya, jika saya menjumpai mereka pasti akan saya bunuh mereka seperti membunuh kaum Aad.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    سيخرج في آخر الزمان قوم أحدث الأسنان سفهاء الأحلام

    “Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al‑Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    يخرج قوم من أمتي يقرئون القرآن يحسبون لهم وهو عليهم لاتجاوز صلاتهم تراقيهم

    “Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al‑Qur’an, mereka mengira bacaan Al-Qur’an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.” (HR. Muslim)

    يحسنون القيل ويسيئون الفعل يدعون إلى كتاب الله وليسوا منه في شيء

    “Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.” (HR. Al-Hakim)

    لايزالون يخرجون حتى يخرج آخرهم مع المسيح الدجال

    “Mereka akan senantiasa keluar sampai pada yang terakhir bersama Al-Masih Ad-Dajjal. Jika kalian bertemu mereka, maka bunuhlah; merekalah sejelek-jelek penciptaan dan sejelek-jelek makhluk.” (HR. An-Nasa’i dan Al-Hakim)

    الخوارج كلاب أهل النار

    “Al-Khawarij adalah anjingnya ahli neraka.”

    Dari hadits-hadits di atas dapat disimpulkan sifat-sifat, nilai, fenomena, dan kedudukan mereka.

    Sifat‑sifat Khawarij

    I. Mencela dan Menyesatkan (الطعن والتضليل)

    Orang‑orang Khawarij sangat mudah mencela dan menganggap sesat Muslim lain, bahkan Rasul saw. sendiri dianggap tidak adil dalam pembagian ghanimah. Kalau terhadap Rasul sebagai pemimpin umat berani berkata sekasar itu, apalagi terhadap Muslim yang lainnya, tentu dengan mudahnya mereka menganggap kafir. Mereka mengkafirkan Ali, Muawiyah, dan sahabat yang lain. Fenomena ini sekarang banyak bermunculan. Efek dari mudahnya mereka saling mengkafirkan adalah kelompok mereka mudah pecah disebabkan kesalahan kecil yang mereka perbuat.

    2. Buruk Sangka (سوء الظن)

    Fenomena sejarah membuktikan bahwa orang‑orang Khawarij adalah kaum yang paling mudah berburuk sangka. Mereka berburuk sangka kepada Rasulullah saw. bahwa beliau tidak adil dalam pembagian ghanimah, bahkan menuduh Rasulullah saw. tidak mencari ridha Allah. Mereka tidak cukup sabar menanyakan cara dan tujuan Rasulullah saw. melebihkan pembesar‑pembesar dibanding yang lainnya. Padahal itu dilakukan Rasulullah saw. dalam rangka dakwah dan ta’liful qulub. Mereka juga menuduh Utsman sebagai nepotis dan menuduh Ali tidak mempunyai visi kepemimpinan yang jelas.

    3. Berlebih‑lebihan dalam ibadah (المبالغة في العبادة)

    Ini dibuktikan oleh kesaksian Ibnu Abbas. Mereka adalah orang yang sangat sederhana, pakaian mereka sampai terlihat serat‑seratnya karena cuma satu dan sering dicuci, muka mereka pucat karena jarang tidur malam, jidat mereka hitam karena lama dalam sujud, tangan dan kaki mereka ‘kapalan’. Mereka disebut quro’ karena bacaan Al-Qur’annya bagus dan lama. Bahkan Rasulullah saw. sendiri membandingkan ibadah orang‑orang Khawarij dengan sahabat yang lainnya, termasuk Umar bin Khattab, masih tidak ada apa‑apanya, apalagi kalau dibandingkan dengan kita. Ini menunjukkan betapa sangat berlebih‑lebihannya ibadah mereka.

    4. Keras terhadap sesama Muslim dan memudahkan yang lainnya (التشدد على المسلمين والترخص على غيرهم)

    Hadits Rasulullah saw. menyebutkan bahwa mereka mudah membunuh orang Islam, tetapi membiarkan penyembali berhala. Ibnu Abdil Bar meriwayatkan, “Ketika Abdullah bin Habbab bin Al‑Art berjalan dengan isterinya bertemu dengan orang Khawarij dan mereka meminta kepada Abdullah untuk menyampaikan hadits‑hadits yang didengar dari Rasulullah saw., kemudian Abdullah menyampaikan hadits tentang terjadinya fitnah,

    القاعد فيها خير من القائم والقائم فيها خير من الماشي

    “Yang duduk pada waktu itu lebih baik dari yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan….”

    Mereka bertanya, “Apakah Anda mendengar ini dari Rasulullah?” “Ya,” jawab Abdullah. Maka serta-merta mereka langsung memenggal Abdullah. Dan isterinya dibunuh dengan mengeluarkan janin dari perutnya.

    Di sisi lain tatkala mereka di kebun kurma dan ada satu biji kurma yang jatuh kemudian salah seorang dari mereka memakannya, tetapi setelah yang lain mengingatkan bahwa kurma itu bukan miliknya, langsung saja orang itu memuntahkan kurma yang dimakannya. Dan ketika mereka di Kuffah melihat babi langsung mereka bunuh, tapi setelah diingatkan bahwa babi itu milik orang kafir ahli dzimmah, langsung saja yang membunuh babi tadi mencari orang yang mempunyai babi tersebut, meminta maaf dan membayar tebusan.

    5. Sedikit pengalamannya (قلة التجربة)

    Hal ini digambarkan dalam hadits bahwa orang‑orang Khawarij umurnya masih muda‑muda yang hanya mempunyai bekal semangat.

    6. Sedikit pemahamannya (قلة الفقه)

    Disebutkan dalam hadits dengan sebutan Sufahaa-ul ahlaam (orang bodoh), berdakwah pada manusia untuk mengamalkan Al‑Qur’an dan kembali padanya, tetapi mereka sendiri tidak mengamalkannya dan tidak memahaminya. Merasa bahwa Al‑Qur’an akan menolongnya di akhirat, padahal sebaliknya akan membahayakannya.

    7. Nilai Khawarij

    Orang‑orang Khawarij keluar dari Islam sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw., “Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.”

    8. Fenomena Khawarij

    Mereka akan senantiasa ada sampai hari kiamat. “Mereka akan senantiasa keluar sampai yang terakhir keluar bersama Al‑Masih Ad‑Dajjal”

    9. Kedudukan Khawarij

    Kedudukan mereka sangat rendah. Di dunia disebut sebagai seburuk-buruk makhluk dan di akhirat disebut sebagai anjing neraka.

    10. Sikap terhadap Khawarij

    Rasulullah saw. menyuruh kita untuk membunuh jika menjumpai mereka. “Jika engkau bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka.”

    Ibroh (Pelajaran) yang kita dapat

    1. Berhati‑hati supaya tidak terjatuh pada Khawarijisme (التخذير من الوقوع)

    Secara sosial politik Khawarij bisa muncul kapan saja. Kemunculan pertama Khawarij dimulai dari ketidakpercayaan (‘adamuts tsiqah) sebagian mereka kepada pemimpin kaum Muslimin, yaitu Utsman bin Affan yang mereka anggap tidak adil, nepotisme, dan mengangkat orang‑orang dekatnya. Ditambah ada sosok lain yang tidak suka dengan Islam, yaitu Abdullah bin Saba, yang sangat besar pengaruhnya dalam memecah belah umat Islam. Melihat sejarah awal munculnya Khawarij, sekarang ini fenomena itu tampaknya ada.

    2. Bertaubat jika sudah terjatuh (الإنقاذ إن وَقَعَ)

    Sejarah pun telah membuktikan banyak umat Islam yang sudah terjatuh pada fitnah Khawarijisme. Di Mesir pada tahun 60‑an banyak kelompok yang keluar dari jama’ah yang benar dan menuduh pemimpinnya lemah, bahkan menuduh sesama muslim sebagai kafir. Untuk menghadapi orang‑orang yang sudah terjatuh pada Khawarij minimal dibutuhkan tiga cara: (1) memilih orang yang cocok untuk menghadapi mereka, (2) cara yang benar, (3) memeranginya jika diperlukan.

    Ali, Ibnu Abbas, dan Umar bin Abdul Aziz dianggap orang yang cocok untuk menghadapi Khawarij disamping mereka bertiga memiliki ilmu yang dalam dan bijaksana serta pandai memilih cara yang tepat untuk menghadapi mereka.

    Pada saat Ali r.a. menghadapi mereka, beliau bertanya, “Apa yang Anda rasa berat dari saya?” Mereka menjawab, “Karena Anda menyerahkan hak menghukum kepada manusia, padahal tidak ada yang berhak rnenghukum kecuali Allah.” Jawab Ali, “Apakah jika saya mendatangkan dengan dalil Al‑Qur’an kepada Anda, Anda akan kembali?” Mereka menjawab, “Kenapa tidak?” Maka Ali mengambil dalil dari Al‑Qur’an surat An‑Nisa ayat 35 yang artinya, “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakim dari keluarga laki‑laki dan seorang hakim dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakim itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” “Kalau pada masalah pernikahan saja Allah membolehkan mengambil hakim dari manusia apalagi masalah Khilafah!” Maka sebanyak 4.000 orang dari Khawarij bertaubat.

    Begitu juga Ibnu Abbas sebagai sosok yang mampu menghadapi orang‑orang Khawarij. Suatu saat Ali mengutusnya untuk menghadapi Khawarij, maka Ibnu Abbas bertanya pada mereka, “Hal apakah yang membuat Anda dendam kepada Ali?” Mereka menjawab, “Ada tiga, pertama, dalam hal agama Allah, Ali bertahkim pada manusia; kedua, ia berperang tapi tidak menawan pihak musuh dan tidak mengambil harta rarnpasan; ketiga, waktu bertahkim ia rela meninggalkan keamirannya.” Maka jawab lbnu Abbas, “Mengenai bertahkim pada manusia apa salahnya, kemudian beliau membacakan ayat 95 dari surat AI‑Maidah. Tentang ucapan Anda, ia berperang tidak melakukan penawanan, apakah Anda menghendaki agar Aisyah, istri Rasul saw., jadi tawanan? Adapun Ali menanggalkan kekhalifahannya, Ali mencontoh Rasulullah saw. pada saat perjaniian Hudaibiyah.” Demikianlah setelah Ibnu Abbas menyelesaikan dialognya dengan sangat bijaksana, sekitar 20.000 orang Khawarij bertaubat.

    Begitu juga Umar bin Abdul Aziz melakukan yang serupa dimana pada masa daulah Bani Umayyah yang paling membahayakan adalah orang‑orang Khawarij. Bahkan daulah punya pasukan khusus untuk menghadapi mereka yang dipimpin oleh Al‑Muhalab bin Abi Shufroh. Suatu saat Umar berdialog dengan salah seorang dari mereka yang bernama Al‑Bistom dan berkata, “Kami siap kembali kepada Anda dengan syarat Anda bertaubat dan melaknati Bani Umayyah.” Umar berkata, “Baiklah, apakah hal ini ada sanad tarikhnya bahwa orang yang bertaubat harus melaknati leluhurnya?” Umar melanjutkan, “Apakah Anda pernah melaknati iblis dan Fir’aun? Mengapa Anda menyuruh saya untuk melaknati orang yang kemungkinan lslamnya masih besar?”

    Bukti dari ini semua menunjukkan bahwa Ali, Ibnu Abbas, dan Umar adalah figur yang cocok untuk menghadapi Khawarij berkat ilmunya yang sangat dalam dan kebijaksanaannya. Mereka juga memiliki metodologi yang baik dalam menghadapi mereka. Kebaikan cara dan kebijaksanaan Ali terbukti ketika ditanya, “Apakah Khawarij itu kafir?” Jawab Ali, “Mereka adalah orang yang berusaha lari dari kekafiran.” “Apakah mereka munafik?” Jawab Ali, “Orang munafik tidak menyebut Allah kecuali sedikit, padahal mereka orang yang banyak menyebut nama Allah.”

    Kelompok Khawarij ini sangat unik. Hal ini terlihat pada kasus ketika mereka mengadakan kesepakatan untuk membunuh Ali, Muawiyah, dan Amru bin Al‑Ash. Salah seorang yang ditugaskan untuk membunuh Ali adalah Abdurrahman bin Muljam. Abdurrahman sebenarnya enggan diberi tugas untuk membunuh Ali, tapi ketika lewat pada perkampungan Khawarij dia mendapatkan orang yang tercantik di kampung itu dan bapak serta kakaknya sudah tewas terbunuh oleh Ali dalam peristiwa Harura. Perempuan itu bernama Qutom dan sangat dendam pada Ali. Ibnu Muljam berkata pada perempuan itu, “Saya ingin mengawini Anda!” “Boleh, tapi mahar apa yang akan engkau berikan pada saya?” jawab Qutom. “Apa saja yang engkau minta niscaya aku kabulkan,” balas Ibnu Muljam. Maka Qutom mengatakan, “Saya minta 30.000 hamba sahaya, budak yang bisa menyanyi, dan membunuh Ali.” “Kalau yang tiga pertama dapat saya kabulkan, tapi yang terakhir engkau jangan berharap.” Qutom kemudian berkata, “Jika Anda bisa melakukannya, saya akan sembuh dari sakit hati, Anda bisa menikahi saya. Tapi kalau tidak, maka akhirat lebih baik bagi Anda dari dunia dan segala isinya.” Maka terjadilah apa yang sudah terjadi. Dari kasus ini menunjukkan ada kasus yang terselubung dan tidak murni dalam pembunuhan Ali oleh Ibnu Muljam.

    Bentuk keunikan lain, mereka adalah kelompok yang mudah dibodohi. Maka, untuk menghadapi mereka diperlukan cara khusus. Hal ini pernah terjadi pada Amru bin Ubaid, salah seorang tokoh Mu’tazilah. Suatu saat ia lewat perkampungan Khawarij dengan ternan‑temannya dan dihadang oleh mereka seraya berkata, “Mana kawan‑kawan Anda, tadi kelihatan banyak?” Jawab Arnru dengan menyitir ayat 6 surat At‑Taubah, “Kami orang yang musyrik yang meminta perlindungan agar dapat mendengar firman Allah.” “Boleh, kami melindungi Anda sekalian. Pergilah, Anda mendapat perlindungan.” Tapi Amru merasa belum aman karena perkampungan Khawarij masih panjang, maka dia berkata, “Tidak begitu. Antarkanlah ia ke tempat yang aman.” Maka orang‑orang Khawarij tadi mengantarkannya. Peristiwa ini menunjukkan pemikiran orang-orang Khawarij yang sangat sederhana yang mengakibatkan mudah diperdaya dengan logika yang sangat sederhana. Sehingga untuk menghadapi mereka, dibutuhkan cara yang tepat dan tidak perlu logika yang berat‑berat.

    Cara yang ketiga, memeranginya jika dianggap perlu. Hal ini terbukti ampuh dan juga pernah dilakukan Ali r.a. Pada masa Daulah Abbasiyah kekuatan mereka secara politis sudah bisa dilumpuhkan, kalaupun masih ada hanya bekas‑bekas atau pengaruh pemikiran mereka dan dalam bentuk nilai seperti menyesatkan dan menganggap kafir orang muslim.

    3. Mensyukuri pemahaman yang benar (الشكر على الفهم الصحيح)

    Kalau kita melihat betapa orang yang ibadahnya sangat rajin, pandai bahasa Arab, masih bisa salah dalam memahami Islam bahkan dicap oleh Rasul sebagai anjingnya ahli neraka, ini menunjukkan betapa besarnya nikmat pemahaman yang benar yang diberikan Allah pada kita.

    Salah seorang ulama salaf berkata:

    لا أدري بآية إحدى النعمتين أشكر أبالفهم الصحيح أوالتجنيب من البدع

    “Saya tidak tahu bagaimana saya harus bersyukur dengan nikmat memahami Islam dengan benar atau mampu menjauhi dari bid’ah.”

    Tokoh-tokoh Khawarij

    Abdullah ibn Wahhab Al-Rasyibi pemimpin sekte Al-Muhakkimat. Beliau adalah tokoh utama dari 12.000 orang yang keluar dari barisan Ali r.a. dan menjadikan Haruriah sebagai basis pergerakan. Di desa itu, Abdullah bersama kroninya mendirikan “khilafah baru” dengan pemimpinnya Abdulllah sendiri.
    Nafi’ ibn al-Azraq merupakan salah seorang pengikut sekte Muhakkimah yang tersisa dalam peprangan di Nahrawan. Bersama kroni-kroninya, ia kembali menyebarkan paham khawarij dengan berganti baju Al-Azariqah
    Najdah ibn Amir al-Hanafi, pemimpin sekte al-Najd, merupakan koalisi dari beberapa tokoh Khawarij –seperti Abu Fudaik, Rasyid Al-Tawil, Atiah Al-Hanafi, dan Najdah sendiri– akibat kekecewaan terhadap kepemimpinan Nafi’ Al-Azraq.

    Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/10/27/1295/khawarij-dan-sifat-sifatnya

    >>> MARI KITA SAMA-SAMA PERHATIKAN DENGAN SIAPA KITA BERGAUL???

  185. ikhwan berkata:

    Informasi yang sangat berharga akhi..mudah-mudahan Alloh melindungi kita dari sifat-sifat khawarij dan mudah mudahan Alloh menganugrahkan shihhatul fahmi dan husnunniyat kepada kita.
    Sebagaimana kita menjaga untuk tidak mengkafirkan atau menyesatkan orang islam atau kelompok islam yang lain. juga kehati-hatian kita memberi label seseorang atau suatu kelompok sebagai khawarij. Wallohu ‘Alam

  186. mu'min berkata:

    setelah di pikir2 ternyata …kenapa nining di sembunyikan asu? karena …asu baru jual tanah di depan rumah 100jutaan dan di cikarang 29jutaan,dia bingung mau di apain…. dugaan saya …..dengan nining di sembunyiin terus sudah di anggap bercerai sama erwin karena di anggap kafir ….tinggal nunggu masa iddah aja 4 bulan… terus dilamar dah..walinya asu yang ngelamar asu juga ….kan baru 2 istri, boleh dong nambah 2 istri lg? boleh jg sih…terserah aja dah nanti allah yang akan minta tanggung jawab nining.alasan ke dua kenapa yang mungkin ngumpetin nining adalah abu zakia karena wiwin ngga mau sama2 abu zakia lagi ya sdh di ceraikan aja kan masih ada nining yang di ajari langsung sama abu zakia tinggal ngelamar ke asu jadi tetap 2 istri dah….. emang wiwin doang perempuan di dunia ini….masih banyak perempuan yang masih mau sama abu zakia.go ..3 istri sehat 4 istri sempurna.

  187. Abu Ahmad berkata:

    Wa alaikum salam,afwan belum bisa hadir.jauh ya..ana di Sumatra..tapi alhamdulillah sdh sempat jumpa dgn ikhwan2 di Jawa..

  188. Almustaqiim berkata:

    Bismillah, ulama sprti imam Bukhori imam Ahmad,imam Muslim berguru pd bebrapa orang yg berilmu tdk cukup dgn 1 guru krn ilmu ALLOH luas, sdh dbahas Imam Bukhori, bgtupun imam Ahmad umur 14 thn beliau menghadiri skolah menulis, dtg kperpustakaan, menghapal AlQur’an d mempelajari ilmu2 bhs Arab d trs melanjutkan pendidikan shingga menjd ulama bsar, ia menempuh perjalanan jauh diantara guru imam Ahmad : Husyaim bin Basyar, Ibrahim bin Sa’ad, imam Asy Syafi’i, Waki bin Al Jarrah, Abdurrojak dll sampai lbih dr 20 guru

  189. Almustaqiim berkata:

    guru2 beliau yg mriwayatkn hdits dr beliau : Abdurrozzak, Waki bin Aljarrah, Al imam Asy Safi’i dll.
    Jg ulama2 bsar pd msany yg mriwayatkn hdits dr beliau : imam Bukhori, muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasai.
    Persaksian pr ulama thdp beliau : Imam syafi’i msuk menemui imam ahmad d berkt Engkau lbih tau tntang hdits d perawi2ny, jika ada hdits shohih yg engkau tau mk beritaulah aku, insyaAlloh aku kan prgi mendtanginy. Ini mnunjukan ksungguhn dlm din& akal imam Syafi’i krn mau mengembalikn ilmu pd ahliny.

  190. Almustaqiim berkata:

    Sprti itulah ulama (imam Syafi’i, imam Ahmad, Bukhori dll) yg tawadhu pd Alloh tdk sprti dFAh dilarang bljr Islam kguru dluar Fah, jg Abu Umar yg scra tdk langsung mlarang muridny brguru k yg lain mengikat muridny spy loyal kdia ato muridny yg taqlid buta dan anehny sang guru tdk mengingatkan, pdhal jls ada hdits yg mengancam yg mengikut dan diikut di neraka.
    Sblm terlambat terlalu jauh kyk Fah, intropeksilah Tujuan hidup kt to mengabdi pd Alloh, ikhlas bkn cari pengikut dan dhormati orang/jd guru bsar pdhl blm berilmu

    • Akhi, ada baiknya tuk tabayyun dengan Abu Umar, klo memang dimungkinkan juga tuk tawashowbil haq wa tawashowbis shobr. Saya pernah mengikuti halaqahnya, hanya 2 kali memang, saya juga menangkap hal yg sama, tp yg jelas setahu saya dia tidak punya faham takfir (wallahu a’lam).
      Namun, sebagian kalangan kaum muslimin saya melihat juga adanya pemahaman bahwa untuk menegakkan JAMA’ATUL MUSLIMIN dibangun dari JAMA’ATUL MINAL MUSLIMIN, makanya banyak kelompok2/jama’ah2 yg dibentuk dan secara naluriyah akan loyal kpd pemimpinnya tp tetap berta’awwun dgn jama’ah lain ataupun individu di luar jama’ahnya.
      Saya pernah baca hujjah2 yg dikemukakan dlm mengemukakan pemikiran tersebut dari buku “MENUJU JAMA’ATUL MUSLIMIN”, kesimpulannya menurut saya tentunya dr buku tersebut hampir mirip dgn apa yg dipahami oleh Abu Umar (sekali lg ini menurut saya bisa benar bisa salah), bahwa seorang muslim harus bergabung dengan salah satu jama’ah yg dia yakini paling sedikit kesalahannya dr jama’ah2 yg sudah ada, krn itu setiap jama’ah hanya berlomba2 di sisi Allah, kemudian Allah yg akan memilih pada akhirnya melalui jama’ah mana Allah akan menegakkan KHILAFAH ISLAM.
      WALLAHU A’LAM

  191. Al-Faqir berkata:

    Telah muncul berita dari daerah Setu, bahwa seorang ibu yang telah keluar dari FAH sekarang sudah sering didatangi oleh anaknya yang masih loyal di FAH. Anaknya mengatakan bahwa pengajiannya sekarang sudah tidak mengkafirkan orang…Tidak lagi melarang orang2 yang “belajar Qur’an” di FAH untuk sholat jum’at, menemui keluarganya dan lain-lain.

    Perlu diketahui….
    FAH ataupun sekte yg semisal dengannya (sekali lagi saya katakan) : Tidak akan mungkin membuang faham TAKFIR nya yg bathil itu, sebab inilah modal utama untuk mempunyai pengikut2 yg fanatik-abiz terhadap kelompoknya. Jika faham takfir memang benar ditiadakan, mereka akan bubar, karena konsekwensinya adalah :

    1. Menjadi boleh belajar tafsir Al-Qur’an atau ilmu2 Islam ke tempat lain, karena orang lainpun sudah dianggap sebagai orang beriman juga.

    2. Mau untuk sholat di mesjid2 umum dan bermakmum kepada Imam dari orang luar, karena orang luar sudah dianggap beriman juga dan tidak terlarang sebagai Imam.

    3. Boleh makan sembelihan orang2 luar dan membeli daging ke luar, bukan ke usaha penjualan daging di kalangan mereka saja.

    4. Boleh menikahi perempuan2 dari luar kalangan FAH meskipun perempuan2 yg dinikahi itu tidak mau belajar Qur’an ke FAH, karena yg dilarang adalah menikahi perempuan2 kafir atau perempuan2 musyrik yg kafir. Dan perempuan2 FAH boleh dinikahi oleh laki2 dari luar kalangannya juga.

    5. Boleh “berwali“ dengan orang2 luar seperti bekerja di perusahaan2 orang luar atau menjadi pegawai negeri

    6. Mau untuk memulangkan para perempuan yang lari dari rumah2 keluarganya untuk kembali kepada keluarga2 mereka, karena keluarga2 mereka sudah dianggap tidak kafir lagi. Dan orang2 yg sudah terlanjur memutus hubungan dengan orang-tua atau sanak familinya mau untuk menyambung silaturrahim kembali dengan keluarga mereka, karena ini perintah Allah dalam Al-Qur’an.

    7. Mau mengembalikan uang atau harta orang2 yg telah keluar dari FAH yg masih tertahan. Jika terjadi perselisihan tentang itu, bisa diambil pihak penengah dan tidak masalah meskipun dari luar FAH karena tidak lagi dianggap sebagai orang kafir.

    8. Mau untuk memperbaiki pemahaman ayat2 Al-Qur’an yg salah yg berkaitan dengan kriteria orang2 beriman, orang2 kafir, dan orang2 munafik dengan merujuk kepada tafsir2 dari kalangan ahlus-Sunnah seperti tafsir Ath-Thobari, tafsir Qurthubi, Jalalain, Al-Baghawi, Ibnu Katsir, tafsir As-Sa’di, Adhwaa’ul bayan, dll.

    9. Mempersilahkan membaca tulisan2 di internet (seperti blog sekteislam.wordpress.com) untuk mengambil pelajaran yg baik jika memang ada hujjah2 yg belum diketahui untuk perbaikan faham takfir yg salah. Tidak lagi melarang (secara tidak langsung) dengan menakut-nakuti yg macam2.

    Perlu diketahui….
    Semua poin yang disebutkan itu akan membuka peluang yg sangat besar orang2 yg masih kuat di FAH untuk terbuka pikirannya dan menyadari kekeliruannya. Maka dari itu (sekali lagi saya katakan) : Tidak akan mungkin FAH membuang faham takfirnya, kecuali pemimpinnya telah bertaubat.

    Untuk membuktikan bahwa faham takfir ini tidak akan dibuang dan masih dipertahankan, bisa dipastikan dengan men-check secara langsung (bukan melalui “katanya“) bagaimanakah yg diperbuat abu hamzah, abu adam, atau petinggi2 FAH lainnya. Jika memang benar mereka merubah faham takfirnya (tidak meng-kafirkan lagi), merekalah yg seharusnya lebih dulu melaksanakan poin2 yg disebut di atas (terutama poin 2 dan 6), karena tidak mungkin menyuruh orang lain berbuat baik sementara dirinya sendiri tidak melakukan perbuatan baik itu, ini bertentangan dengan Qs.Al-Baqarah:44 “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri sendiri….“

    Betulkah abu hamzah, abu adam atau para guru senior di FAH sudah mau gabung sholat di mesjid? Atau sholat jum’at bersama yg lain? Atau sholat ’ied bersama yg lain? Atau menyembelih hewan2 qurban bersama dengan yg lain?
    Betulkah abu hamzah sudah kembali ke keluarga orang tuanya dan saudara2nya?
    Betulkah abu adam sudah kembali menjalin hubungan kekerabatan dengan orang tua, saudara2, dan kerabat2nya?
    Betulkah abu hamzah dan abu adam sudah menyuruh kedua istrinya masing2 kembali kepada orang tua mereka untuk menjalin lagi hubungan silaturrahim dengan keluarga mereka?
    Allahu A’lam.

    Saya mengenal orang yg mengatakan kepada ibunya bahwa pengajiannya sudah tidak ngafirin orang lagi, adalah orang yg selama bertahun2 hanya dikriteriakan “merah“ (belum diakui keimanannya di FAH). Orang2 seperti ini banyak di FAH dan merupakan mayoritas. Orang2 seperti ini sebenarnya belum diakui keimanannya oleh pemimpin2 mereka dan (sebenarnya) hanya “anak bawang“, namun mereka disikapi diplomatis (digembirakan saja).
    Orang2 yg sudah diakui keimanannya (orang2 “hijau“) sebenarnya hanyalah yg telah diberikan akses ke METRO atau akses untuk belajar, bertanya, mendekat ke rumah abu hamzah di Depok atau Cibinong, demikianlah persaksian ex-senior FAH yg telah keluar dari FAH (termasuk saya sendiri).
    Mereka (orang2 “merah“) tidak mengetahui hal ini dan mengira bahwa mereka adalah orang beriman di FAH, padahal tidak demikian, karenanya kepada mereka tidak masalah dibebaskan berinteraksi dengan orang2 luar (ada yg masih jadi pegawai, buruh, polisi, berhubungan dengan keluarganya di luar FAH, bahkan dibiarkan ada yg ikut sholat jum’at).
    Mereka dijadikan tameng untuk mengelabui masyarakat umum bahwa inilah faham FAH : Tidak mengkafirkan, tidak melarang sholat jum’at, tidak melarang orang menemui ibunya atau keluarganya, dll….
    Seorang teman ex-senior FAH mengatakan : “Kasihan mereka, sudah berjibaku habis-habisan, padahal mereka di situ tidak diakui…“

    Perlu diketahui….
    Tekhnik seperti itu sudah terlebih dahulu diterapkan oleh LDII (Islam jama’ah).
    LDII mengadakan proyek2 real-estate atau perumahan2 di mana di situ kemudian dihuni oleh orang2 LDII yg belum banyak mengerti ajaran (sebagian perempuannya bahkan belum utuh berjilbab). Mereka dibiarkan berinteraksi dengan orang2 kampung sekitar, sehingga orang2 kampung sekitar tidak lagi men-cap LDII sebagai golongan eksklusif yg tidak mau guyub. Sementara itu petinggi2 mereka berbicara ke sana dan ke sini (termasuk kepada MUI) bahwa inilah LDII PARADIGMA BARU..!
    Contoh2 perumahan mereka bisa ditemui di daerah Bekasi (sebelum Babelan) dan di Cikarang (di sekitar Pule).
    Allahu A’lam.

    • naira (@naira1106) berkata:

      akhi… bagaimana klo kita rangkul saja tu yg menurut mereka masih “merah”, apalagi mayoritas kan akhi, insyaAllah akhi, saya jd lebih optimis bisa membuka pemikiran dan menjalin ukhuwah Islam dgn mereka.

    • nining berkata:

      harap di maklum aja ,sekarang kebanyakan di fah memang belum sampe pengajarannya alias masih di mudahkan/boleh pulang kampung,boleh sholat jum’at,boleh haji/umroh,dll di bolehkan dulu sementara biar mereka masuk dulu ke fah, insya Allah dengan seiring waktu seperti orang yang sudah lama belajar …baru bisa faham ..makanya yang sudah lama sudah pada ngerti kenapa mereka keluar dari ajaran fah, biarlah mereka berfikir, memahami, dan keluar dengan mengerti karena Allah, apalagi da’wah dengan menjelekan orang-orang yang sudah keluar pasti orang yang ngga bener. wahai saudaraku ngga semua suka orang di perdengarkan yang buruk2/kafir,untuk orang yang sedang siap2 keluar dari fah jangan lah keluar sebelum urusan semuanya selesai sebaik apapun anda akan pasti di anggap rendah/bersalah/kafir.

    • nining berkata:

      kata orang fah siapa2 yang percaya pada blog fah keimanannya mesti di pertanyakan,wahai saudaraku di internet itu kita bisa cari informasi yang baik dari al-qur’an dan hadist dan kita bisa ketemuan untuk dialog dengan memakai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan matan dan kesohehannya,banyak fakar tafsir dan fakar hadist,terbukalah saudaraku,jangan seperti katak dalam tempurung…perasaaan aja sudah besar banget padahal cuma sebesar tempurung kelapa

  192. ummu marqisa berkata:

    FAH masih sama..buktinya anak2 ku yang tinggal dgn bapaknya yang masih ikut FAH ..ditelp tdk diangkat, di sms tidak membalas, dikunjungi masih dingin, apalagi mereka mengunjungi umminya.
    YA..ALLOH YANG MEMBOLAK-BALIKAN QULUB..jadikanlah qulub mereka jinak..aamiin.

    • feminis berkata:

      sudahbesar juga anak2 nya pasti nyari uminya

      • ummu marqisa berkata:

        Selama mereka berada di firqoh tersebut mereka menganggap orang2 yang diluar firqoh mereka adalah bukan orng beriman/islam. Begitu pemikiran mereka feminis..kecuali ALLOH memberi mereka SHIROTOL MUSTAQIM dan NIKMAT sebagai mana jalannya orang2 yg telah diberi nikmat oleh ALLOH.

  193. walatafaroqu berkata:

    @anti ummi marqisa, saya dri garut, pernah denger cerita anti dri temen2, sabar ummi insyaalloh klw udh menyadari akan kembli, jangankn ummi kaka saya sendiri belum menyadari, tpi ga mnjdikan qt berhnti mengingatkn dikala d kesempatan, jngn terus terpaku ksana ada hal yg pelu kita perbaiki slma ini udh jauh menyimpang….kita doakan bersama mdh2n segera dsadarkan ….Amiin ya Robbal alamiin

  194. Abu Haidar berkata:

    AL-QUR’AN TARJAMAH TAFSIRIYAH
    Memahami Makna Al-Qur’an Lebih Mudah, Cepat dan Tepat

    Bismillahirrahmanirrahim

    Penerjemahan Al-Qur’an adalah masalah agama, bila salah menerjemahkan maka akan salah pula dalam memahami agama. Salah memahami ajaran agama, akan salah pula dalam mengamalkan ajarannya.

    Telaah dan penelitian selama sepuluh tahun terhadap Al-Qur’an dan Terjemahnya versi KEMENAG RI, yang dilakukan secara ilmiah dan konprehensif oleh Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib. Terbukti, tarjamah harfiyah Depag mengandung 3229 ayat yang salah terjemah, ditinjau dari segi aqidah maupun substansi syari’ah Islam.

    Sudah banyak generasi Muslim yang menjadi korban salah terjemah Al-Qur’an ini. Sebagian kalangan, ada yang menjadikan terjemah Al-Qur’an sebagai alasan untuk bertindak radikal, sebagian lagi mengabaikan bahkan menjadikannya alasan untuk bersikap liberal dan moderat dalam beragama. Mereka merasa mendapat pembenaran atas tindakan yang tidak benar dari terjemah Al-Qur’an yang salah itu.

    Misalnya, terjemah harfiyah Depag: “Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain…,” (Qs. An-Nisa’, 4:20). Dijelaskan dalam foot note, mengganti istrimu dengan istri yang lain, maksudnya ialah: menceraikan isteri yang tidak disenangi dan kawin dengan isteri yang baru.

    Menurut logika bahasa Indonesia, istri berarti perempuan bersuami. Kata mengganti istri, berarti menukar dengan yang lain. Mustahil Islam membenarkan seorang suami menukar istrinya dengan istri orang lain. Karena itu tarjamah tafsiriyahnya adalah: “Wahai para suami, jika kalian ingin menceraikan istri kalian, lalu menikah dengan perempuan lain….”

    Kesalahan berikutnya terdapat pada terjemah harfiyah Depag: “… Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka….” (Qs. Al-Ahzab, 33:51)

    Tarjamah harfiyah ini bertentangan dengan fakta sejarah dan akhlak Nabi Saw. yang terpuji. Nabi Saw. tidak pernah menceraikan istrinya, maka mustahil beliau menggauli perempuan yang telah dicerai, apalagi tanpa rujuk pula. Pada terjemah edisi revisi berubah menjadi, “Dan siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya dari istri yang telah kamu sisihkan, maka tidak ada dosa bagimu.“

    Padahal ayat ini hanya berkaitan dengan kebebasan Nabi Saw. untuk menetapkan jadwal giliran bermalam pada istri-istri beliau.

    Revolusi Memahami Makna Al-Qur’an

    Umat Islam harus diselamatkan dari kesalahan memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Terbitnya Al-Qur’anul Karim Tarjamah Tafsiriyah ini, dimaksudkan untuk meluruskan persepsi keliru terhadap misi Al-Qur’an, yang disebabkan tarjamah harfiyah ayat-ayat Al-Qur’an. Tujuannya, menjaga otentisitas makna dan kehormatan Al-Qur’an, agar tidak ternodai oleh penyimpangan tangan-tangan manusia, sebagaimana yang terjadi pada kitab suci agama lain.

    (Naskah tulisan disalin dari brosur Al-Qur’an Tarjamah Tafsiriyah)

    – See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/10/23/kajian-tarjamah-al-quran-tafsiriyah-revolusi-pemahaman-makna-al-quran.html

  195. legiunasing berkata:

    -Pujian Asad ibnu Musa (Ulama sezaman dgn Imam Syafi’i) kepada pembongkar Ahli Bid’ah, sehingga Ahli Bid’ah sembunyi2 melakukan amal bid’ah nya.
    -Jawaban Imam Ahmad ketika ditanya tentang mana yang lebih utama: membahas Bid’ah atau i’tikaf.?
    -Setiap Bid’ah muncul, Alloh punya Wali untuk membongkarnya.

    http://yourlisten.com/tauhidsyahadah/kajian-mufidul-mustafid-ke-14

  196. erwin berkata:

    BOGOR (Arrahmah.com) – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Bogor, KH. Khaerul Yunus menjelaskan ciri-ciri aliran sesat sesuai keputusan Majelis Ulama Indonesia. Hal ini disampaikan saat acara Training Of Trainer (TOT) angkatan pertama tahun 2013 yang diadakan oleh DDII Kabupaten Bogor Sabtu dan Ahad (9-10/11/2013).

    Pertama, mengingkari rukun iman dan rukun Islam.
    Kyai Yunus mencontohkan seperti aliran Syi’ah yang merubah rukun Islam ke 6 imamah dan menambah/mengubah syahadat, atau kelompok sesat dari Bogor pimpinan Romo Agus Panjalu Siliwangi Pajajaran yang menambah syahadat dengan syahadat pribadi.

    Kedua, meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (Alquran dan sunnah Rasulullah Saw).
    Contoh kasusnya ada kelompok yang meyakini dan meramalkan kiamat akan terjadi pada tahun 2012, padahal kapan terjadinya kiamat adalah rahasia Allah (lihat QS. Luqman 31: 34).

    Ketiga, meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
    Contohnya Mirza Ghulam Ahmad pimpinan Ahmadiyah dengan kitab Tadzkirahnya.

    Keempat, mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran.
    Contohnya Sumanto al Qurtubi dengan bukunya yang berjudul lubang hitam agama yang menganggap Alquran hasil konspirasi jahat antara Utsman bin Affan ra dengan para penulis dan Alquran dianggap sebagai barang rongsokan yang sudah usang. Kemudian Syi’ah yang berpendapat Alquran ditangan kita telah dipalsukan dan adanya mushaf Fatimah.

    Kelima, melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.
    Kasus percontohannya seperti Ahmad Hariadi yang mengaku mantan Ahmadiyah dengan tafsirnya bernama Yassarna Al-Qur’an. Kemudian ada kelompok Ir. Arief Mulyadi Tatang Nana dalam buku kumpulan pemahaman Al-Quran ayat bil ayat yang menyebutkan kita semua adalah turunan pembunuh (qabil yang membunuh habil). Lalu ada Gafatar pimpinan “Nabi Palsu” Ahmad Mosadeq yang mengartikan zakat dengan “yang menjaga kebersihan mental dan spiritual “.

    Keenam, mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam.
    Kasus percontohannya juga seperti Ahmad Hariadi mantan mubaligh Ahmadiyah dan yang merubah waktu ibadah haji dan pakaian ihram. Murid Ir. Arief Mulyadi Tatang Nana dengan faham quraninya yang menganggap tidak ada zakat fitrah dan mal/harta.

    Ketujuh, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
    Kasus percontohan Abah Maisah Kurung Faridlal Athras Al Kindy yang menyebutkan bahwa isteri Nabi Muhammad Saw sebanyak 41 orang.

    Kedelapan, mengingkari Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul terakhir.
    Kasus percontohan seperti Ahmadiyah yang menganggap ada lagi nabi setelah nabi Muhammad Saw yaitu Mirza Ghulam Ahmad namun tidak boleh ada lagi nabi sesudah Mirza Ghulam Ahmad. Lalu pengajian faham qurani Tatang Nana yang menganggap bahwa pada setiap perkumpulan ada nabi dan rasulnya.

    Kesembilan, mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.
    Kasus percontohan seperti Syi’ah yang merubah tata cara adzan, qomat, wudlu, bacaan dan praktek shalat. Kemudian Islam al Haq di Garut yang shalat keseluruh penjuru angin. Lalu Yusman Roy di Malang yang mengajarkan shalat billingual 2 (dua) bahasa.

    Dan yang kesepuluh, kriteria aliran sesat yang kesepuluh ialah mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.
    Kasus percontohannya seperti Ahmadiyah yang mengkafirkan bukan Ahmadiyah. Lalu Syi’ah yang mengutuk dan mengkafirkan Siti Aisyah, Abu Bakar, Umar, Utsman dan para shahabat lainnya. Lalu LDII dengan salah satu buktinya pidato ketua umumnya “paradigma baru” sebagai kelanjutan dari LDII, Lemkari, Islam Jama’ah, Darul hadits yang menyebutkan diluar jama’ah mereka di dalam neraka.

    (azm/suaraislam.com/arrahmah.com)

    – See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/11/11/10-kriteria-aliran-sesat-versi-mui.html

  197. Abu Abdullah berkata:

    mudah2an anak,bapak,ibu,kakak-adik,atau kerabat siapapun yg msh di dlm firqoh tsb mendapat hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    sedangkan ikhtiyar tetap dilakukan diantaranya dgn:
    -tetap sabar dlm menasehati mrk,
    -memberikan rujukan ilmu yg shahih(bawakan kitab2 ulama salaf,tafsir,hadits dan syarahnya,majalah2 islam,rekaman kajian asatidz,dll),
    -membantah dgn hujah yg lbh kuat (ini kata guru FAH : quwwatu dalil, siapa yg bisa mendtgkan dalil yg lbh kuat maka mrk akan ikut..[minta buktinya aja benarkah kata2 gurunya?]..),
    -tetap selalu berdo’a kepada Allah,krn Allah-lah yg memegang qulub mereka.Fillahit-taufiq wal-hidayah..

  198. Ja'far Karim berkata:

    sudah lama sekali tak berkunjung kesini,, apa kabar saudara saudara ku smua? Ijinkan saya merindukan anda para pencerah, ijinkan saya berharap utk tetap terjaga dan terpeliharanya ukhuwah islamiyah antara kita,,

    Komentar ttg saat ini paham mereka sdh berubah, tidak lagi mengkafirkan, halakat terbuka, shalat jum’at dsb: merupakan bukti nyata bahwa hakikat pekerjaan Agus dkk adalah sedang MEMBUAT dan MENYEBARKAN AGAMA BARU,,!! Syariat dan ibadahnya berubah mengikuti keadaan dan perkembangan zaman,,

    Pesan utk sandi: saya nyari koleksi foto ‘para petinggi’ FAH di blog ini, tp ga ketemu, tolong copy pastekan di reply komen saya ini donk utk mempermudah saya melihat lihat, syukron

    Utk saudara saudara yg lain yg mengenal saya, (ketika masih di FAH saya dikenal dg nama Ja’far Batam pd periode 2001-2005 dan jadi Ja’far Medan pd periode 2005-tamat) sudi kiranya utk skedar ‘nyolek’ saya via reply komen atau via facebook saya,, kangeeeeeeeeeeeennn

    *nmr hp kawan2 pd ilang di hp saya, habis format ulang

  199. Erwin berkata:

    Alhamdulillah telah keluar fah , akhwat dari cilengsi yang bernama Nurul yang telah sekian lama mengabdi pada bazzaro, mudah2an ke depannya selalu di bimbing Allah ke jalan yang lurus.

  200. Al-Faqir berkata:

    Mohon infonya jika mengenali orang2 yg diberitakan hilang dengan memberikan komentar, klik http://sekteislam.wordpress.com/orang-hilang/

  201. Erwin berkata:

    Apapun bentuknya semuanya adalah kehendak Allah ,Dialah yang maha membolak balikkan hati manusia, kita hanya bisa menjaga hati ini, tuk Kedepannya yang perlu kita antisipasi adalah kita tanamkan dulu kepada anak2 kita atau generasi penerus kita aqidahnya, sehingga tidak mudah tuk menerima ajaran apapun ,,karena memang sudah mempunyai bekal ilmu, bayangkan saja yg terjadi sekarang ini adalah sifatnya keduniawian, dimana para orang Tua sangat bermimpi kalau anaknya kelak menjadi orang no, satu sehingga harus Les b,inggris, matematika ,bahasa Herman, jepang , komputer dan lain sebagainya,,,lupa dengan penanaman aqidahnya, maka terjadilah seperti ini,dunia makin gersang yg ada dikepalanya uang dan uang ,,,,eh sekalinya belajar agama sedat pula,,,karena Ga punya dasar,,semua atas kehendak Allah ,hanya kita berdoa agar Allah mengembalikan orang 2 yang sedang tersesat , kebenaran pasti akan datang ,,Amieenn Ya Robbal Aalamieenn

  202. Al-Faqir berkata:

    Alhamdulillah, belum lama ini telah keluar dari FAH teman kita yang baik, Abu Nasrul (Agus Tangerang). Semoga beliau dan keluarganya diberikan hidayah yang lurus, dibersihkan oleh Allah dari faham2 syubhat yang masih tersisa yg ditinggalkan FAH. Semoga Allah memperbaiki kehidupan beliau dan keluarganya agar lebih baik di dunia dan juga di akhirat.
    Doa kami tak pernah putus terhadap teman2 kami yg masih di FAH agar terbuka mata hati dan pikirannya, yaitu dengan mau meneliti secara jelas apa2 yg selama ini diyakini yg selalu dikatakan pemahaman ayat2 Al-Qur’an. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada orang2 yg tidak menyepelekan ilmu para ulama Ahlus-Sunnah…

  203. Abu Muhammad berkata:

    Sudah semestinya beberapa teman bisa bertanggung jawab atas perbuatannya di masa lampau, bukan menjadi kenangan pahit tetapi menjadi pelajaran dan memberi pelajaran kepada generasi akan datang bahwa akan tampak jelas kemungkaran2 dan kesesatan supaya tidak mengikutinya. Sekarang para korban dari firqoh tidak jelas seperti Abu Hamzah, Abu Umar ex FAH, LDII, takfiri dan semisalnya menjadi sangat marak di masyarakat yang awam Qur’an dan bisa menjadi bumerang di akan datang.
    Allah SWT insya Allah menjaga para ahlus-sunnah hingga akhir zaman. Sebelum generasi kedepannya rusak akibat ulah segelintir orang, saya mengajak rapatkan barisan untuk bersama-sama bertanggung jawab akan anak-anak kita. Mari kita beri pelajaran firqoh-firqoh jahil yang sengaja memecah belah persatuan ahlus sunnah…. sengaja memberikan pembodohan dan pemahaman sesat.
    Jika kebenaran menurut Allah SWT maka tidak akan pernah tertukar kebenaran itu dari nabi Adam sampai kiamat.
    Jika merasa salah dengan yang di ikuti sebelumnya mari bersama-sama mebenarkannya kawan.
    Jika kita melihat perjuangan abu Dzaki, pak Hendra, Joko, dll tampak keseriusan untuk memberi pelajaran dan mengajak mereka yang telah melenceng dari pemahaman salafush shaleh kembali bertaubat, kenapa kita tidak bantu teman-teman tsb.
    Mari jadikan hal ini bisa menjadi sarana dalam kita berdakwah dan bentuk pertanggung jawaban kita yang dulu sudah mengajak orang lain kedalam kelompok yang tidak jelas asal usulnya.
    Jazakallah khairan.

  204. Al-Faqir berkata:

    Alhamdulillah… Rata2 teman2 ex FAH kini semakin baik pemahaman ilmunya dan perbaikan akidahnya. Para akhwat sudah banyak yang menikah, di Bandung, di Tangerang, di Lampung, dan akan menyusul di Bekasi juga dan di daerah2 yang lain. Ada juga teman yang sudah melaksanakan haji ke Baitullah.
    Berita gembira yang lain adalah bahwa hari ahad 27 April 2014 insya Allah Mbak Wiwin dan keluarga akan berumroh ke Baitullah. Setiap muslim yang normal pasti mempunyai kerinduan terhadap Baitullah. Ketika seorang muslim bisa mengunjungi Baitullah untuk beribadah kepada Rabb-Nya, pastilah dia akan mempunyai kebahagiaan tersendiri dengan itu.
    Selamat berbahagia…Doa kami akan menyertai, dan janganlah lupa agar berdo’a pula untuk kami dari Tanah Suci….
    Barokallahu fiik…

    • FAH al Kazzab berkata:

      Guru FAH beralasan bahwa Rasul tidak melakukan Hajji & Umroh sebelum tegak daulah,
      Namun Rasul tetap mendatangi Arafah di musim Hajji untuk berdakwah..!
      Kalo memang FAH itu “berbuat sesuai contoh Rasul” , mengapa Guru FAH tidak datang juga ke Arafah untuk mendakwahi orang2 yang sedang hajji ?

      • Al-Faqir berkata:

        Dua tahun sebelum saya keluar dari FAH, digulirkan ajaran bahwa umroh juga belum dimungkinkan untuk dilaksanakan, setelah sebelumnya berhaji telah difatwakan terlebih dahulu tidak bisa dilaksanakan karena Mekkah (konon) masih dikuasai orang2 kafir. Haji dan umroh baru bisa dilaksanakan jika Mekkah sudah dibebaskan, yaitu dikuasai oleh mereka. Inilah ajaran mimpi kepada para pengikut FAH. Semua orang yang berfikiran waras tentu bisa menilai, apakah benar mereka mampu menguasai Baitullah?
        Dengan ajaran mimpi ini para pengikut FAH faktanya telah benar2 terjauhkan dari Baitullah, secara fisik dan secara bathiniyah mereka. Mereka tidak akan pernah tahu dan otomatis tidak akan pernah melaksanakan segala ibadah agung yang berhubungan dengan Baitullah dan Tanah Haram.
        Tahukah efek keburukan bagi seseorang jika seseorang itu sudah tidak terbersit sama-sekali untuk beribadah ke Baitullah?
        Na’udzu Billah…
        Yah…memang banyak cara yang dilakukan untuk memalingkan orang2 Islam dari Baitullah.
        Semoga kita bukan termasuk orang2 yang berhasil dipalingkan…

  205. Al-Faqir berkata:

    Alhamdulillah…Yg berumroh telah kembali dengan sehat dan selamat beberapa hari lalu. Ini karena kebaikan dari Allah dan juga berkat doa ikhwan fid-dien semuanya.
    Sementara itu beberapa teman telah mengakui bahwa kini mereka menjadi lebih sibuk melaksanakan ajaran Allah daripada ketika di FAH dahulu. Mereka dahulu banyak menjalankan aktifitas yg tidak pernah jelas hujjah2nya atau melaksanakan ajaran yg berdasarkan hujjah akal-akalan, tetapi kini sudah tidak lagi…

    Ada pula teman di Bogor dan di Bekasi yg kini menjadi aktifis kesehatan “Tibhun Nabawi”. Kemampuannya semakin hari semakin bertambah. Semoga kelak mampu menjadi tabib profesional dengan metode yg sesuai Sunnah dari Allah dan Rasul-Nya…

    Dan seorang teman di Cilengsi ada yg kini sedang bersyukur, karena anaknya yang baru nyantri selama 8 bulanan sudah dapat menghafal Al-Qur’an sebanyak 5 juz. Anaknya yg lain telah hafal 4 juz dan telah menghafal pula lebih dari 60 hadits2 Nabi. Anaknya yg lainnya lagi kurang dari itu.
    Orang2 yg masih FAH jika mendengar ini mungkin hanya akan mencibir sinis, padahal memang seperti itulah para ulama Islam terdahulu memulai pelajaran ilmu2nya. Imam Bukhori, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Muslim dan lain2nya menghafal Al-Qur’an dari sejak usia dini. Setelah itu barulah mereka mempelajari hadits dan ilmu2 Islam lainnya dari para ahli ilmu terkemuka di jamannya. Bagaimana dengan amalan2 mereka? Tidak ada amalannya?
    Tentu saja dengan bekal2 ilmu yg mereka miliki dan bimbingan dari guru2nya mereka jadi mempunyai akidah yg lurus, akhlak yg baik, dan kemauan untuk beribadah yg kuat…
    Beginilah ajaran Islam dan As-Sunnah dipertahankan dari jaman ke jaman walaupun banyak pihak berusaha untuk memadamkannya.

    Berita baik yg lainnya adalah banyak di antara teman2 ex-FAH yang semakin maju usaha bisnisnya. Usaha2 baju ghomis, seragam sekolah, usaha2 makanan ataupun produk2 lainnya di berbagai tempat mengalami peningkatan omset yg cukup menggembirakan.
    Maa syaa Allah. Semua ini ikut menggembirakan hati saudara2nya yg lain…
    Allah Maha Pemberi Petunjuk, Allah Maha Pengampun, dan Allah Maha Pemberi rezeki…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s